THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 61


__ADS_3

♥Annisa♥


Sudah hampir pukul 5 sore aku masih di bengkel Arsyil. Aku memang merasa sangat nyaman sekali berada di bengkel Arsyil. Walaupun, di sini hanya menghabiskan waktu untuk membaca buku saja dan melihat Arsyil bekerja. Dia memang seorang pekerja keras dan sangat bertanggung jawab sekali. Jenuh sekali rasanya aku di ruangan Arsyil, aku keluar dari ruangan Arsyil, aku lihat Arsyil sedang sibuk bekerja. Aku langsung berjalan menuju ke belakang, aku melihat pintu yang menghubungkan bengkel dengan rumah sebelah yang sedang di bangun.


"Kok ada pintu menuju ke sebelah ya? Aku coba buka ah, penasaran." aku berkata lirih dalam hati.


Aku membuka pintu tersebut, ternyata memang terhubung dengan rumah sebelah, ada seseorang pekerja yang bertanya pada ku. Dan, itu membuatku kaget karena dia tau aku kekasih Arsyil.


"Eh...ada calon nya mas Arsyil. Sebentar lagi selesai mba rumah nya, masuk saja mba kalau mau melihat-lihat."ucap pekerja tersebut.


Aku hanya terdiam dan sama sekali tidak tau maksud pekerja itu berkata seperti itu. Dan, aku masuk kedalam ruamh teesebut, aku melihat-lihat setiap sudut ruangan di rumah ini. Rumah ini sangat luas, desain eksteriornya juga sangat bagus.


"Ini rumah siapa pak? Maksud bapak kok tadi berkata seperti itu?"tanya ku semakin penasaran.


"Ini kan rumah Mas Arsyil mba, katanya buat calon istrinya."ucapnya.


Aku hanya mengernyitkan dahiku, aku tak percaya ini adalah rumah Arsyil, apalagi ini rumah cukup besar.


"Untuk calon istrinya?siapa yang Arsyil maksud itu?"gumam ku dalam hati.


"Mba...mba...kok bengong saja."pekerja itu melambai-lambaikan tangan di depan mataku.


"Oh..iya pak, maksud bapak untuk calon istri Arsyil.?"tanya ku lagi.


"Iya, mba kan calon istrinya."jawab pekerja itu.


"Degh....aku? Arsyil menyiapkan semua ini untuk aku? Kenapa dia tidak bilang dengan ku." ucapku dalam hati.


"Ohh ya sudah pak saya kembali ke bengkel lagi."aku pamit kembali ke bengkel lagi.


Dan, saat aku masuk ke bengkel Arsyil melihat ku masuk dari pintu tersebut.

__ADS_1


"Annisa, kamu.....kamu....dari mana?"tanya nya gugup.


"Dari sebelah, ada yang kamu sembunyikan Syil?"jawabku seraya bertanya pada Arsyil dan mendekatinya.


"Emmm...menyembunyikan apa?" tanya Arsyil dengan gugup.


"Gak mau jujur? Ya sudah lah. Aku pamit pulang."jawabku dan berlalu meninggalkan Arsyil.


Aku berlalu meninggalkan Arsyil. Tapi, dia berhasil menarik tanganku hinnga aku berhenti di hadapannya.


"Itu rumah siapa? Semua pekerjanya tau kamu."tanyaku.


"Iya aku jelaskan, jangan marah dong. Maafkan aku Nisa aku sudah merahasiakan semua ini."ucap Arsyil.


"Kenapa kamu tidak bilang denganku?"tanya ku.


"Nisa, iya itu sebenarnya rumahku. Aku ingin saat kita menikah nanti tinggal di rumah itu. Membangun keluarga kecil kita Nisa. Kamu mau menua bersamaku Nisa? Karena, aku butuh kamu untuk menempati rumah itu."jawaban Arsyil membuat Annisa meneteskan air matanya.


"Kok malah nangis? Jawab dong mau tidak?"tanya Arsyil kembali sambil mengusap air mata Nisa.


"Sudah jangan menangis, maafkan aku merahasiakan semua ini. Jujur ini hanya kamu yang tahu dan semua pegawaiku juga sudah tau. Tapi, keluargaku semua belum tau."ucap Arsyil sambil membawaku dalam pelukannya.


"Syil."


"Iya Nisa."


"Terima kasih Syil, kamu sudah memepersiapkan semua untuk nanti."


"Itu pasti sayang, kamu mau kan menemani ku sampai tutup usia?" tanya Arsyil padaku.


"Iya, aku mau. Temani aku juga Syil hingga aku menutup mata." jawabku.

__ADS_1


"Iya Nisa."


Arsyil memeluku erat sekali, memenggelamkan wajahku di dadanya. Aku baru pernah memiliki seorang kekasih sebaik Arsyil, dia benar-benar serius dengan ku.


"Syil, aku pamit pulang dulu ya? Nanti malam aku tunggu kamu di rumah."


"Iya, nanti malam aku ke rumahmu, untuk menemui calon mertuaku." Jawab Arsyil sambil tersenyum dan mengecup keningku.


"Oke...aku pulang dulu ya, aku siap-siap dulu. Oh iya syil aku minta tolong pesankan taxi online ini pakai ponselku."aku memberikan ponselku pada Arsyil untuk memesan taxi online.


Dan, aku kembali masuk ke ruangan Arsyil untuk mengambil tasku dan menata kembali ruangan Arsyil serta menata buku-buku yang tadi aku baca. Setelah selesai aku keluar dari ruangan Arsyil dan menghampiri Arsyil.


"Sudah di pesankan?"tanyaku pada Arsyil.


"Sudah, ini ponselmu." Jawab Arsyil sambil memberikan ponselku.


"Terima kasih sayang."


"Sama-sama ayo tunggu di depan saja sebenatar lagi datang taxi nya." Arsyil mengajakku ke depan, dia menggandeng tanganku berjalan ke depan.


Tak lama kemudian taxi yang di pesan Arsyil datang, aku pamit kepada Arsyil dan masuk ke dalam taxi. Arsyil masih memandangiku hingga Taxi yang aku tumpangi hilang dari pandangannya.


"Aku tak menyangka Arsyil menyiapkan semua itu untukku. Baru kali ini aku diperlakukan seperti seorang ratu oleh kekasihku. Dia juga sangat menghargai perempuannya, walau kita sering berdua bersama tapi dia selalu menjagaku dan mengahrgaiku. itu yang membuat aku selalu nyaman bersamanya. Terima kasih Ya Allah sudah memberikan calon suami sebaik Arsyil." Ucapku dalam hati.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♥Happy Reading♥


__ADS_2