THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 132


__ADS_3

Malam hari di rumah Rico, semua sedang berkumpul di ruang tengah. Andini merasa kehangatan pada keluarganya, dia tak menyangka hingga setua ini bisa melihat anak dan cucunya hidup bahagia. Banyak liku-liku yang Andini lalui semasa hidup bersama Rico. Dari hanya sebatas rahim pengganti, menjadi istri yang tak di anggap oleh Rico, dan kini dia menjadi istri tercinta Rico. Andini merasa sudah puas dengan kebahagiaan yang Rico berikan, dia memandangi anak dan cucunya yang sedang kompak bermain dan bercerita serta bercanda dengan akrab dan penuh kehangatan.


Rico memandangi istrinya yang sedang tersenyum melihat anak dan cucunya bermain serta bercanda. Rico menggeser posisi duduknya mendekati istri tercintanya, dia menggenggam tangan Andini dan tersenyum menatap Andini.


"Terima kasih, sayang. Sudah memberikan kehangatan untuk keluarga ini. Lihat mereka hidup bahagia, kompak dan selalu rukun dengan saudaranya."ucap Rico yang masih menggenggam tangan Andini lalu menciumnya.


"Terima kasih juga, mas. Ini semua tak lepas dari Almh. Mba Dinda, dia sudah membawaku ke rumah ini, menjadikan aku istri keduamu dan sekarang aku merasakan indahnya menjadi permaisuri di hatimu dan di rumah ini, seperti Mba Dinda dulu yang selalu menjadi permaisuri hatimu." Andini mencium tangan suaminya, Rico mencium kening istrinya dengan lembut.


"Semoga cucu-cucu kita selalu hidup bahagia dan rukun dengan saudaranya, seperti orang tua mereka yang selalu kompak menjaga persaudaraan."ucap Rico.


"Aamiin."jawab Andini. Rico menarik Andini dan menyandarkan kepalanya di dada Rico, dia membelai rambutnya danencoum puncak kepala Andini.


Dio dan Rafi melihat opa dan oma nya sedang bermesraan seperti itu, mereka langsung berlari mendekati Andini dan Rico.


"Ih…opa peluk-peluk oma terus dari tadi."ucap Rafi sambil bergelayut manja di lengan Rico.


"Iya, oma juga." Dio tak kalah manjanya dengan Rafi, dia juga menggelayuti lengan Andini.


Andini dan Rico menarik mereka dalam pelukannya dan mencium Dio dan Rafi secara bergantian.


"Farrel sini dekat Oma dan Opa." Farrel langsung lari kepelukan Rico dan Andini


"Tiga jagoan Oma dan Opa, kalian harus saling rukun ya, jangan bertengkar, lihat tuh Abahnya Rafi dan Ayahnya Dio, mereka gak pernah berantem dari kecil, terus mamahnya Farrel juga tidak pernah berantem. Jadi kalian harus rukun ya, sama Kak Najwa, Kak Shifa dan Rana kalian juga harus menyayanginya. Oke."ucap Andini menasehati cucu laki-laki nya.


"Oke Oma, aku sayang sama Kak Najwa, sama Shifa dan dedek Rana."ucap Rafi.


"Aku juga."ucap Dio dan Farrel.


"Tuh Rel dengar, jangan nakal lagi sama adeknya, kamu sukanya nyubit adeknya."ucap Shita.


"Habis gemss, pipi Rana chubby sekali, mah. Kan Farrel gemas sekali."ucap Farrel dengan manja.


"Seperti pakde mu saja, kalau di suruh jagain mamahmu dulu, dia malah nyubit pipi mamahmu."ucap Rico.


"Di gigit juga pernah."sahut Shita yang masih sedikit ingat saat pipinya di gigit Arsyad karena gemas sekali dengan Shita.

__ADS_1


"Kamu itu waktu kecil nyebelin sekali, suka menyuruh kakak, kalau tidak di turuti mesti mengembungkan pipinya macam ikan balon, gimana kakak gak gemas coba lihatnya."ucap Arsyad sambil mengingat masa kecilnya dulu dengan Shita dan mencubit pipi Shita.


"Ih sakit tau."ucap Shita sambil mengusap pipinya. Arsyad mengusap lembut kepala Shita dan menariknya dalam pelukannya.


"Sekarang pipimu bisa tirus gini ya?" Arsyad mencubit lagu pipi Shita.


"Chubby nya kan sudah nemplok ke Rana. Ya kan sayang."ucap Shita sambil mencium pipi putrinya yang menggemaskan.


