
Keesokan harinya di kediaman Arsyad, seusai sarapan Raffi, Rico, dan Arkan bersiap untuk mencari Najwa. Raffi ingin sekali tahu keadaan kakak perempuannya yang sudah satu minggu tidak ada kabar.
"Raffi, kamu jadi mau cari Najwa?" tanya Arsyad.
"Iya, bah," jawab Raffi.
Arsyad hanya terdiam saat Raffi menjawab iya. Dia ingin sekali ikut, tapi dia tahu, jika nanti bertemu Najwa, Najwa akan kecewa dan tidak mau menemuinya. Buktinya dia malah menemui Arkan bukan Raffi.
"Abah, ayo ikut," ajak Raffi.
"Maaf, abah akan ke kantor," jawab Arsyad.
"Ya sudah, Raffi hanya mengingatkan saja pada abah, jangan sampai abah menyesali kalau ada apa-apa dengan Kak Najwa. Aku berangkat dulu, Abah," pamit Raffi.
Rico menghela napasnya dengan berat melihat Arsyad yang seperti itu, seakan dia benci sekali dengan Najwa. Padahal seharusnya Dio juga bersalah, tapi hanya Najwa yang Arsyad salahkan.
"Syad, papah ikut Raffi," pamit Rico.
"Arkan juga mau ikut Kak Raffi, Bah," pamit Raffi juga.
"Hmm … kalian hati-hati," jawab Arsyad.
Raffi berangkat mencari Najwa. Raffi melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah. Arkan memberikan petunjuk pada Raffi di sepanjang jalan. Arkan juga mengingat-ingat siapa nama teman Najwa yang kemarin mengantar Najwa ke sekolahannya.
"Siapa namanya, Arkan?" tanya Rico.
"Bentar opa, Arkan sedang mengingat-ingat," jawab Arkan.
"Kak Najwa sepertinya kemarin memanggil dia itu Nur, opa. Apa opa dan Kak Raffi tahu?" tanya Arkan.
"Nur? Apa ada teman kakakmu yang bernama Nur, Raf?" tanya Rico.
"Sebentar, Kak Najwa jarang berteman sih, ya? Paling temannya Shifa, Rania, terus siapa lagi, aku tidak tahu. Kalau Nur, ah … Apa mungkin Nuri? Teman kuliah Kak Najwa dulu?" jawab Raffi sembari bertanya pada opanya.
"Nuri, yang sekarang buka butik di luar negeri? Dia kan desainer ternama di sana, Raf," jawab Rico.
"Betul itu Kak Raffi, Nuri namanya," imbuh Arkan.
__ADS_1
"Ya sudah kita ke rumah Nuri saja, aku masih ingat opa, karena dulu aku sering ke rumah Nuri mengantar Kak Najwa," ucap Raffi.
"Ya sudah, Kak, ayo cepat kita ke sana, mumpung masih pagi, semoga saja mereka belum berangkat. Meskipun nantinya Kak Najwa tidak mau pulang dan ikut temannya ke luar negeri, setidaknya kami semua tahu, Kak Najwa ke luar negeri bersama siapa," ujar Arkan.
"Betul, pintar sekali cucu opa ini," imbuh Rico.
"Opa baru tahu, kalau Arkan pintar, dari kecil Arkan sudah pintar opa," jawab Arkan.
"Pintar pacaran juga kamu," sahut Raffi.
"Kak Raffi, apa sih!" tukas Arkan.
"Kak Raffi, opa, apa Kak Najwa pergi karena Kak Dio? Kak Najwa pergi sampai di usir Abah apa karena Kak Dio selingkuh dengan Kak Najwa?" tanya Arkan yang membuat kedua pria di depan Arkan saling menatap.
"Kamu masih kecil, tidak perlu tahu," jawab Raffi.
"Tapi perlu tahu, Raf. Buat pelajaran Arkan. Dengarkan opa, Arkan. Ya, memang Kak Najwa dan Kak Dio saling mencintai, tapi, mereka adalah saudara satu susuan, bukan hanya saudara sepupu saja. Jadi, mau sebesar apapun cinta Kak Dio pada Kak Najwa, maupun sebaliknya, mereka tidak bisa menikah," jelas Rico.
"Jadi dulu ummi atau bunda yang menyusui mereka?" tanya Arkan.
Memang mereka menceritakan semua pada Arkan soal Almira dan Arsyil. Juga soal pernikahan abahnya dan bundanya. Dengan tujuan agar Arkan tahu soal silsilah keluarganya.
"Oh, jadi seperti itu? Lalu Kak Dio, kenapa tidak di usir abah? Malah Kak Najwa yang perempuan di suruh pergi, kan kasihan Kak Najwa," tanya Arkan.
