THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 77


__ADS_3

♥️Almira♥️


Aku sudah selesai di rias oleh Team MUA. Tapi, Arsyad belum datang juga ke rumah.


"Ya Allah lancarkanlah niat baik kami untuk mengikat janji suci yang Engkau Ridhoi Ya Allah. Semoga Arsyad dan keluarganya selamat sampai tujuan." ucapku dalam hati.


Aku dari tadi mencoba untuk tenang menanti Arsyad datang ke rumah. Aku lihat Naila yang dari tadi gelisah sekali saat mendengar nama calon suamiku adalah Arsyad.


"Apa Arsyad yang sama? Jika iya sama, apa ada sesuatu di antara mereka?" aku bertanya-tanya dalam hatiku, seakan aku tak rela jika memang mereka ada sesuatu yang mereka sembunyikan.


Ummi masuk ke dalam kamar ku memberitahukan kalau penghulu sudah datang dan Arsyad juga keluarganya juga sudah datang. Hatiku sangat lega sekali mendengarnya. Seketika rasa gundah ini hilang.


"Nak, Arsyad sudah datang dia sudah menghadap penghulu, ayo turun, nak." Ummi mengajak ku turun menemui Arsyad. Shita dan Nisa setia menemani aku.


Aku di gandeng oleh Ummi sedangkan Shita dan Nisa membantu memegangi gaunku yang panjang. Naila juga ikut keluar dari kamarku. Dia terlihat semakin penasaran dengan Arsyad.


Aku melihat Arsyad yang sudah duduk di depan penghulu dan di Depan Abah.


"Arsyad."ucap Naila tiba-tiba yang membuat aku menoleh ke belakang melihat reaksi wajah Naila.


"Iya dia calon suamiku Nai, kamu mengenalnya?"tanyaku.


"Ehm...tidak Mira, a...aku tidak mengenalnya "ucapan Naila terlihat terbata-bata. Aku yakin dia pasti mengenal Arsyad dan sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan Naila.


Aku melanjutkan langkah ku berjalan ke arah Arsyad dan Abah.


*****


Susana menjadi hening saat Almira sudah duduk di samping Arsyad untuk melakukan Ijab Qobul. Arsyad dan Almira menandatangani beberapa berkas dari KUA. Setelah selesai Almira duduk menjauh di sebelah Ummi Rahmah, Almira di gapit oleh Ummi Rahmah dan Ibu Andini.


"Almira sebelum aku melakukan ijab qobul, bolehkan aku meminta sebuah permintaan padamu?" tanya Arayad.


"Permintaan apa Syad?"


"Aku ingin kami berjanji pada ku,jika suatu saat nanti dalam rumah tangga kita ada masalah, tolong jangan menyuruhku untuk menikah lagi Mira."ucap Arsyad pada Mira .


"Iya aku janji Syad."ucap Mira


Almira menuju tempat duduk yang tadi ia akan duduki. Penghulu mulai menuntun Arsyad dan Abah untuk mengucapkan Ijab Qobul. Karena, Abah yang akan menikahkan Almira untuk Arsyad. Abah bersalaman dengan tangan Arsyad dan mengucapkan ijab.


"Saudara Arsyad Alfarizi Bin Rico Alfarizi, saya nikahkan dan kawinkan Anda dengan anak perempuan saya Almira Nadya Sanusi Binti Fajri Sanusi dengan mas kawin emas 88 gram di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Almira Nadya Sanusi Binti Fajri Sanusi untuk diri saya sendiri dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"


"Bagaimana Para saksi?"tanya Penghulu.


"SAH.!" Jawab para saksi dan para tamu yang menyaksikan Ijab Qobul Arsyad dan Almira.


"Alhamdulillah, kalian sudah Sah sebagai Suami Istri, silahkan mempelai wanita duduk di samping mempelai pria. Saudara Arsyad, sematkan Cincin kawin nya pada jari manis istri anda. Dan, sebaliknya Saudari Almira sematkan cincin kawinnya pada jari manis suami anda."ucap penghulu tersebut.


