THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
S3 Cinta Untuk Mereka Bab 15 "Tamu Special"


__ADS_3

Arsyad berjalan ke arah mobil Rayhan yang sudah berada di depan Kantor.


"Aku kira Annisa, wajahnya sama. Kelihatannya dia berkompeten untuk menggantikan Arsyil. Masa iya wanita, kan aku meminta Teguh Laki-laki yang menggantikan Arsyil. Ah…sudah lah, yang penting orang itu bisa bekerja dengan baik dan bertanggungjawab dengan pekerjaannya."gumam Arsyad dalam hati.


Arsyad masuk ke mobil Rayhan. Dia duduk di sebelah Rayhan dan memasang seat belt nya.


"Siapa tadi, wanita yang kamu tabrak?"tanya Rayhan.


"Oh…itu mau melamar kerja di sini. Aku butuh pengganti Arsyil. Sekarang kita hanya berdua saja. Papah juga tidak mungkin kan ke kantor terus, kasihan sudah harus pensiun papah."ucap Arsyad.


"Ya memang harusnya seperti itu."ucap Rayhan.


"Eh…Syad, melihat tadi kamu menabrka orang itu, akubjadi ingat Annisa yang dulu kami tabrak di depan caffe Shita."imbuh Rayhan.


"Nah, itu dia, wajahnya juga mirip Annisa dia. Apa mungkin karena tadi pagi kamu bilang Annisa terus, aku jadi ingat Annisa?"ucap Arsyad.


"Entahlah….cie…inget Annisa, awas jatuh cinta lagi."ucpa Rayhan menggoda Arsyad.


"Kamu itu, selalu seperti itu. Aku hanya mencintai Mira, Rayhan. Puas?"tukas Arsyad.


"Sudah yuk berangkat."ajak Arsyad. Rayhan hanya tersenyum. Dia melajukan mobilnya menemui klien di hotel. Tapi sebelum mereka menemuk kliennya, mereka menuju ke masjid untuk sholat Ashar.


Rayhan membelokan mobilnya ke masjid, dan memarkirkan mobilnya di halaman masjid.


"Almira, masjid ini yang menjadi saksi pertemuan kita, dan kmau tau, tasbih ini selalu aku bawa, sayang. Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu, rapuh hati ini tanpa kamu, Almira sayangku. Aku mencintaimu, bidadari surgaku. Tenang di surga, tunggu aku ke sana."gumam Arsyad, dia masih membayangkan pertama bertemu dengan Almira.


"Hei….melamun saja. Ayo turun, katanya mau sholat ashar."ajak Rayhan.


"Iya, sebentar."ucap Arsyad.


"Aku tau, kamu ingat Mira kan?"tanya Rayhan.


"Ya, masjid ini yang menjadi saksi pertemuan kita, Ray. Dan tasbih ini, tasbih ini benar-benar tasbih bersejarah dalam hidupku."mata Arsyad mulai berkaca-kaca. Rayhan menepuk pundak Arsyad, mencoba untuk membuatnya tegar


"Sudah, jangan di ingat, Almira sudah tenang di surga. Ayo sholat, setelah itu menemui klien besar kita."ucap Rayhan.


Mereka masuk ke dalam masjid, dan langsung mengambil air wudhu lalu mengikuti sholat ashar berjamaah.


Arsyad dan Rayhan sudah selesai menemui klien nya, mereka kembali pulang. Rayhan terlebih dahulu menagntar Arsyad ke kantor, karena mobil Arsyad masih berada di kantor. Setelah sampai di kantor, Arsyad masuk ke ruangan kerjanya mengbil kunci mobil yang masih berada di dalam ruangannya


Pukul 18.30 Arsyad melajukan mobilnya untuk pulang. Dia mampir ke kedai es krim dulu sebelum pulang, seperti biasa Arsyad membelikan es krim untuk Najwa dan Raffi saat pulang kerja,. Sebagai ganti karena dia pulang terlambat. Dia memasuki kedai es krim langganannya. Dia mengambil satu kotak eskrim rasa coklat dan satu kotak rasa strawberry. Di membawanya ke kasir dan membayarnya.


Arsyad sampai di rumahnya, dia mendapati Najwa dan Raffi yang sedang berada di ruang makan bersama Rico.


"Malam semuanya."sapa Arsyad, dia mencium pipi Najwa dan Raffi, dan mencium tangan papah Rico.


"Abah, lama sekalinpulangnya, sudah satu Minggu ini Abah selalu pulang terlambat."keluh Najwa.


"Iya, sekarang Abah pulangnya telat terus."imbuh Raffi.


"Maafkan Abah, sayang. Abah benar-benar banyak sekali pekerjaan sekarang, nak."ucap Arsyad dengan duduk di tengah-tengah Najwa dan Raffi.


