THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 41


__ADS_3

♥Arsyil♥


"Alhamdulillah selesai semuanya, besok tinggal di serahkan sama konsumen saja."gumamku sambil menata pekerjaanku dan melihat hasil kerja team kami.


Aku merasa sangat puas kali ini, semua karyawanku kerjanya sangat rapih dan teliti sekali, tak sia sia aku memiliki team yang handal.


"Mas Wahyu, nanti adakan brifing sebentar setelah kalian semua membereskan pekerjaan, semua karyawan di suruh kumpul ada yang mau aku sampaikan"ucap ku pada mas Wahyu yang sedang sibuk menata pekerjaannya.


"Oke mas."jawabnya.


Aku keruanganku menemui Annisa yang sedang membaca buku.


"Syil, sudah selesai?"tanya Nisa.


"Sudah,sudah clear semuanya,nanti aku mau adain brifing sebentar sama karyawan, aku mandi dulu sebentar ya, kamu sudah sholat isya?"


"Iya sana mandi, sudah lah masa belum."


"Ya sudah aku mandi dulu."


"Sayang, mau cari makan malam apa? Mau cari keluar atau online saja?"


"Oh ya aku lupa belum cari makanan, dilivery aja lah, terserah kamu, pokoknya untuk semua karyawan, kita pesen dessert sekalian sayang."


"Okey"


Aku ke belakang untuk mandi dan setelah itu aku sholat isya berjamaah dengan semua karyawanku.


Selesai sholat aku keruanganku menanyakan Annisa sudah memesan makanan apa belum.


"Sudah dipesan sayang?"aku mendekati Nisa dan memeluknya dari belakang.


"Sudah sayang..ihhh ini peluk peluk. Bahagianya kamu, ada apa ini?"tanya Nisa sambil membelai kepalaku yang sedang bersandar di bahunya.


"Love you sayang."aku berbisik di telinga Nisa dan mengecup pipinya.


"Love you too Arsyil sayang, ini kamu bahagian sekali ada apa? Coba cerita."


"Aku bahagia memiliki wanita seperti mu sayang."aku membelai wajah Nisa.


"Ihhh gombalnya keluar."


"Sayang, malam ini pekerjaanku sudah goals semua, dan tau tidak aku senang sekali memiliki karyawan seperti mereka, kerja mereka sangat baik,rapih dan teliti sekali. Aku ingin memberi hadiah pada mereka. Ya sebagai rasa terima kasih aku sayang, tanpa mereka aku tak bisa apa apa."jelasku pada Annisa.


"Bos yang baik sekali kamu sayang, aku makin sayang sama kamu."ucap Nisa dengan menatap mataku dan membelai pipiku.


"Lalu kamu mau ngasih hadiah apa pada mereka?"lanjut Nisa.


"Yah, dengan menambah upah mereka dan libur lah buat mereka istirahat, 3 atau 4 hari, mereka kan dari kemarin lembur terus, kasian jadi hilang waktu dengan keluarga. Kalau aku beri dia libur 3 atau 4 hari mereka bisa istirahat dan mungkin mengajak liburan sama keluarga sayang."jelasku.


"Emmm...baiknya bos ku ini." Nisa mengecup pipiku.


"Kamu bisa saja, Nis papah mamahmu kapan pulang?"


"2 minggu lagi katanya, ada apa Syil?"


"Aku ingin melamarmu."


"Kamu bicara apa, kita belum selesai kuliah sayang."ucap Nisa sambil membelai pipiku.


"Apa salahnya melamar mu dulu, kan kita menikah setelah lulus kuliah."jelasku.


"Iya iya....kita bicarakan nanti sayang, ayo keluar pesanannya sebentar lagi datang."


"Okey."


Aku dan Nisa keluar dari ruanganku, tak lama kemudian pesanan makanan kami datang, aku membayar pesananku pada kurir dan Nisa menata makanannya.


Kami makan malam bersama, setelah makan malam, aku melakukan brifing dengan semua karyawanku.


"Seperti yang tadi mas Wahyu katakan, saya minta waktu sebentar untuk menyampaikan beberapa hal penting pada kalian, terimakasih atas kerja samanya beberapa hari ini, saya sudah menyita banyak waktu kalian untuk lembur, besok saya akan membagikan hasil kerja kalian, dan hari kamis kalian semua bisa libur, entah mau berlibur dengan keluarga atau yang belum berkeluarga seperti saya ya dengan pacar atau teman temannya. Bagaimana menurut kalian?"jelas ku.


