THE BEST BROTHER

THE BEST BROTHER
Bab 50


__ADS_3

Sudah hampir jam 8 malam Arsyil masih di bengkel, dia sedang menunggu seseorang di bengkel bersama Mas Wahyu karyawan kepercayaannya.


Arsyil akan bertemu dengan pemilik tanah yang berada di samping bengkelnya. Iya dia akan membeli tanah yang berada di samping bengkelnya. Kemarin mereka sudah sepakat dengan harganya, malam ini Arsyil akan melakukan pembayaran pada pemilik tanah tersebut.


Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan bengkel Arsyil, seseorang turun dari dalam mobil dan langsung masuk ke bengkel menemui Arsyil dan Mas Wahyu.


"Selamat malam Mas Arsyil, Mas Wahyu maaf menunggu lama."ucap orang tersebut yang bernama Johan.


"Tidak apa-apa Pak Johan mari silahkan duduk dulu pak." Arsyil mempersilahkan tamunya untuk duduk.


Mereka langsung berdiskusi masalah tanah tersebut, setelah deal dengan harga yang telah di sepakati Arsyil mengeluarkan uangnya untuk membayar tanah tersebut. Dan pemilik itu menyerahkan dokumen-dokumen tanah yang di beli Arsyil.


"Terima kasih Mas Arsyil, dan semoga usaha mas Arsyil selalu berkah." Ucap Pak Johan.


"Sama-sama pak, Aamiin."


"Ya sudah Mas Arsyil, Mas Wahyu saya pamit pulang dulu." Pak Johan pamit pulang.


"Iya Pak Johan hati-hati." Arsyil mengantar Pak Johan sampai depan pintu gerbang bengkelnya.


Pak Johan pergi meninggalkan bengkel Arsyil.


Akhirnya apa yang di impikan Arsyil akan segera terwujud. Dia ingin memiliki rumah di samping tempat usahanya sendiri.


"Mas Arsyil, aku bangga dengnmu, masih muda tapi pemikirannya sudah matang, semoga apa yang Mas Arsyil impikan akan segera terwujud." Ucap Wahyu.


"Aamiin, mudah-mudahan mas, ini semua juga tak lepas dari Mas juga dan yang lain."


"Saya pamit dulu Mas Arsyil, sudah malam sekali ayo kita pulang."


"Oh iya Mas Wahyu, tolong jangan bilang yang lainnya tanah sebelah sudah aku beli, jika papah, ibu, saudaraku dan Annisa datang ke sini juga jangan bilang pada mereka. Hanya kita yang tau mas, ayo mas pulang."jelas Arsyil.


"Oke mas. Lalu kapan Mas Arsyil membangun Rumah disitu?" Ucap Mas Wahyu.


"Minggu depan Inshaa Allah."jawabnya.


Arsyil menutup bengkelnya dibantu oleh Mas Wahyu.


Setelah itu mereka pulang.

__ADS_1


♥Arsyil♥


Sudah hampir jam 10 malam aku sampai di rumah, aku memasuki rumah dan melihat Kak Arsyad sedang membaca buku di ruang tengah. Aku sapa dia yang sedang serius membaca.


"Kak, sejak kapan kakak jadi suka baca novel?"ucap Arsyil yang tiba- tiba muncul di depannya.


"Kamu pulang-pulang main nylonong saja. Jam 10 baru sampai rumah kamu lembur lagi atau habis pergi dengan pacarmu?"tanya Arsyad yang matanya tak lepas dari novel yang di bacanya.


"Habis menemui seseorang kak, aku sudah hampir satu minggu tidak ketemu pacarku, paling hanya chat atau telfon saja,biarlah dia melepas rindu dengan orang tuanya sebelum orang tuanya sibuk lagi dengan pekerjaannya."


"Seseorang siapa?"tanya Arsyad.


"Nanti Kak Arsyad akan tau setelah aku wisuda."


"Kamu itu sukanya bikin penasaran orang Syil, pacar di umpetin, ini ada lagi yang di umpetin."


Aku hanya tersenyum saja mendengar Kak Arsyad bicara, kak Arsyad serius sekali membaca novelnya. Padahal, dia sama sekali tak suka baca novel tapi akhir akhir ini aku sering melihatnya membaca novel.


Aku duduk di samping Kak Arsyad.


"Kak, dari kemarin aku lihat kakak sering baca novel?"tanyaku.


"Kakak sedang jatuh cinta?"tanyaku kembali.


"Kakak sudah nyerah Syil, kakak tidak mau mengejar seseorang yang tak mencintai kakak."


"Maksud kakak, mahasiswa kakak?"


"Iya, dia sepertinya sangat mencintai kekasihnya. Biarlah kakak memang salah terlalu berharap. Tapi, kakak yakin suatu saat kakak akan menemukan seseorang yang benar-benar terbaik untuk kakak." Jelas Kak Arsyad.


"Kak, perkara jodoh, rezeki dan kematian itu pasti Kak, entah kapan kita menemuinya nanti. Semangat kak."ucap ku sambil menepuk pundak Kak Arsyad.


Dia hanya mengangguk saja, aku semakin penasaran novel apa yang di baca kakak ku. Aku mengambil novel lain yang ada di meja. Aku baca penulis novel tersebut. "Almira" nama penulisnya, sepertinya aku pernah mendengar nama itu, aku masih berfikir dimana aku mendengar naman itu. Aku mengingatnya, dia yang menemukan tasbih Kak Arsyad dan yang bertemu Kak Shita juga di toko buku.


"Kak,ini novel karya Kak Mira yang menemukan tasbihmu itu?" Tanyaku penasaran.


"Iya Syil."jawabnya singkat.


"Pantas saja, awal mula jatuh hati dengan kata kata di novelnya, lama-lama sama penulisnya." Aku berkata sambil meledek Kak Arsyad.

__ADS_1


"Tidak kamu, tidak Shita sama saja bicaranya seperti itu."


"Ya biasanya seperti itu, kak apa salahnya membuka hati untuk yang lain, toh yang kakak suka tak membalasnya."


"Kakak akan coba, tapi rasa ini sungguh besar sekali untuk dia, tak tau kenapa bisa seperti itu."


"Pasti kakak bisa kok, Arsyil ke kamar dulu kak."


Aku menuju kamarku untuk menaruh tasku. Aku mencoba menghubungi Annisa, dari kemarin aku jarang sekali berkomunikasi dengannya. Aku sengaja biar dia melepas rindu pada orang tuanya.


♥Shita♥


Dari tadi aku sebenarnya mendengar obrolan kedua saudara laki-lakiku. Hati ini sakit sekali rasanya, melihat mereka yang saling care dan saling menyayangi. Tapi, mereka mencintai satu wanita. Aku harus bagaimana memberitahukan mereka. Bagaimana Kak Arsyad dan Arsyil Nanti jika mereka tahu yang sebenarnya.


"Ya Allah, tunjukan jalan yang terbaik untuk masalah ini." Aku terus memikirkan semua ini.


Aku kembali masuk ke kamarku dan tak jadi menghampiri mereka di sana.


Aku sesekali meneteskan air mata.


"Aku sayang Kak Arsyad dan Arsyil, semoga mereka bisa bersifat dewasa jika suatu saat nanti mereka tau kalau wanita yang mereka cintai itu sama." aku berbicara lirih.


.


.


.


.


.


.


.


.


♥Happy Reading♥

__ADS_1


__ADS_2