
Andini menangis sambil mengejar putra sulungnya yang pergi dari rumah. Dia tersungkur di halaman rumah karena tidak bisa menahan putranya pergi dari rumah.
"Arsyad...! Jangan pergi nak, semua bisa terselesaikan baik-baik." ucapnya sambil terisak.
Rico, Arsyil dan Shita berlari ke arah Andini yang masih menangis.
"Ibu, kakak besok pasti pulang ayo bu masuk. Maafkan Arsyil ini semua salah Arsyil bu."ucap Arsyil sambil memeluk ibunya.
Andini bangun dibantu oleh Arsyil. Mereka masuk ke dalam rumah dan berkumpul di ruang tengah.
"Syil, papah harap kalian bisa dewasa untuk menyelesaikan masalah ini. Papah tidak membelamu atau kakakmu, papah minta kalian selesaikan sendiri, papah tau bagaimana perasaanmu dan kakakmu, papah juga pernah mengalaminya dulu, saat Bayu mencintai Andini sebelum mereka tahu kalau mereka kakak beradik."jelas Papah Rico.
"Aku pasti akan selesaikan secara baik-baik dengan kakak, papah dan ibu jangan khawatir, aku tahu kakak hanya merasa tidak enak dengan Arsyil pah, bu. Ibu, sudah jangan menangis, kakak pasti besok pulang kok bu."ucap Arsyil sambil menggenggam tangan ibunya.
"Ayo bu, kita ke kamar, sudah bu jangan menangis, papah tau Arsyad seperti apa, benar kata Arsyil. Mungkin, Arsyad hanya merasa tidak enak hati dengan Arsyil. Percaya pada papah bu." Rico mencoba menenangkan istrinya, dia membawa Andini dalam dekapannya.
"Pah, Arsyad kemana dia?" tangis Andini pecah lagi didekapan Rico.
"Sudah jangan khawatir, Arsyad akan baik-baik saja bu, ayo ibu istirahat dulu." Rico kembali menenangkan istrinya. Andini mengikuti kata-kata Rico, dia masuk ke kamar dipapah oleh Rico.
Shita dan Arsyil masih berada di ruang tengah. Arsyil melihat kakak perempuannya dari tadi mengeluarkan air matanya. Arsyil mendekatai Shita dan duduk di sampingnya. Arsyil membawa Shita dalam pelukannya, menenggelamkan wajah Shita didadanya.
"Kak, maafkan Arsyil. Arsyil janji kak akan bawa Kak Arsyad pulang lagi, Arsyil akan selesaikan masalah ini dengan baik kak. Percayalah kak. Arsyil sayang Kak Shita dan Kak Arsyad, hanya kalian saudara yang Arsyil punya. Aku rela kehilangan Nisa tapi aku gak mau kehilangan kakak-kakakku."ucap Arsyil sambil menenangkan Shita.
"Syil, Kak Arsyad kemana ya Syil?" hanya itu kata yang keluar dari mulut Shita.
"Arsyil gak tau kak. Tapi, Arsyil yakin Kak Arsyad besok kembali." jawab Arsyil.
"Syil, kakak tidur dulu, jangan tinggalkan Annisa, Kak Arsyad pasti tidak akan memaafkan dirinya kalau kamu sampai pisah dengan Nisa."ucap Shita sambil berjalan ke arah kamarnya.
"Iya kak, ya sudah kakak tidur gih, Arsyil juga mau masuk kamar. Jangan difikirkan lagi kak, semua akan baik-baik saja. Percayalah."jelas Arsyil.
"Iya Syil." Shita masuk ke dalam kamarnya. Arsyil masih saja termenung duduk dikursi ruang tengah.
******
♥Arsyad♥
Aku tak tau kenapa sampai pergi dari rumah. "Bodoh sekali kamu Arsyad, hanya masalah seperti ini kamu pergi dari rumah." Arsyad berkata lirih sambil menyetir mobilnya.
Bukannya aku egois, bukan karena aku tak menerima kenyataan ini, aku hanya merasa malu dan malu sekali dengan Arsyil. Karena, aku sudah mencintai kekasihnya, terlebih aku sering memuji Annisa di depan Arsyil waktu itu sebelum aku tahu kalau Annisa kekasih Arsyil
.
"Sekarang aku harus kemana? Tidak mungkin aku langsung pulang kerumah lagi, yang ada aku tambah malu. Arsyad......Arsyad.... bodoh sekali kamu ini." aku merututuki diriku sendiri sambil memikirkan aku mau pergi kemana.
"Oh iya, ke rumah ibu saja lah. Tapi, aku tidak bawa kunci rumahnya. Ya sudah ke rumah Rayhan, semoga saja dia di rumah." Aku melajukan mobilku menuju rumah Rayhan.
__ADS_1
*******
Di Rumah Rayhan.
Arsyad memarkirkan mobilnya di halaman rumah Rayhan, dia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam menuju teras rumah Rayhan.
