THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 98


__ADS_3

Annisa dan Arsyil keluar menemui tamu undangannya, semua teman Arsyil dan Nisa menghadiri resepsi pernikahannya. Rere dan Vera langsung menghampiri Nisa, mereka langsung memeluk Nisa dengan bahagia.


"Selamat tuan putriku sayang."ucap mereka bersama.


"Cantik, sekali kamu Nis, kenapa ganti gaunnya, yang tadi kan bagus Nis."ucap Vera.


"Gerah, Ver, makanya aku ganti yang ini." Nisa sangat bahagia, teman-temannya datang ke resepsinya.


"Nis, aku menemui teman-teman ku dulu ya di sana." Arsyil pamit menemui temannya.


"Iya, Syil. Nanti aku menyusulmu ke sana." ucap Nisa. Nisa melanjutkan mengobrol dengan temannya.


Arsyil menemui semua teman-temannya. Mereka memberi selamat pada Arsyil, juga Fitri mantan kekasih Arsyil.


"Syil, selamat ya, semoga bahagia. Mana Annisa?" Fitri memberikan selamat pada Arsyil.


"Itu di sana, sebentar aku panggilkan."Arsyil memanggil istrinya untuk menemui teman Arsyil.


Arsyil memperkenalkan istrinya pada semua temannya dan juga kepada Fitri.


"Nisa, selamat ya, semoga kalian bahagia."ucap Fitri.


"Iya Fit terima kasih."jawab Nisa


Arsyil meninggalkan Annisa sendirian dengan teman-temannya. Arsyil menuju ke arah panggung yang di gunakan untuk Live Music. Iya, orang tua Annisa memang suka sekali dengan Musik, jadi mereka sengaja menyuguhkan Live Music untuk menghibur tamu undangan. Arsyil akan menyanyikan lagu untuk istrinya.


"Selamat siang semuanya, hari ini adalah hari bahagiaku, karena baru saja aku mengucapkan janji suci di depan penghulu untuk menikahi seorang wanita yang sangat aku cintai. Annisa, bisa menemaniku di sini, untuk menyanyikan sebuah lagu yang aku khususkan untukmu."ucap Arsyil.


Semua mata memandang ke arah Arsyil, dan wanita yang sangat cantik berjalan menuju ke arahnya. Arsyil memegangi tangan Annisa untuk naik ke atas panggung. Alunan musik mengiringi Arsyil menyanyi. Dia menyanyikan lagu berjudul "Bukti" milik penyanyi terkenal "Virgoun".


*Memenangkan hatiku bukanlah


Satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


'Ku tak bisa hidup tanpamu


Menjaga cinta itu bukanlah


Satu hal yang mudah


Namun sedetik pun tak pernah kau


Berpaling dariku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu

__ADS_1


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Meruntuhkan egoku bukanlah


Satu hal yang mudah


Dengan kasih lembut kau pecahkan


Kerasnya hatiku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Tolong kamu camkan itu*


Annisa meneteskan air matanya saat Arsyil menyanyikan lagu untuknya. Arsyil membawa Annisa dalam pelukannya, dia menyandarkan kepala Nisa di dadanya. Semua mata menyaksikan kebahagiaan pasangan baru. Arsyad dan Almira melihat pasangan yang sedang berbahagia itu, Arsyad merangkul istrinya dan mencium kepalanya.


"Lihat mereka sangat romantis."ucap Arsyad.


"Kamu juga tak kalah romantis, romantismu berbeda dengan pria lain, mas."ucap Mira, dia menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Memang aku romantis?"tanya Arsyad.


"Iya sangat romantis, jika di kamar."jawab Mira.


"Bisa saja istriku ini."Arsyad mencubit pipi Almira dengan lembut.

__ADS_1


"Mas, lapar."ucap Mira.


"Mau makan lagi?"tanya Arsyad. Mira hanya menganggukkan kepalanya. Arsyad langsung mengajak Almira ke meja saji untuk mengambil makanan yang ia mau. Arsyad mengambilkan makanan untuk Mira.


"Ayo makan di sana."ajak Arsyad.


"Mas tidak makan?"tanya Mira.


"Mas sudah makan tadi, ayo, mas temani kamu." Arsyad dan Mira berjalan menuju ke arah dua kursi kosong yang berada di pojok ruangan.


"Duduklah, pegang air mineralnya. Mas akan suapi kamu."ucap Arsyad.


"Aku bisa sendiri,mas."ucap Mira.


"Biar aku suapi kamu saja, sayang."


"Aku malu, mas."


"Aku ingin menyuapi kamu, ayo buka mulutmu." Almira menuruti suaminya, dia membuka mulutnya dan makan dengan di suapi suaminya.


Rico dan Andini menghampiri Arsyad dan Mira yang sedang duduk di pojokan ruangan.


"Mesranya, mojok lagi ya."ucap Rico.


"Ih... papah ganggu saja."ucap Arsyad.


"Senangnya di suapi suami, mau dong Pah, ibu di suapi."ucap Andini.


"Ibu mau papah suapi?"tanya Rico.


"Iya."jawab Andini.


"Ya sudah, ayo kita ambil makanan. Papah ke sana dulu Syad. Ibu mu sedang ngidam lagi, minta di suapi papah nih."ucap Rico dengan bercanda.


"Gak, Arsyad gak mau punya adek lagi, masa iya, adek sama anak Arsyad umurnya sama. Papah ada-ada saja."ucap Arsyad.


"Jangan dengerin papahmu. Ayo pah, cepetan."ajak Andini.


Arsyil dan Annisa turun dari panggung seusai menyanyi. Dia kembali menemui tamu-tamunya. Mereka berdua benar-benar lelah, karena tamu undangannya banyak sekali. Acara resepsi Arsyil dan Nisa berjalan dengan lancar. Semua tamu satu-persatu berpamitan untuk pulang. Keluarga Arsyil masih berada di rumah Nisa, hanya Almira dan Arsyad yang pulang. Karena Almira ingin sekali membeli buah strawberry. Maklum, Almira sedang ngidam, kalau minta apa-apa harus segera di turuti. Kalau tidak, dia akan marah besar dengan suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


♥️happy reading♥️

__ADS_1


maaf sedikit up nya...belum dapat Ilham lagi...😁🙏


__ADS_2