THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
S3 Cinta Untuk Mereka Bab 14 "Lintang"


__ADS_3

Arsyad duduk di kursinya kembali, dia meminum air putih yang ada di depannya, dia memijit keningnya dan memikirkan apa yang Rayhan katakan.


"Kenapa semuanya menjodohkan aku dengan Annisa, aku tidak akan menikah lagi, tidak akan, hanya satu wanita yang aku cintai, Almira. Hanya Almira, tidak ada yang lain."gumam Arsyad dalam hati.


Arsyad melanjutkan kerjanya, dia kembali menghadap komputernya, saat dia akan bmkembaki mengerjakan file-filenya, dia melihat foto Almira di layar ponsel yang terletak di mejanya. Dia mengambil ponselnya dan membuka galeri ponselnya, dia memandangi foto Almira, dari awal dia menikah, hingga Almira sakit-sakitan, ada semua di ponsel Arsyad. Almira wanita yang mampu mengubah hatianya yang beku karena cintanya dengan Annisa dulu, Almira yang bisa meluluhkan hati Arsyad. Hingga mereka di pisahkan Tuhan, cinta Arsyad masih kuat untuk Almira.


"Aku tidak bisa sayang, tidak akan bisa, menggantikan posisi kamu di hati aku."ucap Arsyad lirih dengan mencium foto Almira.


Arsyad menyelesaikan pekerjaannya kembali, dia hari ini memang sangat di sibukan oleh pekerjaannya. Sekarang dia hanya dengan Rayhan saja, dan sepertinya Arsyad membutuhkan asisten pribadi lagi untuk dirinya. Arsyad merasa sangat keteteran setelah Arsyil tidak ada, mang ada papah Rico, tapi beliau sudah jarang sekali ke kantor, mungkin karena sudah ingin menikmati masa-masa pensiunnya dari dunia bisnis.


"Aku butuh seseorang untuk menggantikan posisi Arsyil di sini, selama Arsyil tidak ada aku sungguh sangat ketereran sekali, pulang pasti malam, kasihan Najwa dan Raffi. Lebih baik aku hubungi bagia HRD untuk merekrut karyawan baru. Tidak mungkin Yulia, dia sudah cocok menjadi sekretaris pribadiku."gumam Arsyad dalam hati.


Arsyad menelopon Yulia agar memanggil bagian HRD menemuinya.


Yulia sekretaris pribadi Arsyad yang bekerja sudah lama di kantor Arsyad, dia awalnya menjadi sekretaris pribadi Rico, dan setelah Arsyad yang memegang kendali perusahaan, Arsyad juga memilih Yulia yang menjadi sekretaris pribadinya. Yulia sudah menikah dan memiliki dua anak seusia Najwa dan Raffi. Suaminya seorang abdi negara, ya, suami Yulia seorang prajurit TNI.


"Pak, ini Pak Teguh sudah datang."ucap Yulia.


"Oh, iya, masuklah." Arsyad mempersilahkan Teguh masuk menghadapnya.


"Saya minta tolong, Carikan pengganti Arsyil, dan kalau bisa laki-laki saja."ucap Arsyad.


"Kenapa tidak wanita saja pak?"tanya Teguh.


"Sudah, laki-laki saja, wanita di sini cuma Yulia saja, nanti ada wanita lagi di dekat sini jadi suka gosip."ucap Arsyad dengan mengurai senyumannya. Arsyad memang pemimpin yang supel, dia selalu menganggap karyawannya itu teman, bukan bawahan. Tak heran jika semua karyawan di perusahaan Arsyad pasti betah bekerja di tempat Arsyad. Ya, Yulia contohnya, sudah puluhan tahun dia bekerja di kantor Arsyad.


"Baik pak, akan segera saya laksanakan."ucap Teguh.


"Oke, kamu boleh kembali ke ruangan."ucap Arsyad.


^^^^^


Siang hari setelah pulang sekolah, Najwa menemui Rico di kamarnya, ada yang ingin Najwa sampaikan pada opanya. Sebelum berangkat les dia sempatkan berbicara pada opanya, Nawja mengetuk pintu kamar Rico.


