
♥Arsyad♥
Disepertiga malam aku terbangun seperti biasanya, aku beranjak dari tempat tidurku dan segera mengambil air wudhu di kamar mandi.
Aku mengganti pakaian khususku untuk sholat, ku gelar sajadah ku menghadap kiblat. Aku memulai shalat disepertiga malam ku.
Aku bersimpuh dihadapan Rabbku, memohon ampunan atas semua kesalahan yang sudah aku perbuat, aku memohon kepadaNya untuk diberikan kekuatan hati agar aku bisa menghadapi kenyataan dalam hidupku.
Cinta seorang manusia yang membuat aku lupa bahwa cinta kepada Allah adalah cinta yang paling sempurna. Cinta yang mampu mengubah segalanya jika kita mendapat balasan CintaNya.
"Ya Allah, aku pasrahkan hanya kepadaMu, jodoh, rezeki dan mati ku hanya Engkau yang tahu. Aku tahu Annisa tidak membalas cintaku, aku sadar aku terlalu berharap dengannya dan melupakanMu Ya Allah. Jika Annisa memang jodohku, terbaik untuku, permudahkan langkahku untuk menjadikannya kekasih halalku. Jika dia bukan untukku, ikhlaskanlah hati ini untuk menerima semua takdirMu Ya Rabb. Aku tak ingin hanya karena cinta anak manusia aku yang lemah ini jadi melupakanMu."
Aku mengambil tasbihku yang sudah ada di atas sajadahku dan aku berDzikir. Aku ingat kata-kata kakung sebelum beliau meninggal.
"Perbanyaklah berdzikir kepada Allah, Inshaa Allah, Allah akan memudahkan setiap jalanmu." Itu yang saat ini masih aku ingat.
Aku memejamkan mataku, entah aku tertidur atau tidak tapi aku masih mengucap Dzikir. Disaat aku memejamkan mata, seorang perempuan mendatangiku dan memanggilku, iya suara itu aku sedikit mengenalnya.
"Syad jangan pernah lemah karena cinta manusia." Dia mengucapkan kata itu namun aku tak tau dia siapa, dia memakai pakaian yang tertutup dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Suaranya lembut sangat menyejukan hati.
Aku tersadar dan membuka mataku, seperti mimpi tapi bukan mimpi.
"Siapa tadi yang menghampiriku dan berbicara padaku?" aku masih memikirkannya, aku lanjutkan dzikirku hingga selesai.
Setelah selesai aku letakkan kembali tasbihku dan aku mengambil Al-Qur'an lalu seperti biasa sebelum waktu subuh tiba aku membaca Al-Qur'an hingga waktu subuh tiba.
Aku mendengar Adzan subuh dan aku keluar dari kamarku untuk melakukan sholat subuh berjamaah dengan Papah, Ibu dan kedua adikku.
♥♥♥♥♥
Hari ini Shita ulang tahun, Arsyil merencanakan niatnya untuk memberi kejutan untuk kakaknya.
Saat Shita di caffe nya mereka sibuk mendekor ruang tengah untuk acara ulang tahun Shita sekaligus Vino ingin melamar Shita secara resmi.
Arsyad dan Arsyil masih sibuk menyiapkan semuanya sedangkan Ibunya masih membuat kue ulang tahun untuk Shita dan kue lainnya.
*******
Sementara dirumah Vino, Vino dengan beberapa Asisten rumah tangganya sedang sibuk menyiapkan apa yang akan di bawa ke rumah Shita.
Vino sudah menghibungi Om nya yang di luar kota, beliau nanti yang akan menjadi wali Vino saat melamar Shita. Beliau kakak dari ayah Vino.
Setelah sudah selesai menyiapkan semuanya Vino membungkus kado untuk Shita.
********
Hari sudah semakin sore, Arsyad sudah selesai mendekor ruangan, Arsyil sengaja menyuruh Rachel untuk mengajak Shita ke butik untuk membeli gaun dan mengajaknya ke salon untuk memake-up Shita. Semua Arsyil serahkan pada Rachel karena Shita jika kemana-mana selalu dengan Rachel. Shita memang tidak banyak memiliki teman, hanya Rachel yang selalu menemani dia kalau ingin pergi kesuatu tempat.