"Mungkin abah punya alasan sendiri, Arkan. Ya, karena Kak Dio sudah menikah, dan itu urusan Kak Rani, mau abah usir Kak Dio, toh dia punya rumah sendiri, Abah tidak berhak dong usir Kak Dio dari rumahnya, biar Kak Rani yang memberikan pelajaran pada Kak Dio," jelas Rico.
"Jadi Arkan, kamu laki-laki, kamu harus bisa menghargai istri kamu nantinya, walaupun kamu tidak mencintainya, kamu tetap hargai istri kamu, dan berusaha mencintai istrimu, apalagi istrimu kelak adalah seorang istri yang baik sekali," ujar Raffi.
"Ih … Kak Raffi, aku masih kecil, malah ngomongin istri," ucap Arkan.
"Ya kan Kakak cuma memberitahukan saja, ini juga suatu pelajaran, Arkan," ujar Raffi.
"Tuh dengarkan Kak Raffi," sahut Rico.
"Kamu kapan menikahi Alina, Raf?" tanya Rico pada Raffi.
"Tenang opa, nanti kalau sudah tepat waktunya," jawab Raffi.
__ADS_1
"Oke, opa tunggu. Semoga Alina belum memiliki calon," ucap Rico.
"Sepertinya belum, sudah aku mau fokus mencari Kak Najwa," ucap Raffi.
Mereka sampai di depan rumah Nuri. Mereka di sambut oleh satpam yang menjaga rumah Nuri.
"Selamat pagi, pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya satpam itu.
"Apa benar ini kediaman Nona Nuri?" tanya Raffi.
"Iya, benar, tapi Non Nuri sudah berangkat ke luar negeri sejak kemarin sore," jawab satpam tersebut.
"Oh, sendirian atau dengan temannya?" tanya Rico.
"Bersama temannya, pak . Namanya Non Najwa. Mereka sudah berangkat ke Eropa sejak kemarin sore," jawab Satpam itu.
"Bapak tahu tidak mereka tinggal di kota apa?" tanya Rico.
"Wah … saya kurang tahu, Pak," jawabnya.
"Nuri pulangnya lagi kapan, pak?" tanya Raffi.
"Biasanya 6 bulan sekali atau satu tahun sekali. Tergantung paman dan opanya juga kalau pulang, dan pekerjaannya juga," jawabnya lagi.
"Oh, ya sudah, pak. Kami pamit dulu," ucap Rico.
Rico dan Raffi masuk ke dalam mobil lagi, Rico gagal menemui cucunya. Ada rasa sesal dalam hati Rico saat mengingat dia mengusir Najwa kemarin.
"Opa, Kakak, setidaknya kita tahu Kak Najwa baik-baik saja dan di mana. Sudah, doakan saja biar Kak Najwa mendapat kebahagiaan di sana. Semoga Kak Najwa selalu dilindungi Allah. Kita boleh khawatir, tapi Arkan tahu, Kak Nuri orangnya baik. Kalau Kak Najwa masih di sini, kasihan juga, hatinya semakin tersiksa, dan kasihan Kak Rani, karena Kak Dio dekat dengan Kak Najwa," tutur Arkan.
"Iya, betul kata-kata kamu, Arkan. Semoga kakak kamu selalu di lindungi Allah dan mendapat kebahagiaan di sana," jawab Rico.
"Semoga saja, Kak Najwa mendapatkan jodoh di sana, opa," imbuh Raffi.
Rico hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia masih sedikit khawatir dengan Najwa. Tapi, dia percaya Najwa akan baik-baik di sana.
"Maafkan opa, Najwa. Bahagia lah di negeri orang, nak. Opa akan selalu menunggumu pulang, opa sayang Najwa," gumam Rico sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
Raffi merasakan apa yang opanya rasakan saat ini. Raffi tahu, kalau kakaknya adalah cucu kesayangan opanya. Dari kecil Najwa memang di manja oleh Rico. Berbeda dengan cucu-cucu lainnya, yang hanya sekedar dekat dengan Rico.
"Tidak bisa di pungkiri, memang cucu pertama pasti cucu yang paling di sayang. Aku tahu, opa saat ini menyesal karena sudah mengusir Kak Najwa. Opa menyayangi Kak Najwa melebihi menyayangi anak-anaknya. Memang opa menyayangi kami semua cucu-cucunya, tapi memang ada rasa sayang yang spesial untuk Kak Najwa, dan kami semua tahu, tanpa rasa iri dengan perlakuan opa yang spesial untuk Kak Najwa," gumam Raffi.