
Siang hari di kantor, Arsyad sudah selesai dengan pekerjaannya. Kali ini papah Rico tidak ke kantor, dia ingin mengantar Andini ke perkebunan menemui kak Bayu. Dan nereka sekaliab berlibur di sana.
"Syad, mau makan siang dimana?"ucap Rayhan yang tiba tiba masuk ke ruangan Arsyad.
"Aku akan keluar mencari makan siang sekalian ada urusan sebentar, kamu mau ikut denganku?" Arsyad menawarkan Rayhan untuk ikut dengan nya.
"Aku makan siang di kantin bawah saja, aku sedang menunggu telfon dari Naura, kamu tidak apa apa jika pergi sendiri?"jawab Rayhan.
"Oke, aku berangkat sendiri."
"Sepertinya urusan mu sangat Penting sekali Syad."
"Sebenarnya tidak, cuma aku akan mencari sesuatu di masjid."
"Sesuatu apa?"tanya Rayhan penasaran.
"Tasbih pemberian kakung Didik hilang disana, mungkin jatuh disana, aku akan menanyakan pada marbot masjid nya."jelas Arsyad.
"Syad....Syad..hanya tasbih saja?"
"Ray, meskipun hanya sebatas tasbih, itu amanah Ray, dan aku tak bisa menjaga amanahnya,aku akan mencarinya, semoga saja bertemu." ucap Arsyad.
"Ya sudah, sekalian saja cari calon istri Syad, kamu suka sama mahasiswamu malah sudah punya pacar, payah kamu, cari wanita yang masih sendiri, jangan berjuang untuk mendapatkan kekasih orang Syad, tidak baik. Nanti jadi trending topik, seorang Arsyad lulusan dari Al Azhar merebut kekasih orang. Gak baik dong, harusnya beritanya kamu melakukan ta'aruf dengan wanita yang sama sama lulusan dari Kairo juga Syad."ucap Rayhan sambil menepuk bahu Arsyad.
"Ahhh kamu itu, sudah lah...kalau memang aku jodoh nya dengan mahasiswa ku itu mau bagaimana, kalaupun tidak, mungkin ada yang lebih baik lagi untuk ku. Jodoh tak akan tertukar Ray."jelas Arsyad.
"Ya..ya...yaaa....siapa nama mahasiswamu itu?"
"Annisa, cantik kan namanya? Begitupun orangnya, cantik dan manis sekali."ucap Arsyad sambil membayangkan wajah Annisa.
"Udah sana, jangan membayangkan Annisa terus. Udah aku lapar mau ke kantin, sana cari tasbihmu, cari juga calon istri."
"Oke....siap komandan.!"jawab Arsyad semangat.
Arsyad meninggalkan ruangannya, dia mencari rumah makan yang dekat dengan masjid tersebut untuk makan siang.
Setelah menemukan rumah makan, Arsyad turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah makan. Dia memesan makanan.
Selesai makan siang, Arsyad melajukan mobilnya ke Masjid yang kemarin dia Sholat Dhuhur di sana.
Sesampainya di masjid Arsyad memakirkan mobilny di tempat parkir masjid. Arsyad turun dari mobilnya. Dia berjalan menuju masjid, melapas sepatunya dan duduk sebentar di teras masjid.
"Lebih baik aku caru nanti, aku akan Sholat Dhuhur lebih dulu. Dan setelah sholat baru aku tanya pada Marbot Masjid."ucapnya lirih.
Arsyad mengambil air wudhu, setelah itu Arsyad masuk ke dalam masjid dan menunaikan sholat Dhuhur.
♥♥♥♥♥♥♥♥
Almira selesai menunaikan sholat dhuhur, dia mengemasi mukenahnya, dan bersiap siap kemasjid untuk mengembalikan tasbih yang ia temukan disana. Almira terlihat gugup sekali keluar dari kamarnya.
"Sudah siang sekali, aku harus segera mengembalikan tasbih ini ke pemiliknya sebelum aku ke Kairo." ucap Almira lirih.
Almira menuruni anak tangga, kamar Almira memang di atas. Dia terlihat gugup menuruni anak tangga.
