
Setelah selesai makan kami mengobrol lagi sebentar. Saat sedang asik mengobrol dengan mereka tiba tiba papah menelfonku. Dan aku mengangkatnya.
"Sebentar aku mengangkat telfon dulu dari papahku."
"Iya pak silahkan." Jawab Nisa.
Aku mengangkat telfon dari papah.
[Hallo pah...Assalamualaiku....ada apa pah?]
[Wa'alaikumsalam...Syad Kamu sedang dimana?]
[Sedang makan siang pah...]
[Syad papah minta tolong bisa?]
[Minta tolong apa pah?]
[Bisa bulan depan kamu mengurus perusahaan papah. Papah minta bantuanmu nak...]
[Emmmm...Arsyad usahakan pah.]
[Oke baiklah...]
[Tapi tak apa apa kalau Arsyad sambil mengajar di kampus?]
[Tidak apa apa sempatkan sebentar mengurus kantor. Papah benar benar butuh bantuanmu nak.]
[Oke pah...]
[Yasudah di lanjut dulu nak makannya.]
[Oke pah...Assalamualaikum...]
[Wa'alaikumsalam.]
Aku menutuo telfon dari papah...aku menerima permintaan papah untuk mengurus perusahaan itu artinya aku jadi jarang bertemu Nisa.
"Maaf jadi lama menunggu aku mengangkat telfon."
__ADS_1
"Santai saja pak tidak apa apa."
"Oh ya mungkin bulan depan saya agak sibuk sekali karena papah saya meminta saya mengurus perusahaannya juga. Jadi mungkin saya akan jarang ke kampus. Jika nanti kalian butuh bimbingan kita Bisa bertemu di luar saja."
"Emm...papahnya pak Arsyad punya perusahaan juga.?"
"Iya nis...dari dulu aku sudah di suruh mengelola perusahaan papah, tapi aku lebih suka menjadi dosen. Dan akhirnya seperti ini aku harus bisa bagi waktu kalau papah butuh bantuanku."
"Pak enak kerja di kantor pak..apalagi perusahaan milik sendiri, iya kan Nis?"
"Iya pak..kenapa gak mengelola perusahaan papahnya pak Arsyad saja?"
"Nanti saya gak bertemu kamu Nis..(tersenyum)."
"Bapak bisa saja.".
"Ayo Nis...Ver...kita pulang. Aku antar kalian kerumah."
"Pak tidak usah saya mau ke toko buku dulu disana. Mungkin Vera yang mau pulang. Antarkan saja saya ke toko buku yang di jalan Z pak."
"Aku juga ikut Nisa pak..sekalian mau mencari buku referensi."
"Tidak apa apa pak..kami berdua saja. Iya kan Ver."
"Iya pak..."
"Yasudah ayo berangkat."
Aku meninggalkan restoran dan mengatar Nisa dan Vera ke toko buku.
Kami mengobrol di dalam mobil dam saling bercanda. ternyata Annisa orangnya enak di ajak ngobrol dan bercanda. apalagi si Vera...cerewet sekali dia orangnya.
Sesampainya di sana aku berpamitan pada mereka untuk ke kantor papah.
"Ya sudah kalian hati hati nanti pulangnya. Saya langsung ke kantor."
"Oke pak...terima kasih untuk traktirannya pak." Jawab Vera.
"Oke...sama sama..."
__ADS_1
"Pak Arsyad...hati hati ya...terima kasih banyak pak..(tersenyum)."
"Iya Nis sama sama.kamu juga hati hati pulangnya. Saya duluan Yah.....Assalamualaikum..."
"Iya pak, wa'alaikumsalam."
Aku segera melajukan mobilku menuju ke kantor papah.
Aku sangat bahagia sekali, sudah bisa mengobrol dengan Annisa dan mengajak makan siang bersama walaupun tidak berdua.
Aku masih membayangkan senyumana Nisa yang manis sekali sambil menyetir mobilku.
"Nisa....kenapa kita bertemu saat kamu sudah memiliki kekasih.? Biarkan dia memiliki kekasih. aku akan terus berusaha mendapatkan hatinya. Semangat Arsyad...." aku berkata lirih di dalam mobil sambil menyetir mobilku. dan akhirnya aku sampai di kantor papah. aku memarkirkan mobilku di tempat parkir dan aku masuk ke dalam kantor menemui papah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
♥happy reading♥
nih Author kasih banyak up nya...maaf sudah mengecewakan kalian semua dari kemarin...
__ADS_1
terima kasih sudah setia menunggu. jangan lupa like nya yah...dan komentarnya yang seru seru...hehehehe...