
Resepsi pernikahan Arsyil dan Annisa sudah selesai, semua tamu sudah mulai sepi, keluarga Arsyil pun ikut berpamitan untuk pulang karena hari sudah semakin sore. Arsyil dan Annisa sudah berada di dalam kamarnya, Arsyil mendudukan dirinya di tepi ranjang, ia memerhatikan istrinya yang sedang bercermin di depan kaca meja riasnya dan menghapus make up di wajahnya. Arsyil beranjak dari ranjang menghampiri Annisa. Dia memeluk istrinya dari belakang dan mencium tengkuk Annisa.
"Mandi dulu sana, Syil."ucap Nisa.
"Sebentar, aku ingin memelukmu." Arsyil menenggelamkan wajahnya di tengkuk Annisa.
Annisa membalikan badannya menghadap suaminya dan menenggelamkan kepala Arsyil di dadanya.
"Mandi sana, Syil. Coba lihat, wajahmu terlihat kusut sekali."ucap Annisa sambil mengangkat wajah Arsyil yang dari tadi enggan beranjak dari dekapan Nisa.
"Kusut juga tetap tampan, kan?"goda Arsyil pada Nisa sambil mencubit pipinya.
"Iya, suamiku yang paling tampan, tidak ada yang lain. Ayo cepat mandi, gantian dengan aku, aku juga sudah ingin mandi sekali, sayang."ujar Nisa.
"Iya, iya, istriku yang cantik." Arsyil mencium pipi Nisa dan berlalu ke kamar mandi.
Annisa menyiapkan baju ganti untuk suaminya, sambil menunggu Arsyil selesai mandi. Dia menata tempat tidurnya yang masih terlihat berantakan karena banyak sekali kado dari sahabat dan teman-teman Nisa maupun Arsyil. Dia memindahkan satu per satu kado tersebut dan menaruhnya di meja yang ada di kamarnya. Setelah selesai dia mengganti sprai tempat tidurnya dan duduk di tepi ranjang setelah semuanya rapi.
"Arsyil mandinya lama sekali sih, seperti cewek saja. Aku sudah gerah sekali."ucap Nisa lirih.
Nisa beranjak dari tempat tidurnya, dia mengambil handuk miliknya dan berjalan menuju kamar mandi. Nisa mengetuk pintu kamar mandi, karena Arsyil sudah lama belum ke luar dari kamar mandi.
"Syil, masih lama kah?"ucap Nisa setengah berteriak di depan pintu kamar mandi.
Arsyil yang mendengar ketukan pintu, dia langsung membuka pintu kamar mandinya dan keluar dengan melilitkan handuk di tubuhnya dengan bertelanjang dada. Mata Annisa membulat sempurna melihat Arsyil bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan di pinggangnya.
"Arsyil...! Kamu tidak sopan sekali seperti itu ih...!" seru Nisa sambil membalikan badannya agar tidak melihat suaminya.
"Tidak sopan bagaimana, Nisa. Kenapa berbalik? Apa kamu takut? Nanti setiap hari kamu akan melihatku seperti ini Nisa."ucap Arsyil sambil membalikan tubuh istrinya. Annisa masih memejamkan matanya, dia malu melihat Arsyil yang bertelanjang dada.
"Nisa, buka matamu."pinta Arsyil.
"Tidak mau."ucapnya sambil menundukan kepalanya.
__ADS_1
Arsyil mengangkat kepala Nisa dan mencium lembut bibir Nisa. Jantung Nisa berdegup sangat kencang saat Arsyil memperdalam ciumannya. Nisa membalasnya dengan lembut.
"Mandi dulu, sayang. Nanti kita lanjutkan lagi."ucap Arsyil lirih para telinga Nisa. Nisa membuka matanya perlahan, dia masih melihat Arsyil bertelanjang dada di depannya. Annisa memeluk suaminya dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.
"Sudah, mandi dulu."ucap Arsyil menyuruh istrinya untuk mandi.
