THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 51


__ADS_3

Hari ini Rayhan bersama Arsyad baru saja menjemput Naura di Bandara, Rayhan meminta Arsyad untuk menemani menjemput calon istrinya. Mereka memakai mobil Rayhan untuk menjemlut Maura.


Mereka sudah berada di dalam mobil untuk mengantar Naura ke rumhanya.


"Ray, kamu sudah makan siang?" tanya Naura.


"Belum Ra."jawab Rayhan.


"Kita makan siang di rumahku dulu ya, ibu sudah menyiapkan makan siang katanya."jelas Naura.


"Baiklah, kamu mau kan Syad ikut kami?"tanya Ray pada Arsyad.


"Gimana ya, aku hari ini ingin menemui Arsyil di bengkelnya Ray, ya pengen lihat keadaan bengkel dia sekarang, sudah lama aku tak kesana."jawab Arsyad.


"Ya sudah tidak apa-apa Syad, tapi pulang dari bengkel Arsyil aku di jemput lagi di rumah Naura."


"Iya lah,ini kan pakai mobilmu Ray, paling sebentar aku di sana. Kamu juga mau melepas rindu dengan Naura kan? aku takut mengganggu kalian." Ucap Arsyad sambil tersenyum meledek Rayhan.


"Ah kamu itu."


Mereka sudah sampai di rumah Naura, Arsyad dan Rayhan membantu menurunkan koper milik Naura.


"Syad kamu benar tidak mau masuk dulu?"tanya Naura.


"Tidak usah, nanti saja, setelah pulang dari bengkel Arsyil. aku ingin ke bengkel Arsyil Ra." jawabnya.


"Okey, salam buat Arsyil."


"Siap, salam juga buat ibu dan ayahmu. Aku pamit dulu ya Ra, Ray."


"Iya Syad hati-hati." Jawab mereka bersama.


Arsyad melajukan mobilnya menuju ke Bengkel Arsyil. Sebelum dia ke bengkel Arsyil, dia mampir membeli makanan dan cemilan dulu untuk di bawa ke bengkel Arsyil.


"Lama sekali aku tak mengunjungi bengkel Arsyil, dari kemarin dia sangat sibuk sekali, aku kagum dengan Arsyil, dari kecil dia sudah bisa mengembangkan usaha dan bakatnya. Sedangkan aku memiliki coffe shop dan mini market saja aku jarang sekali mengunjunginya, aku serahkan semua pada karyawanku."gumam Arsyad dalam hatinya.


Di Bengkel Arsyil


Arsyil terlihat sibuk dengan pekerjaannya, dia sangat serius sekali dan teliti dalam bekerja.


"Syil ini kopinya." Nisa membuatkan kopi untuk Arsyil.


"Taruh dimeja dulu Nis, aku cuci tangan dulu."jawab Arsyil


Nisa menaruh kopi untuk Arsyil, dia dari tadi sudah di bengkel Arsyi, mereka sudah lama tidak bertemu dak akhirnya Nisa memutuskan untuk menemui Arsyil di bengkelnya karena Arsyil sangat sibuk sekali dengan pekerjaanya.


Arsyil selesai mencuci tangannya, dia meminum kopi buatan Nisa.


"Nikmat juga kopi buatan mu sayang."ucap Arsyil.


"Baru tahu ya? Tapi, gak seenak buatan ibumu atau kakakmu"jawab Nisa.


"Tidak, sama sama enaknya."


"Oh iya Syil, iyu sebelah sedang di bangun rumah?"tanya Nisa yang melihat pekarang sebelah sedang di bangun sebuah rumah.


"Iya sudah 2 minggua sih."jawab Arsyil.


"Itu rumah masa depan kita Nisa, setelah kita menikah nanti aku akan mengajakmu tinggal disitu." Ucap Arsyil dalam hati.


"Oh....Syil kapan kerumah? papah sama mamah sudah nungguin kamu Syil." tanya Nisa.


"Minggu depan ya sayang, biar ini selesai dulu pekerjaannya." Jawab Arsyil.


"Baiklah, oh iya kamu mau makan siang apa? Mau aku belikan sesuatu?"tanya Nisa menawarkan makan siang untuk Arsyil.


"Apa ya, beli soto di kedai soto sebelah sana mungkin enak Nis. Yuk beli." jawab Arsyil.


