
Arsyil sudah menjemput Annisa di rumahnya, mereka langsung menuju ke rumah Wira, karena semua sudah menunggu Arsyil dan Annisa di rumah Wira.
Mereka sudah sampai di rumah Wira, Annisa turun dan Arsyil menyetandarkan sepeda motornya.
"Hai semua, maaf aku agak telat."ucap Arsyil.
"Iya gak apa apa Syil, Andi, Heru dan lainnya juga belum sampai semua."jawab Adit.
"Tumben mereka lama, kita tujuan mau kemana ini?"
"Biasalah naik, gak enak kalau touring gak ke daerah yang nanjak, kan adem Syil di sana apalagi bawa cewek."ucap Wira.
"Mulai kumat kamu, jangan macem macem. Yah, mau macem macem juga gak apalah...kan akibat di tanggung sendiri. Ya kan Dit?"
"Betul....tuh mereka datang, ayo bersiap siap, biar gak kesiangan keburu panas.."ucap Adit.
Annisa terlihat sedang mengobrol dengan teman teman perempuan, ya mereka semua adalah pasangan Wira, Adit dan lainnya.
"Nis, ayo bersiap siap."
"Iya, Syil kita mampir dulu ya ke mini market."
"Mau beli apa?"
"Cemilan sama minuman."
"Sudah aku siapkan semua Nis, biar kita gak mampir mampir lagi."
"Benarkah? Terima kasih Sayang." ucap Annisa dengan senang.
"Syil...ayo kita berangkat.!"seru Adit.
"Oke."sahut Arsyil.
Mereka berangkat touring dengan berpasang pasangan, Annisa sangat bahagia sekali karena baru kali ini dia ikut touring dan akan menikmati alam bebas.
"Nisa."
"Iya Syil ada apa?"
"Kamu lelah?"
"Tidak, aku senang sekali Syil, naru kali ini aku menikmati alam bebas, terima kasih Syil."
"Untuk?"
"Untuk kamu yang sudah membuat ku bahagia seperi ini."
"Sama sama Nisa, aku juga bahagia memiliki wanita seperti mu."
Arsyil melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang, begitu juga teman teman nya.
Sudah hampir 3 jam mereka melakukan perjalanan.
"Syil....masih lama ya?"
"Sebentar lagi sih."
"Kamu lelah? Kalau iya kita berhenti dulu."
"Gak usah deh, kan bentar lagi."
"Yakin?"
"Iya sayang."
♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Vino dan lainnya sudah sampai di pantai, mereka menyewa tikar untuk duduk sambil menikmati pantai.
"Kak Shita ayo kita main pasir." ajak Rachel.
"Ayo...kita buat istana pasir Chel."
"Kak Ray, aku kesana sama kak Shita ya?"
"Iya nanti kakak menyusul ke sana."
Rayhan, Arsyad dan Vino duduk di tikar yang mereka sewa.
"Ray, pesan kelapa muda yuk."ajak Arsyad.
"Boleh boleh,tapi kamu saja yang pesan kesana, aku di sini saja"ucap Rayhan.
"Ahh kamu, ya sudah aku pesankan, Vin kamu mau sekalian?"
"Boleh Syad, sekalian Rachel dan Shita di pesankan."
"Oke."
Setelah pesanan datang, Vino memanggil Shita dan Rachel untuk meminum kelapa muda yang sudah di pesankan.
"Shita, Rachel minum dulu, tuh kak Arsyad sudah memesankan kelapa muda buat kalian, nanti di lanjutkan lagi buat istana pasirnya."
"Oke, ayo Chel."
"Iya kak."
Mereka berjalan di belakang Vino.
Rachel berlari ke arah Rayhan dan duduk di sampingnya.
"Yey...kelapa muda."ucapnya kegirangan.
"Chel, minumnya hati hati."ucap Rayhan.
"Haus kak."
"Haus juga tidak usah seperti itu Chel."sambung Arsyad.
"Iya kak Arsyad."
Mereka menikmati pemandangan pantai yang semakin panas , karena sudah agak siang sambil menikmati kelapa muda dan beberapa makanan yang Vino bawa.
"Syad, bukankah itu pak Fajri?"tanya Rayhan.
"Oh iya, itu pak Fajri."jawab Arsyad.
Rayhan melihat pak Fajri yang sedang berjalan ke arahnya. Namun pak Fajri tidak melihat keberadaan Rayhan dan Arsyad. Sampai pak Fajri sudah dekat dengan mereka, lalu Rayhan menyapanya terlebih dahulu.