Arsyad menyematkan cincin kawin di jari manis Mira dan mencium kening Mira. Begitu sebaliknya, Mira menyematkan cincin kawin dijari manis Arsyad dan mencium punggung tangan Arsyad. Mereka memilih Cincin kawin dengan perak berlapis Palladium karena bagaimanapun laki-laki tidak di perbolehkan memakai cincin emas. Dan untuk Mas Kawinnya Arsyad memberikan satu set perhiasan emas untuk Almira dengan jumlah 88 gram.


"Syad, kenapa kamu tidak memakai bahasa Arab saat ijab qobul?"tanya Almira saat selesai menyematkan cincin di jari manis Arsyad.


"Tidak memakai bahasa Arab pun sah kan Mira? Aku memang lama di Kairo. Tapi, aku lahir di Indonesia Mira. Bukankah mencintai Negeriku sendiri itu baik Mira?"jawab Arsyad.


"Kamu memang terbaik Syad." Almira berkata dengan mengembangkan senyumnya di balik cadarnya.


Akhirnya ijab qobul pun selesai. Arsyad dan Almira bersungkem dengan kedua orangtuanya secara bergantian. Mereka langsung menuju ke pelaminan dengan. Tangan Arsyad tak lepas menggandeng Istrinya. Saat sedang berjalan ke arah pelaminan Lukman menghentikannya.


"Syad selamat ya? Semoga bahagia sobatku."ucap Lukman, sebenarnya Lukman tau Mira adalah istri Arsyad. Gadis yang dulu akan di khitbahnya. Namun, Mira menolaknya karena mempunyai alasan tersendiri. Lukman begitu legowo menerima keputusan Mira. Dan, sampai sekarang dia belum mendapatkan gantinya.


"Iya Lukman, terima kasih kamu sudah datangl jauh-jauh kesini."ucap Arsyad.


"Lukman?"ucap Mira.


"Iya Mira ini aku, selamat ya Mir semoga bahagia selalu. Aku kaget ternyata kamu mempelai wanitanya."ucap nya.


"Kalian mengenalnya?"tanya Arsyad.


"Iya aku tau Almira, dulu dia sering ke pondok pesantren T di kota Y Syad. Kamu belum dia keponakan pemilik Ponpes itu Syad. Masa kamu tidak tau kalau Pakdhe Mira pemilik Ponpes itu?"jelas Lukman.


"Benarkah begitu Mira?"


"Iya Ponpes itu milik Pakde Fahmi Syad."jawab Mira.


Arsyad masih tidak percaya sebenarnya. Lukman berpamitan dengan Mira dan Arsyad untuk bergabung dengan yang lainnya menikmati jamuan dari keluarga Mira.


"Mira mengenal Lukman? Sepertinya Lukman menyimpan sesuatu saat melihat Mira tadi. Apa dulu mereka kenal lebih dekat?" Arsyad bertanya-tanya dalam hatinya.


Saat itu juga Arsyil,Vino,Rayhan serta pasangan mereka langsung mengerubuti pengantin baru.


"Stop jangan ke pelaminan dulu."Arsyil menghentikan kembali langkah Arsyad dan Mira yang akan ke pelaminan dan duduk di sana seperti Raja dan Ratu.


"Kakak, selamat akhirnya kakak ku yang tampan ini mengakhiri masa lajangnya." Arsyil sangat bahagia dan memeluk Arsyad.


"Iya Syil terima kasih "


"Kak Mira, Kak Arsyad selamat ya?"ucap Nisa dan memeluk Mira


"Iya Nisa terima kasih."ucap Mira sambil mengelus pipi Nisa.


"Terima kasih Nisa "ucap Arsyad.


"Kak." Dia menangis bahagia memeluk Kakaknya dengan Manja.


"Ta, kok nangis?"


