
Waktu terus berjalan, orang tua Annisa sudah pulang dari New York.
Annisa terlihat bahagia, bisa berkumpul bersama lagi dengan kedua orang tuanya, terlebih mereka akan lama di Indonesia.
"Nisa, sarapan dulu sayang."
"Iya mah."
"Mamah boleh masuk ke kamarmu?"
Annisa membukakan pintu kamarnya.
"Ada apa mah?"
"Putri mamah semakin cantik saja, mana pacarnya, kenalin sama mamah papah dong."
"Ih...mamah, mau masuk kamar Nisa cuma mau bilang itu saja?"
"Kata Bibi pacar kamu manis sekali, terus katanya kemarin kamu touring bersama ya?"
"Iya mah, kami touring rame rame kok gak cuma berdua."
"Terus kapan mau di ajak kesini?"
"Nanti setelah Nisa selesai kuliah Mah, tenang saja pasti Nisa kenalkan sama mamah papah, dia juga sibuk mah orangnya."
"Sibuk apa, kan sama sama masih kuliah, sibuknya anak masih kuliah paling kumpul sama teman."ucap mamah Nisa.
"Mah, dia itu sibuk di bengkelnya, sepulang kuliah dia mesti ke bengkel karena setiap hari bengkelnya ramai."jelas Nisa.
"Bengkel? Dia montir Nisa?"
"Dia pemilik bengkel Mah, ya walaupun hanya mengatur karyawannya saja tapi kan dia juga harus mengecek semua pekerjaan montir-montirnya mah, apalagi bengkel nya sudah terkenal."
"Bengkel mobil atau sepeda motor."
"Bengkel motor mah, semacam Garasi motor-motor gede mah, yang memodivikasi motor, yah seperti itulah."
"Bagus dong, masih kuliah sudah punya usaha sendiri."
"Malah sejak dia SMA sudah memiliki bengkel mah."
"Benarkah?"
"iya mamah."
"Sudah dandannya, ayo sarapan, papah juga sudah di meja makan tuh."
"Ayo mah, mamah hari ini mau kemana?"
"Mau ikut papah bertemu Client."
"Mah, Nisa ikut dong, nanti habis itu kita jalan jalan, kan sudah lama kita gak jalan bareng."
"Iya nanti mamah bilang sama papah."
Keluarga Annisa berkumpul di meja makan, mereka menikmati sarapan pagi bersama.
"Mah lihatlah, putriku semakin cantik sekali."ucap papah Nisa.
"Jelas dong, mamahya juga cantik." sahut mamah Nisa.
"Papahnya juga ganteng kan?"
Nisa hanya tersenyum manis melihat kedua orang tuanya berdebat.
"Nisa,bagaimana kuliahmu?"
"Lancar pah, tapi belum bimbingan lagi, soalnya dosen pembimbing masih sibuk mengurus perusahaan nya. Mungkin minggu depan Nisa bimbingan, semoga tak ada revisi lagi biar cepat-cepat sidang skripsi lalu wisuda."
"Oh..baguslah."
"Biar cepat ngenalin pacarmu juga kan?"ucap mamah Nisa.
"Ih...mamah mulai lagi"
"Kenalkan pacarmu pada papah dan mamah."
"Nanti pah belum saatnya, Nisa dan Pacar Nisa masih memperjuangkan skripsi dulu."jawab Nisa
"Ohh..baiklah."
"Papah, boleh tidak Nisa ikut papah mamah ke kantor, Nisa ingin pergi dengan papah mamah."
"Boleh, papah akan menemui client, nanti kamu bisa jalan-jalan dengan mamah, bagaimana mah?"
"Boleh, papah bertemu client dimana? Bertemu pak Rico kan?"
"Iya benar, Pak Rico mengajak bertemu di caffe miliknya."
"Ya sudah ayo kita sarapan dulu, lalu bersiap siap."ucap mamah Nisa
Suasana hangat terlihat di keluarga Annisa pagi ini.
♥♥♥♥♥♥♥♥
Rico dan Andini hari ini sudah kembali ke rumahnya.
Andini menata sarapan di meja makan di bantu oleh bibi.
"Pagi sayang."sapa Rico.
