THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 63


__ADS_3

Malam ini Arsyad dan Shita mencari baju di sebuah butik langganan Shita dan Rachel yang ada di dalam mall. Shita masih sibuk memilih baju untuk dirinya. Arsyad sudah mendapatkan baju pilihannya. Sekarang tinggal menunggu Shita mencari bajunya.


"Dasar cewek, milih baju saja berjam-jam seperti ini."gumam Arsyad dalam hati.


"Ta masih belum ketemu yang pas?"tanya Arsyad.


"Iya kak, bantuin dong, carikan yang pas untuk Shita."


Arsyad mencarikan baju yang cocok untuk adik perempuannya. Dia menemukan baju yang kira-kira cocok untuk Shita. Gaun panjang dengan lengan tiga perempat berwarna biru muda yang sangat cantik sekali.


"Ta, lihat sini,ini sepertinya cocok buatmu." Arsyad menunjukan gaun itu pada Shita.


"Kak, cantik sekali, sini biar Shita coba." Shita mengambil baju tersebut dari Arsyad dan mencobanya di kamar pas.


Arsyad menunggu Shita mencoba gaun pilihannya. Dia duduk sambil membuka ponselnya.


"Pak Arsyad."sapa dua orang perempuan yang berjalan menghampiri Arsyad.


"Ehh..Vera, Rere kalian di sini juga?"tanya Arsyad.


"Iya pak saya sedang mengantar Rere beli baju pak. Pak Arsyad dengan siapa di sini?"tanya Vera.


Arsyad belum menjawab pertanyaan Vera tiba-tiba Shita datang menghampirinya.


"Kak, bagaimana?"tanya Shita dengan memutar-mutar badan di depan Arsyad.


"Cantik sekali kamu Ta." Arsyad memuji adiknya.


"Ambil saja gaunnya." Ucap Arsyad.


"Okey." Shita berlalu meninggalkan Arsyad ke kamar pas untuk melepas gaun yang tadi di cobanya.


"Pak Arsyad itu siapa? Pacar Pak Arsyad?"tanya Vera.


"Kalian itu, ya...bukan dia bukan pacar saya."jawab Arsyad.


Shita keluar dari kamar pas dan menghampiri Arsyad yang sedang mengobrol dengan Vera dan Rere.


"Ah masa bukan pacar bapak? Wah....Pak Arsyad Gercep ya, di tolak Annisa langsung dapat gantinya, cantik lagi."ucap Rere.


Shita yang mendengar semua itu hanya bisa mengernyitkan dahinya. "Kak, Annisa? Annisa kekasih Arsyil? Mereka siapa kak?"tanya Shita.


"Mereka mahasiswa kakak Shita dan juga sahabat Annisa."jawab Arsyad.


"Oh....hai...aku Shita adiknya Dosen kalian yang tampan macam ini." Shita memperkenalkan diri dan bersalaman pada mereka.


"Oh...adiknya, saya kira kekasih Pak Arsyad."sahut Rere.


"Bukan, aku adiknya. Oh iya kalian kenal Annisa juga?"tanya Shita.


"Iya kak, kami sahabat Annisa."jawab Vera.


"Kakak kenal Annisa?"tanya Rere.


"Ya, dia kekasih adikku Arsyil."jawab Shita.


"Jadi, Arsyil adik Pak Arsyad juga?"tanya Rere.


"Ya, kami bertiga saudara kandung. Aku anak pertama, kedua Shita dan ketiga Arsyil."jelas Arsyad.


Rere dan Vera terkejut karena sahabatnya yaitu Annisa di cintai oleh dua bersaudara.

__ADS_1


"Pak Arsyad, apakah itu benar?"tanya Vera.


"Iya Vera, Arsyil kekasih Annisa itu adik kandungku."jawab Arsyad.


"Ah....gak apa-apa pak...kan bapak tampan macam ini, banyak wanita yang ngantri pak."ucap Rere yang mulai nyleneh.


Shita yang melihat Vera dan Rere sudah semakin tidak merasa nyaman.


"Ini teman-teman Annisa kecentilan banget sih, padahal Annisa sangat pendiam sekali, kenapa bisa punya teman seheboh ini dia."gumam Shita dalam hati.


Vera dan Rere masih membicaraka wanita yang cocok untuk Arsyad. Tapi, Shita langsung menylah pembicaraan mereka.


"Eeehh...jangan main jodoh-jodohin. Kakaku sudah punya calon istri dia masih melanjutkan S3 nya di Kairo."celah Shita


"Benarkah pak?"tanya Rere.


"Iya benar namanya Almira."jawab Shita langsung.


"Ihh kamu Ta...asal ngomong aja."ucap Arsyad sambil mencubit pipi Shita.


"Sakit tau kak, ayo pulang kak."ajak Shita sambil bergelayut manja pada Arsyad.


Melihat Shita yang sudah tak nyaman dengan mereka akhirnya Rere dan Vera berpamitan untuk melanjutkan memilih baju yang akan Rere beli.


"Pak kami ke sana dulu ya?"pamit Rere.


"Oh iya."jawab Arsyad.


Mereka meninggalkan Arsyad juga Shita.


"Ta, kenapa tadi kamu asal bicara saja sih, pakai bilang Almira calon istriku lagi."ucap Arsyad.


