THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 35


__ADS_3

(Dirumah Rico)


Dirumah Rico tampak sepi, yah hanya ada Arsyad,Rico, dan Andini.


Shita belum juga pulang dari makan malam bersama Vino, dan Arsyil pun belum pulang dari bengkelnya.


Mereka bertiga duduk di teras depan rumahnya.


Andini : sepi sekali tidak ada Arsyil.


Rico : yah.....begitulah dia....kalau masih sibuk lupa sama rumahanya.


Andini : hmmm....anak itu dari dulu tak berubah.


Arsyad : untung saja hobi nya bisa menghasilkan pah...Arsyad bangga dengan dia pah...anak bungsu tapi tidak manja seperti yang lainnya.


Rico : benar katamu Syad,kadang papah merasa bersalah karena dia kuliah seenaknya sendiri tidak seperti kakak kakaknya yang benar benar fokus kuliah,dan papah selalu membanding bandingkan itu. Tapi ternyata dia lebih mandiri sekali. Usaha yang papah beri sejak dia masih SMA dia mampu mengembangkan hingga saat ini.


Andini : makanya pah jangan banding bandingin lagi. Kemampuan anak beda beda pah.


Rico : iya bu...(membelai pipi Andini)


Arsyad : hmm mesra mesraan di hadapan jomblo kena pasal lho. (Tersenyum)


Rico : makanya punya pacar dong....


Arsyad : tuh kan.....


Tak lama kemudian Shita dan Vino pulang dari makan malam nya.


Shita dan Vino turun dari mobil nya dan langsung menghampiri Rico dan Andini yang sedang duduk di teras.


Rico : kalian sudah selesai kencannya?


Shita : papah...kami habis makan malam...tidak kencan...


Rico : yaa..yaaa..yaa.. mau makan malam atau kencan sama saja.


Vino : pah...bu...terima kasih sudah mengizinkan Vino pergi dengan Shita untuk makan malam.


Andini : iya Vin...duduklah dulu. Mau ibu buatkan kopi?


Vino : tidak usah bu.


Arsyad : cie....kencan....


Vino : apaan sih....


Arsyad : akhirnya kalian mau membuka hati kalian. Sudah jangan lama lama. Kapan kamu mau melamar adik perempuan kesayanganku.?


Vino : kamu saja belum menikah, masa aku mau melangkah lebih dulu. Harusnya kamu dulu Syad. Iya kan pah?


Rico : iya...benar kata Vino.


Arsyad : pah....gak apa apa..Shita dulu yang menikah juga tak apa apa. Nanti nunggu Arsyad yang belum pasti kelamaan. Kasihan mereka dan terlalu lama pacaran juga tak baik.


Andini : benar kata Arsyad pah...lagiyan ibu juga menikah lebih dulu dari kak Bayu.


Rico : itu kan ibu...coba kalau Bayu tak tau ibu itu adik kandungnya pasti dia masih mengincar ibu.


Andini : masih saja papah bahas ini.


Rico : kan emang kenyataannya Bayu dulu mencintaimu sebelum tau kalau ibu itu adik kandungnya...


Andini : iyaa....iyaaa...


Arsyad : flasback yang berkepanjangan ujung ujungnya ribut....(tersenyum).


Andini : tuh papahmu yang mulai..


Rico : ibu dulu yang mulai...


Shita : kok ibu sama papah jadi seperti ABG lagi siiihh...sudah sudah....namanya jodoh bu...kalau aku dulu yang harus menikah ya sudah berarti aku dapat jodohnya duluan. Kalau kakak dulu ya berarti kakak dulu yang dapat jodoh dulu. Iya kan kak?


Arsyad : iya sayang (mengacak rambut shita).


Vino : pah...bu....Vino pamit pulang dulu sudah malam, Vino juga masih harus ngerjain beberapa laporan yang Vino bawa pulang dari kantor.


Rico : ohhh..iya hati hati Vin. Jaga kesehatanmu.


Vino : siap pah....


Andini : jangan terlalu sering begadang Vin.


Vino : iya ibu....Ta...aku pamit pulang dulu, makasih untuk malam ini Ta.


Shita : sama sama kak...kamu hati hati ya..


Vino : oke....Syad aku pulang.


Arsyad : iya Vin hati hati benaran nih gak nunggu Arsyil?


Vino : kemalaman nanti..dia kalau kerja tak ingat waktu soalnya. Salam saja buat dia, bilang jangan pacaran terus kuliahnya selesaikan dulu.


Arsyad : iya nanti biar aku beri tahu dia.

__ADS_1


Vino : ya sudah aku pulang dulu. Assalamualaikum...


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka.


Setelah Vino pulang mereka lanjut mengobrol dan menggoda Shita yang baru saja pulang makan malam dengan Vino.


Arsyad : kayaknya ada yang baru nih di leher Shita pah...bu...pas berangkat sepertinya belum ada di lehernya.


Shita : apaan sih kak...


Andini : coba ibu lihat....ihhh inisialnya A...cocok tuh buat ibu...ya kan pah...


Shita : ihhh ibu....shita juga kan namanya Arshita...minta di beliin papah dong....


