
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu dua keluarga. Iya hari ini adalah hari pernikahan Arsyad dan Almira. Arsyad dan keluarganya sudah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah Abah Fajri. Sementara di rumah Abah Fajri, Almira sudah di rias oleh team MUA yang dia sewa jauh-jauh hari. Shita dan Annisa sudah terlebih dulu di sana untuk membantu semua keperluan Almira. Naila pun sudah ada di sana, di juga sedang menemani Mira yang sedang di rias di kamarnya. Shita dan Annisa sedang menyiapkan gaun untuk akad nikah Almira. Gaun yang sangat sederhana yang dia pilih di butik Nisa.
"Mira, itu siapa yang sedang menyiapkan gaun mu Mira?" tanya Naila.
"Oh, itu Shita adik calon suami ku dan satunya Nisa calon istri adiknya Arsyad calon suamiku."jawab Mira.
"Oh.....iya,iya. Mira nama calon suamimu sepertinya tidak asing bagi aku."ucap Naila
"Mungkin kamu pernah memiliki teman yang namanya mirip Nai." Mira berkata sambil tersenyum tipis pada Naila karena sedang di rias oleh Team MUA.
"Iya mungkin saja Mir."
Naila terdiam sejenak, memikirkan nama Arsyad calon suami Almira.
"Arsyad, iya di undangannya nama calon suami Mira adalah Arsyad Alfarizi. Nama yang sama, apa jangan-jangan itu orang yang sama juga. Kalau iya benar, ahhhh......ini tidak mungkin."gumam Naila dalam hati.
"Nai, kenapa diam saja?" tanya Almira.
"Ehm... tidak apa-apa Mira."jawabnya.
Almira sudah selesai di rias oleh Team MUA nya. Wajah Almira di sulap begitu cantik sekali. Iya kecantikan nya itu hanya untuk Arsyad suaminya. Karena dia berdandan seperti itu juga akan di tutup dengan cadarnya saat nanti di luar.
Almira memakai gaun nya dengan di bantu oleh Shita dan Nisa. Mereka sangat telaten sekali membantu Mira memakai gaunnya. Setelah selesai memakai gaunnya Mira mengambil jilbab warna putih untuk di kenakan dan cadar warna putih juga. Team MUA kembali menata jilbab Mira dan memasangkan Mahkota di kepala Mira serta memasangkan cadarnya.
"Yah....sudah cantik di tutup lagi mba."ucap salah satu orang dari team MUA.
"Kan biar suami aku saja yang melihatnya mba. Di depan tamu laki-laki kan banyak sekali."ucap Mira menyahuti salah seorang dari team MUA.
"Sudah cantik sekali, Sholehah dan auratnya di jaga hanya untuk suaminya saja. Sungguh Mba Mira benar-benar wanita yang di rindu surga."seorang dari team MUA yang lainnya berkata.
"Aamiin....."ucap Mira.
Raut wajah Almira seketika berubah murung mendengar seseorang dari Team MUA mengatakan Aurat Mira selalu di jaga untuk suaminya. Padahal dulu tiga lelaki jahat yang menculik Mira sudah merenggut kesucian Mira saat dia berumur 10 tahun.
"Kak Mira, kok murung?"tanya Nisa.
"Kakak hanya memikirkan Arsyad Nis, Kak Arsyad sampai mana ya kok belum datang-datang? Coba kamu telfon Arsyil Nis."ucap Mira pada Nisa mengalihkan apa yang sedang ia pikirkan.
"Iya kak, sebentar Nisa telfon Arsyil dulu."ucap Nisa.
"Shita kemana Nis?"tanya Mira
"Sedang lihat catering di depan Kak, sudah siap semua apa belum."jawabnya.
"Oh...ya sudah Nis kamu telfon Arsyil dulu gih."
"Iya kakak cantik, sudah tak sabar ya menunggu calon suaminya?" Nisa menggoda Almira.
"Yah seperti itu Nis. kamu juga akan merasakannya nanti, bagaimana groginya saat ini, seperti apa yang kurasa."ucap Mira.
Naila dari tadi hanya terdiam dengan tatapan kosong, dia masih saja memikirkan nama calon suami Mira. Iya Arsyad Alfarizi. Laki-laki yang dulu pernah dia cintai, dan mungkin hingga saat ini dia masih menantinya kembali.
"Bukan, pasti bukan Arsyad dia. Pasti bukan." gumam Naila dalam hati.
