
Sore ini, Arsyad sudah selesai menata semua baju-bajunya yang akan di bawa ke Villa untuk beberapa hari ke depan. Almira juga sudah berdandan secantik mungkin untuk suaminya, dia sangat senang sekali akan berbulan madu di Villa milik Arsyad. Almira mengambil Jilbabnya di lemari dan memakainya. Namun, saat akan memakai jilbabnya Arsyad menghentikan nya.
"Sayang, jangan dipakai dulu jilbabnya, sebentar saja."pinta Arsyad.
"Kenapa tidak boleh dipakai dulu?"tanya Mira.
Arsyad mengambil sesuatu di laci lemari kecil, dia lupa belum sempat memberikan kalung yang dulu ia beli saat membeli cincin untuk melamar Mira.
"Duduklah di sini sayang."pinta Arsyad, dia menyuruh Istrinya duduk di depan meja riasnya.
"Mau apa sih mas?"tanya Mira semakin penasaran. Almira menuruti permintaan suaminya, dia duduk di depan cermin meja rias nya. Arsyad langsung memakaikan kalung di leher Mira.
"Mas, kamu beli ini untuk ku?"tanya Mira.
"Iya, ini untukmu, kamu suka?" tanya Arsyad.
"Suka sekali mas, cantik sekali kalungnya. terima kasih suami ku."Almira bangun dari duduknya, dan langsung memeluk suaminya. Dia bahagia memiliki suami seperti Arsyad. Almira mencium lembut bibir suaminya dan Arsyad membalasnya.
"Kamu tahu, ini kalung sudah lama aku beli sayang. Tapi, baru sempat aku kasih ke kamu."ucap Arsyad sambil melingkarkan tangannya di pinggang Mira, mereka saling menatap bahagia.
"Memang kapan kamu membeli ini mas?"tanya Mira.
"Waktu aku membeli cincin untuk melamarmu, aku sekalian membeli kalung ini untukmu."jawabnya.
"Kenapa sampai sekarang baru di berikan untuk ku?"tanya Mira lagi dengan nada manjanya yang membuat Arsyad gemas sekali melihatnya.
"Karena aku lupa, habis tiap hari aku selalu inginnya dekat denganmu, memeluk kamu, ya seperti itu lah jadi lupa memberikan kalung ini untuk mu sayang." ucap Arsyad sambil menarik hidung istrinya yang menggemaskan.
"Termasuk ritual malam kita setiap hari?"ucap Mira menggoda.
"Ya seperti itu, sudah jangan menggodaku, nanti saja kalau sudah di Villa puas-puas kan menggoda suamimu ini."ucap Arsyad.
"Itu pasti sayang, ayo kita berangkat, sudah hampir jam 3 tuh mas."ucap Almira.
"Sebentar lagi, kita menunggu waktu Ashar dulu, setelah sholat Ashar kita berangkat, oke."ujar Arsyad.
"Siap, suamiku."ucap Mira sambil memeluk suaminya.
"Mas, nanti mampir ke supermarket dulu ya, kita beli cemilan buat di bawa ke Villa."pinta Mira.
"Iya, nanti kita beli cemilan yang banyak, aku tahu kamu sedang doyan makan sekali."ucap Arsyad.
"Iya mas, aku juga lapar sekali, aku mau cari buah dulu di kulkas, kamu mau?"
"Ambilkan apel untuk ku sayang."pinta Arsyad.
"Baiklah, tunggu di sini."ucap Mira.
Almira keluar kamarnya, dia berjalan menuju dapur untuk mengambil apel untuk dirinya dan Arsyad. Saat mengambil apel dia melihat roti dan selai coklat, dia membuat roti selai coklat untuk dirinya.
"Kenapa aku jadi sering lapar gini ya? apa aku hamil? ahh semoga saja, nanti aku akan sekalian membeli alat tes kehamilan saat akan berangkat ke Villa."gumam Mira dalam hati.
Dia selesai membuat roti selai coklat, dia melanjutkan mengupas apel lalu mengirisnya.
Almira membawa dua piring kecil ke kamarnya, dia masuk ke kamar dan meletakan piring di mejanya. Arsyad sedang membaca buku dan duduk di sofa dekat jendela kamarnya.
"Sayang, bawa ke sini saja apelnya, kita makan di sini."pinta Arsyad. Almira menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa dekat jendela.
"Ini sayang apelnya."Mira memberikan piring kecil yang berisi potongan apel untuk suaminya.
