
Bayu masuk ke kamarnya, dia melihat Iva istrinya sedang membersihkan muka di depan cermin.
"Sayang, ada Arsyad di depan."ucap Bayu sambil memandang istrinya yang masih sibuk di depan cermin.
"Arsyad ke sini?"tanya Iva dengan mengernyitkan dahinya.
"Iya, dia sedang galau, wanita yang di cintainya adalah kekasih Arsyil. Dia sepertinya pergi dari rumah. Dan, sepertnya Andini dan Rico tak tau dia ada di sini."jelas Bayu.
"Sayang, lebih baik kasih tau Andini dan Rico, biar mereka tidak khawatir. Sana telfon atau WA mereka."ucap Iva sambil mendekat ke arah Bayu.
Bayu mengiyakan Iva, dia segera memberitahu Andini dan Rico agar tidak khawatir memikirkan Arsyad.
Bayu menelfon Rico dan memberitahukan bahwa Arsyad ada di rumahnya dan akan menginap juga di rumahnya.
Bayu menjelaskan semua pada Rico dan Andini kenapa Arsyad pergi dari rumah. Dan, Bayu bilang besok Arsyad akan menemui Arsyil di bengkelnya.
"Sudah telfonnya?" Iva memeluk suaminya yang sudah selesai menelfon Rico.
"Iya sudah, ayo tidur sudah malam sayang."ajak Bayu.
"Iya yah. Yah kok Arsyad sama Arsyil sama ya seperti ayah dan Rico dulu, sama-sama mencintai satu wanita."ucap Iva.
"Yah seperti itu. Tadi aku sudah menjelaskan semua pada Arsyad supaya dia ikhlas menghadapi semuanya. Udah ayo tidur, sini kepelukan ayah." Bayu merentangkan kedua tangan. Dan, Iva langsung mendekat.
******
Di Rumah Rico.
Andini sudah merasa lega sekali sudah mendapat kabar di mana Arsyad sekarang. Rico memandangi Istrinya yang sudah tidak menangis lagi.
"Sudah lega kan? Papah kan bilang pasti besok Arsyad pulang. Dan, dia pasti baik-baik saja bu."ucap Rico sambil membelai kepala istrinya dan menyandarkan kepalanya di dada Rico.
"Iya pah, ibu khawatir saja dia pergi jauh dari rumah."ucap Andini.
"Tidak mungkin bu, papah tau bagaimana Arsyad. Ayo tidur, sana cuci muka dulu, itu mata ibu sembab sekali."ajak Rico.
"Iya pah." Andini pergi ke kamar mandi dan mencuci mukanya.
Rico merebahkan dirinya di tempat tidur, dia terlihat melamun menatap langit-langit kamar.
"Ya Allah, semoga masalah kedua putraku cepat selesai. Dan, mereka bisa menerima keadaanya masing-masing. Aku tau bagaimana perasaan mereka."ucap Rico dalam hati.
Andini keluar dari kamar mandi, dia mendekati suaminya yang sedang melamun.
"Pah belum tidur?"tanya Andini membuyarkan lamunan Rico.
"Belum, kan belum ada yang papah peluk. Jadi, belum bisa tidur."jawabnya sambil tersenyum ke arah istrinya.
"Bisa saja kamu" jawab Andini sambil mendekat pada Rico.
"Sini papah peluk. Jangan memkikirkan yang tidak-tidak. Putra kita pasti bisa menyelesaikan masalahnya bu. Mereka saling menyayangi satu sama lain bu."
"Iya pah ibu tau. "
Andini lega sekali karena Arsyad baik-baik saja . Tak menunggu waktu lama, Andini tertidur sangat pulas di pelukan Rico. Rico menatap wajah Andini yang sudah tertidur pulas di pelukannya dan mengecup keningnya.
"Kamu berhasil mendidik anak-anak kita sayang, mendidik mereka dengan kasih sayang sehingga mereka semua saling menyayangi satu sama lain, mengajari mereka untuk saling menghargai. Terima kasih Andini." Rico berkata dalam hati, dia mengeratkan kembali pelukannya pada Andini.
*******
Annisa masih belum bisa tidur. Dia masih memikirkan kata-kata Arsyil yang menyuruh dirinya untuk bersama Arsyad. Iya, sekarang dia berada di sebuah hotel di kota X bersama kedua orang tuanya. Mereka baru saja menghadiri pesta di salah satu rekan bisnis papahnya.