Arsyad mengetuk pintu rumah Rayhan. Dan, tak lama kemudian Rayhan membukakan pintu.
"Syad, ada apa kamu malam-malam kemari?"tanya Rayhan.
"Siapa yang datang Ray!" terdengar suara Bayu ayahnya Rayhan dari dalam menanyakan siapa yang bertamu di rumahnya.
"Arsyad pah!" seru Rayhan.
"Om Bayu di rumah?" tanya Arsyad.
"Iya Syad, oh iya ada apa kamu ke sini?"tanya Rayhan lagi.
Arsyad hanya diam dan langsung duduk dikursi ruang tamu tanpa di persilahkan oleh Rayhan.
"Ray, aku malu dengan Arsyil, aku tidak enak sekali rasanya bertemu dia, aku merasa bersalah sekali sudah terang-terangan menyukai kekasihnya, itu kenapa aku ke sini. Boleh kan aku menginap di sini semalam?"ucap Arsyad.
Rayhan hanya tersenyum melihat kelakuan Arsyad malam ini.
"Jadi kamu ini kabur dari rumah?" Ucapnya sambil menertawai Arsyad.
"Habis kamu seperti itu. Terus kamu sudah minta maaf sama Arsyil?"tanya Ray.
"Sudah tapi aku tak berani menatap Arsyil, aku malu Ray, malu sekali." jawabnya.
"Kakak yang bodoh, malu dengan adiknya sendiri. Lucu kamu Syad." Ucap Rayhan sambil menepuk bahu Arsyad.
"Aku harus giman Ray?"tanya Arsyad.
"Gimana apanya Syad? Tumben malam-malam kamu datang ke sini?" Bayu keluar dari dalam rumah dan menghampiri Arsyad yang sedang mengobrol bersama Rayhan.
"Arsyad kabur yah dari rumah." Rayhan berkata sambil tersenyum mengejek Arsyad.
"Gak om, Arsyad cuma pengin nginep sini, nemenin calon pengantin."sahut Arsyad.
"Kamu sedang ada masalah?" tanya Om Bayu.
Arsyad hanya terdiam sambil memijit pangkal hidungnya.
"Om, Arsyad boleh tanya sesuatu sama om?"
"Tanya apa Syad?"
__ADS_1
"Om, bagaimana perasaan om dulu saat tau wanita yang di cintai om adalah istri papah?"tanya Arsyad yang membuat Bayu mengernyitkan dahinya.
"Kenapa kamu tanya seperti itu?" Bayu balik tanya pada Arsyad.
"Arsyad mencintai kekasih Arsyil pah."sahut Rayhan tiba-tiba.
"Ray, apaan sih....main bicara saja."ucap Arsyad.
"Apa benar yang dikatakan Ray?"tanya Bayu.
"Iya om."jawabnya singkat.
"Bagaimana ya Syad. Om dulu memang menyukai ibumu sejak ibumu mau masuk SMP. Setelah sekian lama om mencarinya. Tenyata, dia adalah istri dari sahabat om sendiri. Yaitu, papah kamu. Awalnya om kecewa karena papahmu belum bisa menerima ibumu bahkan mencintai ibumu. Tapi, ibumu sangat mencintai papahmu. Akhirnya, om merelakan ibumu dengan papahmu. Dan, takdir memang sangat baik, ternyata om dan ibumu saudara kandung. Syad om tau kamu pasti sakit hati sekali. Cobalah menerima kenyataan, Arsyil dan kekasihnya saling mencintai, om yakin kamu akan menemukan wanita yang lebih baik dari Annisa. Percaya pada om." Bayu menjelaskan semua pada Arsyad.
Arsyad memang sudah menerima semua kenyataan ini. Namun, dia merasa tidak enak hati pada adiknya saja.
"Om, Arsyad terima semua kenyataan ini. Tapi, Arsyad malu dengan Arsyil om. Malu karena Arsyad mencintai kekasihnya. Sebisa mungkin Arsyad akan membuang rasa cinta Arsyad untuk Annisa om. Arsyad percaya ada wanita yang lebih baik dari Annisa untuk Arsyad." jelas Arsyad.
Bayu dan Rayahan tertawa melihat Arsyad seperti ini.
"Kalian malah tertawa." Ucap Arsyad.
"Kamu itu lucu, sama adik sendiri saja malu. Besok temuilah Arsyil dan pulanglah ke rumah, jangan bikin khawatir orang rumah." Bayu berkata pada Arsyad sambil menepuk bahu Arsyad.
"Iya om pasti."jawabnya.
"Ya sudah om mau istirahat, sana kalian istirahat." Bayu meninggalkan mereka ke kamarnya.
Begitu pula Arsyad dan Rayhan. Mereka masuk ke kamar Rayhan. Dan , besok rencana mereka akan menemui Arsyil di bengkelnya.
.
.
.
.
.
.
.
♥Happy Reading♥
Ehhhehe...Kakak Arsyad ternyata malu sama Arsyil karena sudah mencintai kekasih Arsyil.
__ADS_1