Tok….tok….tok….


"Opa, bolehkan Najwa masuk?"tanya Najwa dari balik pintu.


"Iya, Najwa masuklah."perintah Rico dari dalam kamarnya.


"Ada apa sayang?"tanya Rico sambil menarik tangan Najwa menyuruh duduk di sampingnya.


"Opa, ini." Najwa memberikan surat dari Almira.


"Apa ini, Najwa?"tanya Rico, dengan menunjukan surat yang di berikan Najwa.


"Buka saja, opa."ucap Najwa. Rico membuka surat itu dan membacanya dengan seksama.


"Ini surat dari ummi kamu?"tanya Rico setelah selesai membaca suratnya.


"Iya, opa, sebenarnya ummi memberikan ini sudah lama, jauh-jauh hari ummi memberikan ini. Tapi ummi menyuruh Najwa membukanya setelah Najwa kelas 1 SMP. Dan, baru Najwa buka kemarin."jelas Najwa.


"Ada surat untuk Shifa juga, opa. Tapi Najwa tidak berani membuka, karena itu untuk Shifa, bukan untuk Najwa."imbuh Najwa.

__ADS_1


"Apa Almira begitu ingin Arsyad menikah dengan Annisa? Bagaimana caranya menemui Annisa?"gumam Rico dalam hati.


"Opa, nanti liburan kenaikan kelas ke Berlin ya, menemui Tante Annisa."pinta Najwa pada Rico.


"Memang Najwa tau alamat Tante Annisa di sana?"tanya Rico.


"Tidak, opa. Kalau Tante Shita, Tante Naura dan Tante Rachel tau tidak ya?"tanya Najwa kembali pada Rico.


"Mereka juga tidak tau, sayang "ucap Rico.


"Naura, dulu Naura kuliah di Berlin."gumam Rico.


"Oh ya, sayang, Tante Naura dulu kuliah di Berlin, nanti kita tanya-tanya Tante Naura. Kalau kamu libur, nanti kita ke rumah Tante Naura."ujar Rico.


"Oke, janji ya opa, kita wujudkan impian terakhir ummi."pinta Najwa.


"Iya,sayang. Opa janji. Ummi kamu juga pernah bicara dengan opa sebelum masuk ke ruang ICU, dia meminta Tante Annisa menikah dengan abahmu. Tapi, papahmu tidak akan mau, nak. Apalgai Tante Annisa."jelas Rico.


"Kita berusaha, opa. Bukankah Abah dulu pernah suka Tante Annisa?"tanya Najwa


"Iya, dulu, sewaktu Abah masih sendir, abahmu tidak tau, kalau tante Nisa kekasih Om Arsyil. Dan, akhirnya abahmu menikah dengan ummi."jelas Rico.


"Sebenarnya, jika ummi tak meminta ini, Najwa tidak mau Abah menikah lagi, tapi ummi meminta Najwa seperti ini. Najwa belum pernah memberikan apa-apa pada ummi, hanya doa yang selalu Najwa kirim kan untuk ummi. Karena ummi meminta ini, Najwa akan menurutinya, opa."ucap Najwa.


"Kamu cucu opa yang hebat, yang kuat, kamu pasti bisa, nak. Opa akan membantu kamu. Sudah jam 3 sore, sana kamu siap-siap les dulu, biar pak Yanto yang mengantarmu."ucap Rico.


^^^^^


Arsyad berjalan dengan buru-buru menuju ke depan, ia akan meninggalkan kantor karena akan menemui klien di hotel. Rayhan sudah menunggunya di mobil, oleh sebab itu Arsyad berjalan dengan buru-buru sekali.


"Mba, kalau jalan hati-hati dong."ucap Arsyad sambil mengemasi dokumen wanita tersebut.


"Iya, pak, maaf saya buru-buru sekali."ucapnya. Arsyad melihat isi dokumen yang di bawa wanita itu. Dokumen yang di bawah wanita itu adalah lamaran pekerjaan.


"Mau melamar kerja?"tanya Arsyad.


"Iya, pak."jawabnya.


