
Annisa masih duduk di teras dengan Rico, mereka saling mengobrol dan bertukar pikiran bagaimana cara mendidik anak denga baik, seperti papah Rico yang berhasil mencetak dan mendidik anak-anaknya menjadi sosok yang hebat dan saling menyayangi keluarga.
^^^^^^^
Arsyad dan Annisa mengunjungi klinik khusus pria unuk konsultasi masalah penyakit yang di derita Arsyad. Arsyad sudah janji dengan Dokter Haikal, dokter spesialis andrologi, yang menangani masalah sistem reproduksi pada pria.
"Kakak sudah menghubungi dokternya?"tanya Annsia.
"Sudah, kamu temani kakak konsuktasi, ya?"pinta Arsyad
"Iya, kak, Annisa temani." Annisa mengiyakan permintaan suaminya.
"Nis, kakak ingin sekali sembuh, kakak ingin membahagiakan kamu, maafkan kakak yang belum bisa membuatmu bahagia,"ucap Arsyad.
"Kakak pasti sembuh, percayalah,"ucap Annisa.
Mereka sudah sampai di depan klinik yang mereka tuju. Arsyad segera menanyakan receptionist, karena dirinya sudah mendaftarkan sejak kemarins siang.
"Selamat siang, mba. Saya yang kemarin mendaftar Atas nama Arsyad Alfarizi,"ucap Arsyad pada Receptionist.
"Oh, iya pak, silahkan masuk, kebetulan sekali bapak ke sini pagi, jadi langsung saja bertemu Dokter Haikal, mari saya antar,"
Arsyad dan Annisa berjalan menuju ke ruang Dokter Haikal, mereka masuk bersama menemui Dokter Haikal.
"Selamat pagi, Anda yang bernama Arsyad Alfarizi?"tanya Dokter Haikal.
"Iya dok, saya Arsyad,"jawab Arsyad.
"Silahkan duduk, ini istri bapak?"tanya Dokter Haikal.
"Iya, ini Annisa, istri saya,"jawab Arsyad
Arsyad menceritakan semua keluhannya dan penyebabnya kenapa dia bisa sampai seperti ini. Dokter memberikan saran pada Arsyad, agar sering mengkonsumsi makanan sehat, dan pola hidup sehat, serta menyuruh Arsyad konsultasi dengan seorang psikiater. Kata dokter Haikal, sakit itu timbul karena Arsyad terlalu dalam mengenang masa lalu dan terlalu merasa bersalah dengan masa lalunya, jadi Arsyad mengalami disfungsi ereksi karena faktor kecemasan pada dirinya yang terlalu merasa bersalah dengan mendiang istrinya.
Arsyad dan Annisa keluar dari ruangan dokter Haikal setelah melakukan konsultasi. Annisa mengajak Arsyad pergi ke psikiater. Namun, Arsyad menolaknya.
"Kita jadi ke psikiater, aku mempunyai kenalan, temanku seorang psikiater,"ucap Annisa.
"Tidak, aku tidak membutuhkan itu, aku hanya membutuhkan kamu, kamu yang aku butuhkan Annisa, aku yakin aku bisa,"ucap Arsyad dengan yakin.
"Kamu yakin, kak?"tanya Annisa.
"Yakin, kamu dengar kan, tadi dokter Haikal bilang apa, hanya kamu yang bisa menyembuhkan, dan aku percaya, kamu bisa. Lebih baik secara alami, daripada menggunakan obat, nanti malah menjadi permanent, aku tidak mau itu terjadi, Annisa. Aku minta tolong sama kamu, bantu aku, jangan pergi dariku, aku membutuhkanmu Annisa. Aku mohon, bersabarlah." Arsyad memohon pada istrinya.
"Iya, aku pasti akan bersabar, kak. Kamu jangan khawatir, kak, aku akan selalu mendampingi kakak, apapun yang akan terjadi nanti, aku selalu di sisi kakak,"ucap Annisa.
"Terima kasih Annisaku, mahasiswaku yang cantik dan manis, yang dulu sangat aku cintai, tapi sekarang malah aku belajar mencintaimu kembali, setelah ratusan purnama berlalu,"ucap Arsyad.
__ADS_1
"Aku juga akan belajar mencintai kakak,"ucap Annisa
"Kamu mau ke kantor, kan?"tanya Arsyad.
"Iya, dong, mau ke kantor sebentar, nanti siangan setelah jam makan siang aku mau ke butik,"ucap Annisa.
"Mau aku antar?"tanya Arsyad.
"Tidak usah, aku sendiri, nanti kakak jemput aku di butik saja,"ucap Annisa.
"Oke, hati-hati, kalau sudah ada di butik kabari kakak,"ucapnya.
"Siap dosen ganteng ku,"ucap Annisa sambil mencium pipi Arsyad.
Arsyad sudah sampai di kantornya, setelah mengantar Annisa ke kantor. Seperti biasa, dia sudah bergelut dengan file-file yang menumpuk di mejanya. Lintang belum bisa ke kantor, dia masih cuti selama satu Minggu. Jadi Arsyad yang mengerjakan semua pekerjaan Lintang.
