
Arsyad dan lainnya mengikuti tim SAR menyusuri sekitar sungai, namun tak ada jejak Najwa dan Shifa. Almira dan Annisa terus berdoa, mereka menunggu suaminya yang masih mencari putrinya. Semua laki-laki, mencari Najwa dan Shifa, sedangkan semua wanita menunggu di Villa.
"Pah, bagaimana ini, di mana anakku, pah." ucap Arsyad dengan wajah yang cemas. Arsyil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Najwa..! Shifa...! Kalian di mana, sayang...!" Arsyil teriak sekencang mungkin, dia meneteskan air matanya dan memeluk Rico.
"Sabar, nak. Pasti Najwa dan Shifa ketemu." Rico memeluk Arsyil.
Vino dan Rayhan memandang mereka penuh rasa iba, dia merasakan jika anak mereka sendiri yang hilang.
"Ya Allah, kembalikan dua keponakan kami dengan selamat, dan semoga cepat ketemu." gumam Vino.
Rayhan mendekati Arsyad, memeluk Arsyad dan menepuk pundak Arsyad, dai memberi kekuatan pada saudara sepupunya.
"Pasti Najwa dan Shifa ketemu, Syad." ucap Rayhan sambil menepuk pundak Arsyad.
Arsyad menghela nafas panjangnya, dia mengikuti kata tin SAR agar menunggu di rumah atau di Villa saja. Tim SAR akan berusaha terus mencari. Rico juga menghubungi polisi dan jajarannya agar melakukan pencarian dua cucunya yang hilang.
Tim SAR menemukan jejak ban mobil dari arah Villa yang berada tak jauh dari sungai, mereka segera menghampiri villa itu dan mengetuk pintu Villa tersebut. Tapi tidak ada sahutan sama sekali, hingga ada seseorang wanita paruh baya datang dari belanga Villa
"Maaf bapak-bapak sedang mencari siapa?"tanya wanita paruh baya itu.
"Ibu tau pemilik Villa ini?"tanya salah satu dari tim SAR.
"Oh…pemilik Villa ini tadi setelah makan siang sudah kembali ke kota."ucapnya.
"Mereka bersama siapa saja?"tanya tim SAR lagi.
"Mereka di sini biasanya satu keluarga, dengan anak dan istrinya, untuk menghabiskan waktu weekend saja, pak. Pasti seminggu sekali mereka datang."ucapnya
"Ibu melihat dua anak kecil di sekitar sini?"
"Wah…yang saya lihat cuma anak pemilik Villa ini, pak. Sudah cuma mereka saja. Karena mereka biasa berlibur di sini, jadi saya tau, kalau mereka anak pemilik Villa ini."jelas wanita paruh baya itu.
"Baik bu, terima kasih."ucapnya. Tim SAR kembali ke arah Rico dan lainnya.
"Pak Rico, kemungkinan cucu Pak Rico di bawa pemilik Villa itu ke kota, katanya mereka dengan anak-anaknya tadi setelah jam makan siang pulang ke kota.
"Pah, bagaimana ini?"tanya Arsyad.
"Apa mereka orang baik? Kalau jahat bagaiman anakku." Arsyil mulai cemas kembali.
"Begini saja, Pak Rico kan sudah menghubungi polisi di kota, kita akan membantu di sini, kami di sini akan terus memantau, jika ada perkembangan saya akan hubungi Pak Rico."ucap Ketua tim SAR. Rico menuruti apa kata mereka, dia kembali ke Villa dengan tangan kosong lagi.
Semua menunggu kedatangan Rico dan lainnya yang mencari Shifa dan Najwa. Dengan rasa menyesal Rico memeluk istrinya, dia tidak berhasil menemukan Najwa dan Shifa.
__ADS_1
"Kita kembali pulang ya, biar semua tim SAR yang mencari."ucap Rico.
"Mira masih ingin di sini sampai Najwa ketemu."tukas Mira
"Aku juga, aku mau tetap di sini, aku akan cari Shifa sendiri."ucap Nisa.
"Sayang, kami sudah berusaha mencari di sini, dan ada kemungkinan, Najwa dan Shifa di bawa ke kota oleh pemilik Villa dekat sungai. Kami juga sudah menghubungi pihak kepolisian. Tinggal menunggu kabar dan. Kita pulang, dan tunggu di rumah saja."jelas Rico pada dua menantunya.
"Benar kata papah, sayang. Kita pulang ke rumah saja, menunggu di rumah papah."ucap Arsyad.
"Kita pulang ya, bunda. Pasti Shifa dan Najwa ketemu, percayalah."ucap Arsyil menenangkan Annisa.
"Tapi Shifa? Najwa? Kalian tega meninggalkan dia di sini?"ucap Annisa.
"Biarkan pihak yang berwajib mencarinya, kita serahkan pada mereka, dan tetap berdoa pada Allah."ucap Rico.
Almira menangis histeris mengingat apa yang dia alami dulu, kejadian itu teringat lagi di memorinya. Arsyad tau apa yang Mira rasakan. Dia sangat takut jika sesuatu yang menimpanya menimpa Najwa dan juga Shifa.