"Aku bahagia kak. selamat ya Kak, semoga kalian bahagia."ucap Shita sambil memeluk kakaknya dan bergantian memeluk Mira.


"Iya, sudah Ta jangan menangis."

__ADS_1


"Syad....akhirnya......selamat ya, bulan depan aku akan segera menikahi adikmu yang cantik ini Syad."ucap Vino.


"Baik kalau begitu aku setuju Vino. Terima kasih ya Vin."ucap Arsyad.


"Selamat Syad, akhirnya menikah juga kamu."ucap Rayhan.


"Iya Ray terima kasih ya?"


"Mira selamat ya?"ucap Naura Istri Vino.


Mereka bergantian mengucapkan selamat dan Shita mengajak mereka berselfi bersama-sama.


Saat sudah selesai selfi-selfi, Naila datang menemui Arsyad dan Mira. Vino yang masih mengenal Naila langsung menyapanya setelah Naila memberi ucapan selamat pada Mira.


"Selamat sayang, akhirnya kamu menemukan jodohmu Mira." ucap Naila dengan tatapan sendu.


"Terima kasih sayang." jawabnya.


"Mira aku langsung pulang ya? aku sudah di tunggu pelanggan di butik ku Mir. Maaf tidak bisa lama di sini." ucap Naila.


"Yah....ya sudah tak apa-apa, main lah ke taman baca ku. aku akan tinggal di sana setelah menikah Nai."


"Iya pasti aku nanti main ke rumahmu Mir. aku pamit dulu ya Mira. Oh iya selamat ya Syad?"


"Iya terima kasih ya mba?" jawab Arsyad yang tak mengenali Naila lagi.


Naila pamit pulang, saat akan berjalan Vino memanggilnya.


"Naila, benar ini Kak Naila yang dulu ketua OSIS kita?"tanya Vino


"Maksudmu Vin?"tanya Arsyad.


"Kak Naila yang dulu........"ucapan Arsyad berhenti karena Naila langsung menjawab.


"Iya aku dulu satu SMA sama kalian dan iya aku ketua OSIS dulu. Aku sahabat Mira sejak Kecil." jawab Naila.


"Oh...jadi seperti itu?" tanya Vino.


"Ya sudah saya pamit dulu. Mari semuanya, Assalamualaikum."ucap Naila.


"Wa'alaikumsalam." jawab mereka semua.


Arsyad terdiam melihat Naila dan dia juga tak percaya kalau Naila adalah sahabat istrinya.


"Kenapa harus bertemu dia lagi sih?"tanya Arsyad dalam hatinya.


"Kenapa dengan Arsyad? mukanya berubah seperti itu. Pasti ini ada hubungannya dengan Naila. Nanti aku akan tanya soal ini lain waktu."ucap Mira dalam hati.


Arsyad masih sepertinya menyimpan sesuatu di hatinya. Dia hanya terdiam saja dari tadi.


"Syad ayo ke sana, tuh ibu dan papah juga Abah dan Ummi sudah mau ke pelaminan." ajak Mira.


"Oh...iya, yuk ke sana Mira."ajak Arsyad dengan suara gugup.


Arsyad dan Mira berjalan menuju pelaminan. Mereka sudah berada di atas pelaminan. Orang tua mereka juga sudah berada di sana. Semua tamu mengucapkan selamat untuk mereka dan bersalaman pada mereka.


"Ada apa Arsyad, melihat Naila sepertinya menyimpan sesuatu."gumam Mira dalam hatinya.


Alhamdulillah acara pernikahan mereka berjalan dengan lancar, walaupun ada sesuatu yang mengganjal di hati mereka masing-masing.


*****


Rachel yang dari tadi terlihat sangat murung sekali karena baru saja dikhianati sang kekasih hatinya, dia memilih untuk tidak bergabung dengan keluarga dan saudara-saudaranya. Dia berjalan menuju ke toilet, Rachel bertanya pada seseorang pelayan di rumah Abah.


"Mba kamar mandi di mana ya?"tanya Rachel.


