
Hari ini pernikahan Shita dan Vino. Rumah Rico di sulap dengan dekorasi putih elegan, para tamu sudah mulai berdatangan. Shita sedang dirias oleh team MUA yang dulu merias Almira saat menikah. Memang MUA yang Shita pilih adalah MUA yang terkenal dan terbaik. Annisa dan Almira setia menemani Shita yang masih di rias.
Shita terlihat begitu sangat cantik, hingga Rachel yang baru datang terkagum melihatnya.
"Subhanallah cantik sekali kamu kak."puji Rachel.
"Baru tahu kalau aku cantik Chel?"tanya Shita.
"Iya kali ini saja si terlihat sangat cantik kak."jawab Rachel.
"Berarti kalau hari-hari biasanya gak cantik?"tanya Shita lagi sedikit kesal.
"Bukan gitu kakak ku yang cantik, tiap hari cantik kamu kak. Tapi, hari ini beda sekali kak. MUA dong di rias kakak-kakak team MUA ini kalau nanti Rachel menikah."ucap Rachel.
"Boleh-boleh, tinggal bilang saja sama kami, tanggal berapa."jawab seseora g team dari MUA.
"Mba, dia masih lama, calon aja belum punya."sahut Nisa.
"Ihhh,,, kamu ngejek ya Nis, mentang-mentang mau menikah bulan depan."ucap Rachel kesal.
"Memang seperti itu kan Chel."ucap Nisa lagi.
"Sudah kalian itu kalau bertemu pasti ada saja yang diributkan."sahut Mira.
"Tuh Nisa kak sama Kak Shita. Sudah ah Rachel keluar mau menerim telfon dari seseorang."Rachel keluar dari kamar Shita.
Rachel semakin dekat dengan Lukman sejak bertemu di butik Nisa kemarin, setelah pulang dari butik Nisa dia tak sengaja bertemu dengan Lukman lagi di toko Roti Favoritnya. Saat itu mereka saling bertukar nomor hp dan Lukman langsung mengajak Rachel menemui ibunya. Ibu Lukman sangat bahagia Rachel mengunjungi rumahnya, mereka langsung akrab seperti sudah lama kenal.
Lukman yang melihat ibunya bahagia dengan hadirnya Rachel, dia memberanikan diri untuk memulai hubungan serius dengan Rachel, bahkan Lukman sudah menemui Bayu dan Iva untuk membicarakan bahwa dia ingin segera melamar Rachel. Iya, 3 hari sebelum pernikahan Shita, Rachel sudah resmi dilamar oleh Lukman, Bau dan Iva memang sengaja tak memberitahu Rico dan Andini juga semua keluarganya. Karena mereka tahu, kalau mereka sedang di sibukkan oleh persiapan Shita yang mau menikah, jadi mereka tak mau merepotkan keluarga Rico.
Rachel sudah selesai menerima telfon dari Lukman, dia masuk kembali ke kamar Shita dan duduk di samping Shita yang sudah selesai di rias dan sudah memakai gaunnya. Shita terlihat sangat cantik dan anggun sekali.
"Bahagia banget kamu Chel."ucap Shita.
"Iya aku sedang bahagia Kak, maaf aku tak memberitahu kalian semua."ucap Rachel.
"Maksudnya?"tanya Shita.
"Ehhh...sebentar-sebentar, cincin dan gelang mu baru Chel?"tanya Shita lagi
"Ini yang mau aku jelaskan, sebenarnya kemarin aku sudah di kamar seseorang."jelas Rachel.
"Eh...kamu serius?"tanya Shita dan Nisa bersama.
"Iya, aku serius lah. Bulan depan aku akan menikah dengannya."ucap Rachel. Annisa dan Shita saling memandang, Rachel memang terlihat begitu berubah, dia biasanya cerewet dan berpakaian serba glamor, sekarang dia hanya memakai dress yang sederhana dan make up natural.
"Chel, kamu gak sakit kan?"tanya Shita.
"Kak, aku sehat, sakit bagaimana sih."jawab Rachel.
"Siapa calon suamimu?"tanya Nisa.
"Emmm.....Mas Lukman, teman Kak Arsyad."jawabnya dengan menundukan kepalanya.
"What ! Lukman?"tanya Shita.
"Emmm...i..iyaa kak Shita."jawab Rachel dengan malu, karena dia tahu Lukman dulu pernah melamar Mira namun di tolaknya.