"Pagi juga sayang. Kamu sudah siap sepagi ini." sahut Andini sambil menata dasi Rico.
"Aku ingin ke makam Dinda dulu nanti,kamu ikut kan?"
"Iya aku ikut sayang. Aku bersiap siap dulu sambil memanggil anak anak."
Andini meninggalkan ruang makan menuju kamarnya untuk bersiap siap ke makan Dinda.
Arsyad,Shita dan Arsyil sudah berada di meja makan.
"Pah, ibu kemana?" tanya Arsyil.
"Sedang bersiap siap mau ke makam mamah Dinda."
"Arsyil ikut ya pah."
"Shita juga."
"Arsyad juga ikut pah."
"Iya kalian ikut saja nanti."jawab Rico.
"Pah, do'akan Arsyil ya pah, hari ini Arsyil sidang skripsi."
"Iya sayang, semoga di beri kelancaran dan berhasil."
"Aamiin..kak, do'akan juga ya?"
"Iya, kakak selalu berdo'a yang terbaik untukmu Syil."jawab Arsyad.
"Semoga di beri kelancaran ya Syil."ucap Shita.
"Iya kak, terima kasih. Kok ibu lama ya."
"Sebentar lagi juga keluar."
"Itu ibu pah."ucap Arsyad.
"Kalian sudah menunggu ibu? Maaf ibu lama siap-siap nya."
Semua berkumpul di meja makan untuk sarapan, setelah itu mereka menuju pemakaman Dinda.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Rico dan Andini berada satu mobil, sedang kan anak anak mereka memakai kendaraannya sendiri.
"Mas, kamu hari ini jadi bertemu client yang dari New York itu, siapa namanya?"
"Oh iya jadi, pak Rizal namanya bersama istrinya Dewi. Nanti mau bertemu di Caffe Shita. Kamu mau ikut? Biar nanti kamu dan Shita bisa menyiapkan menu special buat mereka."
"Boleh, aku akan ikut Mas."
"Oke, kamu hari ini sangat cantik sekali sayang. Aku mencintaimu."
"Mas bisa saja,kan memang istri mas Cantik. Aku juga mencintaimu sayang."
"Ayo turun sayang, tuh Arsyil sudah sampai, Shita dan Arsyad juga."
"Iya mas."
Mereka turun dari mobilnya yang sudah berada di pemakaman.
Mereka berjalan menuju makam Adinda.
Rico berjongkok memegang Nisan Adinda, membersihkan dari kotoran tanah. Dan mencium Nisan Dinda.
"Selamat pagi sayang, maaf aku baru kesini menjengukmu, aku merindukan mu sayang. Tapi apalah daya, kamu sudah bahagia di sana. Aku ke sini bersama Andini, dan anak-anak sayang. Lihatlah mereka sudah mandiri semua. Arsyil juga hari ini akan sidang skripsi. Banyak cerita sayang, selama aku hidup tanpamu. Akan kau ceritakan padamu di setiap aku selesai sholat. Aku mencintaimu Dinda."ucap Rico dalam hati nya.
Dia terlihat menyeka air mata nya yang sudah berada di sudut matanya.
"Mba Dinda, maafkan aku yang sudah mengambil kebahagiaanmu. Tapi aku percaya mba lebih bahagia di surga, mba sudah tak merasakan sakitnya hidup di dunia lagi. Cinta mas Rico akan abadi untuk mba percayalah, terima kasih untuk semuanya mba."ucap Andini dalam Hati.
"Mah, tenanglah di Surga, bahagialah di sana, cinta papah tidak akan pernah hilang untuk mamah selamanya. Walau Arsyad tidak pernah melihat mamah, Arsyad tau mamah adalah wanita hebat, wanita yang ikhlas membagi cintanya untuk ibuku. Mamah, surga layak untuk mamah, Love You Mah." ucap Arsyad dalam hati.
"Mah, bahagilah di surga, mamah sudah tak sakit lagi, mamah adalah wanita yang sangat mulia, Shita tak tau jika Shita berada di posisi mamah dulu, apa Shita akan ikhlas membagi cinta nya untuk wanita lain. terima kasih mamah sudah memberikan kebahagiaan untuk kami, jika tak ada mamah, kami pun tak ada mah." ucap Shita dalam hatinya.