"Oh, sebelah sana mba, mari aku antarkan."jawab pelayan tersebut.


Rachel mengikuti pelayan yang mengantarkannya ke kamar mandi.


"Di sini mba silahkan, saya pamit dulu ke depan melanjutakan pekerjaan saya "ucap pelayan tersebut.


"Iya mba terima kasih."ucap Rachel.


Rachel masuk ke kamar mandi, dia memandangi wajahnya di cermin, matanya terlihat bengkak sekali karena menangis semalam.


"Lupakan Rachel, pasti kamu dapat yang lebih baik. Apa kamu tak mau melihat Kak Arsyad bahagia?"gumam Rachel dalam hati.


Rachel keluar dari kamar mandi dan berjalan dengan sangat gugup. Bersama dengan itu, Lukman juga berjalan gugup ke arah kamar mandi.


"Bught....awww...sakit."Rachel bertabrakan dengan Lukman dan terjatuh.


"Eh....maaf mba aku tak melihat, soalnya saya buru-buru mau ke kamar mandi."ucap Lukman dan langsung meninggalkan Rachel begitu saja karena sudah tak tahan ingin buang air kecil.


"Maaf-maaf, sialan tuh cowok, udah nabrak aku gak nolongin lagi. Dasar cowok semuanya sama!" umpat Rachel dengan marahnya. Dia segera bangun dan langsung menuju ke pelaminan untuk memberi selamat pada Arsyad dan Mira.


"Kak Arsyad, Kak Mira....selamat ya, semoga bahagia selalu."Rachel memeluk Arsyad dan Mira secara bergantian. Arsyad melihat mata Rachel yang sembab langsung bertanya.


"Matamu kenapa Chel sembab gitu? berantem lagi sama Adam?"tanya Arsyad.


"Yah, gitu lah kak. udah jangan bahas lagi, Rachel sudah putus dengan Adam."jawabnya.


"Ya sudah jangan pacaran. Nih lihat kakak gak pernah pacaran aja nikah kok."ucap Arsyad menggoda Rachel.


"Tuh kan....kakak..."ucap Rachel manja sambil memeluk Arsyad.


Disaat bersamaan Lukman di belakang Rachel yang sedang di peluk Arsyad.


"Ehemmm...Syad ada istrinya main peluk cewek."Lukman berdehem dan berkata pada Arsyad .


"Eh...ini adik ku Lukman. kenalkan ini Rachel adik sepupuku, dia adiknya Rayhan."Arsyad mengenalkan Rachel pada Lukman.

__ADS_1


"Kamu!"seru Rachel dan Lukman bersamaan.


"Kalian kenal?"ucap Mira dan Arsyad bersamaan juga.


"Dia tuh yang buat baju Rachel kotor sama kaki Rachel sakit kak. Udah nabrak-nabrak main lari saja tidak menolong."ucap Rachel kesal."


"Maaf mba, bukannya tidak mau menolong. saya tadi benar-benar sudah tak tahan menahan ingin buang air kecil." jawab Lukman.


"Ah.....alasan. ya sudah kak Rachel gabung dengan yang lain dulu ya kak. ada orang nyebelin di sini." ucap Rachel kesal.


"Chel jangan seperti itu."ucap Mira.


"Ah....bodo amat kak."ucap Rachel sambil berlalu meninggalkan pelaminan.


"Maaf ya Luk, adik ku memang seperti itu."ucap Arsyad.


"Iya tidak apa-apa, dia lucu dia yang nabrak malah terjatuh sendiri. biarkan saja mungkin sedang kesal dia."jawab Rayhan.


"Iya memang, biasa anak muda kalau sedang bermasalah dengan cowok semua kena sembur."ucap Arsyad.


"Ya sudah Syad, Mira, aku pamit pulang dulu."


"Iya Lukman, hati-hati." jawab mereka berdua.


Lukman pamit pulang karena masih ada urusan di rumah.