"Mas Arsyil, saya pribadi dan mewakili rekan rekan semua, saya ucapkan terima kasih, karena sudah memberikan kami yang terbaik."ucap mas Wahyu.

__ADS_1


"Oh ya, libur dari hari kamis sampai minggu, kita buka lagi hari senin."jelasku


"Apa tidak kelamaan mas?"ucap salah satu karyawan Arsyil.


"Biar kalian istirahat dulu, satu minggu lebih lho kita pulang malam."ucap ku.


"Iya bro...kita bisa istirahatkan badan kita dulu, iya kan mas Wahyu."ucap Doni.


"Iya Don, juga bisa ngajakin anak ku jalan jalan. Makasih mas Arsyil." ucap Wahyu.


"Iya sama sama, saya juga terima kasih banyak untuk kerja sama nya. Ayo kita kemas kemas untuk pulang. Mas Wahyu, kunci seperti biasa di bawa mas Wahyu, aku mau mengantat Nisa pulang soalnya."


"Oke mas."


Aku kembali ke ruanganku, mengemasi pekerjaanku dan menata lagi ruanganku biar rapih.


"Sayang, sudah selesai beres beresnya.?"


"Sudah, ayo pulang, oh ya sayang kita hari sabtu ini jadi touring, tadi aku sudah menghubungi teman temanku. Kamu jadi ikut kan?"


"Jadi sayang, beli cemilan yang banyak ya?"


"Siap komandan..! Ayo pulang sudah malam."ajak ku pada Nisa.


"Ayo."


Aku mengantarkan Nisa pulang ke rumahnya. Semakin hari aku semakin sayang sekali dengan Nisa, dia benar benar gadis yang kesepian saat dirumah. Anak semata wayang namun tidak bisa bermanja dengan orang tuanya. Mereka begitu sibuk dengan bisnisnya.


"Nisa, aku janji jika kamu adalah jodohku, aku akan bahagiakan kamu hingga akhir nafasku. Aku tak akan membiarkanmu kesepian seperti yang saat ini kamu rasakan."gumam ku dalam hati.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


(Dirumah Almira)


Almira sedang sibuk menata buku buku nya dalam rak buku di kamarnya. Kamar Almira terbilang sangat luas sekali karena seperempat ruangannya di pakai untuk perpustakaan mini. Dia memang seorang penulis, walau karyanya belum banyak, namun sudah banyak yang menyukai karya karya nya. Beberapa novelnya menjadi best seller.


"Alhamdulillah sudah selesai semua. Sudah aku bersihkan semua nya, nanti aku tinggal ke Kairo biar tidak menyusahkan mba nani yang membersihkannya." lirihnya dalam hati.


"Mira....."panggil ummi.


"Iya ummi, ada apa?"jawab Mira yang sedang sibuk menata buku di kamarnya.


"Ini kamu minta di buatkan puding kesukaanmu kenapa belum kamu makan nak?"ucap Ummi Rahma sambil mendekati putri kesayangannya dan duduk di kursi yang ada di kamar Mira.


"Mira sedang menata dan membersihkan buku buku Mira ummi, kan mau Mira tinggal ke Kairo Mi, nanti biar mba Nani gak terlalu berat bersih bersihnya."


"Kamu mau ke Kairo lagi?"


"Iya Ummi, tidak lama kok, paling 6 bulan saja, Mira sebenarnya ikut beasiswa S3 Mi di Kairo, dan Alhamdulillah di terima."


"Nak, kamu sekolah dan karir terus yang di fikirkan, apa kamu tidak ingin menikah?"


"Ummi, wanita mana yang tak ingin menikah, semua wanita ingin menikah Ummi, Mira juga,tapi belum saat nya."


"Belum saatnya bagaimana? Usiamu mau 30 tahun lho Mir."


"Ummi, tolonglah jangan bahas ini." ucap Mira sambil memohon.


"Ummi sama Abah udah tua Mira, kamu seharusnya sudah menikah, memiliki suami yang bisa juga melanjutkan perusahaan Abah".jelas Ummi.