^^^^^
Arsyad menikmati sandwich buatan istrinya, bekal itu sekarang menjadi candu untuk Arsyad. Dia sangat menyukai apapun yang di masak oleh Annisa.
"Dia memang wanita sempurna, semua yang ia masak sama rasanya dengan masakan ibu,"gumam Arsyad.
Dia melihat bingkai foto yang ada di sampingnya, terlihat foto Almira sedang bersama dirinya. Arsyad mengambilnya dan melihat foto mendiang istrinya. Dia mengusap foto Almira dan menciumnya.
"Tunggu aku dan Annisa di surga, aku akan belajar mencintai Annisa, sayang. Maafakan aku, semoga kamu bahagia di sana. Aku sangat mencintaimu, cinta ini akan abadi selamanya di Palung hatiku yang paling dalam." Arsyad berkata lirih dengan memandangi foto Almira
"Kak, aku sudah di butik, kakak sudah makan siang? Jangan lupa makan makanan yang sehat, perbanyak makan sayuran, ingat kata dokter. Jangan minum kopi dulu,"isi pesan dari Annisa.
"Iya, Annisa. Ini baru saja makan sandwich buatanmu yang sangat lezat,"balas Arsyad.
"Ya sudah, aku kerja dulu, kak. Muach…"balas Annisa.
"Iya, semangat, muach…"balas Arsyad.
"Ehh…Nis, sebentar, aku minta foto kamu boleh?"tanya Arsyad .
"Untuk apa?"tanya Arsyad.
"Sudah, kirim saja, foto kamu sekarang,"pinta Arsyad.
Annisa mengirim foto-foti dia yang sednag berada di butik sekarang. Arsyad melihat foto Annisa dengan senyum bahagia mengembang di wajahnya.
"Masih sama dengan yang dulu, sama manisnya dan sama cantiknya, aku benar-benar sudah tak bisa jauh darinya, apa ini cinta?"tanya Arsyad dengan suara lirih.
^^^^^^^
Annisa senyum-senyum sendiri melihat kelakuan suaminya yang mengirim foto pada dirinya juga. Annisa tidak menyangka, hatinya sangat bahagia dengan perlakuan suaminya yang sekarang. Padahal dia tau, kalau suaminya belum mencintainya, hati Annisa pun sebenarnya bingung, dia sudah jatuh cinta pada suaminya atau belum.
__ADS_1
"Apaan sih, jelek sekali wajahnya, tapi manis juga kalau di lihat-lihat, mirip juga dengan Arsyil. Aku akui, badannya lebih atletis Kak Arsyad. Kenapa aku kengen bersandar di dada kak Arsyad? Ahh…Annisa, jangan berhalu, semogo saja Kak Arsyad selamanya akan seperti ini," gumam Annisa sambil melihat foto-foto suaminya.
"Apa aku mencintainya? Kenapa dada ini meraskan detak jantung yang tidak beraturan saat mengingat Kak Arsyad?" batin Annisa bertanya-tanya.
Annisa melanjutkan pekerjaannya dengan semangat, karena dia selalu mendapat chat romantis dari suaminya. Dia tak menyangka, suaminya juga bisa se romantis itu. Annisa merasa muda kembali, merasakan seperti pacaran lagi dengan suaminya.
Dia ingat kejadian saat setelah menikah, saat Arsyad mengajaknya berpacaran dulu, dan pada akhirnya, Arsyad lebih memilih hanyut dalam masa lalu bersama mendiang istrinya.
^^^^^
Malam hari di kediaman Arsyad, di dalam kamar Arsyad, dua insan sedang bercumbu mesra setalah mereka melakukan sholat dua rakaat bersama seusai sholat isya. Arsyad menuruti apa anjuran Dokter Haikal, bahwa dirinya akan sembuh karena istrinya dan karena dia sangat yakin, akan sembuh dan bisa melakukannya.
Annisa menikmati apa yang suaminya lakukan. Dia ingin sekali suaminya sembuh dan bisa melakukan kewajibannya. Namun, lagi-lagi Annisa harus merasakan kecewa karena suaminya. Walaupun dia sangat kecewa, tapi dia tak menampakkan pada Arsyad, di tetap memberikan semangat pada suaminya agar tidak menyerah.
"Sayang, maafkan kakak, kamu kecewa lagi,"ucap Arsyad.
"Tadi kakak nyebut Aku apa?"tanya Annisa.
"Sayang, boleh kan sekarang kakak panggil kamu dengan sebutan, sayang,"ucap Arsyad.
"Iya, boleh, Dosen ganteng ku." Annisa mencium pipi Arsyad.
Kali ini Annisa yang agresif memulai apa yang ia inginkan, dia ingin mengikuti saran dari dokter Haikal. Kemungkinan dengan wanita yang memulai dahulu, akan berhasil membuat suaminya bergairah. Dan, Annisa akan membuktikan kata-kata dokter Haikal tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
♥️happy reading♥️
jangan lupa like dan vote nya sayang, author butuh sekali like nya, biar author semangat nulisnya.
budayakan sebelum/sesudah membaca like, koment dan Vote ya.
__ADS_1