THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 129


__ADS_3

Almira dan Nisa sudah selesai membuatkan kue, mereka menata kuenya di atas piring saji. Mereka segera keluar dari dapur menuju ruang tamu untuk menunggu Najwa dan Shifa pulang. Sudah hampir sore mereka juga belum sampai di kediaman keluarga Rico. Almira dan Nisa mulai gelisah karena Najwa dan Shifa belum datang.


"Pah, siapa orang yang menemukan Najwa dan Shifa? Kata Vino dia mengenalku dan Almira."ucap Arsyad pada Rico.


"Papah juga tidak tau, Syad. Kata Vino orangnya akan ikut ke sini."tutur Rico.


"Syil, kenapa Kak Vino belum sampai-sampai?"ucap Nisa pada Arsyil.


"Sabar, sayang, nanti juga mereka sampai."ucap Arsyil.


"Iya Nisa, sabar ya, Kak Vino berangkat sehabis subuh saja tadi sampai sana jam 10 pagi kok. Sabar ya, Najwa dan Shifa pasti pulang kok." Shita mencoba menenangkan Annisa dan memeluknya.


Tak lama kemudian, dua mobil masuk ke halaman rumah Rico. Iya, mobil milik Vino dan milik Reno. Semua yang ada di ruang tamu keluar untuk menyambut kedatangan Vino, Najwa dan Shifa. Vino keluar di susul dengan Najwa dan Shifa. Mereka akhirnya bisa bertemu dengan orang-orang yang mereka sayangi lagi.


"Ummi…Abah…"teriak Najwa sambil berlari ke pelukan Mira dan Arsyad.


"Bunda….Ayah…Shifa kangen Bunda sama Ayah." Shifa memeluk Nisa dan Arsyil.


"Ya Allah…sayang, maafkan bunda tidak menjagamu. Kamu sehat, nak? Baik-baik saja kan?" Nisa memeluk Shifa begitupun Arsyil.


"Tuan putri Ayah, ayah khawatir sekali denganmu, nak." Arsyil terus menciumi Shifa.


"Katakan sama ummi, kamu baik-baik saja kan? Ada yang luka? Najwa, jangan main jauh-jauh lagi ya sayang. Ummi sangat Khawatir." Mira masih saja memeluk Najwa, dan memutar-mutar tubuh Najwa, melihat ada yang teluka atau tidak.


"Ummi, aku dan Shifa baik-baik saja."ucap Najwa sambil memegang pipi Almira.


"Nak, siapa yang menolong kamu dengan Shifa?"tanya Arsyad.


"Itu."Najwa dan Shifa menunjuk ke arah mobil Reno.


"Reno…"ucap Arsyad dan Almira.


"Kalian kenal?"tanya Rico.


"Iya pah, Reno suami Almh. Naila."ucap Mira.


"Najwa, Shifa, sini dengan opa. Opa dan Oma kangen kamu, nak. Kamu baik-baik saja kan?" Rico memeluk kedua cucunya dan mencium mereka bergantian, begitupun Andini, dia memeluk kedua cucunya dengan erat.


"Najwa dan Shifa baik-baik saja kok, opa, Oma. Ya kan Fa?"ucap Najwa.


"Iya, kami baik-baik saja, kami malah punya teman baru."ucap Shifa.


"Maaf kami tidak memberitahukan langsung pada kamu, Syad."ucap Reno.


"Ayo masuk dulu, kita bicarakan di dalam saja." Rico mengajak masuk semuanya. Najwa dan Shifa langsung berbaur dengan saudaranya yang juga merindukan mereka. Rania juga ikut bermain bersama mereka. Mereka juga sambil menikmati kue buatan Annisa dan Almira.


Merek duduk di ruang tamu, Arsyad semakin penasaran kenapa Najwa bisa dengan Reno.

__ADS_1


"Ren bagaimana bisa Najwa dan Shifa bersama kamu?"tanya Arsyad.


Reno menceritakan semuanya mengapa Najwa dan Shifa bisa bersamanya.


*Flashback On*


Najwa dan Shifa menangis di depan Pintu Villa yang merupakan Villa Reno. Shifa sudah takut sekali karena aliran sungai waktu itu sangat deras dan terdengar gemuruh yang menakutkan bagi Shifa. Shifa terus menangis memeluk Najwa. Najwa yang juga takut dengan petir akhirnya mereka menangis bersama saling memeluk. Tak tau mau meminta bantuan dengan siapa pada saat itu.


Di dalam Villa, Reno, Ana dan anaknya, Rania. Mereka sedang bermain lempar-lemparan bola di ruang tengah Villanya. Waktu itu Rania tak bisa menangkapnya dan bola itu menggelinding ke arah pintu depan. Rania berlari mengambil bola yang sudah berada tepat di depan pintu Villanya. Dia mendengar ada anak kecil menangis dan merintih.


"Siapa yang menangis?"ucap Rania dalam hati. Dia segera berlari menuju orang tuanya.


"Pah, Mah, ayo ikut Rania." Rania menarik Reno dan Ana untuk mendekat ke arah pintu. Memang ada anak yang menangis dan itu jelas di telinga Reno dan Ana.