"Syad, kamu tidak menambah karyawan lagi?.sepertinya semenjak Arsyil pergi, kamu pekerjaannya semakin berat."ucap Rico.


"Papah sudah ingin di rumah saja menemani cucu-cucu papah ini."imbuh Rico.


"Iya, pah, Arsyad sedang mencari karyawan baru lagi untuk menggantikan posisi Arsyil."ucap Arsyad.


"Tidak terasa ya, pah. Kita sekarang hanya berdua saja."imbuhnya.


"Iya, Syad. Yah, beginilah kehidupan, semua akan berputar, dulu di rumah selalu ramai, sekarang sepi."ucap Rico.


"Iya, pah."ucap Arsyad sambil membayangkan waktu dulu bersama Arsyil dan lainnya saat belum menikah.


"Ya Allah, semua orang yang sangat aku cintai pergi meninggalkanku. Semua kenangan indah bersama mereka selalu membayangiku. Ibu, Arsyil, Almira, semoga kalian bahagia di surga-Nya."gumam Arsyad dalam hati.


^^^^^


Satu Minggu kemudian, Teguh menemui Arsyad di ruangan Arsyad dia sudah menemukan pengganti yang pas untuk menggantikan posisi Arsyil.


"Teguh, ini tidak salah, aku meminta laki-laki saja."ucap Arsyad.


"Semua yang mendaftar perempuan, dan kata Pak Arsyad ingin mendapatkan pengganti Pak Arsyil dengan segera, oleh sebab itu, saya menunjukan semua kandidat yang cocok untuk menggantikan posisi Pak Arsyil."jelas Teguh.


"Ya sudah, hubungi dia, suruh jam 11 siang menemui saya."ucap Arsyad. Arsyad memberikan berkas milik Lintang.


"Baik pak, saya akan segera menghubunginya."ucap Teguh dan dia langsung keluar dari ruangan Arsyad.


"Kenapa aku memilih wanita itu, ahhh entahlah, sepertinya dia cocok menggantikan posisi Arsyil."gumam Arsyad.


Arsyad melanjutkan pekerjaannya, entah kenapa akhir-akhir ini Arsyad sering bermimpi Almira menemuinya, tapi dia tak sendiri menemui Arsyad. Dia bersama Annisa dan juga anaknya, setelah menemuinya, Almira pergi meninggalkan Arsyad.


"Apa arti dari mimpi itu? Dan akhir-akhir ini, selalu mimpi seperti itu, bermimpi bersama Almira pun , pasti ada Annisa di sampingku."gumam Arsyad dalam hati.


"Bagaimana kabar Dio dan Shifa. Aku sangat merindukannya. Aku harus cari kontak mereka lagi."ucap Arsyad lirih.


^^


Pukul 11 Teguh mengantarkan Lintang ke ruangan Arsyad, dia terlebih dulu menemui Yulia di depan.


"Bu Yulia, saya mau menemui Arsyad, ini mengantar Lintang ke ruangannya."ucap Teguh.


"Oh, iya Pak. Mari Mba Lintang saya antar."ucap Yulia, Yulia mengantarkan Lintang menemui Arsyad.


Yulia masuk ke ruangan Arsyad mengantar Lintang untuk menemuinya. Dia mengetuk pintu ruangan Arsyad, dan Arsyad menyuruhnya masuk.


"Pak, ini Mba Lintang."ucpa Yulia.


"Itu kan orang yang aku tabrak kemarin, duh ternyata dia Direktur Utama di sini. Duh, jadi tidak enak sekali dengan beliau."gumam Lintang dalam hati.


"Oh..iya, silahkan masuk." Arsyad mempersilahkan Lintang masuk, dan mempersilahkan duduk di depannya.


"Silahkan duduk."ucap Arsyad.


"Terima kasih, pak"ucap Lintang.


"Kamu masih ingat saya?"tanya Arsyad

__ADS_1


"Iya, saya masih ingat, pak."ucapnya.


Setelah beberapa menit Arsyad berbicara dengan Lintang, dia menelepon Yulia menyuruh dia masuk ke ruangannya.


"Iya pak, ada apa?"tanya Yulia.


"Antarkan Lintang ke ruangannya, dia mulai sekarang menggantikan Arsyil. Oh ya beritahu dia tentang job description nya, dan aku serahkan padamu Yulia, ajari dia."ucap Arsyad


"Baik, pak. Mari Mba ikut saya." Yulia mengajak Lintang keluar dari ruangan Arsyad dan menunjukan ruangannya.