"Mira sayang, kamu mau kemana gugup sekali?" tanya ummi Rahma.
"Mira mau mengembalikan sesuatu Mi, kemarin Mira menemukan Tasbih ini di masjid, Mira tidak tenang belum mengembalikan ini, sebelum Mira ke Kairo, Mira harus mengembalikannya Ummi."jelas Mira.
"Ohh...iya, kamu hati hati nak."
"Iya Ummi, Mira pergi dulu, Asslamaualaikum"ucap Mira.
"Wa'alaikumsalam."sahut Ummi Rahma.
Mira keluar dari rumahnya, dia mengendari mobil nya sendir. Mira melajukan mobilnya menuju masjid yang kemarin dia Sholat Dhuhur di sana.
Sesampainya di sana Mira memarkirkan mobilnya, Mira melihat sekeliling tempat parkir.
"Ini mobil orang itu, semoga saja orang nya benar yang kemarin."lirih Mira.
Mira turun dari mobilnya dan melihat kembali mobil Arsyad, memastikan melihat nomor polisi mobil tersebut
"Benar ini mobilnya, aku masih ingat dengan Nomor Polisinya." Ucap Mira lirih.
Mira memutuskan untuk menunggu di dalam mobil, karena mobil Arsyad parkir di samping mobil Mira.
Arsyad keluar dari Masjid, dia mencari Marbot Masjid, dan akhirnya dia bertemu dengan Marbot Masjid tersebut.
"Maaf pak mengganggu, apa bapak Marbot Masjid disini?"tanya Arsyad.
"Ohh iya pak benar saya Marbot disini, ada yang bisa saya bantu pak?"jawab Marbot tersebut.
"Begini pak,apa bapak menemukan tasbih yang terjatuh di sekitar masjid ini kemarin? Di dalam masjid atau di halaman masjid.?" ucap Arsyad.
"Ohh...saya tidak menemukan nya pak, apa mungkin sudah di temukan orang lain?"jawab Marbot tersebut.
"Baiklah pak terima kasih, mungkin benar sudah di temukan oleh orang lain, mari pak saya pamit, sekali lagi terima kasih."ucap Arsyad.
"Iya pak sama sama, hati hati pak."
Arsyad memakai sepatunya dan berjalan ke arah tempat parkir mobil.
"Ya sudah lah, mungkin sudah tak bisa aku temukan lagi, maafkan Arsyad kakung, tidak bisa menjaga pemberian kakung."lirir Arsyad sambil berjalan ke arah mobilnya.
Setelah sampai di dekat mobilnya Arsyad di kagetkan dengan seorang wanita bercadar yang memanggilnya.
"Pak maaf, bapak yang mempunyai mobil ini?"tanya Almira.
"Iya benar, ada apa ya, mba?"tanya Arsyad.
"Syukur Alhamdulillah akhirnya saya bisa bertemu dengan bapak,"ucap Almira.
"Maksud mba?"tanya Arsyad penasaran.
"Maaf pak apa ini milik bapak?"ucap Mira sambil menunjukan tasbih milik Arsyad.
"Alhamdulillah, apa mba yang menemukannya? Iya ini milik saya, saya mencarinya dari kemarin. Terima kasih mba sudah mau mengembalikannya."ucap Arsyad.
"Saya menemukan ini kemarin, saat bapak sedang berjalan tasbih ini jatuh dari saku bapak, dan saya ambil lalu mengejar mobil bapak tapi mobilnya melaju sangat kencang, syukurlah saya bisa langsung mengembalikan ini pada bapak. Ini pak tasbihnya,"jelas Almira,
Almira memberikan tasbihnya pada Arsyad.
"Terima kasih ya mba, ini adalah peninggalan dari kakung saya mba. Sekali lagi terima kasih,"ucap Arsyad.
"Iya pak sama-sama, Alhamdulillah, saya sudah bisa mengembalikannya sebelum saya berangkat ke Kairo,"ucap Mira.
"Kairo?"tanya Arsyad penasaran.
"Iya, minggu depan saya akan ke Kairo melanjutkan S3 saya di Al Azhar."jawab Mira.