"Doakan Mira Ummi, supaya Mira mendapat jodoh yang baik."


"Iya sayang, ayo keluar Abah mau bicara sama kamu."


Almira keluar dari kamar nya, dia berjalan di belakang Ummi nya.


Abah Fajri sudah menunggu putri kesayangannya di ruang keluarga.


"Abah" panggil Almira sambil duduk di depan Abahnya.


"Mira, kamu sedang sibuk?"


"Tidak Bah, Mira habis menata buku buku Mira."

__ADS_1


"Kamu masih menulis?"


"Masih Bah. Tapi untuk sementar ini Mira mau fokus dengan S3 Mira."


"Kamu mau melanjutkan kuliahmu lagi?"


"Iya abah, Mira di terima beasiswa S3 di Kairo, dan minggu depan Mira berangkat kesana."jelas Mira.


"Mira sayang, bukannya Abah tidak memperbolehkan kamu melanjutkan pendidikanmu nak, Abah ingin kamu menikah nak."ucap Abah.


"Abah sama Ummi kenapa ingin sekali aku menikah? Mira belum punya calon Abah."


"Nak, usiamu sudah hampir 30tahun, menikahlah nak. Ada teman dekat Abah yang ingin menjodohkan anaknya, Abah ingin mengenalkan pada kamu."


"Abah, izinkan Mira mengambil S3 dulu Bah, nanti boleh Abah menjodohkan Mira dengan pilihan Abah dan Ummi, karena pilihan Abah dan Ummi adalah pilihan yang di Ridhoi Allah. Tapi Mira minta dengan Abah dan Ummi, kali ini Mira ingin melanjutkan study Mira Bah, Ridhoi Mira Abah...Ummi..."pinta Mira.


"Kalau itu yang kamu mau, Abah dan Ummi bisa apa, iya kan Mi..?"


"Iya, kamu kalau urusan pendidikan dan karir no 1 tidak bisa di ganggu gugat."ucap Ummi Rahma.


"Jadi,bolehkan Mira ke Kairo melanjutkan Study Mira disana Abah...Ummi...?"


"Iya, Abah merestuinya."


"Ummi juga, apa yang terbaik untuk kamu nak Abah dan Ummi hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu."jelas Ummi Rahma.


"Terima kasih Abah...Ummi....oh ya mana puding Mira Ummi?"


"Sebentar Ummi ambilkan."


"Baiklah..."


Setiap hari senin dan kamis Ummi Rahma selalu membuatkan puding untuk Mira, dia tak pernah melupakan puasa di hari senin dan kamis.


"Ini sayang pudingnya." Ummi Rahma memberikan puding pada putri kesayangannya.


"Terima kasih Ummi, wah....pasti enak sekali ini. Mira cicipi ya Mi.. Bismillahirrahmanirrahim...hmmm enak sekali Ummi, Abah sama Ummi mau? Mira suapi ya..?" Mira menyuapi Abah dan Ummi nya secara bergantian.


Suasana di rumah Mira sangat hangat, walau hanya bertiga dirumah yang sangat sangat besar sekali tapi mereka sangat harmonis sekali.


Setelah selesai berkumpul di ruang keluarga, Mira kembali ke kamarnya. Dia menata tempat tidurnya dan duduk bersandar di tempat tidurnya.


"Oh iya tasku dimana ya?"lirih Mira sambil mencari tasnya.


Dia meraih tasnya yang ada di meja kerjanya dan membuka tasnya.


"Tasbih ini, bagaimana cara mengembalikannya. Apa aku harus ke masjid yang tadi siang aku Sholat Dhuhur disana? Iya besok aku akan kesana di waktu Dhuhur. Sebelum aku berangkat ke Kairo." Lirihnya dalam hati.


Mira menaruh tasbih milik Arsyad di dalam tasnya lagi. Lalu dia berniat ke masjid yang tadi siang dia sholat dhuhur disana.


Mira merebahkan tubuhnya dan dia bersiap untuk tidur.


.


.


.


.


.


.


.


♥happy reading♥


maaf untuk kedepan nya jika update agak lama ya.


terima kasih yang sudah setia membaca carita Author yang abal abal ini.heheheh....


jangan lupa like dan komentarnya ya?

__ADS_1


__ADS_2