^^^


Sudah satu bulan Arsyad memepekerjakan Lintang di perusahaannya, kerjanya cukup baik dan memuaskan. Lintang memang wanita yang sangat pendiam sekali, dia masih gadis dan baru berusia 24 tahun. Gadis sederhana yang berasal dari keluarga sederhana, ayahnya pensiunan guru, begitu juga ibunya. Dia tidak pernah menyangka akan bekerja di perusahaan terbesar milik Arsyad.


Siang ini Arsyad dan Rayhan ingin mencari makan siang, mereka tidak ingin keluar dari kantornya, dan akhirnya mereka makan siang di kantin bersama.


"Syad, mau makan di mana?"tanya Ray.


"Di kantin sini saja, Ray. Tidak usah keluar."ucap Arsyad.


"Ya sudah, ayo aku sudah lapar."ajak Rayhan.


Mereka berjalan keluar, dan bertemu dengan Lintang yang juga akan keluar dari ruangannya.


"Selamat siang, pak." Lintang menyala Ray dan Arsyad


"Siang, mau makan siang?"tanya Arsyad.


"Iya, ini mau ke masjid dulu, mau sholat."ucap Lintang.


"Oh..iya, silahkan."ucap Arsyad. Arsyad dan Rayhan mendahului Lintang.


"Syad, lama-lama kamu jatuh hati dengan Lintang."ucap Rayhan.


"Hus…sembarangan, dia masih muda sekali, belum juga 25 tahun."ucap Arsyad.


"Umur tidak masalah. Kamu juga belum berkepala 4 kok. Masih cocok dengan dia, kamu tak kalah mudanya."ucaop Ray.


"Apaan sih, kamu selalu seperti itu. Jangan jodoh-jodohkan aku lagi, aku tidak akan menikah lagi."ucap Arsyad.


^^^^


Hari ini, hari Minggu, Najwa dan Raffi libur sekolah, begitupun Arsyad, dia juga di rumahnya. Najwa mengajak Rico ke rumah Naura, ya dia ingin cepat-cepat sekali menyusul Annisa. Karena sebentar lagi akan kenaikan kelas.


"Ayo opa, katanya mau ke rumah Tante Naura."ajak Najwa.


"Iya nanti siang saja, ya."ucap Rico.


"Yah….padahal aku ingin pagi ini, mumpung Najwa libur, opa."ucapnya.


"Ayo ke rumah opa dulu, opa kangen dengan Rumah."ucapnya.


"Ya sudah, Ayo." Najwa menuruti opanya.


Najwa, Rico dan Raffi sudah bersiap-bersiap pergi ke rumah Rico. Arsyad memang tidak mengetahui mereka akan pergi ke rumah Rico, Arsyad melihat mereka yang sudah bersiap-siap lalu dia bertanya pada Papah Rico.


"Kalian mau kemana? Papah mau kemana dengan Najwa dan Raffi?"tanya Arsyad.


"Iya, dong, masa Arsyad di tinggal, sebentar Arsyad ganti baju."dia segera masuk ke kamarnya dan berganti baju.


"Opa, kenapa ajak abah, pasti nanti curiga kalau kita mau ke rumah Tante Naura."ucap Najwa.


"Iya, opa gimana sih."ucap Raffi.


"Ahh maaf opa lupa. Sudah tidak apa-apa, kita ke rumah opa saja, nanti berkumpul dengan Tante Shita juga kok."ucap Rico.


"Opa akan memberi kejutan pada kalian."gum Rico.


"Ayo, kita berangkat."ajak Arsyad.


"Ayo cepat, nanti terlamabat, tuh sudah mau jam 10."ucap Rico.


"Terlambat? Memang mau kemana, opa? Kan maubke rumah, kok terlambat?"tanya Raffi.


"Iya, opa gimana sih? Seperti mau ke sekolah saja nanti terlamabat."imbuh Najwa.


"Iya, papah sepertinya gugup, mau pulang ke rumah."ucpa Arsyad.


"Yah, wajar, kan opa lama tidak pulang, opa kangen dengan rumah."ucap Rico.


"Maaf, Syad. Papah membohongimu, maaf ya Najwa opa berbohong, tapi tanang saja, kita semakin mudah untuk menyatukan abah kamu dengan Tante Annisa."gumam Rico.


Mereka berangkat ke rumah Papah Rico bersama, Shita, Vino dan kedua anaknya juga sudah di perjalanan menuju rumah papahnya.


"Kak, menurutmu, apa Kak Arsyad mau jika di jodohkan dengan Annisa?"tanya Shita.


"Kemungkinan mereka menolak, tapi jika anak mereka menginginkan, pasti mereka mimikirkan lagi."ujar Vino.


"Semoga mau ya kak, ini untuk kebaikan mereka, dan juga memenuhi keinginan Almira."ucap Shita.


"Ya mudah-mudahan saja."ucap Vino.