"Mira, semoga kamu bahagia bersama sahabatku. Iya, mungkin kamu bukan jodohku. Tapi, aku yakin suatu saat nanti akan menemukan wanita yang lebih baik dari kamu untuku. Walaupun aku tau kamu wanita paling sempurna."gumam Lukman sambil berjalan ke arah pintu utama rumah Abah Fajri.


Flashback On (Naila POV)


Naila gadis manis yang dulu menjadi primadona di sekolahannya. Banyak cowok yang berlomba-lomba ingin memilikinya untuk di jadikan pacarnya. Hingga suatu saat, pada waktu acara MOS di sekolahannya dia melihat murid baru laki-laki yang membuatnya jatuh hati karena kebaikannya. Iya, laki-laki itu adalah Arsyad. Dia yang menolongnya saat Naila terserempet sepeda motor saat mau berangkat ke sekolah. Dan, ternyata mereka satu sekolahan.


"Kakak baik-baik saja."ucap Arsyad yang masih memakai seragam SMP menuju ke sekolahan.


"Oh iya dek, tidak apa-apa cuma lecet sedikit kok. nanti biar luka lecetnya kakak obati sendiri di Klinik sekolahan. kamu sekolah di SMA xxxx itu?"tanya Naila.


"Iya kak, saya duluan ya kak, saya baru pertama masuk nanti telat."ucap Arsyad sambil berlari mengejar Vino yang sudah ada di depannya.


"Eh...tunggu, name tag kamu!" seru Naila. Tapi, Arsyad tak mendengarnya.


"Arsyad Alfarizi. oh jadi namanya Arsyad? biarlah nanti aku cari dia. Toh aku kan jadi ketua MOS."ucap Naila dengan lirih.


Saat itu MOS di mulai, Naila mencari kelas Arsyad dan mengembalikan name tag Arsyad. Dan, dia menemukan kelas Arsyad.


"Hai, ini name tag mu. nanti tidak ada name tag nya di hukum lho."ucap Naila sambil mengembalikan Name tag Arsyad.


"Oh...iya kak terima kasih."ucap Arsyad dengan dingin.


Naila kembali lagi ke kelasnya, dan bergabung dengan teman-teman anggota OSIS lainnya.


Semakin lama, Naila benar-benar jatuh cinta pada Arsyad, dia sering mengirimkan surat untuk Arsyad namun sekalipun Arsyad tak membalasnya. Hingga suatu hari menjelang kelulusan Naila memberanikan diri untuk menemui Arsyad dan mengungkapkannya secara langsung. Dia membuat janji bertemu Arsyad di taman belakang sekolahnya.


Naila sudah menunggu Arsyad di sana. Arsyad menemui Nuala karena paksaan dari Vino. Vino merasa kasihan saja pada Naila yang tak putus asa mengejar cinta Arsyad.


"Hai kak, maaf menunggu lama."sapa Arsyad.


"Iya tidak apa-apa Syad."jawab Naila


"Ada apa kakak ingin menemuiku di sini?"tanya Arsyad.


"Syad, kenapa kamu tak membalas suratku?"


"Kak, maaf aku tak ingin menyakiti Kak Naila. Aku tidak ingin pacaran dulu kak."


"Syad apa kamu memiliki perasaan yang sama denganku?"


"Maaf kak, aku sama sekali tak memiliki rasa dengan kakak. aku hanya menganggap kakak ya kakak kelasku saja tidak lebih."


"Oh ..ya sudah Syad terima kasih untuk waktunya "


"Iya kak, Arsyad pamit dulu."


Arsyad meninggalkan Naila di taman sendirian. Naila begitu terpukul sekali rasa cintanya tak terbalaskan. Tapi, dia tetap optimis bahwa suatu saat nanti Arsyad akan menerima cintanya.


Flashback Off.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


♥️Happy Reading♥️


untuk bab selanjutnya ada visual Arsyad dan Mira ya jadi agak lama di review-nya. terima kasih...🙏

__ADS_1


__ADS_2