THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
S3 Cinta Untuk Mereka Bab 42 "Mudah Goyah"


__ADS_3

Arsyad tidur di samping Annisa. Mereka berdua tidak bisa tidur, mungkin karena masih belum larut malam dan karena Arsyad menahan rasa laparnya karena belum makan malam.


"Nis, aku lapar,"ucap Arsyad


"Sana keluar makan!"titah Annisa.


"Bagaimana mau keluar, pintu di kunci Najwa dan Dio,"ucap Arsyad.


"Ya sudah, tahan sampai besok, salah sendiri kakak mau di kerjain mereka," ucap Annisa.


Mereka berdua tidak bisa tidur hingga larut malam. Untuk mengisi waktu tidak bisa tidurnya, Annisa membuka laptopnya dan mengerjakan beberapa file yang belum sempat ia kerjakan tadi di kantor. Arsyad memerhatikan Annisa yang sibuk bekerja, dia hanya terdiam menemani istrinya yang sedang sibuk dengan laptopnya.


Arsyad dari tadi masih memandangi Annisa yang sangat sibuk hingga dia merasa ngantuk dan ketiduran di samping Annisa.


Annisa tak mempedulikan suaminya yang sudah tertidur pulas, dia tetap mengerjakan pekerjaannya.


"Bilangnya lapar, gak bisa tidur, eh malah tidur duluan, dasar orang aneh, orang egois. Lihat saja besok, pasti dia berubah lagi sikapnya,"gumam Annisa.


Annisa mematikan laptopnya, dia turun dari ranjangnya dan menaruh laptop miliknya di atas meja. Dia duduk di sofa dan membuka ponselnya. Annisa membuka foto-fotonya bersama Arsyil. Setiap malam sebelum tidur dan selama ia tidur di kamar tamu, dia selalu memandangi foto almarhum suaminya sebelum tidur.


"Syil, lihatlah, apa pantas aku melanjutkan pernikahan ini? Pernikahan yang semestinya tidak pernah terjadi, pernikahan yang hanya membuat kita melakukan dosa karena keegoisan kita. Aku sudah berusaha, Syil. Berusaha menjadi istri yang baik untuk kakakmu, ini semua karena aku tidak ingin menjadi istri yang durhaka. Namun, lihtalah, keegoisan kakakmu lebih tinggi. Aku tidak tau harus bagaimana, Syil. Andaikan aku harus memilih, ikut ke alam kamu atau di sini, aku lebih baik ikut kamu. Shifa dan Dio masih ada papah kamu yang sangat menyayangi mereka. Sampai kapan akan seperti ini, Syil. Hati kakakmu mudah sekali berbolak-balik, dia saat ini baik, entah besok atau besoknya," gumam Annisa sambil memandangi foto suaminya.


Annisa merasakan kantuk menyerang dirinya, tapi ia tak henti menatap foto mendiang suaminya dan mengenang masa-masa indah bersama mendiang suaminya, hingga dia tertidur di sofa. Annisa masih mendekap ponselnya yang masih menunjukan foto Arsyil yang ada di dalam galeri. Dia tertidur pulas hingga pagi hari di sofa.


Arsyad terbangun pukul 4 pagi, dia tak mendapati istrinya ada di tempat tidur, dia melihat Annisa tertidur di sofa. Arsyad mendekatinya, dia menyibakan rambut Annisa yang menutupi wajahnya. Ponsel Annisa sudah tergeletak di samping Annisa. Beruntung sofa di kamar Arsyad agak besar dan luas, jadi ponsel Annisa tidak jatuh ke lantai. Arsyad mengambil ponsel Annisa dan melihat ponsel Annisa. Dia melihat foto-foto Arsyil dan Annisa di dalam galeri ponsel Annisa.


"Dia semalam ketiduran dengan memandang foto Arsyil rupanya. Aku salut, walaupun cinta kamu pada Arsyil sangat kuat, tapi kamu bisa menerima keadaan Annisa. Tidak seperti aku, kamu mang wanita hebat Annisa,"gumam Arsyad sambil memandangi foto almarhum adiknya di ponsel istrinya.


Dia membuka ponsel Annisa lebih jauh, dia membuka video saat Annisa dengan Arsyil. Terlihat mereka adalah pasangan yang sangat harmonis dan serasi. Annisa masih rapi menyimpan semua kenangannya dengan Arsyil. Dan yang lebih mengejutkan, dia tidak pernah menghapus chat dari Arsyil. Sebelum dia hapus chat, pasti Annisa menyalin lebih dahulu atau dia screenshot chat dari Arsyil. Arsyad melihat semua screenshot chat Arsyil dan Annisa sejak ia bertemu hingga terakhir Arsyil chat dengan Annisa.


