
Arsyad dan Mira sudah selesai Sholat Isya. Mereka keluar dari kamarnya karena sudah di tunggu Abah dan Ummi untuk makan malam.
Mereka menuruni anak tangga satu persatu.
Abah dan Ummi sudah terlihat menunggu mereka di meja makan.
"Kalian lama sekali, Abah sudah nunggu lama ini, ayo makan malam bersama dulu."ucap Abah menggoda Mira dan Arsyad.
"Abah seperti tidak tau pengantin baru saja sih."sahut Ummi.
"Ih....Abah, Ummi tadi kan Mira sama Arsyad sholat Isya dulu, makanya lama Abah, ummi." ujar Mira yang sambil menarik kursi di meja makan.
Almira mengambil piring yang berada di depan Arsyad dan mengambilkan nadi untuk Arsyad.
"Syad, cukup atau mau lagi nasinya?"tanya Mira.
"Sudah segitu saja Mira. Terima kasih."jawabnya.
"Iya Syad sama-sama. Mau lauk apa?"
"Coba capcay nya Mir sama ayam goreng."
"Oke."
Abah dan Ummi memandangi anak dan menantunya yang terlihat bahagia sekali.
"Syad, makan yang banyak, nanti malam biar kuat."ujar Abah. Arsyad tersenyum malu mendengar perkataan Abah.
"Abah bisa saja."jawab Arsyad.
"Abah itu bikin menantu ummi malu saja, tuh lihat mukanya Arsyad memerah seperti itu. Mira juga."ucap Ummi.
"Yah, kan pengantin baru pasti seperti itu Ummi. Ummi seperti tidak pernah pengantin baru saja ah..."
"Abah, Ummi, sudahlah kita makan dulu nanti baru lanjut ngobrolnya."ucap Mira sambil mengambil lauk untuk dirinya.
Mereka makan malam bersama, suasana keluarga Abah jadi bertambah hangat dengan kehadiran Arsyad sebagai menantunya.
Setelah selesai mereka meninggalkan meja makan, banyak asisten rumah tangga di rumah abah, jadi ummi atau Mira tidak membereskan meja makannya.
Mira berjalan menuju taman samping rumahnya, dia mendudukan dirinya di bangku taman. Arsyad ikut duduk di samping Mira.
"Syad, tadi sore Ibu mau bicara apa, katanya suruh kamu yang menjelaskan?"tanya Mira.
"Oh...itu, dulu Papah mempunyai dua istri, dan ibu adalah istri kedua papah."jelas Arsyad.
"Ibu istri kedua?"tanya Almira setengah tidak percaya.
"Iya istri pertama papah lama tidak memiliki keturunan, namanya Adinda. Mamah Dinda menyuruh papah menikah lagi dengan Ibu. Sebenarnya ibu hanya untuk rahim pengganti Mamah. Tapi, mamah memaksa agar ibu tidak pergi meninggalkan Papah dan Aku. Dan saat aku baru berusia 3 bulan Mamah Dinda meninggal dunia. Begitulah ceritanya Mira, kamu tau kenapa sebelum Ijab Qobul aku meminta syarat kepadamu seperti itu? Karena aku tak mau Mira, jika ada sesuatu dalam rumah tangga kita kamu menyuruhku menikah lagi. Aku tidak mau Mira. Jadi aku mohon pada mu sekali lagi, apapun yang terjadi nanti dengan rumah tangga kita, tetaplah bersamaku, jangan datangkan wanita lain di dalam kehidupan kita Mira." Arsyad menceritakan semuanya dan memohon pada Mira sekali lagi.
"Syad, wanita mana yang mau di madu. Aku juga tidak mau Syad, walaupun jaminan Surga kalau benar-benar ikhlas berbagi suami. Bukankan pintu Surga banyak? bukan hanya untuk seseorang yang merelakan dan mengikhlaskan Suaminya untuk berpoligami saja kan Syad? Kita manusia biasa Syad, bukan Nabi ataupun Istri Nabi. Istri Nabi yang lain juga sering merasa cemburu pada istri-istri Nabi lainnya. Apalagi aku Syad, aku hanya wanita biasa yang hatinya tak setegar para Istri Nabi." jelas Almira yang membuat Arsyad tersenyum bahagia.
