THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 78


__ADS_3

Almira sudah merasa sangat lelah sekali dari tadi berdiri di pelaminan.


"Syad, aku lelah sekali."


"Ayo masuk ke kamar saja biar kamu istirahat dulu. Masih banyak tamu pastinya sampai sore Mira. Ayo aku antar kamu ke kamar."ajak Arsyad.


"Baiklah, ayo antar aku ke kamar."


Arsyad mengantar Mira ke kamar, dia menggandeng tangan Mira untuk menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


"Kak, mau ke kamar?" tanya Shita.


"Iya Ya, Kakak lelah sekali. Pegal sekali rasanya."jawab Mira.


"Padahal aku mau ambil foto kalian berdua, ehh Kak Mira nya udah lelah."


"Ya sudah yuk ke kamar saja, ambil foto di kamar kakak."


"Oke."


Shita mengikuti Arsyad dan Mira masuk ke kamar. Shita mengambil foto Mira dan Arsyad.


Arsyad terlihat memegang mahkota Mira, lalu Shita mengambil gambarnya.



"Kak bisa di buka cadarnya, tenang ini privasi kok kak, bukan untuk di publikasi"pinta Shita.


"Emmm...baiklah."ucap Mira


Shita mengambil foto Mira yang tidak bercadar, Arsyad mencium kening Mira dan memegang dagu Mira.



"Oke, bagus sekali hasilnya, kak. Lihatlah." Shita memperlihatkan hasil jepretannya.


"Jago ambil gambar juga kamu Ta."ucap Arsyad.


"Iya dong. Kak, foto sendirian dong Kak Mira di sebelah sana."pinta Shita


"Oke deh buat adik ku yang satu ini "ucap Mira


Shita mulai mengambil gambar Mira lagi, dan menunjukan hasilnya.



"Kak sebelah sana, Foto sama Kak Arsyad di depan jendela. Kak cium kening Kak Mira dong."


"Oke deh, Shita....Shita....ada-ada saja kamu Ta."ucap Arsyad.


Shita kembali mengambil gambar mereka berdua dan menunjukannya pada mereka.



"Ya sudah kak, terima kasih, Shita keluar dulu deh takut ganggu yang mau senang-senang."ucap Shita.


"Memang dari tadi kamu sudah mengganggu Kak Mira mau tidur Ta."ucap Arsyad.


"Hmm...ya sudah Shita keluar ya kak. Selamat bersenang- senang kakak ku."


Shita keluar dari kamar Arsyad dan Almira. Arsyad menutup pintu dan mengunci kamar Mira.


"Mira, kamu belum makan kan?"tanya Arsyad.


"Iya Syad, aku belum makan."jawab Mira.


"Mau makan? aku bawakan makanan kesini ya?"


"Boleh, tidak apa-apa kamu yang mengambilkan?"


"Tidak Mira, kamu tunggu di sini ya."ucap Arsyad sambil mencium kening Mira.


Almira duduk di tempat tidurnya sambil bersandar. Dia menunggu Arsyad mengambilkan makanan untuk dirinya


"Syad, ada hubungan apa kamu dengan Naila?' Almira masih bertanya-tanya dalam hatinya.


Arsyad belum juga kembali ke kamar Mira. Sambil menunggu Arsyad, Almira mengganti pakaian nya dulu. Dia mengambil baju berwarna Salem yang ada di lemari pakaiannya. Dia melepas jilbab dan cadarnya lalu dengan segera Almira ganti baju.

__ADS_1


Setelah selesai dia membiarkan tak menghapus make up nya. Dia memakai stelan jilbab sesuai baju yang ia kenakan.


Arsyad di luar mengambil makanan untuk Mira dan dirinya dalam satu piring. Dia menuju meja saji yang ada di belakang. Saat sedang mengambil makanan dia berpapasan dengan Bayu Pamannya.


"Syad, mana istrimu, kamu makan sendiri?"tanya Om Bayu.


"Ini ambil buat Mira sekalian Om. Om sudah makan?"jawab Arsyad.


"Sudah Syad, Mira di mana?"tanya Om Bayu


"Di kamarnya Om. katanya lelah sekali. Mau istirahat sebentar." jawab Arsyad.


"Oh...ini sudah lelah, nanti malam lebih lelah lagi pasti nya." ucap Bayu menggoda keponakan nya.


