Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 106


__ADS_3

Zian tidak bisa memejamkan mata, sejak Agnia menghilang begitu saja. Hingga saat ini pun gadis itu entah kemana, Zian pun menanyakan pada HRD di Global globe, jeda waktu Agnia magang masih tersisa seminggu lagi, namun nihil. Agnia tidak ada masuk ke kantor. Pun dengan kedua temannya, Cecilia dan juga Nita yang tidak tahu keberadaan Agnia.


Zian menyusulnya kesekolah, namun Agnia juga tidak masuk kesekolah, padahal waktunya di sekolah hanya beberapa bulan saja untuk kemudian lulus.


Agnia menghilang bak ditelan bumi, membuat Zian kalang kabut mencarinya, begitu juga Kim yang terus mencari tahunya juga.


"Kemana kamu pergi Nia?" gumam Zian dengan memandangi foto nya dilayar ponsel, kalau beralih pada layar monitor dihadapannya.


Tanpa dia sadari pintu telah terbuka, wanita cantik yang beberapa bulan yang lalu masih dia cintai itu mengayunkan kaki dengan anggun.


"Baby ... maksudku Zian, bagaimana? Apakah kamu sudah menemukan Agnia? Aku minta maaf, karena kesalahan kecil yang aku perbuat, aku mengacaukan semuanya."


Zian mendongkak, "Untuk apa lagi kau kemari? Bukankah hari kemarin itu kau berpamitan dan menemuiku untuk terakhir kali?"


Dita berjalan menghampiri kursi kekuasaannya, "Melihatmu seperti ini, aku tidak tega untuk pergi! Ijinkan aku menemanimu, kita sama-sama cari Agnia."


Zian terdiam, namun rahangnya mengeras. Membuat Dita semakin berani, dengan tangan terulur menyentuh bahunya dengan sangat lembut, "Aku baru pergi setelah Agnia ketemu!Hem...!"


Zian masih terdiam, namun fikirannya bergejolak, Agnia melihatnya seperti ini juga, dengan sikap lembut yang ditunjukan oleh Dita padanya, yang mengatakan akan pergi jauh lalu berpamitan, memeluknya untuk yang terakhir kali, namun ternyata itu hanya siasat.


"Pergilah Dita, aku sudah muak padamu!" ucapnya menohok.


"Zian ... aku benar-benar sudah berubah!"


Zian bangkit dari dari duduknya, "Aku pun sudah berubah Dita! Sekarang pergilah."


Anindita tidak menyerah begitu saja, tujuan dia adalah kembali pada Zian, dengan cara apapun.


"Zian ... aku sudah pernah bilang, Agnia pasti akan meninggalkanmu, dia masih sangat muda, dan tidak mungkin dia benar-benar ingin hidup bersamamu! Tapi aku akan membantumu mencarinya!"


Zian mencondongkan monitor yang terletak di atas meja, lalu menyalakannya.


"Aku sudah katakan berulang kali, aku benar-benar muak padamu! Sekarang lihatlah sendiri!"


Zian menunjukan sesuatu pada monitor itu, rekaman CCTV yang memperlihatkan dirinya, mulai masuk kedalam perusahaan, menemui ibu Wang, dan ibu Wang yang sengaja mengeluarkan ponsel Agnia dari dalam tas, menyuruhnya mengantarkan berkas ke ruang rapat, dan terakhir posisi Agnia yang tengah berdiri di depan pintu ruangannya dan melihat semua.


"Apa bukti ini cukup untuk membuatmu pergi selamanya Dita!"

__ADS_1


Dita membelalak, dia tidak menyangka semua rencananya berantakan. Pria itu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah jendela besar dengan pemandangan pilar-pilar gedung.


"Zian ... aku bisa menjelaskannya!"


Lelaki dengan sorot mata tajam itu masih terdiam, dengan memasukkan satu tangan kedalam saku celananya, sementara Dita melingkarkan tangan di lengannya.


"Dengarkan penjelasan ku! Ak---!"


"Pergi!"


Suara Zian sedikit meninggi, "Pergi sebelum aku hilang kesabaran Dita!"


"Tapi aku ... aku mencintaimu Zian!"


"Itu semua aku lakukan karena ingin memperbaiki hubungan kita!" ujarnya dengan tangan melingkar lengan Zian.