"Pantas Annisa begitu mencintai Arsyil. Arsyil memperlakukan Annisa layaknya ratu di dalam hidupnya. Dari mereka pacaran hingga akan meninggalkan Annisa dia selalu berkata manis dan romantis pada Annisa, tapi aku sangat salut pada Annisa, dia bisa mengimbangi aku yang sifatnya seperti ini,"gumam Arsyad.


Annisa masih belum merubah posisi tidurnya, dia masih menikmati mimpi indahnya bersama Arsyil.


"Nis, jalan yuk?"ajak Arsyil.


"Kemana?"tanya Arsyil.


"Ayo ikut saja,"ucap Arsyil.


Annisa membonceng Arsyil ke suatu tempat, entah Arsyil akan mengajak Annisa ke mana.


"Syil, ini di mana? Tempat ini indah sekali,"ucap Annisa.


"Duduk di sana yuk, Nis,"ajak Arsyil.


Mereka bergandengan tangan berjalan ke arah bangku berwarna putih, dan di kelilingi oleh bunga berwarna-warni.


"Syil aku merindukanmu,"ucap Annisa.


"Kirimkan aku doa kalau kamu rindu aku,"ucap Arsyil.


"Kamu ke mana saja?"tanya Annisa.


"Aku tidak ke mana-mana, aku selalu ada di hatimu, Nisa,"jawab Arsyil.


"Boleh aku memelukmu?"tanya Annisa.


"Boleh, kemarilah." Arsyil merentangkan tangannya dan mendekap Annisa. Dia menghujani wajah Annisa dengan ciuman sayangnya.


"Nis, aku ke sana ya? Kamu di sini saja, aku sudah harus kembali ke sana,"pamit Arsyil.


"Kamu mau ke mana? Lalu aku bagaimana?"tanya Annisa.


"Nanti ada seseorang yang menjemputmu, aku sudah bilang padany, aku pergi, ya?" Arsyil berlari meninggalkan Annisa sendirian di taman yang indah itu.


"Nis, itu yang jemput kamu sudah datang,"teriak Arsyil dari kejauhan, sambil melambaikan tangan pada Annisa.


Annisa menoleh ke belakang, dia melihat seseorang yang sangat ia kenal.


"Kak Arsyad,"ucpa Annisa.


"Ayo, Annisa pulang," ajak Arsyad.


"Gak mau, nanti dulu, aku mau pulang Arsyil,"ucap Annisa.


"Syil, Arsyil….! Tunggu…!"teriak Annisa, tali Arsyil tetap menjauh dan melambaikan tangan hingga ia menghilang.

__ADS_1


"Arsyil, jangan pergi, tunggu aku,"ucap Annisa.


Dia terbangun dalam mimpinya dengan memanggil nama Arsyil. Arsyad yang sedang berjalan menuju kamar mandi, mendengar Annisa menyebut nama Arsyil dengan keras.


"Ya Allah, mimpi seperti ini lagi,"ucap Annisa lirih dengan mengusap wajahnya.


"Aku tertidur di sofa? Lalu ke mana Kak Adsyad?"tanya dia dengan suara lirih.


"Aku di sini, makanya kalau mau tidur berdoa, jadi tidak mimpi buruk,"ucap Arsyad dari depan kamar mandi.


"Siapa juga yang mimpi buruk,"ucap Annisa.


Arsyad hanya tersenyum saja pada Annisa yang masih terduduk di sofa karena masih memikirkan mimpi tadi. Arsyad masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Annisa masih saja memikirkan mimpinya, sudah berkali-kali dia bermimpi seperti itu. Dia tidak tau apa maksud mimpi itu. Mungkin saja Arsyil rela Annisa dengan kakaknya.


"Kalaupun kamu rela, Syil. Kakakmu kan tidak bisa merubah sikapnya. Iya sih, tadi sore bilang mau merubah, dan akan memulai dari awal, tapi tidak tau nantinya, karena dia orang yang mudah sekali berbolak-balik hatinya, dan mudah goyah,"gumam Annisa.


Annisa mencoba keluar dari kamar Arsyad. Dia mencoba membuka pintunya barangkali sudah di buka oleh Najwa dan Dio. Beruntungnya pintu itu sudah terbuka kuncinya, dia segera pergi ke kamar tamu dan menuju ke dapur mengambil air putih hangat untuk dirinya dan suaminya.


Annisa meneguk air putih hangat sambil duduk di kursi dapur, dia masih tidak lepas memikirkan mimpinya tadi. Dia bimbang dengan keadaan ini. Dia tau pasti Arsyad akan berubah menjadi dingin lagi sikapnya. Walaupun tadi malam dia seperti itu.


