
Arsyad sudah menyelesaikan pekerjaan nya, dia segera membereskan semua pekerjaannya dan langsung menyuruh sopir kantor untuk mengantarkan dirinya ke rumah Mira.
"Syil, kakak tinggal dulu ya, kakak mau jemput Kak Mira dulu, kamu jadi jemput Nisa kan?"tanya Arsyad.
"Iya jadi kak, kakak hati-hati ya?"
"Iya Syil."
Arsyad keluar kantor dan langsung masuk ke dalam mobil. Setelah sampai di rumah Mira, dia langsung masuk ke dalam rumah dan menemui istrinya yang berada di dalam kamar. Mira baru saja selesai mandi dan Sholat Asar. dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Tanpa mengetuk pintu Arsyad langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang kok jam segini sudah pulang?"tanya Mira.
"Aku sangat merindukanmu sayang, baru satu hari jauh dari kamu aku sangat merindukanmu."ucap Arsyad.
"Jangan gombal, kamu pandai merayu ya sekarang?"ucap Mira sambil menarik hidung Arsyad.
"Sakit sayang, memang aku seperti ini sejak mengenalmu."
"Oh ya? ya sudah mandi dulu, aku siapkan baju ganti untukmu."
"Oke aku mandi dulu. Tapi, aku minta sesuatu dulu dari kamu."
"Apa?"tanya Mira.
"Cium."jawab Arsyad.
"Sini mendekat pada ku. Aku juga ingin memelukmu mas." Mira mencium pipi Arsyad dan memeluknya. Bau khas Aroma tubuh Arsyad menjadi candu untuk Mira.
"Sudah sana mandi mas, ini handuknya."
"Iya sayang."Arsyad mengecup kening Mira dan setelah itu masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Mira terdiam sejenak memikirkan kata-kata Elena. Iya tadi pagi setelah dari kantor Arsyad sebenarnya Mira menemui Elena, teman sewaktu SMA nya yang sekarang berprofesi sebagai Psikolog.
"Elena benar, ada ketenangan tersendiri saat mencium bau badan pasangan kita. Aku tidak boleh lemah, aku harus bisa melawan rasa takutku. Aku harus bisa memberikan apa yang seharusnya aku berikan pada suamiku. Iya, malam ini aku akan mencoba menunaikan kewajibanku sebagai seorang istri untuk Arsyad."gumam Mira dalam hati.
Mira terus memikirkan kata-kata Elena, dia akan mengikuti perintah Elena saat ketakutannya merasuki pikiran Mira.
"Aku harus bisa, iya harus bisa. Mira, buktikan kamu bukan wanita lemah."lirih Mira.
Arsyad keluar dari kamar mandi, dia hanya melilitkan handuknya dengan bertelanjang dada. Almira yang melihat Arsyad, dia hanya mengurai senyum manisnya di sudut bibirnya.
"Sudah selesai mandinya mas?"tanya Mira.
"Sudah."
Almira mendekati Arsyad dan memberi baju ganti untuk Arsyad. Arsyad segera masuk ke kamar mandi untuk memakai bajunya. Namun, Almira langsung mencegahnya.
"Mau kemana mas?"tanya Mira
"Pakai baju."
"Kenapa tidak di sini saja?"
"Nanti kamu takut."
"Gantilah disini mas."ucap Mira sambil menyisir rambutnya di depan cermin.
"Kenapa dengan istriku, dia tak seperti biasanya, biasanya dia takut kalau aku ganti baju di kamar."gumam Arsyad sambil memakai bajunya. Setelah selesai memakai bajunya Arsyad mendekati Almira yang masih di depan cermin. Almira terlihat begitu cantik dan fresh, Arsyad memeluk Mira dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu Mira.
__ADS_1
"Kamu cantik sekali sayang." ucap Arsyad dengan lirih di telinga Mira.
"Kami juga sangat tampan sekali mas." Mira membalikan badannya menghadap Arsyad.
"Mas, aku mencintaimu." Mira mencium bibir Arsyad. Arsyad merasa Mira berbeda kali ini. Dia memulai dahulu, dan Arsyad hanya mengimbangi apa yang Mira lakukan. Mereka memperdalam ciumannya.
"Kamu sudah sholat Ashar kan mas?" Almira melepas ciumannya dan bertanya pada suaminya
"Sudah sayang, tadi di kantor aku sudah sholat ashar."jawabnya.
Mira tersenyum manis dan kembali mencium bibir Arsyad. Arsyad menuruti apa yang di lakukan istrinya.
"Kamu sore ini kenapa berubah Mira, kamu tidak ragu-ragu melakukan semua ini. Kamu membuatku gila kali ini Mira."gumam Arsyad dalam hati, Hasrat Arsyad semakin membuncah, hingga detak jantungnya tak beraturan.
Arsyad menuntun Almira menuju ranjang, Mira menurutinya, dia juga membiarkan Arsyad menyentuh setiap inci tubuhnya, Arsyad menanggalkan satu persatu penutup tubuh Mira.
"Mira, jangan takut, yang melakukan semua ini adalah suamimu bukan yang lain. Dia laki-laki yang sangat mencintaimu Mira. Jangan takut Mira." Mira memejamkan matanya, dia berusaha membuang rasa takutnya jauh-jauh. Detak jantung Mira semakin kencang, dia merasakan sentuhan halus dari Arsyad dan tanpa sengaja dia mengeluarkan lenguhan lirih dari bibirnya.