"Kamu buat roti selai juga?"tanya Arsyad.
"Iya, habis lapar."ucap Mira sambil menyunggingkan senyum manisnya.
"Sayang, kamu hari ini sudah makan banyak sekali lho."ucap Arsyad.
"Aku tidak tahu mas, kenapa aku cepat sekali lapar."ucap Mira sambil menikmati roti selai buatannya sendiri.
"Mas, aku belum menstruasi lho, harusnya ini sudah tanggalnya."ucap Mira.
"Kita ke dokter ya sayang, setelah sholat Ashar."pinta Arsyad.
"Gak jadi ke Villa dong, aku mau ke sana sayang, periksanya nanti ya habis pulang dari sana." Almira memohon dengan manja.
"Nanti kita periksa dulu sebentar, habis itu kita ke langsung Ke Villa, Oke."tukas Arsyad.
"Iya deh, janji kan jadi liburan ke Villa?"tanya Mira dengan manja.
"Iya jadi, bukan liburan ya, kita bulan madu di sana."ucap Arsyad.
"Kalau aku hamil?"tanya Mira.
"Alhamdulillah sayang kalau kamu hamil."ucap Arsyad.
"Bukan itu, maksudnya kalau aku hamil kan tidak boleh melakukan itu mas."ucap Mira sambil tersenyum.
"Kita konsultasi dengan dokter, sudah jangan khawatir, aku juga tidak mau kalau sampai lama tidak seperti itu dengan mu. Yang penting kamu dan dedek bayi sehat sayang."ucap Arsyad.
"Ayo selesaikan makan rotimu, sudah Ashar kita sholat dulu."ajak Arsyad.
"Siap suami ku sayang."ucap Mira sambil berdiri mengemasi piring nya dan menaruhnya di atas meja.
Arsyad mengambil air wudhu terlebih dahulu, setelah itu Mira bergantian mengambil Air Wudhu. Mereka sholat Ashar bersama sebelum berangkat ke dokter kandungan.
Almira menata kembali mukenah nya setelah sholat, lalu memakai jilbab dan cadarnya. Tak lupa di memakai kaos kaki yang warnanya senada dengan bajunya. Arsyad memakai baju yang sudah di siapkan istrinya, di menata rambutnya agar terlihat rapih.
"Mas, dokter kandungannya perempuan kan? Aku tidak mau kalau sampai dokter kandungannya laki-laki."ucap Mira.
"Itu pasti sayang, aku juga tidak mau kamu di sentuh laki-laki lain. Aku sudah menghubungi Rayhan tadi, kebetulan Naura juga dokter kandungannya perempuan, dan tadi sudah di kirim alamatnya oleh Rayhan. Ray juga sudah mendaftarkannya, agar kita tidak lama mengantri."jelas Arsyad.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu mas."ucap Mira.
"Ya sudah, kamu sudah siap kan? sudah tak ada yang tertinggal, kalau sudah ayo kita berangkat. Kita bawa semua barang-barang yang akan di bawa ke Villa sekalian."
"Iya mas, ayo berangkat."Mira meraih kopernya. Tapi, Arsyad tidak memperbolehkan Almira membawa kopernya.
"Jangan di bawa itu berat, kamu bawa ini saja."ujar Arsyad.
"Iya sayang. Kamu belum tahu aku hamil atau tidak sudah over protektif gini."ucap Mira.
"Aku tidak mau saja kamu kenapa-napa sayang. sudah nurut aku ya cantik."
"Iya sayang."
Arsyad dan Almira keluar dari kamarnya, mereka pamit dengan Asisten rumah tangganya kalau mereka akan berbulan madu selama kurang lebih satu minggu. Arsyad menaruh barang-barangnya di bagasi. Arsyad membukakan pintu dan mempersilahkan istrinya masuk ke dalam mobil. Arsyad duduk di kursi kemudi dan menghidupkan mobilnya lalu melakukannya ke dokter kandungan yang tadi Rayhan Rekomendasikan.
Sesampainya di sana, Arsyad dan Almira masuk ke dalam dan mendaftarkan ulang, karena tadi Ray sudah mendaftarkan nya, dia mengkonfirmasi kembali dengan suster yang di depan.
"Selamat sore pak, ada yang bisa saya bantu."sapa Suster tersebut.
"Oh iya sus, tadi saya sudah mendaftar Atas Nama Arsyad Alfarizi untuk Istri saya Almira Nadya Sanusi."ucap Arsyad.