"Om bisa saja, Arsyad ke kamar dulu ya om."


"Iya sana, jangan langsung tancep Syad, nunggu sepi atau bulan madu lah di Villa kamu Syad."


"Itu pasti om, tenang saja. Udah Arsyad ke kamar dulu kasihan Mira lama menunggu."


Arsyad berjalan menuju kamarnya, Dia menaiki anak tangga satu-persatu.


"Kenapa Kak Naila bisa muncul lagi di hadapanku, gadis yang berambisi tinggi sekali untuk mendapatkan ku dulu. Sampai aku takut sekali kalau bertemu dengannya. Iya aku akui Kak Naila Cantik, dia primadona di sekolah dulu,banyak sekali laki-laki yang mengharapakan dia untuk jadi kekasihnya. gadis yang pintar selalu dapat peringkat 1 di sekolahnya. Tak ada yang mengalahkan kepintarannya. Tapi, tak sedikitpun aku memiliki rasa untuknya hingga tadi bertemu pun aku tak mengenalinya lagi,kalau tadi Vino tak menyapanya mungkin aku tak tau. Dan, yang membuat aku tak percaya lagi, dia adalah sahabat Mira sejak kecil. Ahhhh..sudahlah, kenapa aku memikirkan itu."ucap Arsyad dalam hati.


Arsyad sampai di depan kamar Mira, pintu kamarnya terkunci dari dalam, Arsyad mengetuk pintu kamar Mira dan Mira segera membukanya.


"Nah kok sudah ganti pakaian?"tanya Arsyad yang melihat Mira sudah berganti pakaian.


"Gerah sekali Syad pakai gaun itu."jawab Mira.


"Oh, ya sudah ayo makan dulu."Arsyad mengajak Mira duduk di sofa untuk makan siang.


"Kamu bawa satu saja untuk aku? kamu tidak makan?"tanya Mira.


"Kita makan berdua Mira. Buka mulutmu aku akan suapi kamu." Almira membuka mulutnya dan Arsyad menyuapinya. Begitupun Almira, dia bergantian menyuapi Arsyad suaminya.


Mereka sudah selesai makan bersama, Arsyad memberikan gelas berisi air putih pada Mira.


"Minum dulu Mira." Arsyad memberikan segelas air putih pada Mira


"Baiklah."


Arsyad meminum air putihnya dan setelah itu bergantian Mira yang minum, Mira minum di bekas bibir Arsyad pada gelasnya.


"Syad, sholat Dhuhur dulu yuk, nanti setelah itu kita menemui tamu lagi." Mira mengajak sholat Arsyad.


"Ya sudah, bersihkan make up kamu dulu Mira, apa mau aku bantu?"


"Aku akan bersihkan sendiri saja Syad, sana kamu ambil air wudhu dulu. Aku siapkan pakaianmu."


"Aku belum bawa pakaian ke sini Mira, bagaimana kamu mau menyiapkan pakaian untuk ku?"tanya Arsyad.


"Abah dan Ummi sudah menyiapkan semuanya Syad, kemarin juga sudah di cuci dan di setrika, sudah di lemari semua pakaianmu."jawab Mira.


"Oh, ya sudah aku ke kamar mandi dulu."


"Syad, handuknya. Mandi sekalian saja Syad." Mira mengambilkan handuk dan pakaian mandi untuk Arsyad.


"Oke. Kamu memang yang terbaik Mira." Arsyad mencium pipi Mira.


Arsyad segera masuk ke kamar mandi untuk mandi dan setelah itu mengambil air wudhu.


"Bagaimana aku tak jatuh cinta dengan Mira, dia sangat cantik, tutur katanya lembut sekali. Terima kasih Ya Allah, sudah memberikan aku pasangan hidup yang sangat sempurna sekali, aku tak peduli Almira sudah tak suci lagi. Aku ingin selalu menjaganya hingga akhir hidupku." lirih Arsyad sambil mengguyur badannya di bawah shower.


Almira sudah selesai membersihkan make up di wajahnya, dia menyiapkan baju untuk Arsyad. Baju untuk sholat dan baju untuk di pakai menemui tamu undangan lagi.


Arsyad keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju handuk yang melekat di tubuhnya.