"Biar aku yang keluar beli, kamu di sini saja, pekerjaanmu kan masih banyak. Aku keluar dulu ya?"pamit Nisa.

__ADS_1


"Oke, hati-hati sayang."


Arsyil melanjutkan pekerjaanya lagi. Sedangkan Annisa membeli makan siang untuk Arsyil dan dirinya.


Tak lama kemudian Arsyad sampai di bengkel Arsyil. Dia memarkirkan mobil milik Rayhan di depan bengkel Arsyil. Iya dia memakai mobil Rayhan karena Rayhan yang mengajaknya menjemput Naura di Bandara.


Arsyil yang melihat mobil Rayhan masuk ke halaman bengkelnya langsung menghampirinya. Dan, ternyata yang keluar dari mobil Rayhan adalah kakaknya, yaitu Arsyad.


"Kak Arsyad, kok pakai mobil Kak Ray?"tanya Arsyil.


"Iya, tadi Ray minta di antar aku menjemput Naura di Bandara."jawabnya.


"Kak Naura sudah pulang? Tumben juga kakak kesini ada apa kak?" Tanyanya lagi.


"Iya mereka kan bulan depan akan menikah Syil.Gak boleh kakak ke tempat usahamu? Ya sudah kakak pulang."


"Oh iya kak. Tuh kan, ayo masuk kak ada yang mau aku kenalkan juga." Arsyil mengajak Arsyad masuk ke dalam bengkel dan duduk di ruangan Arsyil.


"Siapa yang mau kamu kenalkan?" Tanya Arsyad.


"Seseorang kak, yang membuat kerjaku tambah semangat. Hehehe.."jawabnya.


"Pasti pacarmu, bengkelmu tambah rame Syil sepertinya?"


"Alhamdulillah kak, ayo kak duduk dulu di ruangan Arsyil sambil menunggu dia beli makan siang, kakak sudah makan? Aku belikan sekalian ya?"


"Boleh boleh kita makan siang bersama di sini, kamu beli makan apa Syil?"


"Dia sedang membeli soto di kedai sebelah sana kak, yang biasa kita makan itu lho kak. Aku sudah WA dia suruh beli satu porsi lagi."


"Oh iya, enak nih...siang-siang makan soto bareng calon adek ipar juga."ucap Arsyad sambil meledek Adiknya.


Arsyil dan Arsyad mengobrol di ruangan Arsyil sambil menunggu Nisa membeli soto.


******


Di kedai soto Annisa sedang mengantri membeli soto, dia memesan 3 porsi soto dan 3 porsi nasi serta kerupuk.


Tak lama kemudian pesanan Nisa sudah siap, dia membayar pesanannya di kasir setelah selesai membayar dia keluar dari kedai untuk mencari taxi.


Nisa sudah sampai di bengkel Arsyil, dia keluar dari taxi yang di tumpanginya dan membayar pada pengemudinya.


Nisa masuk ke dalam bengkel Arsyil, tapi dia langsung menata makanan nya di tempat makan yang ada di bengkel Arsyil. Selesai menata semuanya dia masuk ke dalam ruangan Arsyil.


Terlihat Arsyil sedang mengobrol dengan seorang laki-laki di dalam ruangannya.


"Syil, makanannya sudah aku tata di meja belakang, ayo makan dulu." Ucap Nisa.


Arsyad masih terdiam dengan membelakangi Nisa yang ada di depan pintu.


"Suara wanita itu sepertinya aku kenal." gumam Arsyad dalam hatinya.


"Oh iya sayang kenalkan ini kakak ku. Kak Arsy........"ucapan Arsyil terpotong saat Arsyad membalikan tubuhnya menghadap Nisa.


"Pak Arsyad."


"Annisa."


Mereka saling bertatap muka.


"Jadi kalian sudah kenal? Pak Arsyad? Kamu panggil kakak ku pak?" Arsyil merasa heran dan bertanya tanya pada mereka.


"Emmm...Syil, Pak Arsyad adalah dosenku."ucap Nisa dengan menundukkan kepalanya karena Arsyad masih menatapnya.


"Benarkah kak?"tanya Arsyil pada kakaknya.


"Kakak....?"Arsyil menepuk pundak Arsyad yang masih melamun dan menatap wajah Annisa.