"Lukmanul Hakim maksudmu Rachel?"tanya Mira.
"Iya kak, Mas Lukman yang dulu sempat melamar waktu Kak Mira di Kairo katanya, terus kakak menolaknya."jawab Rachel.
"Ini maksudnya bagaimana? Mas Lukman dulu melamar Kak Mira?"tanya Nisa.
"Iya, dulu waktu Kak Mira sedang melanjutkan S3 nya di Kairo, Lukman melamar kakak, tapi kakak menolaknya dengan baik. Karena, Kaka sudah jatuh hati dengan kakakmu Shita."ucap Mira yang setengah malu.
"Kakak jatuh hati dengan Kak Arsyad?"tanya Shita.
"Iya, sejak melihat kakakmu, Kak Mira sudah yakin kalau kakakmu akan menjadi imam untuk Kak Mira, entah kenapa Kak Mira merasa seperti itu, ya walaupun itu berlebihan. Tapi, Allah Maha Baik, Allah menjodohkan kami dengan cara yang indah. Saat kakak kamu terpuruk dengan rasa cinta yang rumit, dan saat itu aku terus merangkai sebait doa agar kakakmu membuka hati nya untuk wanita yang lain. Dan sekarang, aku berhasil membuat kakakmu mencintaiku Shita, walaupun kakak tahu masih ada sedikit sisa cinta untuk wanita yang pertama di hati kakakmu."jelas Mira
"Maksud kakak aku kan?"tanya Nisa.
"Siapa lagi Annisa kalau bukan kamu, tapi Kak Mira percaya, kalau Kak Arsyad sangat mencintai kakak. Kamu jangan seperti itu Nisa, senyum dong sayang. Maaf kak Mira bilang seperti itu. Kita satu keluarga Nisa, jangan sampai ada salah faham diantara kita semua. Bicara soal perasaan itu rumit, karena perasaan kadang berubah-rubah."jelas Mira.
Annisa tersenyum dan memeluk Almira, Rachel dan Shita pun ikut memeluknya.
"Aku juga tahu, mungkin Mas Lukman ada rasa dengan Kak Mira hingga sekarang. Tapi, aku yakin Kaka Lukman benar-benar mencintaiku kak."ucap Rachel.
"Kamu salah Chel, aku dan Lukman di jodohkan pakde ku, jadi kami dulu belum ada perasaan sama sekali."ucap Mira. Rachel percaya pada Mira, karena yang di katakan Mira sama dengan yang di katakan Lukman padanya.
Shita di panggil Andini untuk keluar,karena Vino dan Penghulu sudah datang. Shita keluar dari kamarnya dan di ikuti Nisa,Mira juga Rachel. Andini menggandeng putrinya dan Rico juga ikut menggandeng Shita. Shita diapit oleh kedua orangtuanya.
"Putri papah, cantik sekali, kamu akan menjadi seorang istri,nak. berbaktilah pada suamimu. Papah akan menyerahkan semua tanggung jawab papah pada lelaki pendampingmu nanti, nak. Jadilah istri yang Sholehah, nak. Papah sangat menyayangimu." Rico memeluk Shita dan meneteskan air matanya.
"Papah, papah jangan menangis, Shita akan menjadi istri yang baik untuk Kak Vino, dan selalu menjadi putri papah. Shita sayang papah."Shita memeluk erat papahnya. Semua yang melihat juga ikut menangis.
"Sini ibu ingin memelukmu, Shita putri ibu yang cantik, berbaktilah pada suamimu, nak. Ibu sangat menyayangimu."Andini memeluk Shita.
"Shita juga sayang ibu."Shita meneteskan air matanya lagi.
"Sudah jangan menangis, nanti matamu bengkak, nak. Ayo itu Vino sudah menunggumu." mereka kembali berjalan ke arah Vino dan penghulu yang sudah menunggu.
Shita duduk di sebelah Vino, dan Rico duduk di samping penghulu dan berhadapan dengan Vino. Rico menikahkan Vino dangan Shita. Ijab Qobul pun di ucapkan, Semua saksi yang menyaksikan berkata "SAH". Itu berarti Vino dan Shita resmi menjadi suami aku istri.
Vino memakaikan cincin kawin di jari manis Shita, dan mencium kening Shita. Begitu pula sebaliknya, Shita memakaikan cincin di jari manis Vino dan mencium tangan Vino.