__ADS_1
Papah Rizal melihat putrinya yang masih saja gelisah dari tadi, dia segera menghampirinya dan duduk di sampingnya.
"Nisa, papah lihat kamu gelisah sekali, kamu ada masalah dengan Arsyil? tanya papahnya.
Nisa menundukan kepalanya, seketika tangis Nisa pecah.
"Lho, ditanya malah nangis."ucap papah Rizal.
"Pah, papah tau Pak Arsyad kan?"tanya Nisa.
"Iya tau. Ada apa dengan Arsyad?"tanyanya kembali.
"Pah, Arsyil dan Pak Arsyad kakak beradik. Mereka saudara kandung pah. Arsyil adiknya Pak Arsyad."jelas Nisa.
"Arsyil adik Arsyad? Kok bisa?" Papah Rizal bertanya dengan mengernyitkan dahinya.
"Iya tadi siang kita makan bersama pah. Pah, Arsyil tau kalau wanita yang di cintai kakaknya adalah aku pah. Arsyil tadinya mau mengalah menyuruh Nisa membalas cinta Pak Arsyad. Tapi, Nisa menolaknya. Annisa tidak mau pah, Annisa tidak menyukai Pak Arsyad." jawab Nisa.
"Nisa, mungkin Arsyil seperti itu karena dia merasa tak enak hati dengan Arsyad. Tapi, dalam hati Arsyil sangat menyayangi kamu Nisa. Papah tau itu. Mereka pasti tidak enak hati satu sama lain. Begitu pula Arsyad." jelas Papah Rizal.
"Iya pah Nisa juga faham bagaimana perasaan meraka. Nisa hanya takut Arsyil dan Pak Arsyad berseteru karena Nisa pah."ucapnya.
"Mereka tidak mungkin seperti itu. Papah tau Arsyad bagaimana nak. Walaupun, papah belum tau Arsyil bagaimana, papah percaya bahwa mereka akan menyelesaikan masalahnya dengan baik. Percayalah pada papah. Sudah sekarang kamu istirahat, besok pagi papah ajak jalan-jalan kamu." Pak Rizal mencoba menenangkan hati putrinya.
Annisa merasa lega karena dia sudah menceritakan masalahnya dengan papahnya. Nisa memang lebih dekat dengan papahnya, setiap ada masalah yang mengetahui pertama adalah papahnya. Nisa merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
"Sudah jangan di fikirkan lagi, sekarang tidurlah tuan putri papah yang cantik. Apa mau papah bacakan dongeng sebelum tidur?"ucap Papah Rizal meledek putrinya.
"Pah, Nisa udah gede masa dibacain dongeng." ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Udah gede kok masih nangis." Papah Rizal menghapus sisa air mata putrinya.
"Sudah tidurlah."ucapnya kembali sambil mencium kening putrinya.
"Nice dream. Semua akan baik-baik sayang,percayalah." Papah Rizal meyakinkan kembali perasaan Nisa.
Nisa menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Nisa memejamkan matanya dan tertidur.
******
Keesokan harinya, Arsyil sudah berada di bengkelnya. Namun, dia sangat gelisah sekali karena sampai siang belum ada kabar dari Arsyad. Papah dan ibunya sengaja tidak memberitahu kalau Arsyad dari semalam ada di rumah Rayhan. "Kak, kamu di mana? Maafkan Arsyil kak."ucap Arsyil dalam hati. Dia hanya duduk saja di ruangannya, dari tadi pagi tak membantu karyawannya mengerjakan sepeda motor.
*****
Sementara di caffe Shita juga sangat gelisah sama seperti Arsyil. Dia belu mengetahui di mana kakaknya berada. Karena, nomor telfon kakaknya tidak aktif dari semalam. Shita masih saja meneteskan air matanya kalau mengingat kejadian semalam.
"Kak Arsyad, kakak dimana? Kak jangan buat kami khawatir."ucapnya lirih.
Shita akhirnya menghubungi Vino untuk datang ke caffenya.
Tak lama kemudian Vino datang menemuinha di caffe.
"Ta, kenapa matamu sembab?"tanya Vino.
"Kak, Kak Arsyad dari semalam tidak pulang ke rumah."ucapnya.