"Kak, aku sudah mulai bosan dengan mereka, ya asal ceplos saja aku bilang seperti itu. Kak, lagiyan Kak Mira kan wanita baik-baik. Kakak kenal lagi dengan Abahnya."jelas Shita.


"Siapa tau Kak Mira jodoh kakak. Kak aku benar-benar senang jika kakak dengan Kak Mira. Kak aku comblangin kakak dengan Kak Mira ya?" Shita berniat menjodohkan Kakaknya dengan Mira.


"Ehh...jangan asal ngomong, mana ada seorang Mira mau dengan Arsyad yang jauh sekali dari kata sempurna Shita."


"Kak, kamu terlalu merendah sekali."


"Sudah ayo pulang, jangan bahas masalah jodoh lagi. Kamu kapan menikah dengan Vino. Jangan lama-lama."ucap Arsyad sambil berjalan menggandeng tangan adiknya.


"Kakak dulu yang menikah, walaupun nanti Arsyil sudah melamar Annisa. Kakak tetap harus menikah dulu."jelas Shita.


"Do'akan saja semoga cepat dapat jodoh kakakmu yang tampan ini Ta."


"Nanti dua bulan lagi kakak pask ketemu jodoh kakak."


"Pasti Mira lagi."jawab Arsyad.


"Iya lah, siapa lagi."


"Kamu itu."


Mereka masuk kedalam mobil dan langsung pulang ke rumah.


*******


Arsyil masih berada di rumah Annisa. Dia sudah mulai akrab dengan kedua orang tua Annisa. Mamah Dewi bahagia sekali calon menantunya datang ke rumahnya. Bahkan, dia disempat-sempatkan membuatkan kue untuk calon menantunya.


"Syil kue nya dihabiskan dong. Itu tante sengaja buatkan untuk kamu."ucap Mamah Dewi.

__ADS_1


"Iya tante nanti Arsyil habiskan."jawab Arsyil.


"Oh iya, bagaimana dengan Arsyad kakakmu, saat mengetahui kamu kekasih Annisa?"tanya Papah Rizal.


"Awalnya kakak sempat merasa tak enak hati dengan Arsyil. Tapi, sekarang sudah biasa saja dengan Arsyil."jawab Arsyil.


"Alhamdulillah kalau dia bisa menerimanya dan tidak ada perselisihan antara kamu dan Arsyad."


"Iya om Alhamdulillah. Oh iya om, boleh tidak Arsyil mengajak Annisa ke acara pernikahan Rayhan sepupu Arsyil?" tanya Arsyil.


"Oh iya, nak Ray putranya Pak Bayu 3 hari lagi akan menikah. Kami juga di undang untuk menghadiri acara resepsinya." jawab Papah Rizal.


"Om di undang juga?"tanya Arsyil lagi.


"Iya, om rencanya mau ajak Annisa juga. Om kan jarang sekali ajak Annisa keluar. Mumpung om ini masih di rumah, om selalu menuruti apa maunya Annisa. Dan, bahkan saat meeting di luar om selalu bawa Annisa. Nanti setelah itu kami jalan-jalan kemanapun yang Annisa inginkan."jelas Papah Rizal.


"Oh...ya sudah, nanti Annisa dengan om saja. Toh ketemu Arsyil juga di sana."ucap Arsyil.


"Begini saja, kamu ajak dulu Annisa kesana, nanti om dan tante juga menyusul ke acara pernikahan Rayhan. Om tau kamu ingin sekali mengajak dia kan?" ucap Papah Rizal yang membuat Arsyil malu.


"Om bisa saja. Ya sudah kalau om memperbolehkannya."


"Pah, aku mau sama papah saja ke sananya."ucap Annisa.


"Yakin sama papah saja. Kasihan Arsyil dong kesana tidak ada pasangannya."ucap Papah Rizal.


"Iya sayang, kamu sama Arsyil ke sana dulu. Nanti mamah dan papah menyusulmu."sahut Mamah Dewi.


"Iya sudah kalau begitu."jawab Nisa.


Mereka asik bercanda dan mengobrol hingga lupa dengan waktu, Arsyil melihat jam tangannya, dia segera pamit karena sudah terlalu malam.


"Om,tante Arsyil pamit pulang dulu." pamit Arsyil.


"Oh..iya nak, terima kasih sudah datang ke rumah kami, om senang sekali bisa kenal dengan kamu. Besok kita sambung lagi ceritanya dan nanti om akan mampir ke Bengkel kamu."jawab Papah Rizal.


"Papah, udah mau mulai lagi nih mainan sepeda motor."celah Mamah Dewi.


"Iya dong, kan mau punya menantu yang hobby sepeda motor juga. Asik kan mah, nanti bisa touring bareng-bareng mamah sama papah, Arsyil dengan Nisa."jawab Papah Rizal.


"Iya..deh...iya..."ucap Mamah Dewi.


"Ya sudah Arsyil pamit pulang dulu. Nisa aku pulang ya?" Pamit Arsyil pada Nisa.


"Iya Syil hati-hati. Salam buat Kak Shita."


"Oke...Om, tante, dan Nisa, Arsyil pulang dulu ya Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."jawab mereka.


Arsyil menghidupkan sepeda motornya, dia melambaikan tangan pada Annisa dan kedua orang tuanya. Lalu, melajukan sepeda motornya pulang ke rumah.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♥happy reading♥


__ADS_2