__ADS_1
Rico dan Andini menangis bahagia, putri kesayangannya sudah menjadi seorang istri. Shita dan Vino bersungkem dengan Andini dan Rico. suasana haru dan bahagia menyelimuti mereka. Setelah itu Vino dan Shita menuju pelaminan, mereka duduk di pelaminan, para tamu undangan satu persatu memberi ucapan selamat padanya.
Arsyad dan Almira menuju pelaminan untuk mengucapkan selamat pada adiknya. Disusul Arsyil dan Nisa.
Arsyad memeluk adiknya dan mencium keningnya.
"Selamat adik ku sayang, kamu sudah menjadi seorang istri, jadilah istri yang taat pada suami ya. Vino, bimbing adik ku, sayangi dia seperti aku dan papah menyayanginya."ucap Arsyad.
"Itu pasti Kak Arsyad."ucap Vino
"Kak, Shita sayang kakak."Shita memeluk kakaknya.
"Kakak juga sangat menyayangimu Ta."Arsyad membalas pelukannya erat
"Selamat sayang, semoga bahagia."ucap Mira.
"Iya Kak Mira,terima kasih."
"Kak Shita, selamat ya, akhirnya jadi nyonya Vino juga. Semoga bahagia kak." Arsyil memeluk kakaknya.
"Terima kasih Syil."ucapnya
"Kak, selamat ya."Annisa memeluknya.
"Iya Nisa, terima kasih."
Semua mengucapkan selamat pada Shita dan Vino. Mereka terlihat bahagia sekali, semua tamu berkumpul di ruangan, mereka menikmati jamuan yang di suguhkan keluarga Rico. Lukman dan Rachel mendekati Arsyad dan Arsyil juga pasangan mereka yang sedang menikmati makanan, di susul dengan Naura dan Rayhan di belakang Lukman dan Rachel.
"Lukman, Rachel kalian berdua?"tanya Arsyad.
"Mereka akan menikah mas."ucap Mira.
"Benarkah?"tanya Arsyad.
"Benar, tiga hari sebelumnya, Lukman melamar adikku, dan bulan depan mereka akan menikah, mungkin dua Minggu lagi. "jawab Rayhan
"Ih....nyebelin kamu Chel, main cegat aku saja."sahut Arsyil.
"Yah,aku bagaimana lagi, Om Bayu maunya cepat-cepat Syil. Aku juga sudah ingin menikah dengannya, biar dia tidak marah-marah terus."ucap Lukman sambil bercanda.
"Apa aku suka marah-marah Mas?"tanya Rachel dengan senyum manisnya.
"Ya tau sendiri lah, kamu seperti apa."jawab Lukman.
"Sudah, berarti sudah tidak ada lagi jomblo diantara kita nih."ucap Rayhan meledek adiknya.
"Ih kakak." Rachel mencubit perut kakaknya.
"Naura, boleh aku memegang perutmu?"tanya Mira
"Senangnya, aku jadi ingin cepat-cepat hamil."ucap Mira yang membuat Arsyad tersenyum melihatnya.
"Sabar sayang, sebentar lagi juga ada, makanya nanti besok jadi kan kita berangkat ke Villa?"tanya Arsyad dengan menggoda istrinya
"Mau gak yah?"ledek Mira.
"Ya sudah kalau tak mau."jawab Arsyad setengah kecewa
"Iya, iya mau mas."
"Kalian yang menikah siapa yang mau honeymoon siapa."ucap Ray.
"Hus, diam Ray, kami kan belum sempat tuh Honeymoon, iya kan sayang?"tukas Arsayd
"Iya juga sih, sudah jangan bahas ini ah, ayo makan, aku lapar mas."ajak Mira.
"Kamu mau makan lagi? kan baru makan sayang."ucap Arsyad.
"Aku lapar lagi mas."ucapnya dengan nada lirih.
"Ya sudah yuk makan lagi."
"Sudah Syad, turuti saja,kali aja di perut Mira ada Arsyad junior."ujar Rayhan
"Benar juga kamu Ray, semoga saja ada Princess cantik di perutmu sayang."ucap Arsyad sambil mengelus perut Mira.
"Wah, sudah pingin anak perempuan nih sepertinya kamu Syad."ucap Lukman.
"Iya kak, buatkan aku keponakan yang cantik dan tampan."sahut Arsyil.