"Ohh, saya juga lulusan dari Al Azhar Kairo, mba,"ucap Arsyad.
"Ohh ya? Ya sudah pak, saya pamit pulang dulu." Almira pamit pulang.
"Iya mba, sekali lagi terima kasih. Mba boleh tau nama nya?"tanya Arsyad.
"Saya Almira, panggil saja Mira."
__ADS_1
"Saya Arsyad, jangan panggil bapak lagi mba, panggil saja Arsyad,"ucap Arsyad memperkenalkan diri
"Ohh iya, saya pamit pulang dulu, Arsyad,"ucap Mira.
"Iya, hati hati Mira,"ucap Arsyad
"Assalamualaikum" ucap Mira.
"Wa'alaikumsalam" jawab Arsyad.
Mira masuk kedalam mobilnya, dia menyapa Arsyad lagi dengan menundukan kepalanya sebelum melajukan mobilnya untuk pulang.
Almira sudah berlalu meninggalkan Arsyad.
"Alhamdulillah akhirnya ketemu juga tasbihku."ucap Arsyad lirih.
Arsyad masuk kedalam mobilnya dan dia langsung melajukan mobilnya menuju kantornya.
♥Arsyad♥
"Almira, sepertinya nama itu tak asing bagi ku. Kenapa aku memikirkannya?"gumam Arsyad dalam hati.
Aku melajukan mobilku dengan cepat untuk ke kantor, karena hari ini aku akan menemui client, sebenarnya perusahaan papah sudah lama bekerja sama dengan perusahaan milik pak Fajri, namun beliau kali ini akan mengecek dokumen laporan kerjasama kami.
Akhirnya aku sampai di kantorku, untung saja pak Fajri belum datang Di kantor, aku masuk ke ruanganku, di dalam ruanganku sudah ada Rayhan yang sedang sibuk menata dokumen.
"Akhirnya kamu kembali, lama sekali kamu Syad, untung pak Fajri belum datang. Sudah ketemu tasbihmu?"ucap Rayhan.
"Sudah Alhamdulillah."jawabku sambil mengecek semua dokumen yang sudah Ray siapkan.
"Dimana ketemunya?"
"Di temukan oleh seorang wanita."
"Siapa ?"
"Namanya Almira."jawabku singkat.
"Cantik?"
"Tidak tau."
"Kok tidak tau? Apa kamu mengobrol tak memandang Wajahnya?"tanya Rayhan penasaran.
"Bagaimana aku tau wajahnya, hanya mata saja yang terlihat."ucapku.
"Maksudmu?dia pakai penutup wajah?semacam masker wajah?"
"Bukan."
"Lalu?"
"Dia wanita berhijab syar'i dan bercadar, jadi mana mungkin aku tau dia cantik atau tidak."
"Bagus, pertemuan yang sempurna, cocok wanita seperti itu untukmu Syad."
"Ahhh...sudah jangan bahas, seperti Shita saja kamu, ingin nya aku dengan wanita bercadar macam Almira tadi."
"Bagaimana bisa Shita menginginkan seperti itu?"tanya Rayhan.
"Kemarin dia bertemu wanita bercadar yang memberinya novel, dia jadi menginginkan aku mempunya istri seperti itu. Lucu dia."jawabku.
"Ya memang bagusnya kamu dengan wanita seperti itu, cocok dengan kamu. Apalagi nih kalau di tambah tu cewek lulusan Kairo sama dengan mu."ucap Rayhan.
"Dia memang kuliah disana, tadi sempat mengobrol sebentar, dan minggu depan dia akan melanjutkan S3 nya disana. Makanya dia sesegera mungkin mengembalikan tasbih ini."jelasku.
"Tok...tok...tok..."
"Masuk lah."
Ternyata sekretaris papah yang datang.
"Pak Arsyad, tuan Fajri sudah datang."
"Ohh iya, persilahkan dia masuk ke ruang meeting, aku akan segera menyusulnya."jawabku.
"Baik pak."
Sekretaris papahku keluar dari ruangan ku, aku pun segera menyusul Pak Fajri ke ruang Meeting.
