THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
S4 Chapter 1 Merindukan The Best Brother


__ADS_3

Sudah hampir 2 tahun Dio meninggalkan rumahnya untuk menimba ilmu di negeri orang. Setelah dia memperoleh gelar sarjananya di Indonesia, dia melanjutkan untuk mengambil gelar Masternya di Berlin. Dia rela meninggalkan orang-orang yang ia sayangi demi memperoleh ilmu untuk mengembangkan perusahaan abah nya. Dia juga merelakan meninggalkan seseorang yang sangat ia cintai dalam hidupnya.


Najwa, dia adalah sepupu Dio, anak dari Arsyad dan Almira. Entah apa yang membuat Dio sangat mencintai kakak sepupunya itu. Dio merajut kasih dengan Najwa sejak mereka duduk di bangku SMA. Kedekatan dia diawali dengan saling berdebat entah itu masalah apa, dan timbul untuk saling memberi perhatian satu sama lain.


Terlebih karena Arkan, dia adik kesayangan mereka. Arkan memang lebih dekat dengan Najwa dan Dio. Itu yang membuat mereka selalu dekat, karena di mana ada Arkan, di situ ada Dio dan Najwa yang menemaninya.


"Bunda… Kak Dio lama sekali pulangnya." Arkan yang sudah merindukan Kakaknya pulang, dia selalu bertanya pada bunda dan abahnya, juga bertanya dengan kakak-kakaknya.


"Sabar, 3 bulan lagi Kak Dio pulang, sayang," sahut Najwa yang tiba-tiba muncul di ruang keluarga.


Malam itu memang mereka sedang berkumpul di ruang tengah. Hanya Najwa yang tidak ada, dia dari habis isya belum keluar dari kamarnya. Ya, dia baru saja mengikis rindunya bersama Dio lewat video call. Tak peduli siang atau malam, mereka selalu memberi kabar.


"Kata siapa Dio pulang 3 bulan lagi?" tanya Arsyad.


"Kata Dio, lah. Masa kata opa," jawab Najwa sambil bergelayut manja dengan Rico.


Rico ayah dari Arsyad memang memilih tinggal bersama Arsyad untuk menghabiskan masa tuanya setelah ditinggalkan istri tercintanya.


"Memang kapan Dio bilang?" tanya Raffi.


"Tadi, emm ... bukan, kemarin, dan kemarinnya. Iya benar kemarin," jawab Najwa dengan gugup.


"Bilang aja tadi, kak. Aku tau, kakak masih berhubungan dengan Dio," gumam Raffi adik kandung Najwa.


Raffi memang mengetahui kedekatan Najwa dengan Dio sejak Raffi memergokinya Najwa dan Dio berkencan untuk pertama kalinya. Waktu itu Raffi baru saja masuk SMA, di sekolah yang sama dengan Dio, Najwa, dan Shifa.


*FLASHBACK ON*


Sepulang sekolah, Dio bilang pada Raffi dan Shifa kembaran Dio yang akan pulang ke rumah terlebih dahulu. Dio bilang ada tugas kelompok dengan temannya. Raffi dan Shifa hanya mengiyakan saja.


"Kak, kalian pulang dulu, aku ada tugas kelompok," ucap Dio Shifa.


"Iya, lalu Kak Najwa?" tanya Shifa.


"Aku menunggu Dio deh, di perpustakaan," jawab Najwa.


"Oke, kita pulang dulu." Raffi dan Shifa akhirnya pulang lebih dulu.


Memang mereka sekolah menggunakan sepeda motor. Kadang Raffi berboncengan dengan Najwa atau Shifa. Tapi, yang paling sering Raffi bersama Shifa, dan Dio bersama Najwa.


Sesampainya di rumah, Raffi langsung berganti pakaian dan pergi bermain futsal dengan teman-temannya. Saat berada di lampu merah, Raffi menghentikan laju sepeda motornya. Dia berhenti di belakang sepasang siswa SMA yang berboncengan dan sangat ia kenal.


"Itu kan Kak Najwa dan Dio? Katanya mereka ada tugas, tapi? Aku curiga dengan kedekatan mereka," gumam Raffi.


Raffi akhirnya mengikuti ke mana Dio dan Najwa pergi. Ya, mereka pergi ke sebuah cafe, entah mau apa Raffi tidak tahu. Raffi penasaran mengikuti mereka. Dio dan Najwa masuk ke dalam. Raffi perlahan mengikutinya diam-diam.


Dio dan Najwa mencari tempat duduk yang jauh dari keramaian. Mereka memilih tempat duduk di paling ujung, yang jauh dari siapapun. Raffi berhasil masuk mengikutinya dan duduk dengan jarak yang terbilang dekat dengan mereka. Dia memerhatikan kakaknya dengan saudara sepupunya yang semakin dekat. Terlihat Dio yang berani mencium tangan Najwa dan memegang lembut pipi Najwa.