"Syad ini baju kamu untuk sholat. Aku mandi dulu ya?"


"Iya Mira terima kasih, mandilah aku tunggu kamu untuk sholat bersama."


"Baiklah."


Mira masuk ke kamar mandi dan Arsyad memalukan baju untuk sholat. Setelah selesai Mandi Mira segera mengambil air wudhu. Mira sudah selesai, dia keluar dari kamar mandi sudah memakai baju yang tadi di bawanya sekalian ke kamar mandi.


"Sudah selesai Mira? ayo sholat dulu."

__ADS_1


"Iya Syad."


Mereka sholat dhuhur bersama, setelah selesai Mira mencium tangan Arsyad dan Arsyad mencium kening Almira.


"Syad, terima kasih untuk semuanya."


"Sama-sama istriku. Bolehkah aku memelukmu Mira?"


Mira hanya menganggukan kepalanya saja. Arsyad memeluk Almira dan mencium puncak kepala Mira.


"Syad."


"Iya Mira."


"Boleh aku bertanya?"


"Iya boleh."


Mira melepas pelukan Arsyad, dan dia bertanya tentang Naila.


"Syad apa kamu memiliki hubungan dengan Naila dahulu?" tanya Mira.


"Kak Naila sahabat kamu maksudnya?"Arsyad balik bertanya.


"Iya." jawabnya dengan menundukan kepalanya.


"Mira, dengarkan aku, aku akan bicara semuanya kepadamu tanpa aku tutup-tutupi lagi. Dan, aku harap kamu percaya padaku Mira."ucap Arsyad.


"Aku akan percaya padamu Syad, aku butuh penjelasan mu Syad."


"Baiklah aku akan jujur semuanya. Kak Naila adalah kakak kelas ku dulu. Dan, dia menyukaiku. Dia sering mengirim surat padaku. Tapi, satupun tak pernah aku membalasnya, sampai pada suatu hari dia mengutarakan langsung perasaannya dan aku menolaknya, karena aku benar-benar tak suka. Aku hanya menganggap dia kakak kelasku saja tidak lebih. Tadi saja jika Vino tak mengingatnya aku juga tidak ingat sama sekali Mira. Kamu tau kan aku jatuh cinta hanya pada dua orang, Pertama Annisa dan kedua Kamu Mira. Kamulah yang berhasil membuat hati ini penuh dengan cintamu. Kamu cinta sejati ku Mira. Jangan pernah bahas Naila lagi ya?" Arsyad menjelaskan dan mencium kening Mira lalu memeluknya kembali.


"Iya Syad, aku percaya dan aku tak akan tanya ini lagi. Terima kasih Syad kamu sudah menerimaku apa adanya. Aku yang sudah tak....."


"Jangan di teruskan Mira, aku sakit sekali jika mendengarnya. Tolong jangan bilang seperti itu lagi. Aku mencintaimu Mira, apapun keadaanmu sekarang." Arsyad semakin mengeratkan pelukannya pada Mira.


"Aku juga mencintaimu Syad "


Arsyad melepas pelukannya dan mengangkat wajah Mira lalu memandanginya dengan seksama. Arsyad mencium lembut bibir Mira. Pipi Mira seketika memerah, Arsyad melihatnya semakin gemas dan beralih mengecup pipi Mira.


"Mira, keluar yuk masih banyak tamu kan?"


"Ehmm...iya yuk."ucapnya dengan malu.


Arsyad berganti pakaiannya di kamar mandi, karena Mira juga ingin berganti pakaiannya.


"Syad kamu ganti di kamar mandi ya? aku juga mau ganti baju. Maaf aku belum siap kalau kita...."ucap Mira dengan malu.


"Iya Mira aku tau, ya sudah gantilah baju kamu Mira, aku juga akan ganti baju dulu."


"Iya Syad."


Setelah mereka sudah berganti bajunya mereka keluar dari kamar menemui para tamu undangan lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


♥️Happy reading♥️


Hai para readers ku tercinta, pasti pada penasaran kan kapan nih belah durennya? wkwkwkkw....tenang masih agak lama sih mungkin..hehehehe ..


Terima kasih ya yang sudah setia menunggu cerita author yang satu ini.


Salam hangat untuk kalian semua pembacaku tersayang......♥️♥️♥️♥️😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2