THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 72


__ADS_3

Arsyil masih asik mengobrol dengan Nisa di terasnya. Dia sesekali bercanda dengan Annisa.


"Nis, maaf ya aku masih mengundur pernikahan kita. Aku harus menunggu Kak Arsyad dulu. Setelah itu Kak Shita. Kamu tidak akan berpaling dari aku kan Nisa, aku takut papah dan mamah kamu malah mencarikan laki-laki lain lagi yang sudah siap menikah."ucap Arsyil.


"Syil, kamu kok bicara seperti itu. Aku akan selalu menunggu Syil, mau kapan kita menikah nanti. Papah dan mamah juga gak memburu kita untuk segera menikah, karena mereka tau Syil, kakak-kakak kamu belum menikah semua. Kamu jangan khawatir aku akan berpaling darimu. Tidak akan Arsyil. Aku akan selalu di sampingmu hingga aku menua nanti." Annisa menggenggam tangan Arsyil dan menciumnya.


"Syil terima kasih untuk cinta yang kamu berikan untukku selama ini."ucap Nisa.


"Sama-sama sayang." Arsyil memeluk erat tubuh Nisa. Dia melepas pelukannya dan menghadpakan wajah Nisa di hadapan wajahnya. Arsyil menyentuh lembut bibir Nisa dengan jemarinya. Nisa hanya memejamkan matanya merasakan sentuhan lembut dari jari jemari Arsyil.


"Kenapa memejamkan mata? Gak mau menatapku? Aku gak akan mencium ini sebelum kita halal sayang."bisik Arsyil lembut di telinga Nisa. Raut wajah Njsa seketika memerah karena malu.


"Ihhh....Arsyil..."ucap nya sambil meninju lirih dada Arsyil.


"Apa? Minta di cium?"goda Arsyil.


"Ahhh...aku malu..."jawabnya sambil menenggelamkan wajahnya di dada Arsyil.


Arsyad sebenarnya sudah melihat Arsyil dan Nisa dari tadi bercanda hingga melakukan hal tadi.


"Kenapa hatiku masih berontak melihat Annisa dengan Arsyil seperti itu? Syad...sudah, kamu mau melamar Mira. Lupakan Nisa Arsyad."gumam Arsyad dalam hati.


Mood Arsyad untuk ke depan menemui Arsyil tiba-tiba hilang, dia berbalik akan masuk ke dalam lagi. Tapi, Shita menghentikannya dan menarik Arsyad ke dalam.


"Kak, kenapa tak jadi keluar? Kakak lihat Arsyil bermesraan dengan Nisa jadi gini? Kak, kakak niat tidak melamar Kak Mira. Kalau tidak jangan di paksa. Shita kecewa sama kakak, yang masih terus mengharapkan Nisa. Kak, kalau kakak mau melamar dan menikahi Kak Mira, buang jauh-jauh rasa kakak ke Nisa. Karena itu akan menyakiti hati Kak Mira setelah menikah. Kalau masih ada rasa itu biarkan Kak Mira bahagia dengan yang lain, dia berhak memiliki suami yang mencintainya tulus bukan terpaksa seperti kakak ini. Aku gak mau kak, wanita sebaik Kak Mira di sakiti hatinya. Apalagi oleh kakak ku sendiri. Asal kakak tau Almira sangat mencintai kakak. Jangan jadi pengecut kak. Aku kecewa dengan Kak Arsyad!"ucap Shita yang sangat marah karena Arsyad masih saja menyimpan rasa cinta untuk Annisa.


"Ta, maafkan kakak, iya kakak akui masih ada rasa untuk Nisa. Kakak hanya ingin menghilangakannya dan Mira yang bisa Ta. Mira yang bisa membuang rasa ini. Itu sebabnya aku ingin segera memiliki Mira. Dia sumber kekuatan kakak melangkah untuk melupakan Nisa Ta. Kamu salah kalau bilang kakak menyakiti Mira. Kakak mencoba mencintai Mira, Shita. Kakak tidak sepengecut itu. Jika kakak pengecut mungkin kakak tidak akan menerima Mira. Ta, maafkan kakak. Please jangan marah, kakak juga butuh kamu Ta. Kamu tau kakak sayang sekali denganmu, sama kakak juga sayang dengan Mira. Jangan bilang seperti itu lagi. Karena kakak yakin dengan keputusan kakak untuk menikahi Almira."ucap Arsyad.


