
Aku sangat terpaksa, semua ini karena si Vera...yang hobby makan.
"Ayo masuk...."
"Iya pak.." jawab Vera girang.
Aku membuka pintu belakang. Saat aku mau duduk pak Arsyad menyuruhku duduk di depan.
"Masa di belakang semua...Nis sini duduk di depan.."
"Nisa sini saja pak...Vera saja yang di depan. Kamu depan ver sana.."
"Gak pak disini saja"
"Yasudah ver sini kamu depan..aku bukan sopir kalian lho ya.... (Tersenyum)"
"Ya sudah lah aku di depan..."
"Gitu dong Ver..." sahutku.
"Kita mau makan apa?"
"Terserah bapak saja. Kan bapak yang mau traktir kami. Ya kan Nis?"
"Iya pak...terserah bapak saja."
"Okey...kita ke restoran seafood ya...di sana tempatnya bagus buat santai juga. Ada lesehannya juga"
"Oke deh..." jawab Vera
Aku hanya diam saja. Aku benar benar berada di posisi tidak nyaman sekali. Apalagi aku melihat dosen aneh itu mencuri curi pandang padaku lewat kaca spion yang tepat mengarah dimana aku duduk. Aku mencoba menghubungi Arsyil. Aku mengirim pesan padanya.
[Sayang...]
[Iya sayang ada apa?]
[Miss U.....]
[Jangan Rindu sayang...Rindu itu berat.]
[Ah kamu...kaya di film film saja. Kataku Rindu itu menyiksa sayang.]
[Hehehe...kamu bisa saja. Bagaimana bimbingamu?]
[Lancar....malah ini dosen pembimbing yang aneh ngajakin makan siang sayang. Dan lebih nyebelinnya si Vera mau mau aja..]
__ADS_1
[Wah...payah nih...sainganku dosen...pasti dia suka kamu sayang.]
[Tuh...kan bilangnya...]
[Ya bisa jadi sayang..]
[Gak lah..]
[Kalau bener iya bagaimana? Pilih aku yang seperti ini apa dosen itu?]
[Ya jelas kamu lah...]
[Yakin?]
[Yakin sekali....]
[Mana cium nya....]
[Mmuuaacch...love u Arsyil...]
[Love u too Annisa mmmuaachh..]
[Kamu sore ini di bengkel?]
[Iya..ini juga sudah di bengkel..]
[Oke aku tunggu...gak usah bawa apa apa...disini sudah ada stok cemilan sayang...aku sudah makan tadi. Sudah kamu makan dulu..makan yang banyak pumpung di trkatir..hehehe]
[Hmmm kamu bisa saja..ya sudah tunggu aku sayang...miss u.]
[Miss u too sayang...mmuuachh..]
[Muuacchh..]
Aku mengahiri chat dengan Arsyil. Dari tadi aku senyum senyum sendiri.
"Hai non...senyum senyum saja kamu...terima chat dari pacar nih ya....dasar bucin."
"Ihhh marah....iya lah...mana mungkin aku chat dengan mamah atau papah senyum senyum senang gini Ver."
"Ya...ya....yaa...kapan mamah papah kamu pulang.."
"Entahlah....mereka saja jarang telfon aku."
"Ehemmm...Nisa sudah punya pacar?" Ucap pak Arsyad.
__ADS_1
"Sudah pak...(tersenyum)."
"Lalu kemana mamah papahmu?"
"Mereka sibuk kerja pak..mengurus perusahaannya yang ada di new york sekarang."
"Kamu dirumah dengan siapa?"
"Bibi pak...asisten di rumah ku."
"Ohhh...kamu tak ada adik atau kakak?"
"Aku anak tunggal pak..."
Pak Arsyad raut mukanya berubah seketika saat aku bilang aku sudah punya pacar. Tali dia masih terlihat slow. Biarlah aku jujur. Memang aku sudah punya Arsyil kok.
Akhirnya kami sampai di rumah makan yang kami tuju.
Pak Arsyad memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil dan aku terkejut sekali dengan perlakuan pak Arsyad padaku. Dia membukakan pintu mobil dan menyuruh ku keluar. Vera yang duduk di depan pun terbelaklak matanya melihat perlakuan pak Arsyad yang seperti itu padaku.
"Ayo Nis turunlah...."
"Emmm iya pak terima kasih..."
Pak Arsyad berjalan mendahului ku dan aku berjalan di belakangnya dengan Vera.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
♡happy reading♡