"Oh…ya sudah masuk saja, mba."ucap Arsyad.


"Iya, terima kasih."ucap wanita itu dengan menunduk.


"Annisa."gumam Arsyad.


"Mba, sebentar."ucap Arsyad memanggil wanita itu.


"Iya pak ada apa?"tanya wanita itu.


"Coba saya lihat berkas lamarannya." Arsyad membuka berkas lamaran pekerjaan milik wanita itu.


"Lintang Anjani, ini nama mba?"tanya Arsyad.


"Iya, pak. Mau nama siapa lagi, itu nama saya."ucapnya.

__ADS_1


"Ya sudah, temui satpam, bilang dengannya di suruh Pak Arsyad menemui Pak Teguh bagian HRD."tutur Arsyad.


"Iya,pak terima kasih."wanita itu menundukan kepalanya lagi.


Arsyad berjalan ke arah mobil Rayhan yang sudah berada di depan Kantor.


"Aku kira Annisa, wajahnya sama. Kelihatannya dia berkompeten untuk menggantikan Arsyil. Masa iya wanita, kan aku meminta Teguh Laki-laki yang menggantikan Arsyil. Ah…sudah lah, yang penting orang itu bisa bekerja dwnan baik dan bertanggungjawab dengan pekerjaannya."gumam Arsyad dalam hati.


Arsyad masuk ke mobil Rayhan. Dia duduk di sebelah Rayhan dan memasang seat belt nya.


"Siapa tadi, wanita yang kamu tabrak?"tanya Rayhan.


"Oh…itu mau melamar kerja di sini. Aku butuh pengganti Arsyil. Sekarang kita hanya berdua saja. Papah juga tidak mungkin kan ke kantor terus, kasihan sudah harus pensiun papah."ucap Arsyad.


"Ya memang harusnya seperti itu."ucap Rayhan.


"Eh…Syad, melihat tadi kamu menabrka orang itu, akubjadi ingat Annisa yang dulu kami tabrak di depan caffe Shita."imbuh Rayhan.


"Nah, itu dia, wajahnya juga mirip Annisa dia. Apa mungkin karena tadi pagi kamu bilang Annisa terus, aku jadi ingat Annisa?"ucap Arsyad.


"Entahlah….cie…inget Annisa, awas jatuh cinta lagi."ucpa Rayhan menggoda Arsyad.


"Kamu itu, selalu seperti itu. Aku hanya mencintai Mira, Rayhan. Puas?"tukas Arsyad.


"Sudah yuk berangkat."ajak Arsyad. Rayhan hanya tersenyum. Dia melajukan mobilnya menemui klien di hotel. Tapi sebelum mereka menemuk kliennya, mereka menuju ke masjid untuk sholat Ashar.


Rayhan membelokan mobilnya ke masjid, dan memarkirkan mobilnya di halaman masjid.


"Almira, masjid ini yang menjadi saksi pertemuan kita, dan kmau tau, tasbih ini selalu aku bawa, sayang. Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu, rapuh hati ini tanpa kamu, Almira sayangku. Aku mencintaimu, bidadari surgaku. Tenang di surga, tunggu aku ke sana."gumam Arsyad, dia masih membayangkan pertama bertemu dengan Almira.


"Hei….melamun saja. Ayo turun, katanya mau sholat ashar."ajak Rayhan.


"Iya, sebentar."ucap Arsyad.


"Aku tau, kamu ingat Mira kan?"tanya Rayhan.


"Ya, masjid ini yang menjadi saksi pertemuan kita, Ray. Dan tasbih ini, tasbih ini benar-benar tasbih bersejarah dalam hidupku."mata Arsyad mulai berkaca-kaca. Rayhan menepuk pundak Arsyad, mencoba untuk membuatnya tegar


"Sudah, jangan di ingat, Almira sudah tenang di surga. Ayo sholat, setelah itu menemui klien besar kita."ucap Rayhan.


Mereka masuk ke dalam masjid, dan langsung mengambil air wudhu lalu mengikuti sholat ashar berjamaah.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♥️happy reading♥️


__ADS_2