"Oh iya pak, sudah terdaftar, tinggal menunggu saja setelah pasien di dalam keluar nanti istri bapak langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Ini kartunya ya pak."jelas Suster dengan memberikan kartu pasien.
"Oh, iya sus terima kasih."ucap Arsyad.
Mira dari tadi gelisah menunggu pasien yang di dalam keluar.
"Kenapa? jangan gugup sayang?"ucap Arsyad.
"Aku takut, kalau aku tidak hamil kamu pasti kecewa."ucap Mira dengan sedih.
"Jangan seperti itu, kalau kamu tidak hamil, itu artinya kita harus lebih bersabar sayang. Jangan sedih ya, kamu pasti hamil sayang."ucap Arsyad menenangkan kegundahan istrinya.
Tak lama kemudian suster memanggil nama Almira untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
"Ayo masuk, aku akan temani kamu ke dalam."ajak Arsyad.
Almira dan Arsyad masuk ke dalam ruang pemeriksaan,mereka menemui seorang dokter yang bernama Iren.
"Selamat sore Ibu Mira dan suaminya."sapa dokter Iren.
"Selamat sore dok."jawab mereka.
"Ada keluhan apa ibu?"tanya dokter Iren.
"Emmm..saya sudah telat menstruasi dok, baru telat beberapa hari saja sih dok. Tapi, suami saya melihat pola makan saya bertambah jadi ingin memeriksakan kandungan saya dok."jelas Mira.
"Sudah mencoba Tes Urine?tanya dokter Iren.
"Belum dok."jawab Mira.
"Iya dok." Mira memasuki toilet yang ada di ruangan dokter. Setelah itu, Mira memberikan cawan yang berisi urine kepada Dokter Iren, Dokter Iren mencelupkan alat tes kehamilan pada cawan yang berisi urine Mira.Setelah kurang lebih dua menit Dokter Iren melihat hasilnya.
"Ibu Mira, Pak Arsyad, selamat Ibu Mira positif hamil. Ayo Bu Mira, saya periksa dulu." Dokter Iren menyuruh Mira merebahkan tubuhnya di bed pemeriksaan.
"Alhamdulillah Ya Allah."ucap Arsyad dan Almira, Arsyad mencium perut Mira, dia sangat bahagia sekali. Dokter Iren memeriksa kandungan Mira, dan melakukan USG untuk mengetahui berapa Minggu usia kandungan Mira.
"Alhamdulillah, janinnya kuat sekali, janinnya sehat, ibunya juga sehat, tekanan darahnya normal. Usia kandungan ibu Mira sudah menginjak 2 minggu. Masih sedikit rawan. Jangan terlalu lelah ya Bu, Tapi, semua nya sehat."jelas dokter.
"Alhamdulillah, dok saya mau bertanya, kalau di usia kehamilan istri saya yang sekarang ini, boleh atau tidak untuk melakukan hubungan suami istri."tanya Arsyad.
"Kandungan Ibu Mira kuat, tidak ada masalah. Tapi, tetap saja jangan terlalu sering melakukannya, karena janin usia dua minggu masih sedikit rawan. Boleh melakukannya, asal jangan terlalu keras."jelas dokter Iren.
"Terima kasih dok atas penjelasannya."ucap Arsyad.
"Iya pak Arsyad, apa kalian pengantin baru?"tanya Dokter Iren
"Iya dok, baru satu bulan ini kami menikah, dan rencana hari ini kami baru akan pergi berbulan madu."jawab Arsyad.
"Wah, bahagianya, tidak apa-apa pergilah berbulan madu, asal jangan buat istri bapak kelelahan, ya sekedar refreshing di daerah pegunungan, itu akan membuat mood istri anda membaik, karena wanita hamil sering sekali berubah moodnya setiap detik. Itu karena pengaruh hormonnya pak."jelas Dokter Iren.
"Iya dok, terima kasih atas sarannya."ucap Arsyad.
"Iya Pak Arsyad, ini saya kasih Vitamin untuk Ibu Mira, jangan lupa rutin diminum, dan saya tuliskan jadwal Ibu Mira untuk Check up selanjutnya."
"Iya dok, sekali lagi saya terima kasih. Kami pamit dok."
"Iya pak, sama-sama, semoga sehat selalu."
