THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
S3 Cinta Untuk Mereka Bab 67 "Mengunjungi"


__ADS_3

Sore hari di rumah Arsyad, Leon sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah ibu nya Naura. Annisa dan Arsyad mengantar Leon ke depan, sudah ada sopir Rayhan yang menjemputnya. Karena tadi Rayhan harus pulang terlebih dahulu untuk menjemput Ozil les, jadi Leon ke rumah ibunya Naura di jemput sopir Rayhan.


"Le, maaf jika selama kamu di sini, kami tidak menyuguhkan sesuatu yang istimewa," ucap Arsyad.


"Sudah, santai saja, aku ke rumah bibi dulu, besok kalau ada waktu aku akan ke sini, terima kasih sudah mengizinkan aku untuk menginap di sini, Syad,"


"Sama-sama, Le" ucap Arsyad sambil menepuk bahu Leon.


Leon berpamitan dengan semuanya untuk ke rumah Bibi Any, ibunya Naura. Shifa sebenarnya masih ingin Leon menginap di rumahnya, tapi mau bagaimana lagi, Leon harus berkunjung ke rumah Bibi Any.


"Paman, besok ke sini, kan?" tanya Shifa.


"Iya, besok kalau ada waktu paman ke sini," jawab Leon.


Leon memeluk Shifa, Najwa, Dio, dan Raffi. Dia juga berpamitan dengan papah Rico dan memeluknya.


"Le, terima kasih kamu sudah mau datang ke sini,"ucap Rico.


"Iya, paman, sama-sama," jawab Leon.


"Nisa, aku pamit dulu,"


"Oke, hati-hati, Le, besok ke kantor ikut Alvin, biar ketemu Rere lagi, sepertinya kalian cocok," ucap Annisa.


"Kamu bisa saja, Nis. Iya, kalau ada waktu besok aku ikut Alvin,"


"Ya sudah, aku pamit dulu, Nis, Syad, Paman, dan anak-anak manis," pamit Leon.


"Assalamualaikum," ucao Leon.


"Wa'alaikumslaam," jawab mereka bersama.


Leon masuk ke dalam mobil yang sudah menjemputnya. Dia melambaikan tangan pada semuanya. Mobil melaju pergi dari halaman rumah Arsyad. Annisa dan Arsyad masuk ke dalam. Sore ini Arsyad ingin mengajak Annisa ke suatu tempat. Entah itu mengajak untuk kencan atau apalah, Annisa saja tidak tau.


"Nis, ayo ikut kakak," ajak Arsyad.


"Ke mana?" tanya Annisa.


"Ayo, ikut saja,"


"Papah, titip anak-anak, aku ingin pergi ke suatu tempat bersama Annisa," ucap Arsyad pada Rico.


"Iya, kalian hati-hati, jangan malam-malam pulangnya," ucap Rico.

__ADS_1


"Iya, pah," jawab mereka.


Arsyad dan Annisa masuk ke dalam mobilnya. Arsyad ingin mengajak Annisa ke makam Arsyil dan Almira. Annisa duduk di samping suaminya dengan menyandarkan kepalanya ke dada Arsyad. Arsyad mengusap kepala istrinya dan bermain pipi Annisa.


"Kak, ini kan jalan mau ke makam?"tanya Annisa.


"Iya, aku ingin mengunjungi makam ibu dan Arsyil," jawab Arsyad.


"Aku kira mau ke mana, kak,"ucap Annisa.


"Aku kangen ibu, kangen Arsyil,"


"Ya sudah jangan sedih gitu dong," ucap Annisa sambil mencium pipi suaminya.


Mereka sampai di makan Arsyil dan Andini. Arsyad menggandeng tangan Annisa berjalan ke arah makan Andini dan Arsyil. Mereka berdoa di depan makam Andini dan Arsyil yang bersebelahan. Arsyad terlihat menyapu sudut matanya dengan jarinya.


"Syil, kamu bahagia kan di sana? Maaf aku belum bisa sempurna membahagiakan Annisa. Ibu, menantu ibu kembali lagi, dia menjadi istriku, cinta pertamaku kembali lagi, Bu. Ibu pasti bahagia dengan Arsyil di sana," gumam Arsyad.


Lagi-lagi Arsyad terlihat menyapu sudut matanya, dia tak mau air matanya menetes di hadapan orang-orang yang ia sayangi.


"Arsyil, walaupun hanya nisan ini yang aku sentuh, walaupun hanya lewat sebuah mimpi kita bertemu, dan hanya doa yang bisa ku sampaikan setiap hari, aku hanya berharap kamu bahagia di Surga-Nya, bersama ibu dan Kak Mira. Tidak ada yang bisa mengusik namamu di hati aku, walaupun ada nama baru yang kini aku cintai lagi, dia kakakmu, suamiku. Aku sangat mencintainya, Syil. Kamu tau, dia selalu membuatku bahagia. Aku di sini bahagia, sayang. Dan, ku harap, kamu juga bahagia di sana. Love You. Ibu terima kasih, kedua putramu sungguh putra yang Sholeh, yang menyayangiku dan mencintaiku. Terima kasih, Bu, mereka seperti ini karena cinta ibu yang tulus untuk kedua putra ibu, Kak Arsyad dan Arsyil," gumam Annisa.