"Astaghfirullah, Najwa Shifa, kalian di mana, nak."Isak Almira dengan tubuh melemas di pelukan Arsyad.
"Ummi, ummi yang sabar ya, Abah akan terus mencari putri kita, mencari keponakan kita."ucap Arsyad menenagkan istrinya.
"Ibu macam apa aku, mas. Aku lalai menjaga anakku. Ibu macam apa aku." Almira semakin histeris menangis di pelukan Arsyad.
Abah Fajri menghubungi Rico, beliau sudah mendengar kabar perihal cucu kesayangannya yang hilang, beliau meminta semua kembali ke rumah dan menunggu di rumah, karena polisi sudah menjalankan perintah darinya untuk mencari Najwa dan Shifa di semua kota.
"Ummi, Kak Najwa dan Shifa pasti baik-baik saja,ummi jangan nangis lagi ya?"Rafi mengusap air mata Almira yang menetes di pipi.
"Kita berdo'a semoga Kak Najwa dan Shifa baik-baik saja." Rafi mencium pipi Mira. Demi apa Mira mendapatkan kekuatan lagu untuk tegar menghadapi semuanya. Dia memeluk Rafi dan menciumnya.
"Bunda, bunda sayang sama Kak Shifa dan Kak Najwa? Kalau sayang Bunda jangan nangis, Kakak pasti baik-baik saja." Dio memeluk Annisa dan menciumnya.
"Iya sayang, maafkan bunda, bunda tidak menjaga kakak-kakak mu." Annisa mengeratkan pelukannya pada Dio.
"Kita pulang ya, bunda? Nurut apa kata Opa dan Ayah."ucap Dio.
"Iya, kita pulang, kita nunggu kakak di rumah."ucap Nisa dengan menghapus air matanya di pipi.
Almira dan Annisa memeluk Dio dan Rafi bersama.
"Ayo kita kemasi barang-barang kita dulu."ajak Rico.
Mereka semua mengemasi barang-barangnya dan bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya.
Abah Fajri dan Ummi Rahma dari tadi diliputi rasa cemas, hari sudah mulai malam, mereka belum mendapatkan informasi perkembangan cucunya.
__ADS_1
"Abah, di mana Najwa dan Shifa, ummi takut, sangat takut, kejadian Mira terulang lagi pada mereka." Ummi Rahma menangis di pelukan Abang Fajri.
"Ummi, jangan berfikiran seperti itu, mereka pasti baik-baik saja." Abah mencoba menenangkan Ummi Rahma.
*****
Di sebuah rumah mewah, sebuah mobil berhenti di halaman rumah mewah tersebut, semua yang ada di dalam mobil turun satu-persatu.
"Ayo sayang, turun dulu."ucap Wanita berambut panjang dan cantik pada ke tiga anak kecil.
"Ini di mana Tante? Katanya mau mengantarkan kami pulang? Kenapa di sini?"tanya seorang anak kecil. Iya, dia Najwa.
"Sayang, maafkan om, Om besok harus meeting dengan klien pagi-pagi, jadi kalian bermalam di rumah Om dulu, om sama Tante janji akan mengantarkan kamu pulang."ucap seorang pria dengan berjongkok di depan Najwa dan Shifa.
"Om tidak bohong? Om dan Tante bukan orang jahat kan?"ucap Shifa.
"Memang kami tampang seorang penjahat? Kalau om dan Tante jahat, om tidak akan menolong mu tadi waktu di Villa."ucap laki-laki itu.
"Kenapa harus ke sini? Tidak mengantarkan kami ke Villa saja langsung?"tanya Najwa.
"Maafkan om, om buru-buru sekali, nak. Om banyak pekerjaan sekali."ucap laki-laki itu sambil mengusap pipi Najwa.
"Ayo kalian istirahat, Om janji besok siang om antar kamu ke rumah"ucapnya.
"Ayo Kak Shifa, Kak Najwa, kita ke kamar."ajak Rania anak dari laki-laki dan perempuan itu.
Najwa dan Shifa mengikuti Rania, mereka masuk ke kamar Rania. Najwa dan Shifa hanya duduk termenung di tepi ranjang, mereka merindukan orang tuanya, mereka sebenarnya ingin pulang.
"Kak, ayo tidur, besok papah dan mamah nganter Kak Najwa dan Kak Shifa pulang kok."ucap Rania.
"Kak Najwa kangen sama ummi dan Abah, Rania."ucapnya.
"Kak Shifa juga, Rania."sahut Shifa.
"Ayo tidurlah, percaya besok papah dan Mamah akan mengantar kalian pulang."ucapnya.
Najwa dan Shifa menuruti apa kata Rania, dia mencoba merebahkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya.
.
.
.
.
__ADS_1
♥️happy reading♥️
maaf Author telat up, terus agak sedikit-sedikit. nanti malam Insya Allah Up lagi kok. jangan bosen-bosen ya dengan ceritanya...