"Aku malu."ucap Nisa lirih.
"Malu kenapa? Sama suami sendiri kok malu." Arsyil membelai lembut kepala Annisa yang masih berada di dadanya.
"Malu saja, aku mandi dulu ya."ucap Nisa, tapi dia masih memeluk erat suaminya.
"Nanti juga terbiasa, sayang. Iya sana mandi, sudah lepas dulu pelukanmu." Annisa melepas pelukannya, dia tersenyum manis di depan suaminya. Annisa berjalan menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Nisa terdiam sejenak, membayangkan Arsyil yang baru saja mencium bibirnya dengan sangat lembut. Gejolak di dada Nisa semakin bertambah, dia merasakan detak jantungnya tidak stabil.
"Kenapa bisa seperti ini rasanya. Padahal aku sering di peluk Arsyil, di cium dia. Iya sih, paling cium kening dan pipi, tidak seperti tadi. Duh...sudah lah, jangan seperti ini, kenapa detak jantungku semakin tak beraturan sekali. Syil, kamu berhasil membuatku tidak karuan seperti ini. Bagaimana nanti malam, aku harus bagaimana, seperti ini saja sudah membuatku tidak karuan seperti ini."ucap Nisa lirih.
Arsyil sudah selesai memakai baju yang sudah di siapkan istrinya, dia merapikan rambutnya dan menyemprotkan parfum pada badannya. Dia masih membayangkan wajah istrinya tadi saat dia mencium bibirnya.
***********
Sementara di dalam mobil, Shita dan Vino sedang menuju kedai bakso favorit Shita. Vino dari tadi memandangi wajah Shita yang sudah ingin sekali menikmati bakso favoritnya.
"Kak Vino, aku kok belum hamil ya?"tanya Shita tiba-tiba yang membuat Vino menautkan alisnya.
"Sayang, baru 3 minggu kita menikah. Masa iya langsung hamil. Sabar ya sayang."ucap Vino mencoba menenangkan kegelisahan istrinya.
"Tapi Kak Mira sudah hamil, kak."ucap Shita yang masih saja gelisah karena belum hamil.
"Sayang, anak itu rezeki, mungkin Allah memberi kita agar kita rezeki yang lain dulu. Sabar istriku yang cantik. Kamu pasti hamil, sayang. Sudah jangan cemberut seperti itu. Senyum dong, kan mau makan bakso kesukaanmu."Vino mencoba membuat istrinya tidak gelisah.
"Kak, kalau aku tidak hamil-hamil, apa kamu akan meninggalkan aku, kak?"tanya Shita.
__ADS_1
"Sayang, jangan bilang seperti itu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Sudah jangan terlalu di fikirkan, nanti malah kamu jadi stres sendiri memikirkan ini, sayang."jelas Vino sambil mengusap lembut pipi Shita.
"Aku takut saja, kak. Kakak tau sendiri kan papah dan ibu, dulu ibu hanya istri ke dua papah, ibu hanya di sewa untuk jadi rahim pengganti Mamah Dinda."jelas Shita.
"Jangan bicara seperti itu lagi, sayang. Aku mohon. Kita nikmati perjalanan hidup kita berdua, sayang. Jangan jadikan masalah ini sebagai beban hidupmu. Dengarkan aku sekali lagi, Shita istriku. Aku akan tetap berada di sampingmu, apapun yang terjadi nanti. Hingga aku tua dan Tuhan memisahkan kita. Aku hanya mau kamu yang mendampingiku sampai akhir hidupku."jelas Vino.
"Maafkan aku kak, aku takut saja."ucap Shita.
"Jangan takut, Shita. Sudah yuk turun. Mau makan bakso kan?" Shita hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum Manis. Mereka keluar dari dalam mobilnya dan langsung masuk ke kedai bakso.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
♥️happy reading♥️
__ADS_1
maafkan Author yang baru up...terima kasih yang masih setia menunggu ..😘😘