"Kamu sudah menyuruh sopir untuk menjemput mereka di bandara kan?"tanya Vino.


"Sudah, dari pagi malah, dan aku juga sudah menyuruh Mba Ida untuk masak di rumah papah."ucap Shita.


"Bagus, pintar sekali istriku ini."ucap Vino sambil mencubit pipi Shita .


"Sakit, kak."ucap Shita sambil mengusap pipinya.


"Papah jangan nakal sama mamah."ucap Rana sambil mencubit pipi Vino.


"Papah gak nakal sayang."ucap Vino.


"Kan tadi mamah bilang sakit"ucap Rana.


"Mamah gak sakit sayang." Shita mencium pipi Rana.

__ADS_1


Arsyad, Rico, Najwa dan Raffi sudah sampai di ruamh Rico. Begitu juga Shita dan Vino. Farrel dan Rana berlari berebutan memeluk Rico.


"Opa…Farrel kangen."ucap Farrel.


"Rana juga." Rana meluk Rico dan Rico menggendongnya.


"Cucu opa sudah berat sekali. Opa juga kangen kalian. Ayo masuk sayang." Rico mengajak Farrel dan Rana masuk ke dalam rumah.


^^^^


Semua sudah berkumpul di rumah Rico, mereka menikmati cemilan yang dibuat mba Ida, mereka berkumpul di teras.


"Kak, kok belum sampai ya mereka."ucap Shita pada Vino dengan berbisik.


"Sabar, sebentar lagi paling, coba kamu hubungi dia."ucap Vino.


"Iya, sebentar."ucap Shita. Shita masuk ke dalam rumah dan segera menghubungi seseorang.


"Sudah sampai mana?"tanya Shita


"Sebentar lagi sampai ini."ucapnya.


"Oke."hati-hati.


Shita menutup kembali teleponnya, Shita kembali ke depan bergabung denga lainnya.


"Bagaimana sudah?"tanya Vino.


"Sudah, sebentar lagi katanya."jawab Shita.


"Ya sudah, tunggu saja."ucap Vino.


"Kalian menunggu siapa sih?"tanya Arsyad.


"Ada deh, tamu special pokoknya."ucoa Shita.


Tak lama kemudian sebuah mobil masuk ke dalam halaman rumah Rico. Dan mereka turun satu persatu.


"Jadi mereka tamunya?"tanya Arsyad.


"Iya."ucap Shita


"Aku kira siapa, Rayhan sudah biasa bertemu masa special."ucap Arsyad.


"Kan sama Om Bayu, Tante Iva, Rachel, Lukman, dan Naura juag anak-anak mereka."ucap Shita.


"Iya sih, aku kira siapa, yang tidak pernah ketemu gitu."ucap Arsyad.


"Nah kan, kamu sering ketemunya cuma Rayhan."ucap Shita.


Mereka menyambut kedatangan Bayu dan keluarganya dengan hangat. Mereka masuk ke dalam rumah Rico


"Bagaimana kabarmu, Syad?"tanya Bayu.


"Baik om. Om sehat?"tanya Arsyad


"Sehat. Kamu makin muda saja setelah jadi duda."bisik Bayu di telingan Arsyad, tapi semua juga mendengarnya


"Masih pantas kan kalau menikah lagi?"tanya Rico.


"Pantas lah, tampan gini masa tidak menikah lagi? Sudah ada pandangan calonnya kan?"tanya Bayu.


"Gak kepikiran menikah lagi, om."ucap Arsyad.


"Kenapa? Kamu masih muda kok."ucap Bayu.


"Iya tidak mau saja. Sudah jangan bahas ini, om. Ayo masuk."ucap Arsyad.


"Pah, Arsyad sepertinya suka dengan karyawan baru."bisik Rayhan.


"Benarkah?"tanya Bayu.


"Jangan dengarkan kata Rayhan. Tenang aku tidak akan menikah lagi."ucap Arsyad.


"Terserah, kalau yang mau Najwa bagaimana?"ucap Rico.


"Ya aku tidak mau."ucap Arsyad


"Kalau ini permintaan terakhir mendiang istrimu bagaimana?"tanya Rico.


"Papah sudah jagan bahas ini ya?"ucap Arsyad.


"Tuh mereka datang."ucap Rachel sambil menunjuka ke arah sebuah mobil yang masuk ke halaman Rico.


"Alhamdulillah, akhirnya mereka datang juga."ucap Rico.


"Siapa pah, itu?"tanya Arsyad.


"Lihat saja siapa yang datang. Ini tamu special untuk kita semua."jawab Rico.


Merek turun dari mobil dan Najwa sangat bahagia melihat siapa yang datang, Najwa langsung berlari memeluknya, begitupun Raffi.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♥️happy reading♥️


__ADS_2