********
Rachel menuju ke Caffe Shita, beruntung Shita belum pulang karena Rachel agak telat datang ke caffe Shita.
"Rachel, ada apa kamu kesini sore-sore?"tanya Shita.
"Mau ajak kamu ke butik, Ta gak apa-apa kan kalau aku ajak kamu ke pesta temanku, ayo ke butik dulu cari baju yang pas untuk kita terus kita langsung ke salon, mau kan?"jelas Rachel.
"Gimana ya, ya sudah yuk, kamu kan tukang maksa nanti kalau gak aku turuti ngambek berhari-hari." ucap Shita.
"Eits....sana mandi dulu, kamu di Caffe ini ada kamar dan kamar mandi pribadi kan?"
"Iya sudah aku mandi dulu lah."
Shita pergi ke kamar pribadinya, dia mengambil handuk di lemari dan langsung ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai mandi dia keluar menemui Rachel di ruangannya.
"Sudah selesai? Yuk berangkat sekarang."ajak Rachel.
Shita mengambil tasnya dan pergi bersama Rachel ke butik lalu ke salon.
"Enak banget nih orang di kerjain, aku bahagia sekali, gadis manja yang berada disampingku akan dilamar seorang pria malam ini, semoga kamu selalu bahagia Shita." ucap Rachel dalam hatinya.
Sesampainya di butik mereka langsung memilih gaun untuk pesta, Rachel memilih dres selutut yang cantik sekai berwarna tosca. Sedangkan Shita dia memilih gaun yang sangat anggun berwarna peach, setelah itu mereka pergi ke salon bersama.
*******
Sementara di rumah Rico, Arsyil baru saja pulang dari supermarket didekat rumahnya, dia membeli banyak sekali coklat, Arsyad yang melihatnya dia langsung bertanya pada adikanya untuk apa beli coklat banyak sekali.
"Syil kamu kok beli coklat banyak sekali?" tanya Arsyad.
"Buat Rachel, dia minta pajak karena sudah berhasil mengajak Kak Shita ke butik dan sekarang mereka sedang berada di salon. Kakak tau kan Rachel ratunya coklat." jelas Arsyil
"Ada-ada saja Rachel, oh ya Ray kok belum datang?"
"Kak Ray sedang di jalan kak. Aku masukan coklat dulu ke kulkas ya kak."pamit Arsyil.
__ADS_1
Andini sudah selesai membuatkan kue ulang tahun untuk Shita, dia di bantu Rico membuat kue nya. Mereka berdua sibuk sekali dari pagi, Rico yang sempat bolak balik ke supermarket membeli bahan-bahan karena bibi sedang sibuk menyiapkan jamuan untuk makan malam.
"Sayang, jangan kecapaian, aku lihat papah dari tadi belum minum air putih. Ayo minum dulu."ucap Andini sambil memberikan segelas air putih untuk Suaminya.
"Terima kasih sayang, aku memang sangat haus sekali dan mungkin juga karena aku terlalu bahagia jadi lupa minum." jelas Rico.
Andini kembali disibukan dengan menata jamuan dan kue nya dimeja yang sudah Arsyad siapkan.
*******
Hari sudah semakin malam dan sudah menunjukan pukul 7 malam.
Shita dan Rachel sudah selesai di rias. Shita terlihat sangat cantik sekali.
"Chel ini mereka tidak salah mendandaniku seperti ini?" tanya Shita.
"Iya benar Ta, gak ada yang salah kok. Ayo ah buruan nanti telat sudah jam 7 nih." Rachel mengajak Shita untuk pulang.
*******
Dirumah Rico sudah ada Ray dan kedua orang tuanya, iya Bayu dan Iva pulang karena ini adalah hari bahagia keponakannya yang sangat dia sayangi.
"Ray, ini kenapa Rachel gak datang-datang sih?" tanya Bayu.
"Sabar yah, sebentar lagi, baru saja jalan kesini mereka."jawab Rayhan.
"Iya ayah sukanya kayak gitu, tidak sabaran sekali. Ya sudah aku ke Andini dulu yah."ucap Iva
Iva ke dalam menemui Andini yang masih saja sibuk mengecek apa yang kurang untuk acara malam ini.