Aku dan Rayhan berjalan menuju ruang meeting.
♥♥♥♥♥♥♥♥
Di ruang meeting Pak Fajri terlihat sedang menunggu kedatangan Arsyad.
Tiba tiba ponsel Pak Fajri berbunyi,
Pak Fajri melihat siapa yang menelfonnya, ternyata Almira putri kesayangannya yang menelfon.
"Ada apa Mira menelfonku."ucap pak Fajri, lalu pak Fajri mengangkat telfon dari Putri nya.
{Hallo, Assalamualaikum nak.}
{Wa'alaikumsalam, Abah kok tidak ada di kantor?}
{Abah sedang keluar, Abah sedang bertemu dengan Client Abah di Alfarizi Grup. Ada apa Mira?}
{Abah, temani Mira bisa setelah ini?}
{Mau kemana?}
{Mira ingin makan dengan Abah di restoran favorit Mira.}
{Baiklah, kamu bisa menyusul Abah kesini, Abah tadi di antar sopir, tapi abah suruh balik ke kantor.}
{Baiklah, share lokasi abah ya? Mira sebentar lagi menuju lokasi.}
{Iya nanti Abah share lokasi sayang, kamu hati hati, jangan ngebut nyetirnya}
{Iya Abah, jangan lupa share lokasi bah,}
{Siap tuan putriku.}
Pak Fajri mengakhiri panggilan nya dengan Almira, dan beliau segera mengirimkan Lokasi dimana beliau berada pada Almira.
Tak lama kemudian Arsyad masuk ke dalam ruang meeting, dan Pak Fajri sudah selesai mengirimkan Lokasi dimana beliau berada sekarang.
"Assalamualaikum, maaf menunggu lama Pak Fajri."ucap Arsyad.
"Wa'alaikumsalam, tidak apa apa pak Arsyad, benarkah ini Putra pak Rico?"tanya Pak Fajri.
"Iya, saya Arsyad putra Pak Rico Alfarizi. Papah sedang pergi ke kuar kota, melihat perkebunan nya di sana, dan perkenalkan ini Rayhan Putra dari om saya, Bayu."
"oh iya, ini Rayhan putra pak Bayu Aji Wicaksono itu?"tanya Pak Fajri pada Rayhan.
"iya pak benar sekali."jawab Rayhan.
__ADS_1
"Wah hebat sekali pak Rico, selain perusahaannya berkembang pesat, beliau memiliki aset lain yaitu perkebunan."ucap Pak Fajri.
"Alhamdulillah pak, papah sudah lama sebenarnya ingin mengurus perkebunannya, tapi saya belum siap memimpin perusahaan papah."
"Kenapa seperti itu, papahmu semakin hari semakin bertambah usia, harusnya kamu belajar memimpin perusahaan papahmu."
"Itu kan Syad, perusahaan ini membutuhkan tenagamu."
"Iya benar pak Rayhan."ucap pak Fajri.
"Iya nanti saya fikirkan kembali. Oh ya pak ini dokumen yang pak Fajri tanyakan tadi, kami sudah siapkan, Silahkan pak Fajri cek semuanya."
"Baik sebentar saya cek dulu" Pak Fajri mengecek semua laporan kerjasama yang di berikan Arsyad.
"Semua baik baik saja, dan sangat bagus perkembangannya, omset kita naik. Kita bisa teruskan kerja sama ini pak Arsyad. Semoga ada keberkahan dalam perusahaan kita."ucap Pak Fajri.
"Alhamdulillah, bapak selalu mempercayakan perusahaan kami untuk bekerja sama. Aamiin, semoga selalu barokah pak. Silahkan pak, teh nya di minum dulu."
"Ohh iya pak Arsyad saya minum dulu tehnya."
Setelah menikmati teh, pak Fajri kembali membahas masalah kerja sama dengan Arsyad dan Rayhan.
Saat sedang membahas kerja sama, ponsel Pak Fajri kembali berdering.
"Maaf saya permisi angkat telfon dulu pak Arsyad."ucap Pak Fajri.
"Baik pak silahkan."