"Gila, mereka! Ini tidak bisa di biarkan! Mereka saudara, ini tidak mungkin, tidak, aku salah lihat, pasti aku salah lihat. Mereka tidak mungkin pacaran." Raffi tidak percaya kalau Dio dan Najwa menjalin hubungan spesial.


"Aku harus tanya pada mereka, aku harus tau apa yang sebenarnya mereka lakukan," gumam Raffi.


Raffi berjalan perlahan mendekatinya. Dio dan Najwa yang tidak mempedulikan sekitar, karena sedang dimabuk asmara, mereka tidak menyadari kedatangan Raffi di belakangnya.


"Najwa, aku sungguh mencintaimu," ucapan Dio tertangkap oleh telinga Raffi.


"Dio, tapi … kita ini saudara?" jawab Najwa. Raffi masih mendengarkan ucapan mereka dengan pura-pura bermanin ponsel nya.


"Aku juga sadar, kamu kakak sepupuku, Najwa. Tapi, aku tidak bisa bohong, aku sangat mencintaimu, Najwa." Dio terus meyakinkan Najwa.


"Dio, aku juga tidak bisa membohongi hatiku sendiri, aku juga mencintaimu, tapi Rania?" tutur Najwa.


"Rania? Aku hanya menganggap dia teman," jawab Dio.


"Dia menyukaimu, Dio. Dia sangat mencintaimu," ungkap Najwa.


"Aku hanya mencintaimu, Najwa. Sampai kapanpun!" tegas Dio.


"Walau kita tak akan pernah bersatu?" tanya Najwa.

__ADS_1


"Aku tidak peduli!" jawab Dio dengan tegas.


Telinga Raffi semakin memanas mendengar ungkapan hati mereka. Raffi langsung menghampiri dan meminta penjelasan pada mereka.


"Raffi…!" ucap mereka bersama.


"Aku dengar semua apa yang kalian bicarakan. Tolong jelaskan padaku!" pinta Raffi dengan sedikit menekan.


"Raffi, duduklah, akan aku jelaskan," ucap Dio dengan gugup.


"Jelaskan! Jelaskan padaku, kenapa kalian bisa seperti ini!" tegas Raffi.


"Aku mencintai kakakmu, Raf." Dio berkata dengan menundukkan kepalanya.


"Bagaimana bisa? Kak Najwa saudaramu juga, Dio?" ucap Raffi.


"Iya aku tahu, tapi aku tidak bisa bohong dengan hati ini, Raf," tegas Dio.


"Raffi, Kak Najwa mohon, jangan bilang kepada siapapun soal hubungan ini, Kak Najwa juga mencintai Dio, Raf," ungkap Najwa dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau kalian bukan saudara, aku tidak masalah, tapi kalian saudara, kalian juga tidak akan bisa bersatu pastinya, ini akan menyakiti hati kalian, please, jangan seperti ini. Aku sayang kalian, jika kalian meneruskan hubungan ini, kalian akan tersiksa nantinya," tutur Raffi.


"Aku tidak peduli, Raf. Aku mencintai Najwa," ucap Dio.


"Kalian jangan di butakan oleh cinta, dong? Cinta kalian salah. Yang kalian dapatkan hanya sakit hati, jika kalian melakukan semua ini, Kak!" tegas Raffi lagi.


"Raf, kakak mohon, hanya kamu yang tahu hubungan aku dengan Dio, jangan bilang dengan siapapun, Raffi. Aku tidak bisa membohongi hati ini, Raf." Najwa menangis dan memohon pada adiknya.


"Ya, aku tidak akan bilang, tolong jangan sakiti Kak Najwa, selagi kalian bersama. Dan, aku tidak bisa membayangkan jika kalian meneruskan hubungan kalian hingga terjadi hal yang menyedihkan," ucap Raffi.


"Aku pamit futsal dulu, kalian hati-hati pulangnya." Raffi pergi meninggalkan Dio dan Najwa.


Hati Raffi sebenarnya berat sekali menerima kenyataan itu. Raffi tahu mereka saling mencintai, tapi hal yang menyakitkan pasti akan terjadi. Dan, Raffi yakin itu.


"Kak Najwa, Dio, aku tidak percaya, kalian saling mencintai, aku tidak tahu, aku harus bahagia atau sedih, kalian orang yang aku sayangi. Aku tidak mau, hidup kalian akan tersiksa batin nantinya," gumam Raffi


*FLASHBACK OFF*


"Tuh dengar Kak Najwa, Kak Dio pulang 3 bulan lagi," ucap Annisa, bundanya Dio.