Rico : nanti papah belikan. Pasti dari Vino kan?


Shita : iya pah (tersenyum)


Rico : sudah sana istirahat dulu sudah malam.


Shita : baru saja jam 10 pah. Arsyil belum pulang?


Rico : paling sebentar lagi..


Arsyad : pah...bu...Arsyad masuk ke kamar dulu yah...ngantuk sekali.


Rico : yasudah besok jangan lupa ke kantor.


Arsyad : siap pah....


Shita : kakak ngantor lagi? Yah...gak ketemu ceweknya dong..


Arsyad : kan sudah atur jadwal untuk bertemu Ta...


Shita : asiiikk....kakak ku sudah mulai jatuh cinta


Andini : sudah kalian istirahat sana.


Arsyad : iya bu.....(mencium Andini).


Shita : Shita juga masuk kamar ya bu, mau ganti baju dulu.


Andini : iya sayang.. sini cium dulu...


Shita : muuaachh....night bu....papah...mmuuacch...


Rico : jangan manja lagi sudah punya pacar.


Shita : siap pah...


♥Arsyil♥


"Nis...ayo pulang sudah malam."


"Iya...kamu sudah selesai sayang?"


"Sudah...masih ada 2 motor lagi, biar untuk besok."


"Oh...yasudah sebentar lagi selesai."


Aku menunggu Nisa yang katanya sebentar lagi selelsai merevisi proposalnya. Aku dekati dia dan ku kecup pipinya.


"Cup...udah malam...ayo pulang...lanjut dirumah saja revisinya sayang."


"Hmmm...iya deh...."


"Jangan manyun dong Nis...aku gak enak sama bibi yang dirumah."


"Oke..oke....cium lagi dong pipi satunya.."


"Maunya...ayooo ah jangan mancing mancing aku melakukan yang lebih sayang."


"Iya deh iya....."


Nisa akhirnya mematikan laptopnya dan mengemasi barang barangnya. Sungguh dia membuat aku semakin jatuh cinta padanya. Apalagi sekarang dia sudah berani meminta cium padaku. Bisa kebablasan aku kalau di bengkel cuma ada aku dan dia.


"Ayo Syil aku sudah siap.. kok kamu bengong?"


"Habis kamu manis sekali Nis" ucap ku sambil membelai lembut Pipinya.


"Baru tau kalau aku itu manis?"


"Pantas dosen pembimbingmu suka ya?"


"Syil...udah ahhh jangan bahas dosen aneh...biarin dia suka. Aku cuma mencintaimu sayang....semoga kita berjodoh Syil. Aku hanya ingin bersamamu."


"Yakin?"


"Yakin 100% bahkan 1000%"


"Kalau orang tuamu tak merestui?"


"Kita bicarakan bersama sayang. Yang penting kembali ke benang merah...skripsi kita "


"Okey...ayo aku antar pulang."

__ADS_1


"Ayo..."


Aku keluar dari ruanganku dan pergi kedepan mengambil motorku. Seperti biasa bengkel mas Doni atau mas Wahyu yang menguncinya. Sebelum aku pulang aku pamit dulu dengan mas Doni dan mas Wahyu agar meneliti bengkel dulu sebelum di kunci. Takutnya masih ada saklar yang belum di cabut atau apalah.


"Mas Doni....aku antar Nisa sekalian pulang ya..."


"Oke mas..."


"Jangan lupa cek semuanya sebelum pulang. Pamitkan dengan mas Wahyu."


"Oke...hati hati mas.. "


"Yups..."


Aku memakaikan helm Nisa seperti biasanya dan aku langsung menghidupkan sepeda motorku.


"Ayo naik."


"Oke..."


"Sudah?"


"Belum sampai sayang (tertawa)"


"Huh...kebiasaan kamu ya...peganganan Nis nanti jatuh."


"Okey...."


Aku melajukan sepeda motorku menuju rumah Nisa. Nisa memeluku erat sekali.


"Syil"


"Iya Nis"


"Jangan tinggalin aku ya...seberat apapun nanti cobaan kita kedepan."


"Kok kamu bilang seperti itu Nis?"


"Aku takut saja Syil"


"Aku yang lebih takut Nis kamu dengan pria lain yang lebih mapan dari ku."


Nisa terdiam dan aku memegang tangan dia erat sekali. Akhirnya sampai juga aku di depan rumah Nisa.


"Sayang papah mamahmu sudah pulang?"


"Belum, kemarin bilang nya 1 atu 2 bulan lagi."


"Yasudah sana masuk, jangan lupa Cuci tangan dan kaki sebelum tidur."


"Siap sayang.."


"Aku pulang dulu ya..."


"Hati hati sayang."


"Oke...Nis bentar sini dulu."


"Apa Syil."


"Cup....katanya minta cium sebelahnya. Dah kan, sana masuk."


"Makasih sayang....Love You"


"Love You Too.."


"Sampai rumah ngabari ya Syil.?"


"Siap..."


Aku melajukan sepeda motorku untuk pulang kerumah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


♥happy reading♥


maaf baru up...dari kemarin author sedang tak enak badan...

__ADS_1


jangan lupa like dan vote nya ya....


terima kasih....


__ADS_2