Almira dan Arsyad keluar dari ruang pemeriksaan, wajah mereka nampak bahagia sekali. Arsyad menggenggam tangan Mira dan berjalan menuju ke loket farmasi untuk menebus obat. Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Villa. Di dalam mobil sebelum berangkat Arsyad mengelus perut Mira dan menciumnya.
"Assalamualaikum anak Abah yang ada di perut Ummi, sehat selalu ya sayang, jangan nakal sama Ummi, Abah menunggu kehadiranmu sayang."ucap Arsyad dengan mencium perut Mira
"Wa'alaikumsalam Abah, dedek tidak nakal kok, dedek sayang Ummi, tunggu dedek keluar ya Abah."ucap Mira dengan menirukan suara anak kecil.
"Ayo berangkat Mas, aku sudah ingin menikmati suasana di Villa."ajak Mira.
"Iya sayang, tapi kita ke suatu tempat dulu ya, sambil menunggu Maghrib."ucap Arsyad.
"Oke, Tapi, beli jajan dulu. Dedek lapar Abah." pinta Mira dengan manja.
"Siap anak Abah."Arsyad mengelus perut Mira kembali. Arsyad melajukan mobilnya dengan hati-hati menuju supermarket terdekat. Setelah sampai mereka langsung masuk ke dalam supermarket dan membeli beberapa makanan ringan, roti, buah dan susu untuk hamil untuk Mira. Mira terlihat belanja makanan banyak sekali, seperti untuk stok sebulan lebih.
"Kamu yakin ingin membeli ini semua?"tanya Arsyad sambil menaruh kopi yang dia beli untuknya di dalam troli.
"Iya."jawab Mira singkat sambil memilih roti dan selai.
"Ya sudah ayo bawa ke kasir."ajak Arsyad.
__ADS_1
Arsyad membayar semua belanjaan Mira yang isinya hanya makanan dan buah-buahan.
"Aku baru lihat istriku seperti ini, dia sedang hamil tapi jago makan sekali. Syukurlah tidak ngidam yang muntah-muntah atau apalah, seperti Naura yang setiap pagi harus bergelut dengan mual dan mogok makan. Berikan istriku kesehatan hingga persalinan nanti Ya Allah."gumam Arsyad sambil memandang istrinya.
Setelah selesai melakukan pembayaran di kasir, mereka keluar dari supermarket, Arsyad menenteng banyak sekali kantong belanjaan, dia menaruhnya di jok mobil belakang. Arsyad melanjutkan perjalanannya ke sebuah tempat yang tadi sudah di bicarakan pada Istrinya. Tapi, Mira tidak tahu kalau Arsyad akan mengajaknya ke Masjid yang pertama kali mereka bertemu.
Mereka sudah sampai di sebuah masjid yang menjadi saksi pertemuan mereka pertama.
"Mas, ini yang mas bilang mau ke suatu tempat?"tanya Mira.
"Iya Sayang, ini tempat pertama kali kita bertemu sayang, tempat ini yang membuat kamu jatuh cinta dengan ku. Aku ingin sujud syukur di sini, karena tasbih dan Masjid ini, kita di persatukan dan sekarang ada anak kita di perutmu sayang."ucap Arsyad.
Mata Mira berkaca-kaca mendengar suaminya berkata seperti itu.
"Ehh..kok matanya berkaca-kaca?"tanya Arsyad yang melihat istrinya akan menangis.
"Allah mempertemukan kita dengan indah sekali Mas, aku menemukan tasbihmu di masjid ini. Dan, tidak ku sangka, kamu membalas perasaanku yang aku pendam sendiri, hanya doa yang aku panjatkan untuk memperoleh balasan cintamu Mas. Terima kasih mas, mau menerimaku apa adanya, dan mencintai ku hingga saat ini."ucap Mira dengan berderai air mata.
"Jangan menangis sayang, aku akan mendampingimu selamanya hingga maut memisahkan kita. Ayo kita ke turun lalu masuk ke dalam sambil menunggu waktu Maghrib tiba."ajak Arsyad.gdq
Mira masuk ke dalam masjid khusus shaf wanita, dan Arsyad pun masuk ke dalam masjid khusus shaf Pria. Sebelum mereka masuk ke dalam masjid, mereka berwudhu terlebih dahulu. Arsyad duduk di shaf terdepan dan berdzikir menunggu waktu Maghrib tiba. Seorang marbot masjid menyuruh Arsyad untuk Adzan karena sudah waktunya Maghrib. Arsyad mengumandangkan Adzan Maghrib, bahagia menyelimuti hati Almira, mendengar suara Adzan suaminya yang begitu merdu dan menyejukkan hati.