"Masih lama bunda," ujar Arkan adik Najwa dan Dio, dari pernikahan kedua orang tuanya.


"Sabar, dong. Bunda saja kangen sama Kak Dio," ucap Annisa.


"Arkan, memang kalau Kak Dio pulang, Arkan mau minta apa?" tanya Shifa.


"Jalan-jalan dong, sama Kak Najwa, Kak Shifa, dan Kak Raffi, seperti dulu lagi. Lagian, Kak Dio pakai ke luar negeri," jawab Arkan.


Najwa dari tadi sibuk dengan ponselnya. Dia masih berbalas pesan dengan seseorang, siapa lagi kalau bukan Dio. Arsyad yang memerhatikan Najwa seperti sedang bahagia, dia menggoda putri sulungnya itu.


"Pasti dapat pesan dari cowoknya. Kenalkan Abah, siapa kekasihmu, jangan diumpetin terus." Arsyad menggoda putrinya itu.


"Iya, kamu sudah mau 25 tahun, lho? Mau mengenalkan calon kamu kapan? Opa sudah tua Najwa, opa ingin melihat kamu menikah." Rico juga menanyakan itu pada Najwa.


"Ih…kalian, kok tanya nikah, nanti ah, belum saatnya," jawab Najwa.


"Bagaimana mau menikah, dia saja masih berhubungan dengan Dio. Kalian saja yang belum tahu semua," gumam Raffi.


"Tuh, Shifa saja menikah dulu, yang sudah jelas punya pacar, aku kan belum, Abah. Ada sih, orang yang spesial, tapi dia juga belum siap untuk menikah, jadi Najwa santai saja, Abah," ucap Najwa.


"Kamu kan yang tertua di sini, jadi kamu harus menikah dulu," ujar Annisa.


"Menikah bukan karena dia yang paling tua, lalu di suruh menikah dulu, Bunda? Ini perkara jodoh, kalau sudah mantap menikah, ya harus menikah, Najwa belum bunda, kalau Shifa sepertinya sudah," ujar Najwa.


"Kok aku lagi? Aku sudah siap, sih. Tinggal menunggu Fattah saja menyelesaikan S3 nya, Abah," ucap Shifa.


Shifa memang sudah memiliki kekasih, bernama Fattah. Anak dari rekan bisnis pamannya, Vino. Mereka bertemu saat ulang tahun pernikahan Shita adik dari Arsyad, dan kakak perempuan dari Arsyil, mendiang suami Annisa. Shifa saat itu masih kuliah semester 3 dan saat itu Fattah sudah semester akhir, dan sebentar lagi menyandang gelar Sarjana.


Namun, mereka meresmikan mengikat hati, saat Fattah kuliah Di Budapest, Hongaria. Dia mengambil gelar masternya dan sekarng dia melanjutkan untuk mengambil gelar Doktor di sana.

__ADS_1


"Kamu yakin dengan Fattah?" tanya Arsyad.


"Menurut Abah bagaimana?" Shifa balik bertanya.


"Nah kok Abah? Hati kamu bagaimana dengan Fattah? Terus dia calon imam yang baik tidak?" ujar Arsyad.


"Insya Allah, Fattah calon imam yang baik untuk Shifa," ucap Shifa.


"Bunda, kalau bunda, gimana pendapat bunda soal Fattah?" tanya Shifa.


"Fattah, dia baik, dan pekerja keras juga sepertinya, dan sekarang, terserah kamu, Shifa, menurut Shifa bagaimana?" ujar Annisa.


"Dua bulan lagi, dia pulang ke Indonesia, dan kemarin Paman Taufan menelepon Shifa, katanya Fattah mau serius sama Shifa. Dan Shifa bingung," ucap Shifa.


"Kenapa bingung?" tanya Annisa


"Ya, aku jarang ketemu Fattah, masa pulang-pulang mau langsung melamar, ketemu Fattah juga baru 4 kali, Bunda," jawab Shifa.


"Fa, itu laki-laki yang baik, berarti Fattah tidak mau mengajak kamu pacaran," imbuh Raffi.


"Tuh, dengar Raffi," sahut Najwa.


"Kamu, mana pacarmu, kak? Jangan di rahasiakan terus," seloroh Shifa.


"Nanti saja, kalau sudah waktunya. Kalau kamu mau menikah dulu, ya menikahlah, Fa. Kan menikah ibadah, ya kan, opa?" tanya Najwa pada Rico.


"Iya, tapi kamu juga harus mikir ke situ, jangan nyuruh-nyuruh Shifa saja," tutur Rico.