Annisa mengambil Rana dari pangkuan Shita, dai suka sekali menggendong Rana, padahal Rana sudah lumayan gede, tapi Annisa senang sekali menggendongnya. Dia Ingan sekali memiliki anak lagi.


"Ayo ikut tante." Annisa mencium habis pipi Rana, dia juga mencium pipi Annisa dengan lembut.


"Kak Rana buat aku ya?"pinta Annisa dengan bercanda.


"Nanti aku gak ada temannya dong, Nis."ucap Shita.


"Sabar, nanti juga Dio dan Shifa punya adek lagi."ujar Arsyil sambil mengajak bercanda Rana.


Arsyil mendekati Shita dan Arsyad, dia duduk di samping Arsyad dan menyandarkan kepalanya di bahu Arsyad.


"Kak, tidak terasa ya, kita sudah tua, sudah menjadi orang tua, tetap gini ya kak, sampai kita tua."ucap Arsyil.


"Kalian adik-adik ku yang hebat, yang selalu mengingatkan kakak jika kakak berbuat salah."imbuh Arsyad.


"Semua orang dilahirkan tidak sempurna. Namun, menurutku, engkau sudah terlahir sempurna sebagai seorang kakak."ucap Shita.


"Semua orang lahir dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Untukku, kekuranganmu hanya satu kak! Kau tidak memiliki kekurangan."ucap Arsyil


"Iya, kalian adalah kakak yang sempurna untukku. Maafkan aku yang selalu jahil sama kakak."imbuh Arsyil.


"Kakak beradik memang begitu jail dan menyebalkan. Namun, itulah cara mereka untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya satu sama lain."ucap Arsyad.


"Kan emang Arsyil yang suka jail."sahut Shita.


"Jail juga sayang sama kamu, kak."imbuh Arsyil.

__ADS_1


"Kalian berdua malah manja sekali sama kakaknya, kamu gak malu dilihat suami dan anakmu, Ta."ujar Rico.


"Arsyil juga, kalau sudah sama kakaknya kalian manja sekali."imbuh Rico.


"Biarin pah, Shita dan Arsyil manja dengan kakaknya, apalah daya kami menantu papah dan ibu, yang hanya anak tunggal. Ya kan Kak Mira, Nisa?"ucap Vino.


"Ya benar, beruntungnya kami memiliki keluarga ini, jadi aku tidak kesepian. Punya dua adik sekaligus dan keponakan yang lucu-lucu sekali. Dan punya Papah juga ibu mertua yang sangat menyayangi aku."ucap Almira.


"Iya kak, apalagi aku yang sudah tidak mempunyai siapa-siapa, hanya kalian keluargaku."imbuh Annisa. Almira memeluk Annisa.


"Sudah jangan di ingat lagi. Kita satu keluarga, semua di sini keluargamu, sayang."ucap Mira.


"Iya kak."


"Nisa, kamu sudah seperti anak kami, sama dengan Vino juga Mira. Kami tak membedakan antara anak dan menantu."ucap Rico.


"Iya Nisa. Jangan bersedih lagi, sayang." Andini membelai rambut Annisa.


Malam ini, malam yang sangat menghangatkan bagi keluarga Alfarizi. Anak dan menantu mereka saling menyayangi satu sama lain. Walaupun kadang mereka saling berbeda pendapat, tapi mereka selalu bisa memahami satu sama lain.


"Tiada yang ditinggal, tiada yang dilupakan, tiada yang dibenci, tiada yang dijauhi, tiada yang lain kecuali keluarga.”gumam Rico dalam hati.


Andini menggenggam erat tangan suaminya, dan menyandarkan di bahu Rico. Dia masih melihat kebahagiaan yang terpancar dari anak dan menantunya.


“Banyak orang terlambat menyadari bahwa keluarga adalah harta yang tak ternilai dan tak tergantikan. Mereka akan sadar jika pengejaran harta yang mereka lakukan berujung dengan malapetaka. Karena, memiliki keluarga yang bahagia adalah sebuah surga yang datang lebih awal."gumam Andini.


**THE END


SAMPAI JUMPA DI SEASON SELANJUTNYA....


SEASON 3 RAHIM PENGGANTI.


Akan segera publis di dalam buku ini ya, jadi tetap di jadikan favorit buku THE BEST BROTHER ini.


Untuk spoiler nya sengaja tidak author tayangkan biar jadi kejutan untuk kalian semua.

__ADS_1


Sebelum lanjut ke season 3 nanti baca lanjutan di rahim pengganti dulu ya, ada sedikit cerita Rico dan Andini yang masih tersembunyi.


Salam hangat untuk kalian semua yang masih setia dengan Hany di sini.😘😘😘**


__ADS_2