"Mah, hari ini Arsyil akan sidang skripsi, mamah tau, papah selalu bilang jika Arsyil sama seperti papah dulu. Tenanglah di surga mah, kami selalu mendo'akan mu. Love You Mah."
Mereka semua berdoa untuk Adinda, Rico masih terlihat meneteskan air matanya, dia mencoba menyembunyikannya dari Andini dan anak anak nya.
"Sudah, ayo kita pulang." Ajak Rico.
"Pah, Arsyad langsung ke kantor ya?"
"Oh iya, siapakan semua dokumen Syad, kamu ingat kan hari ini kita akan bertemu client di caffe Shita."
"Iya, pak Rizal kan? Arsyad akan siapkan pah."
"iya Syad."
"Di caffe Shita pah?"ucap Shita.
"Iya nak, nanti kamu dan ibu siapakan menu special untuk client papah."
"Siap pah."jawab Shita.
"Pah Arsyil ke kampus dulu, do'akan Arsyil ya pah, bu hari ini Arsyil akan sidang Skripsi."
"Iya Do'a ibu selali untukmu nak, semoga di beri kemudahan sayang" ucap Andini.
__ADS_1
"Iya bu."
"Hati hati Syil, semoga sukses."ucap Rico.
"Iya pah Aamiin."
"Arsyil berangkat dulu, Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."ucap mereka bersama.
Mereka sudah meninggalkan pemakaman, Arsyad melajukan mobilnya ke Kantor, Shita dan Andini menuju caffenya dan Rico dia mengikuti mobil Arsyad menuju ke kantor.
Arsyad dan Rico sudah sampai di kantornya, mereka sedang menyiapkan beberapa dokumen.
"Syad bagaimana sudah siap semua?"
"Sudah pah."
"Ya sudah papah tinggal sebentar ke ruangan papah Syad, nanti jam 10 kita berangkat."
"Iya pah, oh iya pah besok Arsyad ke kampus ya, mahasiswa Arsyad mau bimbingan."
"Oke."
"Terima kasih pah."
Rico meninggalkan ruangan Arsyad dan Arsyad mencoba menghubungi Annisa, karena sudah lama Arsyad tidak pernah menghubungi nya.
Arsyad memberanikan diri untuk menelfon Annisa.
(Panggilan Terhubung)
{Hallo Assalamualikum, pak Arsyad ada apa menghubungi Nisa?}
{Wa'alaikumsalam..apa kamu sedang sibuk?}
{Tidak pak, Nisa sedang membaca buku, ada apa ya pak?}
{Nis, proposalmu sudah siap?}
{Sudah pak.}
{Besok saya sudah tidak sibuk lagi, mau bimbingan?}
{Boleh pak, nanti aku hubungi vera juga.}
{Baiklah. Oh iya Nis. emm....kamu...mmm}
{Iya pak kenapa?}
{Emmm besok setelah bimbingan ada waktu untuk makan siang?}
{Makan siang? Kalau aku mengajak......}
{Aku ingin berdua.}
{Emmm....bagaimana ya?}
{Kamu tidak enak dengan kekasihmu?}
{Iya pak, ya sudah besok aku akan bilang dulu dengan dia.}
{Bilang dengan pacarmu dulu?}
{Iya pak, aku tidak bisa berbohong dengan nya, karena dia selalu percaya denganku pak.}
{Nisa maaf, apa tidak ada sedikit harapan untuk ku?}
{Maksud bapak?}
{Ahh sudah jangan di bahas, besok seperti biasa bimbingan di ruang biasanya.}
{Baik pak.}
{Ya sudah, aku mau bersiap siap menemui client ku dulu. Assalamualaikum.}
{Wa'alaikumsalam.}
Arsyad mengakhiri panggilannya denga Annisa. Sudah hampir jam 10, Arsyad menuju ruangan Rico dengan membawa beberapa dokumen nya, dan mengajak papah nya berangkat ke caffe menemui client nya.
♡♡♡♡♡♡♡
Sementara di rumah Annisa, dia terlihat tak enak hati setelah mendapat telfon dari dosen nya itu.