Seusai sholat Maghrib Almira keluar dari dalam masjid menuju teras Masjid, dia duduk menunggu Arsyad keluar dari dalam masjid. Tiba-tiba Arsyad duduk di samping istrinya yang membuat istrinya kaget dengan kehadirannya.
"Ayo, kita berangkat sekarang."ajak Arsyad.
"Ayo mas."ucap Mira.
Mereka masuk ke dalam mobil, dan Arsyad melajuka. mobilnya dengan hati-hati. Perjalanan menuju Villa memerlukan waktu kurang lebih 4 jam, dengan medan jalan yang berkelok dan berkabut, Arsyad sangat hati-hati sekali mengendarai mobilnya. Almira dari tadi sibuk mengunyah makanan yang dia beli di supermarket, dia sesekali menyuapi Arsyad makanan ringan agar tidak mengantuk. Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya mereka sampai di Villa. Arsyad memarkirkan mobilnya di depan Villa, mereka turun dari mobilnya, Pak Toni dan Bu Asih menyebut kedatangan mereka, Bu Asih juga sudah menyiapkan makan malam untuk mereka. Suasana dingin menyelimuti mereka. Arsyad membuka bagasi mobilnya dan menurunkan barang bawaannya juga belanjaan Mira, dia di bantu oleh Pak Toni.
"Ayo Pak Arsyad dan Bu Mira, silahkan masuk."Pak Toni dan Bu Asih mempersilahkan Arsyad dan Mira masuk kedalam Villa
"Silahkan pak, ini kamarnya, tadi sudah saya bersihkan dan saya ganti sprey nya. Bu Asih juga sudah memasak untuk makan malam."ucap Pak Toni
"Wah, terima kasih pak, Bu, maaf jadi merepotkan kalian."ucap Mira
"Tidak apa-apa Bu, ini sudah menjadi tugas Kami untuk menjaga dan merawat Villa Pak Rico yang ada di sini."ucap Pak Toni.
"Iya Bu Mira, ya sudah selamat menikmati bulan madunya, kami tinggal dulu, kalau ada perlu apa-apa panggil ibu saja, kami tinggal di sebelah sana."ucap Bu Asih.
"Iya Bu, terima kasih."ucap Mira.
Mira dan Arsyad masuk ke dalam kamarnya, mereka berganti pakaian terlebih dahulu, setelah itu mereka makan malam yang sudah di sediakan Bu Asih. Setelah makan malam mereka duduk di teras sambil menikmati kopi, Almira membuatkan kopi untuk suaminya dan untuk dirinya, dia membuat susu coklat khusus untuk ibu hamil.
Suasana begitu dingin, Almira sesekali mengusap tangannya karena di dingin. Arsyad yang melihat istrinya sudah merasa dingin, dia mengajak masuk ke dalam kamar.
"Ayo tidur saja, sudah dingin sekali, sudah malam juga."ajak Arsyad.
"Iya mas."Mira dan Arsyad masuk ke dalam Villa dan masuk ke dalam kamarnya.
Arsyad merebahkan tubuhnya di ranjang, begitu juga Almira. Mereka masuk ke dalam selimut yang tebal. Arsyad menghadap Almira dan melingkarkan tangannya di perut Almira.
"Tidurlah sayang, sudah malam sekali."ucap Arsyad.
"Kamu tidak ingin?"tanya Mira.
"Ingin apa?"tanya Arsyad.
"Ritual malam."ucap Mira sambil tersenyum menggoda suaminya.
"Jangan sekarang, besok saja, kasihan dedek bayinya, sudah malam masa mau di ganggu tidurnya sayang."ucap Arsyad.
"Kamu bisa saja mas."ucap Mira sambil mengelus pipi Suaminya
"Ayo, tidurlah aku akan memelukmu."
"Hmm..iya mas"
Almira tidur di pelukan Arsyad. Arsyad memandang istrinya yang sudah tertidur pulas. Dia mnemcium kening istrinya.
"Terima kasih Ya Allah, sudah memberikan kebahagiaan untuk kami, semoga kami selalu dalam lindungan Mu Ya Allah."gumam Arsyad dalam hati.
Arsyad memeluk istrinya, dia terlelap sambil memeluk istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
♥️happy reading♥️
__ADS_1