Pak Fajri mengangkat telfon dari Almira.
{Hallo Assalamualaikum.}
{Wa'alaikumsalam Abah, Mira sudah menunggu Abah di loby ya Bah}
{Oke, sebentar lagi Abah selesai tunggulah sebentar di Loby nak.}
{Baiklah Mira menunggu Abah disini.}
Pak Fajri mengahiri panggilannya dengan Almira.
"Maaf pak Arsyad putriku tadi menelfon, katanya dia menunggu di Loby."
"Ohh putri bapak menyusul kesini?"
"Iya dia ingin makan siang bersama saya, padahal ini sudah lewat jam makan siang."ucap Pak Fajri.
Mereka melanjutkan meeting nya.
Tak lama kemudian, meeting mereka selesai.
"Baiklah pak Arsyad, saya pamit dulu, semoga kerja sama kita kedepannya semakin baik."
"Iya pak, terima kasih karena sudah mempercayai perusahaan kami untuk bekerja sama dengam perusahaan bapak."
"Baiklah saya permisi pak Arsyad, pak Rayhan."
"Mari pak, kami antar ke depan."
"Ohh baik."
Arsyad dan Rayhan mengantarkan Pak Fajri ke depan. Dan tiba tiba seorang wanita menghampiri pak Fajri.
"Abah,sudah selesai?"
"Sudah sayang, ohh iya kenalkan ini pak Arsyad pemilik Alfarizi Grup, dan ini rekan kerjanya sekaligus Saudara pak Arsyad yaitu pak Rayhan, ini putri semata wayangku pak Arsyad, pak Rayhan, namanya Almira."Pak Fajri memperkenalkan Almira.
"Arsyad,kamu Arsyad yang tadi bertemu di masjid bukan?"tanya Mira.
"Almira?kamu Almira yang mengembalikan tasbihku ini?"ucap Arsyad penasaran.
"Kalian saling kenal?ucap pak Fajri dan Rayhan bersamaan.
"Emmm Almira yang menemukan tasbihku ini Ray."ucap Arsyad.
"Benarkah seperti itu sayang?"tanya pak Fajri.
"Iya Bah, kemarin Mira menemukan tasbih Arsyad, dan tadi Almira baru saja mengembalikannya sebelum Mira kesini."jelas Mira.
"Ohhh, kalian ternyata sudah saling kenal. Yasudah kita pamit pak Arsyad, pak Rayhan."pamit pak Fajri.
"Iya pak, terima kasih sekali lagi atas kerjasamanya."ucap Arsyad.
"Iya sama sama, kami pamit pulang dulu, Assalamualaikum"ucap pak Fajri dan Almira.
"Wa'alaikumsalam."ucap Ray dan Arsyad.
Pak Fajri meninggalkan kantor Arsyad, dan Arsyad masih belum percaya kalau Almira adalah putri dari pak Fajri.
"Hay melamun saja kamu, ayo masuk, jangan lihat kesana terus, Almira sudah tidak terlihat."ucap Rayhan mengagetkan lamunan Arsyad.
"Kamu bisa saja, aku hanya tak menyangka nya, kalau Almira adalah putri pak Fajri."
"Pasti cantik dia Syad, pak Fajri saja sudah tua masih sangat tampan."
"Ahh kamu itu, ayo kembali ke ruangan, kita kerja lagi."ajak Arsyad.
"Yah....secantik apapun Almira, kamu masih ingin dengan mahasiswamu itu kan?"
"Itu kamu tau, sudah ayo masuk."
"Hai ingat, dia sudah mempunyai kekasih."
"Aku tak peduli Ray."
"Kamu ya Syad, dari dulu tak pernah berubah, apa yang kamu inginkan selalu ingin kamu dapatkan, tak peduli itu milik siapa."
"Yah....siapa tau dia jodohku Ray. Sudah jangan bahas wanita."
"Ya sudah lah, aku masuk dulu ke ruanganku."
"Oke."
Rayhan kembali ke ruang kerjanya begitupun Arsyad. Mereka kembali mengerjakan pekerjaannya masing masing.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♥happy reading♥