Kedua orang tua Nisa memperhatikan raut wajah anak semata wayangnya itu yang dari tadi di tekuk.
"Nisa, kamu habis terima telfon dari siapa?"tanya pak Rizal papah Nisa.
"Dari dosen pembimbing pah?"
"Dosen pembimbingmu menelfonmu ada apa?"
"Besok dia sudah bisa kalau Nisa bimbingan, dia memberitahu."
"Biasanya mahasiswanya yang mengejar ngejar dosen pembimbing, lha ini kamu malah di telfon besok bisa bimbingan atau tidak. Dosen aneh."ucap pak Rizal.
"Mungkin dosennya suka sama kamu sayang."sambung Mamah Dewi.
"Gak tau tuh dosen aneh pah, mah...masa habis bimbingan ngajakin makan siang, mana gak boleh ajak Vera atau Rere lagi, masa berdua?"ucap Nisa kesal.
"Benar kata mamahmu, kalau dosen itu tak suka denganmu, tidak mungkin dia mengajakmu pergi makan siang Nisa."jelas papah Rizal.
"Ahh...udah gak tau lah, Nisa sudah punya pacar pah, mah..."
"Mamah, Nisa gak mau."
"Ya sudah kalau tidak mau, bilang sama dosen mu itu kamu ada acara keluarga atau apalah kan gampang."jelas Papah Rizal.
"Iya besok Nisa bilang seperti itu lah. Pah katanya mau bertemu client, tuh udah jam 10."
"Ohh iya, sebentar papah ambil tas kerja papah, kamu sama mamah Ingin jalan kemana setelah papah bertemu dengan Client?"
"Kemana saja, mah mau kemana?"
"Lihat nanti saja, yang penting saat papah bertemu client kita bisa ngopi santai dulu, kan di caffe ketemunya."ucap mamah Dewi.
"Iya mah oke,Nisa ambil tas Nisa dulu mah ke kamar."
Nisa bersiap siap untuk ikut dengan papah dan mamahnya.
Dia berdandan casual,memakai celana jeans dan kaos lalu memakai cardigan tanpa lengan dan sepatu kets warna abu-abu muda. Dan rambut yang di ikat seperti ekor kuda.
Dia terlihat begitu manis sekali.
Pak Rizal melajukan mobilnya menuju ke caffe yang telah Rico tunjukan. Pak Rizal juga membawa Asisten pribadinya untuk bertemu dengan Rico.
♡♡♡♡♡♡♡♡
Di AR Caffe.
Andini dan Shita sibuk menyiapkan menu special untuk meeting nanti.
Rico dan Arsyad sudah sampai di caffe, dia langsung memilih tempat yang nyaman untuk meeting nanti dengan Client nya yaitu pak Rizal.
"Pah bagaimana kalau di sini saja?"
ucap Arsyad.
"Boleh boleh, di sini kan jauh dari tempat duduk lainnya, dan mejanya juga luas, jadi kita bisa nyaman berbicaranya nanti." jelas Rico.
"Iya pah benar. Pah aku ke belakang dulu menemui Ibu dan Shita."
"Iya nak, sekalian bilang suruh siapakan sekarang saja menu nya. Karena sebentar lagi pak Rizal datang."
"Oke pah."
Arsyad masuk ke belakang menemui Ibu dan Adiknya yang sedang sibuk menyiapkan beberapa menu.
"Ibu, sudah siap semua?"
"Sudah, kamu sudah datang, mana papah mu?"
"Di luar, kata papah kalau sudah langsung di siapkan saja di meja bu."
"Baiklah biar pelayan yang membawakan ke sana."ucap Shita.
Shita memanggil karyawannya untuk menatakan menu di meja Rico.
Arsyad, Andini dan Shita berjalan menuju tempat Rico.
Rico terlihat sedang duduk dengan mengecek dokumennya.
Pelayan sudah menatakan kopi dan menu makanan special di meja.
"Pah, belum sampai Client nya?"
"Belum bu, sebentar lagi mungkin. Duduklah dulu di sini, kamu pasti lelah."ucap Rico.
"Iya pah."
"Ihh....papah Shita gak di suruh duduk, Shita juga lelah pah."ucapnya manja.