"Siang pak Fajri."sapa Rayhan.
"Oh..pak Rayhan, pak Arsyad sedang di sini juga, dengan siapa?"tanya pak Fajri.
"Ini pak dengan adik saya dan adik Arsyad juga serta teman kami."jawab Rayhan.
"Shita kenalkan ini pak Fajri, pemilik perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan papah."ucap Arsyad pada Shita.
"Selamat siang pak, saya Shita adik Kak Arsyad, dan ini Rachel adik kak Rayhan, serta kak Vino dia teman kak Arsyad dan juga kak Rayhan."
"Ohh..iya...iya...salam kenal semuanya, wah kalian semua kompak ya? Oh ya, kenalkan ini Almira anak saya dan di sampingnya istri saya tercinta Umminya Almira, Ummi Rahma."
"Salam kenal Ummi" sapa Rayhan dan Arsyad bersamaan.
"Kalian sudah tau putriku kan kemarin sudah bertemu." ucap pak Fajri.
"Emmm maaf, apa kemarin kita pernah bertemu di toko buku."ucap Mira pada Shita.
"Jadi kemarin adalah kakak yang memberiku novel itu?"
"Iya, kita bertemu lagi dan ternyata kamu adik dari Arsyad."
"Akhirnya aku bertemu dengan kakak yang baik hati yang rela memberikan novel itu untuk ku."
"Shita, itu sebenarnya novel ku, aku penulis novel itu, apa kamu menyukainya?"
"Aku sangat suka kak, bahkan buku pertama aku punya. Ahh...aku jadi bahagia sekali bisa bertemu dengan penulisnya."
"Jangan berlebihan Shita, kalau kamu mau bisa kerumah kakak, banyak buku yang lebih bagus dari itu.
"
"Benarkah? Nanti Shita kapan kapan berkunjung kerumah kakak."
"Iya nanti setelah Kak Mira sudah pulang dari Kairo kamu boleh berkunjung kerumah kak Mira."
"Wah....kalian sudah akrab saja ya..?"ucap Ummi Rahma.
"Ummi, Mira senang karena Mira punya teman baru Ummi."jawab Mira.
"Iya sayang, Shita nanti datang kerumah kami, kalau Mira sudah pulang dari Kairo, biar dia tak lama-lama di sana, kan ada teman baru."jelas Ummi Rahma.
"Iya Ummi, pasti nanti Shita datang kerumah Ummi."
"Berkunjunglah kerumah kami, Mira kalau dirumah tidak punya teman Shita, dia menghabiskan waktunya hanya untuk menulis dan membaca."sambung Pak Fajri.
"Iya nanti In Shaa Allah akan berkunjung kerumah Kak Mira."
"Mari pak Arsyad, pak Ray dan semuanya kami kesana dulu."pamit pak Fajri.
"Oh..iya pak."
"Abah sebentar dulu, aku mau minta kontak Shita dulu."
"Oh iya silahkan sayang."
"Shita, bolehkah aku meminta kontak mu?"pinta Almira.
"Boleh kak, bisa pinjam ponselmu sebentar, aku akan tuliskan nomor ku."
__ADS_1
"Oh iya silahkan Shita." Almira memberikan ponselnya.
"Ini kak, sudah aku simpan juga."
"Okey, terima kasih Shita. Aku kesana dulu ya, mari Arsyad, Rayhan dan semuanya."
"Oh..iya Mira."ucap Arsyad.
Pak Fajri dan keluarganya pergi menuju tempat yang sudah mereka pesan.
"Cie...senangnya sudah menemukan penulis favoritnya."ucap Arsyad.
"Iya dong...kakak, sama kak Mira saja ya? Jangan sama pacar orang, Shita yakin kak, kakak akan bahagia dunia akhirat kalau sama kak Mira."jelas Shita.
"Kamu bicara apa sih Ta."
"Benar Ta, kakakmu cocok sama Mira."sahut Rayhan.
"Iya cocok."timpal Vino.
"Sangat cocok sekali malah, udah kak Mira sama sama kuliah Di Kairo, kak Arsyad juga kan, Cocok banget deh...kak Shita comblangin mereka kak ayo..."sambung Rachel.
"Ahh kalian apa apaan sih."ucap Arsyad.
"Kak ayo ke sana lagi, bikin istana pasir lagi."ajak Rachel
"Ayo, tapi jangan lama lama sudah panas Chel."
"Oke." Rachel berlari ke arah pantai.