Tak lama kemudian, Vino dengan Om dan Tantenya datang, juga tak lupa kedua asisten rumah tangganya dan sopir nya juga ikut serta. Mereka di persilahakan masuk ke ruangan yang telah di persiapkan Arsyad.
Mereka langsung di persilahkan ke teras belakang sambil menunggu Shita dan Rachel datang. Iya teras belakang sudah di persiap kan Arsyad dan Arsyil untuk keluarga Vino. Juga mobil keluarga Vino di masukan ke dalam Garasi agar Shita tidak tau bahwa Vino sudah berada di rumahnya.
******
(Didalam mobil Rachel)
Shita semakin bingung karena Rachel melajukan mobilnya ke arah menuju rumah Shita.
"Chel ini kan arah pulang?"tanya Shita.
"Ta aku ada yang kelupaan, aku mau ambil sesuatu dulu di rumahmu, tadi sudah dititipkan Arsyil barang yang tak ku bawa itu." jelas Rachel.
Shita percaya saja apa yang di katakan Rachel, dia menurutinya.
Mereka tiba dirumah Shita, Shita bingung melihat mobil milik om nya yang ada di halaman rumahnya.
"Chel, ada ayahmu, ini mobilnya terus di dalam ada apa kok terang sekali lampunya?" Shita semakin bertanya-tanya.
"Ah aku gak tau, ayo masuk dulu gak mau menemui ayahku? katanya kangen sama ayahku?"ucap Rachel.
"Iya yuk masuk, aku rindu sekali dengan Om Bayu dan Tante Iva." ajak Shita.
Mereka masuk ke dalam rumah, sebelum nya Rachel sudah memberi kode dulu kepada Arsyil agar semuanya siap.
Shita masuk ke dalam rumahnya dan dia disambut oleh keluarganya.
Papah Rico membawakan kue ulang tahun Shita dan yang lain di belakang papah Rico.
"Anak papah sudah pulang, Selamat Ulang Tahun sayang, semoga apa yang kamu impikan tercapai." Rico mendekati Shita dengan membawa kue ulang tahun untuk Shita.
"Ini ada apa? Ahh....kalian." Shita memeluk papah nya dan ibunya secara bergantian, semua mengucapkan selamat untuk Shita, dia memotong kuenya dan menyuapi kue kepada papah dan ibunya dulu lalu kakak dan adiknya.
"Selamat ulang tahun putri ibu yang cantik, semoga selalu di beri keberkahan dalam bertambahnya usiamu nak." ucap Andini sambil memeluk Shita.
"Ta, udah nambah lho usianya, jangan manja terus ya, sehat selalu dan semoga mendapat jodoh yang baik." ucap Arsyad.
"Kak Shita, selamat ulang tahun ya kak, semoga apa yang kakak inginkan terwujud semua."ucap Arsyil.
Bayu memeluk Shita dan berkata, "keponakan om sudah makin dewasa, ya tidak dewasa lagi sih...sudah lebih dari kata dewasa, selamat ulang tahun sayang, do'a terbaik untukmu."
Dan semua bergantian memberikan selamat untuk Shita.
"Terima kasih semua yang sudah memberikan kejutan untuk Shita, sebenarnya ini ide siapa sih? Pantas dari pagi kalian cuek sekali, tidak ada yang ngucapin tidak seperti tahun yang lalu, ternyata kalian merencanakan ini semua."ucap shita sambil memeluk papahnya.
"Ini semua ide adik mu itu, Arsyil yang membuat pesta ini Shita." Papah Rico menjelaskan pada Shit.
"Iya aku yang merencanakan semuanya kak, tenang ada kejutan lagi setelah ini kak." jelas Arsyil
"Kejutan apa Syil?" tanya Shita penasara.
Semua terdiam saat mereka melihat Vino dan keluarganya masuk ke ruang tengah.
"Shita." panggil seseorang dari dalam, suara yang sangat dia kenal dan selalu dia rindukan walau hampir setiap hari dia bertemu walau hanya sekedar makan siang atau makan malam bersama.
__ADS_1
"Kak Vino di sini?" Shita semakin bingung.
Vino mendekati Shita dan memberikan sebuah kado.
"Selamat ulang tahun Ta, sukses selalu ya, sudah nambah umur jangan manja ya Ta, nanti manjanya sama suamimu saja."ucap Vino.
