THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
S4 Prolog The Best Brother


__ADS_3

Dio melangkahkan kakinya meninggalkan bandara. Dia segera masuk ke dalam taksi yang ia pesan. Sudah 2 tahun lamanya dia meninggalkan keluarganya untuk menempuh gelar Masternya di negeri orang. Berlin adalah negara yang ia pilih untuk menimba ilmu agar dia lebih dalam mengenal bisnis. Dia sudah menjadi pria dewasa yang tampan berhati dingin. Dan, hanya 1 wanita yang ia cintai sejak dia SMA.


"Aku merindukanmu, aku tidak peduli jika semua orang menentang hubungan kita. Tunggu aku, aku pulang, Najwa," gumam Dio.


Dia tak henti-hentinya menatap foto Najwa yang sering Najwa kirimkan kepada Dio lewat chat. Hanya lewat sebuah chat dan Video call mereka saling mengeratkan hubungannya selama 2 tahun ini.


Dio tahu, ini adalah rasa yang salah, dia sudah berusaha menepiskan rasa itu sejak ia berada di bangku SMA. Namun, semakin ingin melupakan, rasa cinta itu semakin muncul dalam hatinya. Dio sudah tidak mempedulikan hubungan saudara dengan Najwa, dia egois dengan rasa di hatinya. Iya, rasa cinta untuk Najwa mengalahkan segalanya.


Najwa yang sudah menjadi wanita dewasa, dia sudah menyelesaikan kuliahnya dan memperoleh gelar sarjana. Sekarang dia menjadi desainer. Ya, kedekatannya dengan Annisa, ibu sambungnya membuat dia ingin menekuni hobi yang sama dengan Annisa. Hingga kini Najwa menjadi seorang desainer ternama.


Berbeda dengan Shifa, dia lebih fokus menjadi seorang penulis. Dan sekarang dia tinggal di rumah Almira dan mengembangkan taman baca milik Almira. Dan, Raffi adik kandung Najwa dia sama dengan Dio, memilih meneruskan perusahaan keluarganya yang turun temurun.


Najwa sudah selesai menata gaun-gaun hasil desainnya di patung Manekin yang ada di ruangannya. Najwa mendudukkan dirinya di kursi dan menatap layar ponselnya. Dia melihat ada pesan masuk dari seseorang yang ia rindukan.


"Aku pulang, aku langsung ke butik, tunggu aku, Miss you." Begitu isi pesan yang Najwa baca dari seseorang yang ia rindukan.

__ADS_1


"Aku juga merindukanmu, Dio," gumam Najwa sambil membalas pesan dari Dio.


Najwa sejenak berpikir, berpikir tentang hubungannya dengan adik sepupunya. Hubungan saudara yang sudah menjelma menjadi hubungan cinta antara dia dan Dio. Najwa sadar ini adalah hubungan yang terlarang dan menentang norma agama, Najwa tau itu. Dia ingin sekali menyudahinya dan melupakan Dio. Tapi, hatinya semakin sakit untuk melupakan Dio, dia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan selain tetap bersama Dio. Menjalin cinta terlarang, entah sampai kapan semua akan berakhir.


Suara langkah kaki itu membuat Najwa berbalik ke arah pintu ruangannya. Suara langkah kaki yang sangat ia kenal dan sangat ia rindukan. Selama 2 tahun dia rela menabung rindu pada seseorang yang sangat berharga di hatinya. Dio, dia sosok laki-laki yang dirindukan Najwa selama ini.


Dio sudah berada di depan pintu ruangan Najwa dengan membawa sebuket mawar merah untuk wanita yang sangat ia cintai, yaitu Najwa, kakak sepupunya sendiri. Senyum di wajah Najwa mengembang melihat kedatangan sosok pria yang ia cintai dan ia rindukan. Najwa berjalan ke arah Dio yang masih berdiri di depan pintu dan segera menutup pintu ruangan Najwa.


"Hai…" sapa Dio dengan penuh kerinduan yang menggantung di raganya.


"Ini untuk kamu, kakak sepupuku, dan kekasih hatiku." Dio memberikan sebuket bunga mawar untuk Najwa.


Mata Najwa berkaca-kaca melihat Dio yang memberikan bunga mawar pada Najwa. Najwa mencium bunganya dan tersenyum menatap Dio. Dio mengangkat wajah Najwa agar menatapnya, terlihat di sudut mata Najwa tergenang air mata. Entah air mata kerinduan atau air mata rasa takut kehilangan Dio, yang memang tidak bisa jika hubungan mereka di satukan dalam sebuah pernikahan.


"Kenapa menangis?" Dio menyeka air mata Najwa yang hampir terjatuh.

__ADS_1


"Boleh aku memelukmu?" tanya Najwa.


"Hmm … silakan." Dio merentangkan tangannya, Najwa memeluk Dio sangat erat dan menenggelamkan wajahnya di dada adik sepupunya yang juga kekasih hatinya. Najwa melepaskan rindu yang sudah menggunung di hatinya.


"Aku takut, kita tidak bisa bersama, Dio," ucap Najwa dalam Isak tangisnya.


"Aku sadar, Najwa. Hubungan ini adalah hubungan yang salah. Entah bagaimana akhir dari hubungan ini. Aku akan berusaha meyakinkan semuanya, agar mereka bisa menerima hubungan kita ini." Dio mengusap kepala Najwa yang semakin terisak di pelukannya.


Dio meregangkan pelukan Najwa dia menatap wajah ayu Najwa yang sudah berubah menjadi sendu. Dia mencium kening Najwa. Hati Dio bergemuruh, karena dia merasa tidak akan bisa memiliki Najwa seutuhnya. Dio memeluk Najwa kembali, memeluknya erat seakan takut sekali kehilangan wanita yang baru ditemuinya selama 2 tahun.


"Aku sudah tau konsekuensinya mencintaimu, Najwa. Iya, konsekuensinya adalah tidak bisa memiliki kamu seutuhnya, dan suatu saat aku harus bisa merelakan kamu bersama pria lain untuk menjadi pendamping hidupmu selamanya," gumam Dio.


"Dio, suatu saat nanti, aku harus merelakan jika kamu menikah dan memilih wanita lain. Karena aku sadar, ini cinta yang salah, ini hubungan yang salah. Hubungan yang tidak bisa di bawa ke dalam ikatan suci, yaitu pernikahan," gumam Najwa.


Perdebatan hati dan perdebatan pendapat akhirnya menautkan hati mereka dalam cinta yang salah dan cinta yang terlarang. Perasaan itu muncul tiba-tiba karena terbiasa bersama dan terbiasa memberi perhatian khusus.

__ADS_1


Like, Vote, Komentar ya gaes. Biar Najwa dan Dio semangat.😘


__ADS_2