"Sini duduk disamping papah sayang."
Shita mendudukan dirinya disamping papahnya.
"Kamu manja sekali Ta, pah Arsyad permisi ke toilet dulu."
"Iya jangan lama-lama."
Tak lama kemudian Pak Rizal dengan Asistennya dan juga istri dan anaknya datang ke caffe, mereka langsung masuk ke dalam caffe dan menuju ke meja yang sudah Rico beritahukan.
Pak Rizal berjalan mendekati Rico yang sedang duduk dan bercanda dengan Shita.
"Selamat siang pak Rico, maaf sudah menunggu lama pak."sapa Pak Rizal.
"Tidak apa apa pak Rizal. Mari silahkan duduk."
"Pak Rico sendirian?"
"Oh tidak saya dengan putra pertama saya, dia sedang di toilet sebentar. Dan kenalakan, ini istri saya Andini pemilik Caffe ini dan ini adalah putri saya Shita yang melanjutkan usaha Caffe ini."
"Oh...senang bertemu kalian, wah kalian kompak sekali, kenalkan juga ini Istriku Dewi, dan ini putri semata wayangku Annisa, lalu ini Aldo Asisten pribadiku."ucap pak Rizal memperkenalkan istri dan anaknya serta asisten pribadinya.
Arsyad keluar dari toilet, dia langsung berjalan menuju ke meja Rico yang sudah ada beberapa orang disana, Arsyad tanpa melihat sekitarnya. Dia langsung menyapa kedatangan pak Rizal.
"Maaf saya telat, selamat siang Pak Rizal. Saya Arsyad putra pak Rico." Ucap nya memperkenalkan diri.
"Pak Arsyad.!"seru Annisa.
"Annisa, kamu di sini?"
__ADS_1
"Kalian kenal?" Ucap Rico dan Pak Rizal bersamaan.
"Nisa adalah mahasiswaku pah."
"Ohh seperti itu."ucap Rico.
"Emmm pak Arsyad dosen pembimbingku pah."ucap Nisa pada pak Rizal papahnya.
"Sebentar sebentar...dosen pembimbingmu yang tadi menelfonmu bukan?"tanya pak Rizal.
"Iya pah."jawab Annisa sambil menundukan kepalanya.
"Kamu tadi menelfon Annisa, benarkah Syad?"tanya Rico.
"Iya pah."jawabnya sedikit malu.
"Syad apa ini mahasiswa yang kamu ceritakan pada papah?"
"Emm...ii..iya...pah."
"Sudah kita bahas nanti saja, kita mulai saja urusan kita pak Rico, abaikan urusan anak muda dulu." Pak Rizal berbicara sambil tersenyum.
"Iya benar pak Rizal."
"Oh iya mamah katanya mau ngopi santai sama Nisa, pesan saja mah."
"Iya pah, mamah duduk di sana dengan Nisa."
"Okey."
Andini dan Shita masuk kembali kedalam caffe dan menyiapkan kopi untuk Nisa dan mamahnya.
"Ibu, itu mahasiswa yang di sukai kakak sepertinya."
"Iya, pantas Arsyad suka, dia manis dan cantik."ucap Andini.
"Tapi bu, terlalu muda sekali, aku gak suka, aku inginnya kakak dengan kak Mira, anak dari pak Fajri bu. Shita pernah kan cerita sama ibu, waktu itu Shita bertemu dengan mba mba bercadar yang memberi novel Shita. Itu kak Mira bu, dia penulis novel yang di berikan pada Shita, dan satu lagi dia yang menemukan tasbih kak Arsyad yang hilang kemarin. Apalagi kak Mira sama-sama lulusan dari Al Azhar Kairo bu, cocok kan?" jelas Shita.
"Benarkah seperti itu?"tanya Andini.
"Iya bu benar."
"Ya sudah siapapun nanti jodoh kakakmu semoga itu yang terbaik dan tentunya wanita yang sholehah."ucap Andini.
"Iya bu benar. Sebentar Shita panggilakan pelayan untuk membawakan kopi ini pada Annisa dan mamahnya."
"Iya sayang."