"Arsyad pergi dari rumah? Ada masalah apa sebenarnya Ta?" Tanya Vino kembali
"Kak, Arsyil dan Kak Arsyad sama-sama mencintai satu wanita kak. Tenyata, wanita yang disukai Kak Arsyad adalah kekasih Arsyil. Mereka sudah mengetahuinya kak. Dan, semalam Kak Arsyad pergi dari rumah."jelas Shita.
"Aku yakin Arsyad akan mengerti keadaan ini Ta. Pasti dia akan kembali pulang, kakak yakin Ta. Sudah kamu jangan menangis lagi. Ayo kita makan siang dulu, kamu pasti belum makan kan?" Vino mencoba menenangkan Shita dan dia mengajak Shita untuk makan siang.
__ADS_1
"Iya kak Shita belum makan, Shita juga tidak sarapan tadi."jawabnya.
"Ya sudah ayo makan dulu, kamu ingin makan siang apa?"tanya Vino.
"Shita ingin makan soto lamongan kak."jawabnya.
"Ya sudah ayo keluar cari soto lamongan."ajak Vino.
Shita keluar dari caffenya bersama Vino untuk pergi makan siang.
*****
Arsyil masih saja termenung di dalam ruangannya. Dia di kagetkan kehadiran sosok seseorang yang sangat dia kenal di depannya.
"Kak Arsyad." Arsyil langsung beranjak bangun dari tempat duduknya dan memeluk kakaknya.
"Maafkan Arsyil kak, maafkan Arsyil." tangis Arsyil pecah di pelukan kakaknya.
"Syil, kakak juga minta maaf. Kakak bukannya marah semalam, kakak malu sama kamu, sudah mencintai kekasihmu. Maafkan kakak ya Syil." Arsyad meneteskan air matanya sambil memeluk adik yang dia sayangi.
"Iya kak, sama-sama. Arsyil juga minta maaf. Kakak tidak marah kan sama Arsyil."ucap Arsyil dalam isak tangisnya.
"Kakak tidak marah Syil. Sudah jangan menangis lagi. Kakak sudah pulang, kakak tidak akan pergi lagi dari rumah. Dan, kakak sudah ikhlas dengan perasaan kakak. Jangan tinggalkan Nisa. Dia sangat mencintaimu. Kakak titip Nisa pada kamu. Jujur kakak cinta sama dia, dia mungkin wanita yang pertama kakak cintai. Tapi, kakak sadar Syil Cinta tak bisa di paksakan. Kakak akan membuang rasa cinta ini. Kakak yakin suatu saat nanti kakak akan mendapatkan yang lebih baik dari Nisa untuk kakak. Maafkan kakak ya Syil. Kamu tidak marah kan kakak bicara seperti ini, kakak jujur pada kamu bagaimana perasaan kakak sama Nisa kekasihmu."jelas Arsyad.
"Kak, Arsyil tau bagaimana perasaan kakak, sudah kak jangan merasa tak enak hati pada Arsyil. Terima kasih kakak sudah jujur dengan Arsyil. Semoga kakak mendapat yang lebih baik dari Nisa. Kak, Arsyil sayang sekali sama kakak, jangan pergi dari rumah lagi ya kak."ucap Arsyil yang masih saja memeluk kakaknya.
"Iya kakak tidak akan pergi dari rumah lagi. Kakak juga sayang sama kamu, sayang sama Shita. Kalian adik-adik kakak dan hanya kalian yang kakak punya."jelas Arsyad.
"Iya kak. Kak ke caffe Kak Shita yuk, pasti dia lega kakak sudah bersama denganku."ajak Arsyil.
"Ya sudah yuk." Arsyad mengiyakan ajakan Arsyil.
"Pakai sepeda motor saja ya kak, kita boncengan. Sudah lama tak naik sepeda motor bareng."ajak Arsyil.
"Okeh yuk berangkat sekarang."
Mereka menuju caffe Shita bersama dengam mengendarai sepeda motor milik Arsyil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
♥Happy Reading♥
__ADS_1
Happy New Year para readerku tercintah......semoga di tahun 2020 akan lebih baik...yuk kita sama2 buka kalender baru kita.
Seomoga kalian tambah suka dengan ceritanya. masih pada penasaran kan, bagaimana nanti Arsyad. Wanita mana yang akan mendampinginya nanti. apakah Almira atau ada yang lain kah? kita tunggu di bab selanjutnya ya...heheheh...