"Sayang, bolehkah aku melakukannya?"tanya Arsyad.
"Lakukanlah mas, aku akan membuang rasa takut ini. Aku tahu kamu tak akan menyakitiku mas."ucap Mira dengan suara yang terengah-engah.
Arsyad mengecup kening Mira. Arsyad melakukan kewajibannya sebagai suami sore ini. Begitu juga dengan Mira. Mira merasa sangat bahagia karena bisa melawan rasa takutnya. Mira tersenyum manis dan menatap Wajah Arsyad. Arsyad mencium kening Mira dan memeluk tubuh Mira.
"Sayang, terima kasih untuk semuanya. Ayo mandi, sudah mau Maghrib sayang, habis Maghrib kita ke rumah ibu, kita makan malam di sana."ucap Arsyad sambil membelai wajah Mira.
"Iya sayang sama-sama. Ayo kita mandi."
"Mau mandi bersama?"tanya Arsyad.
Mira hanya mengangguk kan kepalanya dan tersipu malu.
"Ya sudah kita mandi bersama." Arsyad bangun dari tempat tidurnya dan meraih handuknya. Almira turun dari tempat tidurnya.
"Sayang, mana yang sakit."tanya Arsyad cemas.
"Pangkal pahaku sakit mas." jawab Mira.
"Ayo aku gendong kamu."
"Tidak usah mas, Aku bisa jalan sendiri. Papah aku saja untuk ke kamar mandi."
"Yakin bisa?"tanya Arsyad lagi.
"Iya sayang bisa, ayo papah aku."ajak Mira.
Arsyad memapah Mira ke kamar mandi, mereka mandi bersama.
"Syad, kenapa sakit seperti ini pangkal pahaku?"tanya Mira.
"Sayang, wajar kalau sakit, kita habis melakukannya."jawab Arsyad.
"Tapi ini kan bukan yang pert....."ucapan Mira terpotong karena Arsyad menyentuh bibir Mira dengan jari telunjuknya.
"Jangan diteruskan sayang, kejadian itu sudah berpuluh- puluh tahun. Sudah, kita punya masa depan untuk kita. Kubur dalam-dalam kejadian kelam yang menimpamu. Kita rangkai masa depan kita yang bahagia sayang."ucap Arsyad sambil mencium kening Mira.
"Ayo mandi sayang."ajak Arsyad.
Mereka mandi, setelah selesai mandi mereka berganti baju dan menunggu Adzan Maghrib.
__ADS_1
Arsyad menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidurnya. Begitu juga Mira.
"Sayang, kenapa tadi kamu yang memulainya?"tanya Arsyad.
"Memulai apa?"tanya Mira kembali pada Arsyad
"Ya seperti itu, biasanya kan kamu selalu takut kalau aku yang meminta lebih dulu."jawab Arsyad.
"Ternyata benar apa yang Mas katakan, jika pergi ke psikiater aku tidak takut lagi."ucap Mira.
"Maksudnya?"tanya Arsyad dengan menatap Mira
"Tadi pagi setelah dari kantor mas, aku menemui Elena, teman SMA ku dulu, dia seorang psikolog, dan aku menceritakan semua pada dia, dia membimbingku dan menasehati ku agar aku bisa menghilangkan rasa takutku. Dan, akhirnya aku bisa mas."jelas Mira.
"Kenapa tidak mau jika di antar aku?"
"Aku hanya ingin mencoba usul kamu mas. Ternyata berhasil kan mas. Aku berhasil menjadi seorang istri untuk kamu. terima kasih mas "Mira memeluk suaminya erat dan mencium bibir Arsyad.
"Sayang, jangan mulai lagi, sudah Adzan, kita sholat dulu."
"Eeehhh... iya mas."ucap Mira malu.
"Ayo ambil air wudhu lalu sholat setelah itu kalau kamu mau lagi aku siap sayang." ucap Arsyad menggoda Istrinya. Wajah Almira memerah seketika saat di goda suaminya seperti itu.
"Nanti malam saja di rumah ibu. kita nginep kan di sana?"tanya Mira.
"Iya kita menginap sayang. Ayo cepat sholat, nanti langsung ke rumah ibu. Pasti mereka sudah menunggu kita sayang." ajak Arsyad.
"Oke suamiku."jawab Mira.
Mira bergegas mengambil air wudhu bergantian dengan Arsyad. Setelah itu mereka sholat Maghrib.
Mereka sudah selesai sholat, Mira menata kembali mukenah nya, setelah itu dia menata bajunya dan baju suaminya untuk di bawa ke rumah Ibunya.
Sebelum berangkat ke rumah Andini dan Rico, Arsyad mampir ke supermarket untuk membeli beberapa cemilan. Karena dia tahu jika kumpul bersama adik-adiknya tak lepas dari cemilan makanan ringan.
.
.
.
.
.
.
.
.
♥️happy reading♥️
Author : Hai reader ku yang tercinta..sudah baca bab 78 rahim pengganti kan?
Reader : belum, aku kan nunggunya Arsyad dan Almira.
Author : Yah....kok belum...ayo baca dulu.
__ADS_1
Reader : Ndak mau lah Thor...
Author : Ya sudahlah tak apa-apa. Yang penting kalian masih setia kan menunggu Author up episode selanjutnya..😁😁😁😘😘