"Jika iya benar, Mira sangat beruntung sekali menikah dengan Arsyad. sementara aku yang menantinya dari dulu tak pernah sedikitpun terbalas cintanya." Naila terus berbicara dalam hatinya.
Dia masih penasaran dengan calon suami Almira yang namanya sama dengan laki-laki yang dia cintai dulu semasa SMA. Namun, cinta Naila tak pernah terbalas oleh laki-laki itu.
"Sudah Nai, jangan difikirkan. Kalau memang Arsyad yang sama berarti dia bukan jodohmu Nai." dia berkata dalam hati sambil menenangkan hatinya yang gundah.
__ADS_1
"Nai, kamu kenapa dari tadi kok diam saja?" tanya Mira
"Tidak apa-apa Mira "jawabnya
Nisa dan Shita terlihat masuk ke dalam kamar Mira. Mereka memberitahukan kalau Arsyad dan lainnya masih menuju ke rumah Abah.
"Kak, Kak Arsyad sebentar lagi datang kok. tenang saja kakak, sudah tenangkan hati kakak ya."Shita memeluk Almira, begitu juga Nisa. Mira berada di tengah-tengah Nisa dan Shita.
"Iya sayang, kakak grogi sekali."
"Sudah jangan grogi kak."ucap Shita.
"Iya Kak Mira."sahut Nisa juga.
Naila melihat keakraban mereka bertiga.
"Beruntung sekali Mira, saudara dari suaminya sangat sayang padanya. Mereka rela bermalam di sini menemani Mira."gumam Naila dalam hatinya.
Almira masih bertanya-tanya dalam hatinya, kenapa Naila dari tadi lebih banyak diam tidak seperti biasanya
"Naila ada apa ya, tidak seperti biasanya dia seperti in."gumam Almira dalam hati.
Almira beranjak dari kursi yang dia duduki, dia berdiri dan berjalan ke arah Naila yang sedang melamun duduk di sofa.
"Nai, kamu baik-baik saja kan? kamu sakit?"tanya Almira.
"Aku tidak apa-apa Mira, hanya sedikit lelah saja Mira."jawab Naila.
"Oh iya Mira, kamu sudah akrab sekali dengan Nisa dan Shita. Padahal kalian belum lama mengenalnya kan?"tanya Naila.
"Justru aku kenal dengan Shita dulu sebelum aku kenal kakaknya."jawabnya.
"Kamu ingat tasbih yang aku temukan di masjid dulu waktu denganmu sehabis ke toko buku? Tasbih itu milik calon suamiku Nai. Dan, saat aku mengembalikan tasbih itu di Masjid pada dia, karena dia juga terus mencarinya. Sejak itu, aku sudah jatuh hati dengan Arsyad. Ternyata takdir sangat indah sekali, Perusahaan Abah bekerja sama dengan Perusahaan milik Papahnya Arsyad. Lalu, kami di jodohkan setelah aku menolak Lukman untuk mengkhitbah ku Nai. Awalnya Arsyad mencintai Nisa, ternyata Nisa adalah kekasih adiknya. Ya dengan besar hati Arsyad merelakan Nisa dengan Adiknya lalu menerima perjodohan ini."jelas Mira.
Naila hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja saat Mira menjelaskan semua nya
"Jadi seperti itu kisah Mira dan Arsyad?" gumam Naila dalam hatinya.
"Jadi tasbih itu milik calon suamimu Mira?"tanya Naila.
"Iya Nai, sudah tidak penasaran lagi kan? apa kamu memikirkan ini Nai? Apa kamu masih menduga-duga Arsyad itu laki-laki yang kamu kenal? Karena aku lihat setelah kamu dengar nama Arsyad kamu jadi berubah gini Nai."ucap Mira
"Em...bukan gitu Mir. Yah...sudahlah jangan di bahas Mira. aku tidak memikirkan itu. aku lelah sekali butik ku dari kemarin ramai Mir, Alhamdulillah "ucap Naila yang mengalihkan pembicaraan.
"Alhamdulillah...Aku kira karena nama Arsyad. Kamu sibuk terus Nai, kemarin aku mau mengenalkan Arsyad ke kamu malah kamu sibuk, ya sudah tidak jadi. Terus waktu peresmian taman baca juga kamu tidak datang. Kalau datang kan jadi tidak penasaran seperti ini Nai."ucap Mira.
"Iya juga ya Mir."
"Nyesel kan sekarang?"
