THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 96


__ADS_3

Almira terlihat sedang bercermin, dia duduk di depan meja riasnya, dia memoles wajahnya dengan make up tipis dan natural. Arsyad keluar dari kamar mandi dan memandang Almira sedang bersolek di depan cermin dari depan kamar mandi. Arsyad mendekati Almira dan memeluk dia dari belakang.


"Mau kemana pagi-pagi sudah cantik seperti ini?" Arsyad bertanya sambil mengecup pipi Almira.


"Ikut mas ke kantor Abah, mas ini ke kantor Abah dulu kan?"tanya Mira.


"Iya, kamu mau ikut?" Almira hanya menganggukkan kepalanya dan bersandar pada dada Arsyad yang masih berada di belakangnya.


"Oke, aku pakai baju dulu." ucap Arsyad sambil mengacak rambut Mira yang masih tergerai dan masih sedikit basah. Almira merapihkan lagu rambutnya yang tadi di acak-acak oleh Arsyad. Dia mengambil Jilbabnya dan memakainya. Saat akan memakai jilbabnya Arsyad menghentikannya.


"Jangan di pakai dulu, sebentar aku keringkan rambutmu dulu, rambutmu masih agama basah, nanti kepalamu bisa sakit, sayang."ucap Arsyad sambil mengancing lengan kemejanya.


"Duduklah di situ, aku akan mengeringkan rambutmu."Arsyad mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut Istrinya. Arsyad dengan telaten mengeringkan rambut istrinya, dan setelah kering dia merapihkan rambut Mira dengan sisir dan mengepang rambut panjang Mira.


"Kamu bisa mengepang rambut?"tanya Mira.


"Bisa, ini jadi kan, lihat rapih bukan?" Arsyad memperlihatkan rambut Mira yang sudah di kepangnya lewat kaca.


"Rapih sekali, kenapa kamu tidak menjadi Hairstylist saja mas."ucap Mira dengan menyunggingkan senyum manisnya.


"Kamu itu ada-ada saja, aku cuma bisa mengepang dan menguncir rambut saja, karena dulu aku sering menguncir atau mengepang rambut Shita."jelasnya.


"Kalau seperti ini rapih kan, jadi tidak pusing, waktu kamu pakai Ciput pun bisa di keluarin rambutnya. Jadi tidak terlihat seperti ada gundukan rambut. Sudah pakailah jilbabmu, setelah itu kita sarapan."ucap Arsyad.


"Suamiku, kamu memang yang terbaik, terima kasih sayang."Almira memeluk suaminya sebelum memakai jilbabnya.


"Iya sayang, sama-sama."Arsyad mengecup bibir Mira dengan lembut. Mira segera memakai jilbabnya dan mengambil cadarnya. Mereka keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan.

__ADS_1


Sejak Mira hamil, dia jarang sekali masak, jika sedang tidak ada mood untuk memasak dia menyerahkan semuanya pada Asisten Rumah Tangganya. Mira sudah menghabiskan sarapannya terlebih dahulu, dia ke kamar mengambil tas kerja suaminya dan mengambil tas miliknya. Dia masih setia menunggu suaminya menghabiskan sarapannya.


"Sudah selesai, ayo kita berangkat." ajak Mira. Arsyad mengiyakan istrinya, mereka berangkat ke kantor Abah, Mira sangat merindukan Abahnya, oleh karena itu, dia ikut ke kantor bersama suaminya.


Arsyil menemui orang tua Nisa di rumahnya, dia ingin membicarakan soal pernikahannya. Tante Dewi dan Om Rizal ingin sekali resepsi pernikahan mereka digelar di rumah mereka, sedangkan Arsyil dan Nisa menginginkan resepsi pernikahannya di rumah Arsyil sendiri. Tapi, Arsyil menuruti kata-kata orang tua Annisa, dia akhirnya mau unik melaksanakan resepsi pernikahannya di rumah orang tua Annisa.


Arsyil terlihat sedang mengobrol dengan Papah Rizal. Mereka membicarakan masalah perusahaanya.


"Syil, saat kamu sudah menikah dengan Nisa, papah ingin kamu memegang perusahaan papah, papah tau kamu juga memegang perusahaan papahmu, tapi papah minta kamu jalan kan perusahaan papah dan ajari Nisa juga. Siapa lagi kalau bukan kamu dan Nisa. Papah percayakan semua padamu Syil." Papah Rizal tiba-tiba berbicara seperti itu pada Arsyil.


"Inshaa Allah pah, Arsyil akan menjalankan tugas yang papah berikan." ucap Arsyil


"Baiklah, setelah kamu dan Nisa menikah nanti, papah akan memberitahukan mengenai perusahaan papah."jelas papah Rizal.


Mereka sudah lama mengobrol, Annisa keluar membawakan 4 cangkir berisi teh panas, dan Mamah Dewi membawa kue yang baru saja ia buat. Mereka mengobrol bersama sambil menikmati teh yang di buatkan oleh Annisa.


"Iya Syil, lalu butik ku bagaimana?"tanya Nisa.


"Ada managermu kan? nanti setiap sore aku suruh dia membawakan laporan dari butik kamu."


"Baiklah."ucap Nisa.


"Kamu juga, nak. Sudah kamu tidak usah bolak balik ke kantor, kan ada Ray dengan Arsyad. Kamu juga harus jaga kesehatan, Arsyil."ucap Papah Rizal.


"Iya, jangan diforsir untuk kerja terus, nanti kamu sakit pas mau menikah."sahut Mamah Dewi.


"Iya pah, mah, besok Arsyil sudah mulai di rumah kok. Arsyil pamit dulu ya Mah, Pah, masih ada yang harus Arsyil kerjakan di kantor."ucapnya.

__ADS_1


"Nis, aku balik ke kantor ya, jaga kesehatanmu, jangan keluar-keluar, ingat pesan ku."ucap Arsyil pada Nisa.


"Iya, iya... aku gak kemana-mana, Syil."ucapnya.


Arsyil pamit untuk kembali ke kantor lagi. Annisa memandang Arsyil yang akan kembali ke kantornya hingga sepeda motor Arsyil hilang dari pandangannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


♥️happy reading♥️


maaf up. nya sedikit, otaknya lagi gak sinkron nih, nanti lagi up nya...hehehe

__ADS_1


__ADS_2