"Ah, sudahlah, ngapain aku memikirkan ini, aku harus konsekuen dengan hidup ini dan dengan tujuan aku menikah dengan Kak Arsyad untuk apa. Aku menikah dengannya untuk mereka. Bukan karena aku dan Kak Arsyad saling mencintai. Semua ini untuk anak-anak, papah, Shita dan Kak Mira, mereka yang memintanya. Jadi wajar kehidupan rumah tangga kami seperti ini,"gumam Annisa.


Setelah menghabiskan satu gelas air putih hangat, dia menuangkan air putih hangat ke salah satu gelas lagi. Seperti biasa dia menyiapkan air putih hangat satu gelas untuk Arsyad. Walaupun dia tidur terpisah, Annisa masih melakukan ini untuk Arsyad setiap harinya.


"Mungkin wanita selain aku, sudah pergi dari rumah ini, atau hanya memanfaatkan kekayaan suaminya. Dan bahkan dia mencari pria lain yang bisa mencintainya, tapi tidak untuk aku, lebih baik batin ini tersiksa dan mencari uang sendiri. Untuk apa menerima nafkah lahirnya saja, kalau nafkah batin sama sekali tidak di berikan,"humama Annisa.


Annisa memang tidak pernah menggunakan uang dari Arsyad, untuk kesenangan dirinya, bahkan Annisa yang selalu memberikan uang belanja kebutuhan pada Mba Lina. Annisa masuk ke dalam kamarnya dan memberikan air putih jangan pada Arsyad yang akan besiap-siap sholat subuh.


"Kamu dari mana?"tanya Arsyad


"Ambil air putih,"jawab Annisa.


"Belum sholat, kan?"tanya Arsyad.


"Iya, belum,"jawab Annisa.


"Ya sudah, ambil air wudhu, aku tunggu kamu,"ucap Arsyad.


"Hmmm." Annisa berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Annisa meninggalkan suaminya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


"Ini kak, di minum, aku tinggal dulu ke dapur untuk menyiapkan sarapan,"ucap Annisa.


"Iya,"jawab Arsyad.


Arsyad meneguk habis air putih hangat yang di ambilkan oleh Annisa, dia meletakan kembali gelasnya ke meja dan setelah itu dia keluar menuju halaman belakang. Arsyad melihat anak-anak mereka sedang asik bercanda di samping kolam renang.


"Najwa, Dio, kalian puas mengunci abah dan bunda di kamar?"tanya Arsyad pada Najwa dan Dio


"Eh...abah, maaf Abah, habis Abah selalu saja tidur terpisah, sekali-kali pah, tidur sama bunda,"ucap Najwa.


"Kamu tau Abah dan bunda tidur terpisah?"tanya Arsyad.


"Iya, tau, sudah lama, kan?"Najwa balik bertanya pada Abahnya.


"Abah, sampai kapan kalian akan pura-pura akur seperti itu,"ucap Najwa.


"Najwa, Dio, Shifa, dan Raffi, ini urusan Abah dan bunda, lain kali kalian jangan seperti ini, ya,"ucap Arsyad.


"Iya tau, tapi Abah menikah dengan bunda karena kami, kan? Jadi kami harus tanggung jawab, agar bunda dan Abah bahagia,"ucap Shifa.


"Iya benar kata Shifa, Abah dan bunda harus bahagia,"ucap Raffi.


"Kalian itu ya? Bandel kalau Abah kasih tau,"ucap Arsyad sambil merangkul mereka.


Annisa terlihat sudah selesai menata sarapannya, dia hari ini harus ke butik karena kalau hari Minggu pasti butik sangat ramai pengunjung. Terdengar suara yang tak asing bagi Annisa memanggilnya dari arah depan.


"Annisa, wah… tepat sekali papah datang kamu sedang menyiapkan sarapan, di mana Arsyad dan cucu-cucu papah?" Rico tiba-tiba datang bersama Farrel dan Rana, anak Shita.


"Papah, papah pagi sekali ke sini?" Annisa berlari memeluk mertuanya, sudah lama dia tak bertemu papah mertuanya, dia sangat merindukannya.


"Papah sangat merindukanmu, Annisa. Merindukan cucu-cucu papah dan Arsyad juga." Rico mbalas pelukan menantu kesayangannya itu.


"Eh, ada Farrel dan Rana, kalian ikut opa?"tanya Annisa.


"Iya Tante, Farrel tidur di rumah opa semalam bersama mamah dan papah, tapi mamah dan papah ini pulang dan maubke luar kota, jadi Farrel dan Rana akan tinggal di rumah opa spai tiga hari,"ucap Farrel.