Hari sudah mulai siang, dan matahari juga semakin meninggi, cuaca semakin panas, mereka memutuskan untuk pulang.
Sebelum mereka pulang, mereka pergi kerumah makan untuk makan siang.
♥♥♥♥♥♥♥
Setelah lama perjalanan, akhirnya Arsyil dan kawan-kawan sampai di tempat tujuan.
Mereka menyetandarkan sepeda motornya di bawah pepohonan pinus, iya memang tempat ini untuk rest area orang orang yang melakukan touring, atau yang sedang rekreasi sekedar mau berfoto.
"Syil, sewa tikar ya, enak nih dudukan di sini sambil melepas lelah."ucap Andi.
"Boleh, sewa lah 2 tikar biar luas."
"Oke."
Arsyil mengambil minum untuk Annisa dan dirinya.
"Nis, minum dulu."
"Makasih sayang."
"Sama-sama, kamu mau nyemil makanan ringan?"
"Boleh."
"Sebentar aku ambilin."
Arsyil mengambil cemilan untuk Annisa.
"Nis, kita gabung kesana saja yuk, duduk sama teman temanku."
"Ayok."
Annisa dan Arsyil duduk bergabung dengan teman temannya.
Arsyil melihat Annisa yang sedang menikmati cemilan nya.
"Nisa, pelan-pelan makannya, gak ada yang mau merebut cemilanmu sayang."
"Iya sayang" ucapnya sambil tersenyum manis pada Arsyil.
"Minta dong Nis."
"Ihh....kan ada di tas, ambil lagi sayang sekalian buat yang lainnya."
"Iya ini aku ambil, tapi aku inginnya barengan sama kamu sayang."
"Hmmm yasudah, ini ambil saja."ucap Annisa.
"Wira, Adit dan semuanya ini di makan dulu cemilannya."
"Wah makasih Syil"
Mereka bercanda sambil menikmati cemilan seadanya.
"Syil, anterin aku ke kamar kecil yuk, pengen pipis."ucap Annisa.
"Ayo aku antar, aku juga sekalian ingin cuci muka."
"Syil sudah hampir jam 2, sekalian cari musholah saja yuk, kan belum sholat dhuhur Syil."
"Ohh iya, itu di sebelah sana ada musholah."
"Iya Syil hati-hati."
Arsyil menyalakan sepeda motornya untuk menuju ke musholah.
Merek sudah berada di Musholah dan sudah selesai sholat.
Arsyil dan Annisa beristirahat sebentar sambil mencharger ponselnya.
"Syil mendung sekali, kamu bawa jas hujan?"
"Bawa Nis, tapi kalau hujan deras sekali ya aku tak berani naik motor di daerah seperti ini." jelas Arsyil
"Terus?"
"Biasanya kita sewa penginapan Nis kalau hujan lebat sekali."
"Semoga saja tidak Syil."
"Kenapa kamu takut kalau sampai sewa penginapan?"
"Tidak sih."
"Aku gak akan macem macem Nis."
"Iya percaya. Syil gerimis, bagaimana teman teman mu?"
"Dia sudah jalan kesini kok Nis, tadi Wira chat aku."
"Ohh ya sudah kita tunggu saja."
"Nis kamu lapar?"
"Eemm iya."
"Mau aku belikan makanan itu di sebelah sana, pumpung belum hujan."
"Boleh."
"Ya sudah tunggu di sini, jangan jauh jauh dari bawaan kita Nis. Aku jalan kaki saja."
"Okey, kamu hati hati ya?"
"Siap tuan putri ku."
Saat Arsyil sedang membeli makanan, teman teman Arsyil sampai di musholah.
"Nisa, mana Arsyil?"
"Tuh di warung makan sebrang sedang beli makanan."
"Ya sudah aku juga mau beli makanan,siapa nih yang mau nitip.!" seru Wira.
"Aku sekalian Wir, yang lain juga lah sekalian, kalian belum pada makan siang kan?"
"Iya aku juga bro."jawab Andi.
"Ya sudah kalian tunggu sini aku mau beli."
Sebelum Wira menuju ke warung, Arsyil sudah terlihat berjalan kembali ke Musholah.
Arsyil membeli makanan untuk Nisa dan dirinya, dia membeli 2 bungkus nasi dan 2 teh hangat.
"Hai, kalian sudah disini rupanya, duh aku cuma beli dua bungkus nih." ucap Arsyil.
"Tenang saja aku mau kesana beli makanan, sudah kamu dan Nisa makan dulu sana."sahut Wira.