"Shita mohon jangan sakiti Kak Mira ya kak. Aku sudah anggap Kak Mira kakak perempuanku."


"Iya Ta, kakak tidak akan menyakitinya. Kakak akan mencintai dan menyayangi Mira seperti kakak mencintai dan menyayangi kamu juga ibu." Arsyad memeluk erat adiknya dan menenangaknnya.

__ADS_1


"Iya ini salahku Ya Allah...tolong aku Ya Allah, agar aku bisa benar-benar mencintai dan menyayangi Mira."gumam Arsyad dalam hati.


Saat Shita di peluk oleh Arsyad Arsyil dan Nisa masuk kedalam dan melihatnya.


"Kak Shita nangis?"tanya Arsyil.


"Habis Kak Arsyad nyebelin. Masa dia bersih keras mau ngajar di pondok pesantren."jawab Shita mengalihkan masalah.


Arsyad kebingungan dengan jawaban Shita.


"Kak, jangan dong kasihan ibu." Ucap Arsyil.


"Iya tidak, tuh Shita aja yang mau kakak bohongi."jawab Arsyad.


"Ihh...kakak nyebelin."


"Ya sudah aku antar Nisa pulang dulu ya Kak." pamit Arsyil.


Arsyil dan Nisa masuk ke dalam dan berpamitan denga Andini dan Rico. Arsyil mengantarkan Nisa dengan sepeda motornya. Karena, Nisa lebih memilih naik sepeda motor.


*****


Di rumah Pak Fajri


Abah Fajri sudah memberitahu soal Arsyad yang ingin melamar Almira. Ummi Rahmah sangat bahagia mendengarnya, begitu jug Mira yang merasa lega akhirnya Arsyad menerima perhodohan ini.


♥Almira♥


Iya aku bahagia sekali Arsyad akan segera mengkhitbahku, betapa tak bahagia, laki-laki yang aku impikan akhirnya mau menikahi ku.


"Syad apa kamu sudah benar-benar yakin dengan keputusanmu?"gumam ku dalam hati.

__ADS_1


Aku mencoba mengirim pesan lewat Whatsapp kepada Arayad.


[Assalamualaikum, Arsyad, aku sudah mendengar kabar dari abah, apa kamu benar-benar sudah yakin dengan keputusanmu itu?]


Aku mengirim pesan seperti itu pada Arsyad. Tapi, dia tak membalasnya dan belum membacanya. Aku duduk di tepi ranjang dan masih menunggu balasab dari Arsyad. Sungguh aku merasa bahagia namun bimbang. Aku bahagia karena Arsyad mau mengkhitbahku, aku bimbang karena takut Arsyad tak bisa melupakan Nisa.


♥Arsyad♥


Kenapa aku seperti ini, masih sakit hati jika melihat Arsyil bermesraan dengan Nisa. Padahal besok malam aku akan mengkhitbah Mira.


"Ya Allah, ampuni aku, kenapa aku sampai seperti ini."gumamku dalam hati.


Aku membuka kotak cincin dan melihat cincin yang kupilih untuk Mira.


"Aku yakin aku bisa mencintai Mira."gumamku dalam hati.


Aku kembali menutup kotak cincin itu dan ku ambil ponselku, aku meliahat ada notifikasi pesan di Whatsaap dari Mira. Aku membukanya dan membalas pesan Mira.


[Wa'alaikumsalam, Mira, iya aku yakin dengan keputusanku ini, dan besok malam aku dan orang tua serta keluargaku akan ke rumahmu]


Aku membalas pesan Mira seperti itu. Aku berjalan menuju ranjang dan kurebahkan tubuhku di atas tempat tidurku.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♥happy reading♥


__ADS_2