__ADS_1


"Oh seperti itu,"ucap Annisa.


"Mana Kak Najwa?"tanya Farrel.


"Itu di belakang sama pakde, dan lainnya,"jawab Annisa.


"Farrel ke sana ya, Tante,"pamit Farrel.


"Iya, hati-hati jangan lari, nak,"ucap Annisa pada Rana dan Farrel.


Rico menatap wajah Annisa yang masih sedikit pucat karena peristiwa kehujanan tadi sore.


"Kamu sehat, nak?tanya Rico.


"Sehat, papah sehat?" Annisa balik bertanya pada Rico.


"Iya, papah sehat, ayo ke belakang, papah ingin bertemu cucu-cucu papah,"ajak Rico.


"Iya, pah." Annisa berjalan di samping papah mertuanya.


"Nis, kamu bahagia?" Rico tiba-tiba bertanya seperti itu pada Annisa.


"Iya, Annisa bahagia,"ucap Annisa.


"Jangan bohong, Annisa. Apa Arsyad masih cuek denganmu? Dan apa benar kalian tidur terpisah?"tanya Rico yang membuat Annisa sulit untuk menjawabnya.


"Emm…papah tau dari siapa?"tanya Annisa.


"Jawab, iya kan kalian tidur terpisah?"tanya Rico lagi.


Annisa diam tidak menjawabnya, dia berjalan pelan di samping Rico sambil menundukan kepalanya.


"Najwa dan Dio sering melaporkan pada papah, kalian tidak bisa mengelak, Najwa dan Dio tidak mungkin berbohong dengan papah,"ucap Rico.


"Jawab Annisa, iya kan?"tanya Rico lagi.


"Iya pah,"jawab Annisa lirih.


"Sudah papah duga , kalian akan seperti ini, kalian pindah ke sini karena biar papah tidak kalau kalian tidur terpisah,"ucap Rico.


"Pah, maafkan Nisa. Nisa hanya menuruti apa yang Kak Arsyad mau,"ucap Annisa.


"Apa dia yang mau?"tanya Rico.


"Iya, sebenarnya Nisa tidak mau cerita ini dengan papah, tapi papah sudah tau kalau Annisa tidak tidur satu kamar dengan kak Arsyad, Annisa akan menjelaskan semuanya,"ucap Annisa.


"Katakan saja, kenapa bisa sampai seperti itu,"ucap Rico.


"Pah, pernikah ini tidak bisa di paksakan, Annisa sudah berusaha menjadi yang terbaik untuk Kak Arsyad, tapi Kak Arsyad masih sangat mencintai Kak Mira, bahkan dia berkata, tidak akan bisa mencintai wanita selain Kak Mira, pah Annisa memutuskan untuk berpisah dengan Kak Arsyad, aku tau dia tidak menginginkan pernikahan ini, Nisa juga tidak mau meneruskan pernikahan yang hanya menimbulkan dosa pad kita,"jelas Annisa.


"Jangan gegabah mengambil keputusan Annisa, papah tidak setuju, kalau kamu seperti itu, pasti ada jalan, papah mohon bersabarlah, maafkan papah, Annisa." Rico menghentikan langkah Annisa dan memeluknya, Rico tau apa yang di rasakan Annisa. Dia seakan kembali mengalami hal serupa, dia bisa merasakannya karena dulu Andini merasakan hal yang sama dengan Annisa, bedanya Rico yang akan menceraikan Andini.


"Pah, Annisa sudah tidak kuat, setiap hari Annisa harus berpura+pura bahagia di depan anak-anak. Dan saat malam tiba, Annisa harus bergelut dengan hati Annisa yang sangat kalut ini. Melihat suami Annisa cuek, kadang di tanya tidak menjawab dan kadang satu hari tidak bicara dengan Annisa. Annisa bagai hidup dengan patung, papah," ucap Annisa.


"Papah tau apa yang kamu rasakan, usia pernikahanmu baru seumur jagung, kalian pasti bisa melewati ini, percayalah,"tutur Rico.


Annisa hanya terdiam saja, dia harus menuruti apa kata papah mertuanya. Walaupun di dalam hatinya sangat ingin keluar dari kehidupan ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


♥️happy reading♥️


nih author kasih up pagi-pagi, karena author mau bergelut di dunia nyata dulu, ya?

__ADS_1


pesanan kue lebaran banyak kakak, dunia nyata benar-benar membutuhkan author.


selamat berpuasa semuanya...dah...sampai jumpa nanti malam atau tengah malam.....😁🙏😘


__ADS_2