"Iya opa, nanti juga Najwa menikah," ucapnya.


"Ya Allah, bagaimana aku menjelaskan pada mereka, kalau aku mencintai saudaraku sendiri. Dio, aku tidak tahu harus bagaimana," gumam Najwa.


Hari sudah semakin larut, semua orang masuk ke kamarnya masing-masing. Najwa belum juga beranjak dari sofa di ruang tengah. Dia masih chat dengan Dio, membahas soal pernikahan. Najwa sadar, usianya sudah tidak muda lagi sekarang. Dia sudah 24 tahun, artinya dia sebentar lagi akan berusia seperempat abad.


Najwa masih saja mengrim chat dengan Dio. Dia benar-benar bingung dengan permintaan Abah dan Opanya.


"Dio, semua membahas pernikahan, opa dan Abah menyuruh aku menikah, mengenalkan calon ku, karena Shifa dua bulan lagi akan di lamar Fattah. Aku harus bagaimana, sedangkan kamu adalah orang yang aku inginkan." ~ Najwa.


Najwa masih menunggu balasan dari Dio, dia merasakan kegundahan di hatinya karena mereka yang tiba-tiba menanyakan soal pernikahan. Najwa merasakan ponselnya bergetar, Dio membalas pesan Najwa.


"Najwa, sayang. Aku tahu kegundahan hatimu saat ini. Aku akan bicara baik-baik dengan mereka semua. Semoga niat baikku untuk menghalalkan kamu bisa diterima mereka semua." ~ Dio.


Najwa mengembuskan napasnya dengan berat, melihat balasan pesan dari Dio. Dia ragu sekali, kalau semua akan menerima hubungannya dengan Dio. Terlebih, abahnya dan ayahnya Rania akrab, dan Najwa mendengar mereka akan menjodohkan Rania dengan Dio. Entah itu bercanda atau serius, karena Reno, ayahnya Rania, sering sekali bercanda tidak jelas dengan Arsyad.


"Apa mereka akan menerima? Kalau mereka menentang, lalu salah satu dari kita di jodohkan? Dio, aku takut, aku takut sekali, aku tidak bisa, aku mencintaimu, Dio."~ Najwa.


Najwa semakin khawatir jika hubungannya akan ditentang oleh keluarganya.


"Sayang, percaya padaku, apapun yang akan terjadi, aku tidak akan pernah berubah. Aku tetap mencintaimu, meskipun meraka menentang dan kita tidak bisa bersatu, aku tidak akan berhenti mencintaimu, Najwa. Kamu wanita satu-satunya yang ada di hatiku." ~ Dio.


"Sudah, kamu istirahat, aku sedang banyak tugas, doakan aku, biar cepat menyelesaikan semua di sini. Love You." ~ Dio.


"Love You too, sayang. Aku akan menerima semua takdir kita, Dio. Entah bagaimana nantinya."~ Najwa.


Najwa memejamkan matanya, dia tidak tahu masalah hubungannya dengan Dio akan serumit ini. Najwa tidak tahu harus berbuat apa. Dia sudah terlalu dalam sekali menjatuhkan hatinya pada Dio, adik sepupunya.


"Kak, aku tahu apa yang kakak pikirkan. Aku kan pernah bilang, keadaan ini, kelak akan menyakiti kalian." Raffi tiba-tiba duduk di sebelah Najwa yang membuat Najwa sedikit terjingkat karena kaget.


"Raffi…! Kamu mengagetkan saja," tukas Najwa.


"Aku tidak tahu, Raf. Aku takut, aku semakin takut semua menentang hubungan aku dan Dio," ucap Najwa denhan lirih.


"Itu pasti, kak. Apalagi, ada Rania yang dekat dengan abah dan bunda. Terlebih, paman Reno ingin Dio menjadi pendamping Rania," tutur Raffi.


"Aku tidak tahu, Raf. Kamu tahu Dio, kan? Dia keras kepala sekali, dia mempercepat kuliahnya, agar sebelum Shifa dilamar Fattah dia bisa bicara dengan semua, kalau aku dan dia saling mencintai," ucap Najwa.


"Iya, Dio keras, sama seperti kakak, semoga saja ada jalan, Kak. Kalau tidak, kalian harus siap membatin setiap harinya," ucap Raffi.


"Aku sudah terima konsekuensinya, Raf. Aku mau ke kamar." Najwa beranjak dari tempat duduknya. Dia masuk ke kamarnya. Najwa masih memikirkan hubungannya dengan Dio, yang tidak tahu akan dibawa kemana hubungan yang rumit dan terlarang ini.

__ADS_1


Najwa akhirnya meminta bantuan pada kalian semua untuk like, vote dan komentar🤭


__ADS_2