Almira mengobrol dengan Naila, Shita dan Nisa di kamarnya sambil menunggu Arsyad datang ke rumahnya.
♥️Arsyad♥️
Hari ini aku akan menjadi seorang suami, Iya aku akan menikah dengan wanita pilihan orang tuaku. Dan juga pilihanku. Aku sangat mencintai Almira. Entah, perasaan itu tiba-tiba hadir begitu saja dalam hatiku, hingga aku tak bisa melupakan dia sedetik saja.
"Mira, tunggulah aku, hari ini aku akan datang ke rumahmu untuk mengikrarkan janji suci di depan penghulu, aku mencintaimu Mira." aku bergumam dalam hatimu.
Aku sudah rapih dengan setelan jas ku yang kemarin di pilihkan Mira di butik Annisa. Aku keluar dari kamarku menuju ke ruang tamu, saat akan keluar dari kamar, ibu masuk ke dalam kamarku. Ibu memeluk ku erat sekali.
__ADS_1
"Sayangnya ibu, hari ini kamu mau jadi seorang suami, nak. Syad, sayangi Almira seperti kamu menyayangi ibu ya nak, jangan sakiti dia, nak. Apapun yang terjadi tetaplah di samping Almira jangan berpaling darinya dan mencari wanita lain. Ibu sudah sangat menyayangi Almira seperti putri ibu sendiri, nak." ibu berkata padaku sambil mengusap pipiku dan mencium keningku.
"Iya ibu, aku janji akan selalu berada di samping Almira saat suka dan duka. Arsyad janji Bu. Arsyad juga akan menyayangi Almira seperti menyayangi ibu."ucapku pada ibu.
Ibu memeluk ku lagi, ibu meneteskan air matanya dan aku usap air mata ibu yang mengalir di pipinya.
"Jangan menangis ibu, Arsyad sayang ibu."ucapku sambil mengusap air mata ibu. Ibu semakin deras mengeluarkan air matanya.
"Ibu bahagia, nak. Ibu bahagia bisa melihat kamu menikah. Sepertinya baru kemarin ibu menimang mu, baru kemarin ibu melalui hari-hari bahagia saat kamu kecil. Dan, sekarang kamu akan menjadi seorang suami dan setelah itu kamu akan menjadi seorang Ayah. Ibu bahagia sekali Arsyad."ucap Ibu.
"Sama ibu, Arsyad juga bahagia sekali. Terima kasih ibu, sudah memilihkan calon istri sesempurna Almira."ucapku sambil memeluk ibu.
"Ya sudah yuk keluar, itu sudah banyak yang menunggu. Kasihan Almira juga sudah selesai di rias kata Arsyil, dia sudah menunggumu sangat lama sekali katanya. Dari tadi Nisa dan Shita bolak balik telefon Arsyil, Vino dan Rayhan."ucap ibu.
"Ya sudah yuk Bu keluar. Oh sebentar Bu, Arsyad ambil kalung Almira dulu." Arsyad menghentikan langkahnya dan berbalik berjalan ke arah Lemari untuk mengambil kalung Almira.
"Kalung? Kan itu di depan cincin kawin sudah ada Syad? "tanya Ibu.
"Iya ibu, itu kan cincin kawin bu. kemarin Arsyad beli ini waktu akan mengkhitbah Mira. Tapi, segaja akan memberikannya kalau sudah sah nanti. bagus tidak Bu?"tanyaku pada Ibu.
"Bagus, cantik sekali. Pasti Mira suka, nak. Ya sudah ayo keluar." ibu mengajak ku keluar dari kamar.
Iya benar sudah banyak orang yang menunggu ku di ruang tamu dan teras rumahku. Ada orang tua Annisa juga di depan dan Lukman sahabatku saat di Kairo, dia juga hadir di sini untuk menyaksikan Akad Nikah ku nanti.
"Hai sob, selamat ya akhirnya kamu akan menikah juga."ucap Lukman.
"Iya terima kasih Luk, maaf aku hanya mengundangmu lewat WhatsApp saja."
"Iya tidak apa-apa Syad."
Semua sudah berkumpul, barang bawaan untuk pengantin pun sudah di persiapkan di dalam mobil. Akhirnya kami semua berangkat ke rumah Mira.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
♥️happy reading♥️
maaf telat-telat up nya...
__ADS_1
Hayo.....penasaran kan? Siapa Naila dan Lukman sebenarnya? mau tau kelanjutannya? nanti aku up lagi ya para reader ku tercinta...♥️♥️♥️