"Papah dan mamah dengar? Ada anak kecil menangis."ucap Rania.


"Iya papah dengar."ucap Reno.


"Mamah juga dengar. Pah, buka pintunya, siapa anak yang ada di depan." Ana menyuruh suaminya membukakan pintu.


Reno membuka pintu Villanya, Najwa dan Shifa terperanjat kaget, seketika wajah mereka memucat melihat Reno.


"Om siapa? Om tolong jangan jahati kami, biar kami menumpang sebentar di sini sampai Abah dan lainnya mencari kami. Kami tersesa saat bermain tadi, dan tak tau arah jalan pulang menuju ke Villa kami."ucap Najwa dengan terbata-bata karena takut.


"Villa kamu sebelah mana?"tanya Reno.


"Nama kamu siapa, nak? Om bukan orang jahat.",ucap Reno, Rania dan Ana ikut keluar melihat Najwa dan Shifa.


"Aku Shifa om."jawab Shifa.


"Aku Najwa kakak sepupu Shifa."ucap Najwa.


"Ini Villa om, dan ini Rania anak om, kalau di sampingnya istri om, mamahnya Rania, namanya Tante Ana. Ayo kalian masuk saja, itu sungai meluap terus hujan." Reno mengajak Najwa dan Shifa masuk ke dalam.


"Ayo sayang, masuklah." Ana menggandeng Najwa dan Shifa.


Shifa dan Najwa menceritakan bagaimana dia bisa tersesat sampai di Villa Reno.


"Nama orang tuamu siapa?"tanya Reno.


"Nama Abah ku Arsyad dan ummi ku Almira."jawab Najwa.


"Kalau nama Ayahku Arsyil dan Bundaku Annisa."jawab Shifa.


"Sebentar-sebentar, Arsyad Alfarizi, bukan?"tanya Reno.


"Iya benar."jawab Najwa.

__ADS_1


Setelah itu Reno bertujuan untuk menghubungi Arsyad, namun kontak Arsyad dan Almira ada di ponsel yang dulu, dia sekarang sudah mengganti ponselnya, karena ponsel yang dulu rusak.


"Ya sudah, berhubung kontak papah kamu tidak ada di ponsel Om Reno, nanti setelah makan siang om antar kamj ke Villa kamu."ucap Reno.


Tapi saat sesudah selesai makan siang, Reno di telfon oleh Kliennya, dia ingin segera bertemu sekarang. Karena kliennya akan pulang ke kotanya sore ini. Iya, Klien Reno masih berada di sekitar wilayah Villa Reno. Dia memiliki perkebunan teh di wilayah itu. Akhirnya Reno menemui kliennya dan langsung pulang ke rumah dengan membawa Najwa dan Shifa.


*Flashback Off*


"Seperti itu, Syad ceritanya."ucap Reno yang dari tadi menceritakan Najwa dan Shifa.


"Terima kasih banyak, Reno. Kalau orang jahat yang bertemu Najwa aku mungkin belum bisa bertemu putri ku."ucap Arsyad.


"Terima kasih nak Reno dan istrinya."ucap Rico.


"Iya sama-sama Pak Rico."ucap Reno.


Mereka saling mengobrol satu sama lain, kadang membicarakan masalah bisnis, kadang juga seputar keluarganya.


"Ren, kapan kamu menikah lagi?"tanya Arsyad.


"Ya, aku menikah terhitung nya cepat, Syad. Belum ada satu tahun Naila meninggal kami menikah."ucap Reno.


"Kami di jodohkan, Pak Arsyad."ucap Ana.


"Di jodohkan?"tanya Arsyad.


"Iya, om ku yang menjodohkanku dengan Ana. Mau bagaimana lagi, aku merasa hari-hari ku saat itu hanya di isi dengan ratapan pilu, dan akhirnya om yang melihatku seperti itu berusaha menjodohkan aku dengan Ana."ucapnya.


"Walaupun kami tak saling mencintai, dan baru mencintai saat satu tahun pernikahan."imbuh Ana.


"Kalian luar biasa. Memang, jangan seperti itu, jangan terlalu terpuruk oleh keadaan, kasihan juga Almarhum istrimu, karena Om Rico pernah mengalami seperti kamu, Ren. Sakit sekali di tinggal orang yang sangat kita sayangi dan cintai. Mungkin saat itu om rasanya ingin menyusul istri om. Tapi om sadar, di sisi om, ada seseorang yang begitu baik, yang sangat membutuhkan cinta dan kasih sayang Om, yaitu Andini, istri Om, dan Arsyad anak kami."jelas Rico.


"Iya om, memang kita harus seperti itu, jangan terlalu larut dalam kesedihan."ucap Reno.


Mereka masih mengobrol hingga Maghrib tiba. Akhirnya mereka sholat berjamaah di rumah Rico dan makan malam juga di rumah Rico, karena bibi sudah memasak banyak makanan.


.


.


.


.


.


♥️ happy reading♥️

__ADS_1


__ADS_2