"Terima kasih kak, iya iya Shita gak manja kok."jawabnya
"Kak, mereka siapa?"tanya Shita. Om Dimas dan Tante Vivi berdiri di samping Vino.
"Ta ini om ku, Om Dimas kakak ayahku dan ini istriya Tante Vivi." Vino mengenalkannya pada Shita.
Shita menyambut Om dan Tantenya Vino.
"Baiklah, kedatangan saya di sini Karena keponakan saya satu-satunya malam ini akan melamar seorang gadis yang bernama Arshita Maharani Alfarizi, dia putri dari Bapak Rico Alfarizi."ucap Om Dimas.
Mata Shita terlihat berkaca-kaca mendengar Om Dimas berbicara seperti itu.
"Pak Rico, bolehkan keponakan kami ini melamar putri Pak Rico yaitu Arshita?"tanya Om Dimas.
"Saya setuju Pak Dimas putri saya dilamar oleh keponakan Pak Dimas." jawab Papah Rico.
Vino bahagia sekali karena Papah Rico menyetujuinya. Air mata Shita tak bisa terbendung lagi, dia menangis dengan di rangkul oleh Papahnya.
"Shita, bersediakah kamu menjadi pendamping hidupku?" Vino membuka kotak cincinnya dan memperlihatkan kepada Shita.
"Papah, bolehkah jika Shita menjadi pendamping hidup kak Vino?" tanya Shita pada papahnya.
"Iya nak, papah mengizinkan." jawab Rico.
"Kak Vino, Shita bersedia menjadi pendamping hidup kak Vino."jawab Shita pada Vino.
"Alhamdulillah, terima kasih Shita."
Vino memberikan cincin pada Tante Vivi untuk disematkan ke jari manis Shita.
Tante Vivi menyematkan cincin ke jari manis Shita.
"Selamat sayang, tante titipkan Vino pada kamu, semoga kalian selalu bahagia."ucap Tante Vivi sambil memeluk dan mencium pipi Shita.
"Iya tante, terima kasih."
Acara demi acara sudah terlewati, seusai mereka menikmati jamuan makan malam dari keluarga Rico, mereka duduk bersantai sembari berbincang-bincang.
Om dan tantenya Vino bergabung dengan Rico dam Bayu juga Andini dan Iva.
Sementara Arsyad dan lainnya berkumpul di teras belakang rumahnya.
"Syil aku mau menagih janji, mana coklatnya."pinta Rachel.
"Tuh di kulkas, sana ambil sendiri buat kamu semua."jawab Arsyil.
"Yeay....makasih my best brother." ucap Rachel kegirangan sambil berlari menuju kulkas untuk mengambil coklatnya.
"Tumben kamu membelikan dia coklat Syil?" tanya Shita.
"Dia sudah menjalankan misinya dengan baik kak, mengajak kamu membeli gaun yang cantik ini dan mendandani kamu secantik ini." jelas Arsyil.
"Jadi ini benar-benar idemu Syil?" tanya Shita.
"Gak Arsyil saja sih, semuanya kak termasuk calon suamimu juga." jawab Arsyil.
"Kalian memang selalu membuatku bahagia. Terima kasih semuanya." ucap Shita dengan merangkul Kakak dan Adiknya, dia berada di tengah-tengah kedua laki-laki yang sangat dia sayangi.
"Ya Allah, mereka dua laki-laki yang sangat aku cintai dan aku sayangi, aku tak mau mereka bertengkar karena satu wanita, walau aku terlihat acuh dengan masalah mereka aku selalu memikirkannya hingga aku tak menghiraukan hari ulang tahunku sendiri. Kakak, Arsyil semoga kalian menemukan jodoh yang baik tanpa melukai hati seseorang. Aku harus menemukan cara agar mereka secepat mungkin tahu kalau wanita yang mereka cintai adalah wanita yang sama." ucap Shita dalam hatinya.
Semua berkumpul di teras belakang, mereka mengobrol sambil bercanda. Seperti biasa Arsyad dan Rayhan berduel bermain catur.
.
.
.
.
.
.
♥Happy Reading♥
Maaf Author dari kemarin sibuk Revisi di novel "Rahim Pengganti" jadi baru sempat update.
Terima kasih yang masih setia menunggu kelanjutan ceritanya...
__ADS_1