Pelayan membawakan kopi kepada Nisa dan mamahnya Nisa.
Sementara Andini dan Shita masih di dalam mengecek semua laporan keuangan Caffe yang sudah hampir satu minggu tidak meraka cek.
♥♥♥♥♥♥♥
Hari sudah mulai siang, Arsyil sudah selesai melakukan Sidang Skripsinya, dan dia berhasil mengikutinya.
4 bulan lagi dia akan Wisuda, dan selesai sudah dia bergelut dengan buku buku tebal selama kurang lebih 4 tahun.
"Alhamdulillah akhirnya goals juga, aku akan hubungi Nisa kalau aku sudah selesai melakukan Sidang Skripsi dan berhasil lolos.lirih Arsyil sambil mendudukan dirinya di atas sepeda motornya.
Arsyil menghubungi Annisa, dia menelfon Annisa.
(Panggilan terhubung)
{Hallo Syil Assalamualaikum}
{Wa'alaikumsalam sayang, apa Kamu sedang sibuk?}
{Aku sedang dengan mamahku Syil di caffe, sedang menunggu papahku meeting dengan Client. Ada apa Syil.?}
{Aku punya kabar gembira.}
{Apa Syil, jangan buat aku penasaran.}
{Aku sudah selesai melakukan sidang skripsi dan alhamdulillah aku berhasil, 4 bulan lagi aku wisuda sayang.}
{Wah....selamat sayang, doakan aku juga supaya cepat menyusul Syil}
{Itu pasti sayang, orang tuamu pulang kapan?}
{Kemarin Syil}
{Sudah tidak kesepian dong, ya sudah nikmati kebersamaanmu dulu dengan mamah papahmu sayang, aku ke bengkel ya? Ada pekerjaan yang harus aku cek.}
{Oke hati hati sayang.}
{Iya sayang, Asslamualaikum.}
{Wa'alaikumsalam.}
Arsyil menutup telfonnya dan dia segera pulang menuju bengkelnya.
♥♥♥♥♥♥♥
Di Caffe, Annisa terlihat bahagia sekali, dia sampai lupa ada mamah Dewi di depannya.
"Hayo...telfon dari pacar kah?"goda mamah Dewi.
"Ih...mamah, iya mah dari Pacar Nisa, dia hari ini lulus sidang skripsinya dan 4 bulan lagi dia akan Wisuda."
"Wah...selamat ya, sampaikan pada pacarmu itu, salam dari mamah, kapan dia kerumah."
"Iya nanti Nisa sampaikan, dia sedang di jalan menuju bengkelnya, katanya ada pekerjaan yang harus dia cek."
"Oh ya...wah dia benar benar tekun sekali."
"Ya memang dia seperti itu mah."
"Lalu dosen mu itu bagaimana? Tuh dia curi curi pandang kesini terus." Mamah Dewi kembali menggoda Nisa.
"Ah...mamah, biarlah dosen aneh tuh, jelas jelas berulang kali Nisa bilang kalau Nisa sudah punya pacar malah ngajakin Nisa makan siang terus. Ah...sudah lah...Nisa gak suka mah, pak Arsyad terlalu angkuh sekali, bahkan dingin sama perempuan, tidak suka bergurau, masa hidupku harus serius terus. Bisa bisa Nisa stres mah." jelas Nisa.
"Iya sayang mamah tau, siapapun nanti jodohmu, yang penting dia lelaki yang bertanggung jawab dan menyayangimu nak."
"Iya mah, do'akan yang terbaik buat Nisa ya mah."
Tak lama kemudian Rico mengakhiri Meetingnya, akhirnya perusahaan mereka menjalin kerja sama.
"Terima kasih Pak Rizal sudah berkenan untuk bekerjasama dengan perusahaan kami."
"Iya pak Rico sama-sama. Ohh iya Arsyad, dari tadi om lihat kamu mencuri pandang pada putri om."
"Ah...om Rizal, tidak kok."
"Om juga pernah muda nak Arsyad."
"Maaf om bukannya Arsyad lancang berbicara seperti ini, sebenarnya dari awal Arsyad bertemu dengan Nisa, Arsyad sudah menyukai Nisa." ucap Arsyad dengan malu.