"Okey, hati-hati bro."
Arsyil menghampiri Nisa dan duduk di sebelahnya yang sedang asik membaca novel milik Shita.
"Nis, ayo kita makan dulu. Maaf ya Nis hanya nasi bungkus seperti ini dan teh hangat di kantong plastik."
"Sayang, namanya juga lagi touring, bukan berlibur di hotel berbintang atau di mana yang makannya di resto ternama, iya kan?"
"Benar juga kamu Nis. Sudah tutup dulu novelnya kita makan dulu, katanya kamu lapar Nis."
"Iya Syil, oh ya Syil maaf aku membuka tasmu mengambil novel, habis tadi jenuh sekali Syil."
"Iya tidak apa apa, ayo makan, apa mau aku suapi?"
"Udah gede aku makan sendiri." ucap Nisa sambil tersenyum manis.
Teman-teman Arsyil hanya memandangi Arsyil dan Annisa yang dari tadi terlihat romantis sekali.
"Kalian berdua membuat kita iri Syil."kata Adit
__ADS_1
"Iri bagaimana, kalian juga bawa pasangan kalian kan? Jangan seperti itu."
"Kamu berdua romantis banget di depan kami."
"Kamu bisa saja."
Hujan semakin deras sekali, mereka semua masih berteduh di musholah.
Sudah hampir 2 jam hujan tak kunjung berhenti.
"Bro bagaimana ini, hujan deras sekali, kita lanjut pulang atau cari penginapan sekitar sini." ucap Andi pada teman tamannya
.
"Kalau kita paksa pulang sepertinya tidak bisa, apa kita tunggu saja jika sampai habis maghrib hujan belum reda kita terpaksa sewa penginapan." sahut Wira.
"Ya sudah kita berteduh saja di sini dulu."Adit menimpali nya.
"Iya kita tunggu saja sampai reda,soalnya kita kan gak bawa diri kita sendiri, kita bawa anak perempuan orang, gak mungkin kan kita tega hujan hujanan bareng pakai sepeda motor, apalagi jalan nya naik turun."saut Arsyil.
"Iya Syil benar, kalau kita sendiri mah, mau hujan hujanan mau jalan naik turun dan berkabutpun kita tetep jalan, lha ini bawa anak orang."ucap Adit.
"Makanya tunggu sampai reda, aku mau sholat Ashar dulu, kalian tidak sholat? Nis ayo sholat dulu."ajak Arsyil.
"Iya Syil aku mau ambil air wudhu." jawab Nisa.
"Syil bareng aku juga mau sholat."ucap Wira.
"Ayo kita sholat dulu."
Sudah berjam jam mereka menunggu hujan reda Dan hampir waktu maghrib belum juga reda, bahkan hujan semakin deras.
"Syil, apa kita tidak bisa pulang?"
"Masih deras hujannya nisa, kalau pulang bahaya.
"
"Iya juga sih.."
Sudah lama sekali mereka menunggu hujan reda hingga pukul 7 malam.
Ponsel Arsyil berbunyi, dia melihat siapa yang menelfonnya.
"Kak Arsyad, ada apa dia menelfon?"gumam nya dalam hati.
Arsyil mengangkat telfon nya.
{Hallo kak Assalamualaikum.}
{Wa'alaikumsalam, kamu dimana Syil?}
{Aku di musholah kak, di daerah X sedang terjebak hujan lebat, kami semua bingung kak, mau pulang tapi kan semua pada bawa pasangan, takut nya ada apa apa, karena kakak tau kan medan nya seperti apa?}
{Iya kakak tau, lebih baik kamu sewa penginapan saja, tapi ingat kamu jangan macam macam, jaga kekasihmu baik baik syil, disini juga hujan deras.}
{Iya kak, nanti kami cari penginapan saja.}
{Ya sudah, ingat pesan kakak Syil, kamu hati hati di sana, jaga diri baik baik dan jaga baik baik kekasihmu.}
{Siap kak.}
{Ya sudah, Assalamualaikum.}
{Wa'alaikumsalam.}
Arsyil menutup telfonnya dan dia memberitahukan pada temanya agar menyewa penginapan saja, karena tidak memungkin kan untuk pulang.
"Kita sudah lama terjebak hujan seperti ini, lebih baik kita sewa penginapan saja bagaimana?"tanya Arsyil pada teman-temannya.
"Iya syil, kita gak mungkin untuk pulang, ya sudah aku akan cari info ada penginapan di sekitar sini tidak."ucap Adit.