"Kamu memang yang terbaik sayang." ucap Arsyad sambil menyentuh pipi Mira dan membelainya.
"Tadi kamu panggil apa?"tanya Mira sambil memberikan senyum manisnya pada Arsyad.
"Sayang, ada yang salah aku memanggil istriku sayang?"
"Tidak, aku mau kamu memanggilnya bukan hanya sekarang saja Mas."ucap Mira
__ADS_1
"Iya sayang, selamanya. Eh...coba ulangi lagi tadi kamu manggil aku apa?"tanya Arsyad menggoda.
"Mas, Mas Arsyad. lucu ya?"tanya Mira dengan tertawa.
"Emmm....boleh. Tapi, aku kan lebih muda 4 tahun darimu sayang? hehehe." Arsyad menggoda Istrinya. Iya memang Arsyad lebih muda 4 tahun dari Mira.
"Kedudukan suami itu lebih tinggi dari pada Istri sayang. Tak masalah bagiku memanggil kamu dengan sebutan mas. Bukankah Nabi Muhamad SAW istri pertamanya lebih tua 15 tahun? Khadijah berusia 40 tahun dan Nabi Muhammad SAW usianya 25 tahun. Tapi, Khadijah tetap menghormati Suaminya walaupun suaminya lebih muda 15 tahun darinya. Apalagi kamu sayang, kita hanya beda 4 tahun saja."jelas Mira.
"Kamu selalu membuat aku bangga sayang. Aku mencintaimu Mira."ucap Arsyad dan mencium kening Mira.
"Aku juga sangat mencintaimu Suamiku." sahut Mira.
"Sejak kapan kamu mencintaiku sayang?"tanya Arsyad.
"Sejak pertama bertemu denganmu mas."jawab Mira.
"Di masjid itu? waktu mengembalikan tasbih ku?" tanya Arsyad lagi.
"Iya benar sekali. Ahhh....aku jadi malu." Mira membenamkan wajahnya di dada Arsyad.
"Kenapa malu? Apa yang membuatmu jatuh hati pada ku?"tanya Arsyad.
"Ya malu saja harus bicara seperti ini. Saat itu yang ada di pikiranku kamu adalah sosok pria yang setia, jika sudah mencintai sesuatu pasti tak akan mengganti dengan yang lain, walaupun banyak yang lebih bagus dari pada sesuatu yang kamu miliki. Contohnya tasbih kamu, bukankah ada yang lebih bagus dari tasbih milikmu mas. Tapi, kamu sampai mencari lagi tasbih itu. Dari situlah aku menjatuhkan hati kepadamu mas. Ah....udah aku malu." jelas Mira.
"Sama suami sendiri kok malu sih, jadi karena tasbih kamu jatuh hati denganku?"tanya Arsyad.
"Iya sayang, kalau kamu, sejak kapan kamu mencintaiku mas?"tanya Mira.
"Sejak membaca novel mu, aku jadi penasaran denganmu, dan rasa cintaku semakin dalam saat aku yakin kamu yang selalu hadir dalam setiap mimpiku. Entah kenapa, setiap aku berdoa meminta wanita yang pantas untuk ku. Kamu yang selalu hadir dalam mimpiku. Kamu wanita terpilih dari Allah untuk ku sayang. Terima kasih karena sudah mau hidup dengan laki-laki yang tak sempurna seperti aku."jelas Arsyad.
"Mas, kamu lebih dari kata sempurna untuk ku sayang. Kita sama-sama saling menyempurnakan ya." ucap Mira
"Iya sayang. Kamu sudah ngantuk?"tanya Arsyad.
"Ayo ke kamar kita istirahat, mau aku gendong?"
"Gak usah mas. Ayo ke kamar."ajak Mira.
Arsyad menggandeng tangan Mira berjalan masuk menuju kamar. Mira mengunci pintu yang menuju ke arah taman.
"Lho kalian dari mana?"tanya Ummi.
"Dari taman Mi."jawab Mira.
"Ummi kira sudah di kamar dari tadi."
"Mira sama Arsyad dari sehabis makan di taman Ummi. ini baru mau masuk kamar."jawab Mira.