"Emm...iya Syil dia, maksudku Annisa itu mahasiswa ku."jawab Arsyad dengan gugup.

__ADS_1


"Oh....ya sudah ayo kita makan, Nisa sudah ditata kan makanannya?" tanya Arsyil.


"Sudah Syil, ayo kita makan." Anisa berkata gugup sambil berjalan mendahului Arsyil dan Arsyad.


"Ya Allah, ternyata mereka kakak beradik, bagaimana kalau Arsyil tau dosen yang menyukaiku adalah kakaknya sendiri. Ya Allah bagaimana ini? Aku mencintai Arsyil, dan aku masih merasa tidak enak hati setelah kemarin berterusterang padanya kalau aku tak bisa menerima cintanya." Ucap Nisa dalam hati.


"Ya Allah, jadi ini yang di cintai Nisa, dia adik ku sendiri, kenapa harus seperti ini Ya Allah, kenapa harus Arsyil laki-laki yang Nisa cintai? Adik laki-laki ku yang sangat aku sayangi." Arsyad bergumam dalam hati.


Mereka sudah ada di ruang makan, dan sudah duduk menghadap makanannya masing-masing, terlihat Arsyad yang masih terdiam saja begitupula Annisa, dia juga hanya terdiam setelah mengetahui kalau kakak Arsyil adalah Arsyad.


"Kenapa mereka berdua? Seperti ada yang di sembunyikan dari mereka, apa Nisa adalah mahasiswa yang Kak Arsyad cintai, dan dulu Nisa bilang juga ada Seorang Dosen yang menyukainya bahkan menyatakan ingin memilikinya, apa itu Kak Arsyad?" Arsyil merasa ada yang berbeda dengan Kakaknya dan Annisa.


"Kakak, Nisa ayo makan, kenapa kalian diam saja?" Ucap Arsyil.


"Ohh iya Syil."ucap mereka bersama.


Mereka makan siang dengan rasa yang canggung, Arsyil semakin penasaran mengapa mereka seperti itu, seakan-akan ada yang di sembunyikan dari mereka.


Arsyil mencoba membuka pembicaraan di tengah-tengah heningnya makan siang kali ini.


"Kak, kapan Kak Ray menikah?" Tanya Arsyil.


"Kemungkinan bulan depan."jawabnya.


"Terus kakak?" Tanyanya lagi.


"Kamu itu Syil, kakak belum punya pacar, kamu mau memcarikan?" Jawab Arsyad sambil meninju lengam Arsyil.


"Tidak ingin berjuang lagi untuk mendapatkan cinta mahasiswanya kakak?"


"Ah...kamu, sudah kakak sudah tak mengharapkannya, dia sangat mencintai kekasihnya Syil." Ucap Arsyad.


Annisa semakin merasa tidak enak hati dengam keadaan yang sekarang di hadapinya, dia di hadapkan dua orang yang sangat mencintainya dan mereka kakak beradik yang saling menyayangi.


"Ya sudah tunggu saja Kak Mira."


"Syil, kamu seperti Shita saja selalu begitu."


Arsyad mencoba tenang menghadapi keadaan yang ada di depannya.


"Maafkan kakak Syil, kakak mencintai kekasihmu, kakak akan mencoba ikhlas Syil walau sakit sekali rasanya.


Arsyad pamit dengan Nisa dan Arsyil untuk kembali ke rumah naura menjemput Rayhan.


"Syil, Nisa kakak pulang dulu, mau jemput Ray di rumah Naura."pamit Arsyad.


"Iya kak hati-hati."jawab Arsyil.


"Hati-hati Pak Arsyad."jawab Nisa.


"Jangan panggil aku Pak lagi, aku akan jadi kakak iparmu Nisa. kakak pulang dulu ya Syil,Nisa. Asslamualaikum" ucap Arsyad.


"Wa'alaikumsalam." jawab mereka bersama.


Arsyad melajukan mobilnya menuju rumah Naura dengan perasaan yang tak menentu.


"Ya Allah, bila cintaku terlarang kepada Nisa mengapa Kau bangun megah perasaan di dalam relung sukmaku Ya Allah.."ucap Arsyad lirih sambil mengendarai mobilnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♥happy reading♥


__ADS_2