"Oke, kamu coba tanya penduduk disini ada atau tidak penginapan di sekitar sini Dit."
"Okey Syil."
Semua menata barang bawaannya sambil menunggu Adit mencari penginapan.
Mereka sudaah sampai di penginapan, sebuah Villa sederhana. Mereka di antarkan seseorang penjaga Villanya.
"Baiklah mas ini Villa nya, di sana ada dapur sudah lengkap dengan perabotannya, juga ada kopi, teh, susu juga gula, apabila ada sesuatu, silahkan panggil saya, saya tinggal di sebelah Villa ini."jelas penjaga Villa tersebut.
"Iya pak terima kasih, kalau boleh tau nama bapak siapa ya?"tanya Arsyil.
"Saya pak Ahmad mas, kalau mas sendiri?"
"Saya Arsyil pak, ini Annisa calon istriku, dan mereka semua adalah teman teman saya pak." Arsyil memperkenalkan dirinya dan Annisa serta teman temannya.
"Oh baiklah mas Arsyil, saya pamit dulu, semoga nyaman bermalam di Villa ini. Mari mas, Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam." jawab mereka semua.
Pak Ahmad berlalu pergi meninggalkan mereka di Villa.
"Cieee calon istri." Wira menggoda Arsyil.
"Iya memang Annisa calon istriku, iya kan sayang?"
"In Shaa Allah sayang, semoga Allah memudahkan jalan kita."
"Aamiin. Love You sayang." Ucap Arsyil sambil membelai pipi Annisa.
"Love you too." balas Annisa sambil mencium tangan Arsyil.
"Hmmm.....terus aja kayak gitu di depan kami."ucap Adit.
"Terus masalah, kan kita cuma gini aja, sudah-sudah, ini kan ada kamar 4, kita kan yang cowok 8 cewek 8, berarti kita tidurnya cowok di bagi 2 dan cewek di bagi 2."
"Oke baiklah, jadi kita bagi sekarang, Aku, Arsyil, Wira, Andi satu kamar lalu Andra, Nico, Gery, Heru kalian satu kamar. Dan yang cewek silahkan bagi sendiri."tutur Adit.
"Okey, Aku, Nisa, Ayu dan niken satu kamar. Bagaimana Nisa, kamu setuju?"tanya Indri.
"Baiklah, yang penting bisa istirahat lah, pegel soalnya badanku."jawab Annisa.
"Okey, lalu Dewi, Anin, Lala dan Nia kalian satu kamar. Bagaimana?"
"Oke....mari kita masuk kamar masing masing."ajak Lala.
Mereka masuk ke kamar masing masing dan menaruh barang bawaannya di kamar.
Pagi hari di Villa, pukul 4 pagi Annisa sudah bangun dari tidurnya.
"Huh....dingin nya..."lirih Annisa sambil menyibakan selimutnya.
Ketiga teman nya masih tertidur pulas sekali, Annisa keluar kamarnya menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Setelah itu dia kembali ke kamar nya, saat kembali ke kamarnya Dia berpapasan dengan Arsyil.
"Nis sudah bangun?"
"Sudah...aku sholat dulu ya Syil."
"Iya Nis."
Nisa langsung kembali ke kamarnya dan menunaikan sholat subuh.
Nisa berjalan menuju dapur, dia membuatkan kopi untuk Arsyil, dan susu coklat untuk dirinya.
"Sayang."
"Eh...sudah bangun?"
"Aku sehabis subuh tak pernah tidur lagi sayang, kamu sedang buat apa?"tanya Arsyil sambil memeluk Nisa dari belakang.
"Membuat kopi untuk calon suami ku yang tampan."jawabnya.
"Calon istri yang baik."ucap nya sambil mencium pipi Nisa.
"Ihh sayang, lepasin dong kan aku susah buat kopinya."
"Cium dulu baru aku lepas "
"Hmmm....muach.."Nisa mencium pipi Arsyil.
"Makasih sayang."
"Sama-sama, sudah lepasin dong Syil."
Arsyil melepas pelukan nya dia duduk di belakang Nisa yang sedang membuatkan kopi untuknya.
"Syil ini kopinya, ayo kita ke teras depan aku ambilkan roti juga."
"Ayo. Sini aku bawakan kopi dan susu coklatnya."
Meraka meminum kopi di teras Villa sambil menikmati sejuknya udara pagi dan pemandangan yang indah.
Hari sudah siang, mereka bersiap siap untuk pulang agar tidak terlalu sore sampai rumah.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
♥Happy Reading♥