"Iya, itu pasti. Ini sudah ada Princess cantik di perut Almira "ucap Arsyad
"Aamiin, ayo makan aku lapar sekali."ajak Mira yang sudah merasa sangat lapar.
"Iya, ayo kita makan, biar rame-rame kan enak."ajak Arsyad pada lainnya.
Mereka makan bersama, menikmati jamuan di pernikahan Shita dan Vino. Arsyad melihat istrinya mengambil makanan banyak sekali.
"Kamu yakin mau makan segitu banyaknya sayang?"tanya Arsyad.
"Yakin, aku lapar sekali sayang."jawab Mira.
"Ya sudah ayo gabung ke sana."ajak Arsyad.
Arsyad dan Almira bergabung dengan yang lainnya, Almira terlihat lahap sekali makannya, Arsyad yang melihatnya sangat heran, tidak biasanya Almira makan selahap itu, Almira sudah selesai makannya, dia berdiri hendak mengambil buah di meja buah.
__ADS_1
"Mau ke mana sayang?"tanya Arsyad.
"Ambil buah, Kamu mau?"
"Biar aku saja yang mengambilkan, kamu duduk saja di sini."
"Baiklah, ambil yang banyak ya mas."pinta Mira.
"Iya nanti mas ambilkan yang banyak. Sudah duduklah jangan kemana-mana."ucap Arsyad.
"Iya sayang."
Arsyad mengambil buah di meja buah-buahan, dia semakin bingung istrinya meminta apa-apa serba banyak. Seperti masih lapar, padahal tadi makan sudah banyak sekali.
"Apa benar dia hamil?"tanah Arsyad dalam hatinya.
"Semoga saja Mira hamil. Aku sudah tak sabar ingin memiliki anak."gumam Arsyad dalam hati sambil mengambil buah.
Arsyad memberikan buah pada Mira dan menyuapinya.
"Bagaimana, ini sudah banyak kan?"tanya Arsyad. Almira hanya menganggukkan kepalanya saja sambil menikmati buah melon yang sangat manis.
Arsyad menyuapinya lagi.
"Enak sayang?"tanya Arsyad.
"Iya manis sekali seperti kamu."jawab Mira sambil menggoda suaminya.
"Jangan menggodaku, nanti malam saja kalau mau menggodaku sayang."ucap Arsyad.
"Sayang, ke villa nya nanti sore yuk."ajak Mira
"Yakin mau berangkat nanti sore?"tanya Arsyad.
"Iya."
"Ya sudah, habis ini kita mengemasi baju-baju kita dan langsung berangkat ya."
"oke."jawab Mira dengan bahagia.
Acara pernikahan Vino dan Shita berjalan dengan lancar, semua tamu dan keluarga berpamitan untuk pulang. Begitu pula Arsyad dan Mira, mereka pamit untuk pergi ke Villanya beberapa hari.
"Kakak, aku yang menikah, kakak yang honeymoon, curang ih..."ucap Shita.
"Ya, namanya baru sempat Ta."ucap Arsyad.
"Ya sudah kalian hati-hati, semoga pulang bawa berita bahagia,papah dan ibu sudah ingin menimang cucu. Kamu juga Vino, Shita, papah punya hadiah untukmu, Tiket pesawat ke Bali, berangkatlah besok. Kalian juga harus buatkan papah dan ibu cucu."ucap Rico.
"Papah, terima kasih."Shita memeluk papahnya bahagia.
"Makanya jangan iri kakak honeymoon ke villa kakak, tuh seneng kan dapat hadiah tiket pesawat ke Bali. Besok hati-hati ya, kakak tidak bisa mengantarmu ke bandara."ujar Arsyad
"Siap kak. Kaka juga hati-hati ya."ucap Shita.
"Wah, aku sendirian nih di rumah."ucap Arsyil.
"Kamu nemenin kami di rumah, nanti bulan depan juga kamu menikah."ucap Rico.
"Siap pah, aku akan menemani papah dan Ibu."ucap Arsyil.
"Ya sudah, kami pamit dulu ya, Assalamualaikum."ucap Arsyad dan Mira.
"Wa'alaikumsalam." jawab mereka "
Arsyad dan Almira pulang ke rumahnya, dia mengemasi baju-bajunya yang akan di bawa ke villa untuk berbulan madu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
♥️happy reading♥️
Thor kok lama up nya?
__ADS_1
Iya kemarin rada buntu otaknya, mau up takut ambyar jadinya.hehehhe....