Hati Annisa sangat sesak, saat mengingat kebersamaan dengan orang-orang yang sangat ia cintai yang sekarang sudah tenang di surga. Arsyad mengajak pulang Annisa, tapi Annisa ingin sekali pergi ke makan Almira. Entah kenapa Arsyad sekarang jarang ke makam Almira, dan sekarang Annisa mengajaknya.


"Iya, memang lama. Emmm…ya sudah ayo ke sana," ajak Arsyad.


Makam Almira memang barbeda tempat. Dia di makamkan di makam yang sama dengan ke dua orang tuanya. Sesuai permintaan dia sebelum meninggal, Almira ingin di makamkan di sebelah makam ummi dan abahanya.


Sopir mengemudikan mobilnya menuju makam Almira. Sesampainya di sana Arsyad dan Annisa turun lalu masuk ke dalam area pemakaman dan berjalan ke makam Almira. Makam Almira tak jauh dari rumah Abah dulu, dan tidak jauh juga dari rumah Almira yang sekarang juga masih ramai pengunjung untuk mengunjungi taman bacanya. Ya, Alina dan Naila yang mengurus taman baca milik Almira.


Mereka berjongkok di depan makam Almira. Arsyad mencium nisan Almira dan mengusapnya, membersihkan dari debu dan tanah. Arsyad merasa sesak di dadanya dia mengembuskan napasnya dengan berat dan merangkul Annisa lalu mencium kepalanya.


"Sayang, lihat orang yang di sampingku, dia orang yang aku cintai, terima kasih sayang, aku akan menjaganya, mencintainya, dan menyayanginya. Seperti aku mencintaimu dan menyayangimu, tak ada beda sedikitpun. Kamu harus bahagia di surga, sayang. Karena aku bahagia dengan wanita yang berada di sampingku ini,"ucap Arsyad di depan makam Almira.


"Kak, maafkan Annisa, belum bisa menjadi istri yang sempurna untuk Kak Arsyad seperti kakak. Aku akan terus berusaha menjadi yang terbaik untuk Kak Arsyad, bahagia di surga, kak," ucap Annisa.


Setelah mereka berdoa, mereka kembali untuk pulang. Saat pulang, mobil mereka melintas di depan rumah mewah yang dulu Arsyad tempati bersama Almira. Ya, mereka melewati rumah Almira dan taman baca Almira. Taman baca Almira terlihat masih ramai sekali, seperti biasa banyak anak-anak panti yang bermain bola di halaman taman baca dan masih banyak lagi yang melakukan aktivitas di sana, seperti mbaca dan bermain.


Arsyad melihat ke arah rumah tersebut dari jendela mobilnya. Annisa mengusap lengan suaminya.


"Kakak gak mau mampir?"tanya Annisa.


"Mampir? Untuk?"

__ADS_1


"Ya mampir saja, tengoklah keadaan rumah Kak Mira," jawab Annisa.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Arsyad.


"Tidak, sayang. Mau mampir sebentar? kamu juga jarang mengunjungi rumah Kak Mira sekarang," tanya Annisa.


"Yakin kamu ngebolehin?"


"Iya, sayang, ayo aku temani, pak, putar balik, kita ke rumah yang tadi kita lewati," pinta Annisa.


"Tapi, aku…."


"Kenapa kak? Takut kakak ingat kembali Kak Mira? Kak di ingat atau tidak, kita tidak bisa memungkiri, kalau kak Mira pernah hidup dengan kakak dan meninggalkan banyak kenangan," ucap Annisa.


"Iya memang, Nis, ya sudah temani kakak ke rumah Almira sebentar," ucap Arsyad.


Mobil mereka masuk ke dalam halaman rumah Almira yang luas, rumahnya sangat terlihat bersih dan indah, taman bunganya juga tertata rapi. Ya, karena semua asisten Mira masih setia merawat rumah Almira. Itu semua Arsyad yang memintanya. Arsyad dan Annisa di sambut oleh satpam yang ada di pos satpam.


Arsyad masuk ke dalam rumah Almira, semua asisten di rumah Almira menyambutnya dengan hangat. Arsyad hanya melihat keadaan rumah Mira saja, setelah itu mereka ke taman baca untuk menemui Alina dan Naila.


"Kak Arsyad, Kakak datang kapan?" tanya Alina


"Baru saja, bagaimana kabar kamu dan Naila? Masih betah di sini?"


"Masih lah kak, selalu, tempat ini tempat ternyaman kami, kak," ucap Naila.


"Kakak ini istri kakak?"tanya Alina.


"Iya, ini….."


"Ini Kak Annisa, kan? Yang dulu juga sering ke sini sama Kak Shita dan Kak Rachel?"tanya Naila yang membuat ucapan Arsyad terhenti.


"Iya, kalian masih ingat saya?" tanya Annisa.


"Masih, kak, tiga wanita cantik yang selalu menemani Kak Mira di sini,"ucap Alina.


"Kamu bisa saja," ucap Annisa.


"Najwa dan Raffi bagaimana kabarnya, Kak? Aku kangen mereka, serkarang mereka jarang ke sini," tanya Naila.


"Mereka Alhamdulillah baik dan sehat. Ya, mereka sibuk, pulang sekaolah saja kadang sampai sore, kalau libur juga ada kegiatan di sekolah," jawab Arsyad.


Annisa dan Arsyad mengobrol dengan Alina dan Naila. Karena waktu hampir petang, akhirnya obrolan mereka terhenti. Naila dan Alina juga harus pulang, dan di gantikan oleh penjaga taman baca yang bertugas malam.

__ADS_1


__ADS_2