"Sudah om tebak kamu menyukai putri om, tapi kelihatannya putri om sudah memiliki kekasih Nak, lalu bagaimana dengan mu? Apa mau berjuang mendapatkan atau berhenti? Ya, ada pepatah bilang, sebelum janur kuning melengkung wanita itu masih bebas memilih calon pendamping, betulkan seperti itu pak Rico?" Jelas pak Rizal.
"Iya betul pak Rizal, masalah jodoh, rezeki dan kematian itu rahasia Allah."ucap Rico.
"Mintalah anakku pada Rabbmu di sepertiga malammu, walau om Rizal menginginkan kamu menjadi suami Nisa, tapi Allah tidak mengabulkan, om tidak bisa berbuat apa-apa nak, mau memaksa kasihan anak om jadi tertekan hidupnya karena Nisa belum bisa mencintaimu. Jadi, mintalah putri Om pada Allah, agar Allah meluluhkan hatinya untuk kamu, jangan memaksakan jodoh nak. Karena jodoh mu dan Nisa sudah tertulis di Lauhul Mahfudz nak."jelas om Rizal dengan bijak.
"Iya om, terima kasih sudah menasehati Arsyad dan sudah memberi Arsyad kesempatan untuk berjuang mendapatkan Putri om." ucap Arsyad.
"Semangat Nak Arsyad. Jika Nisa bukan jodohmu, masih ada wanita yang lebih baik dari Nisa untukmu, percayalah."
"Iya om, sekali lagi terima kasih."
"Dengar tuh nasihat om Rizal." ucap Rico.
"Iya papah."
"Oh iya pak Rico, saya pamit dulu, putri saya ingin sekali jalan jalan dengan mamah papahnya, maklum hampir 2 bulan kami tinggal ke New York."
"Ohh iya pak Rizal. Syad panggil ibu dan Shita nak."
"Iya pah."
Arsyad memanggil ibu dan adiknya karena Pak Rizal dan keluarganya akan berpamitan, begitu juga pak Rizal memanggil Nisa dan mamahnya.
Mereka sudah berkumpul lagi di meja yang tadi di tempati Rico dan pak Rizal.
"Pak Rico, bu Andin, Arsyad dan Shita kami pamit pulang dulu, sekali lagi terima kasih untuk Kerjasamanya dan jamuannya."ucap pak Rizal.
"Iya pak, sama-sama semoga kerjasama kita menuai keberkahan."jawab Rico.
"Iya pak Aamiin, kita pamit dulu pak Rico. Assalamualaikum"ucap pak Rizal dan keluarganya.
"Wa'alaikumsalam"ucap mereka bersama.
Pak Rizal dan keluarganya keluar dari caffe, Arsyad masih saja memandangi Annisa yang berjalan dengan di rangkul papah nya.
"Annisa, aku akan berusaha meluluhkan hatimu, aku percaya jika kamu yang terbaik untuk ku Allah akan menyatukan kita, tapi jika tidak berarti masih ada wanita lain yang lebih baik untuk ku."ucap Arsyad dalam hati.
"Kakak, Nisa sudah tak ada, jangan di lihat terus. Kak, gak cocok kamu sama dia."ucap Shita.
"Kata siapa.?"jawab Arsyad.
"Kata ku, kak dia sudah punya pacar, jangan memaksakan seseorang untuk mencintai kita kak, itu sulit."jelas Shita.
"Kalau Allah memudahkan?"ucap Arsyad.
"Ya berarti itu jodohmu."
"Lha iya kan? Sudah kakak mau balik ke kantor lagi, papah mau di sini dulu atau langsung ke kantor lagi?"
"Papah mau di sini dulu sama ibu, mau pacaran dulu. Iya kan bu?"
"Iya...iya...ibu mau kencan sama papah."
"Hmmm ya sudahlah, Arsyad ke kantor dulu pah, bu..ayo Ta. Assalamualaikum." pamit Arsyad.
"Iya hati hati. Wa'alaikumsalam." Ucap mereka bersama.
Arsyad kembali ke kantor lagi, sedangkan Rico masih di caffe menemani Andini dan ingin mengajak makan siang berdua dengan Andini.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
♥happy reading♥