"Ya sudah kalian istirahatlah. Jangan lupa cepat kasih Ummi cucu biar Ummi dan Abah tak kesepian sayang."
"Do'akan saja ya Ummi semoga kami cepat memberi Ummi dan Abah cucu yang Sholeh dan Sholehah."ucap Arsyad.
"Aamiin....ya sudah kalian istirahat dulu sana."
"Iya ummi."ucap Arsyad dan Mira
Arsyad dan Mira masuk ke dalam kamarnya. Arsyad masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu. Arsyad keluar dari kamar mandi, terlihat Mira sudah berganti pakaian untuk tidur, dia memakai dress panjang motif bunga dengan lengan 3/4. Mira menguncir rambut panjangnya dengan ikat rambut berwarna pink senada dengan dress untuk tidurnya.
"Sayang, ambil air wudhu dulu sana kita sholat 2 rakaat dulu sebelum tidur." Arsyad memerintahkan Istrinya untuk mengambil air Wudhu.
__ADS_1
"Iya mas."jawab Mira.
Mira membersihkan diri dan mengambil air wudhu, setelah itu dia keluar dan langsung memakai mukenah untuk melakukan sholat Sunnah 2 rakaat bersama Arsyad. Setelah mereka selesai sholat, Almira mencium tangan Arsyad lalu Arsyad membaca Do'a dan meniupkan di ubun-ubun Mira lalu mencium kening Mira.
Arsyad menata baju yang tadi ia kenakan untuk sholat dan menggantungnya di rak baju. Mira sudah berada di tempat tidurnya, dia bingung dan canggung untuk merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
"Ayo tidur sayang, sudah malam."perintah Arsyad.
"Ehmmm...iya Mas."jawabnya.
Almira merebahkan tubuhnya di samping Arsyad. Dia menghadap suaminya dan tersenyum.
"Manis sekali senyumannya, apa harus sekarang?"gumam Arsyad
"Sini sayang mendekat, aku ingin memelukmu."
"Iya mas."
Arsyad memeluk Mira, Dia mengangkat wajah Mira dan mencium bibir Mira. Nafas Mira semakin memburu, begitupun Arsyad. Jari jemari Arsyad menyentuh setiap inci tubuh Mira, Mira merasakan sentuhan lembut dan dia mulai terbuai dengan sentuhan lembut Arsyad. Arsyad sudah sangat ingin sekali melakukannya. Dia sudah menindih tubuh istrinya.
"Enggak...! Lepaskan..!" seru Mira yang membuat Arsyad tersentak.
"Sayang, kamu kenapa?"tanya Arsyad bingung, seketika Hasrat Arsyad terpendam lagi.
"Jangan sentuh aku." ucap Mira dengan terisak.
Arsyad merengkuh tubuh Mira dan menenangkan Istrinya.
"Maafkan aku sayang, Maaf....Aku tahu kamu masih trauma dengan kejadian dulu. Maafkan aku sayang."ucap Arsyad sambil memeluk Mira dan menciumnya.
"Maafkan aku Mas, aku takut, kejadian itu membayangiku lagi. Maafkan aku, aku belum bisa, beri aku waktu mas."jelas Mira dengan suara seraknya.
"Iya sayang aku mengerti, maafkan aku juga yang terlalu memburu. Ayo tidurlah, aku akan menyentuhmu jika kamu sudah siap sayang."ucap Arsyad.
"Sekali lagi maafkan aku Mas. Tolong aku mas, bantu aku menyembuhkan luka ini."pinta Mira.
"Itu pasti istriku sayang, sudah jangan menangis lagi, tersenyumlah, dan tidurlah dalam pelukanku. Love You Almira."ucap Arsyad
"Love You Too Arsyad." Almira tidur dengan di peluk Arsyad. Dia menenggelamkan wajahnya di dada Arsyad. Tak menunggu lama Almira sudah tidur di pelukan Arsyad.
"Maafkan aku Mira, aku terlalu memburu. Aku pasti akan menyembuhkan lukamu sayang, aku janji. Aku sangat mencintaimu Mira."gumam Arsyad dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
♥️happy reading♥️