Zian menepisnya dengan kasar, lalu dia berbalik dan menatapnya tajam, dengan tangan yang mencengkram kedua pipi Dita, "Kau benar-benar menyedihkan, kau fikir aku sebodoh itu Dita?" lalu melepaskannya dengan kasar.


Pria itu kembali duduk, dengan rahang yang semakin mengeras, dia tengah menahan marah dengan sekuat tenaga, tapi Dita sama sekali tidak ingin pergi. Dia terus bicara menjelaskan semua keinginannya.


Brakk


Dita tersentak, sekalipun dia tidak pernah melihat Zian semarah itu padanya, hingga melemparkan sesuatu kearahnya, membuat dia mundur beberapa langkah.


"Zian please dengarkan aku!"


Prangg


Zian kembali melemparkan Vas yang terletak dimeja, kearahnya. Membuatnya semakin takut,


"Sudah aku bilang pergi dari sini sebelum kesabaran ku habis!"


"Aku tidak akan pergi! Aku ingin kembali padamu!" teriak Dita.


Zian semakin berang, dia mencekal lengan Dita hingga wanita itu meringis, "Kau benar-benar perempuan brengsekk!" Pria yang semakin kesal itu mendorongnya hingga membentur tembok.


"Kau melakukan hal sekasar ini padaku Zian? Kau tega."

__ADS_1


Zian membuka pintu, lalu kembali mendorong tubuh Dita yang berpegangan tidak ingin keluar, hingga dia menyeretnya lalu melepasnya dengan kasar hingga Dita tersungkur dilantai. Beberapa orang melihatnya dengan jelas, namun tidak satupun dari mereka yang berniat mendekat.


"Bawa perempuan ini keluar dari sini, dan jangan pernah membiarkannya masuk kesini lagi!" ujarnya dengan suara menggelegar.


Kim yang berjalan dengan setengah berlari itu mendekat, dan melihat Zian yang begitu marah juga ke arah Dita yang menangis tergugu dilantai.


"Aku peringatkan sekali lagi! Jangan pernah menginjak kan kakimu di sini ataupun di kantorku yang lain!"


Zian masuk kedalam ruangannya, namun sedetik kemudian kembali keluar dan melemparkan tas milik Dita ke arahnya, lalu kembali masuk dengan menutup pintu keras.


Sekretaris Kim menghela nafas, lalu membantu Dita untuk berdiri.


"Kau benar-benar menyedihkan nona! Kau juga perempuan yang tidak bersyukur telah menyia-nyiakan Tuan Zian." ujarnya saat Dita berdiri.


Dita menepiskan tangan Kim, "Aku tidak butuh ceramah mu Kim! Kau fikir aku peduli? Kata-kata dari seseorang yang tidak laku sepertimu?"


Sekretaris Kim menarik sudut bibirnya keatas, "Kau benar-benar lucu! Bawa dia keluar! ujarnya pada dua pria yang berada dibelakangnya lalu meninggalkan Dita begitu saja.


Hingga dua security itu menghampirinya dan mencekal lengannya saat dia ingin menyusul Kim, " "Lepaskan aku! Kalian tidak tahu siapa aku hah!!"


Dua pria bertubuh tegap itu tidak menggubrisnya, mereka mendorongnya keluar dari kantor Maheswara Corp itu dengan kasar.


"Brengsekk!!"


Sementara Kim masuk kedalam ruangan Zian, dan melihat ruangan itu sudah berantakan.


"Apa yang terjadi?"


Zian menghela nafas, "Kau sudah mendapatkan informasi tentang Nia?"


"Belum ...! Kurasa lebih baik kita memberinya waktu untuk berfikir, kau juga harus menenangkan dirimu!"


Zian mendongkak, "Mana mungkin bisa tenang, sementara Nia pergi entah kemana! Aku tidak mau tahu, kau cari dia dan jangan kembali sebelum dia ketemu! Satu lagi ... kau urus Wang sampai tuntas!"


Sekretaris Kim mengangguk, lalu mundur beberapa langkah dan keluar dari ruangan itu, kemudian Zian memasukkan ponsel ke dalam saku dan keluar juga.


Dia memasuki lift khusus yang langsung menuju ke basement, masuk kedalam mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi. Berkali-kali dia memukul setir mobilnya dengan tangan yang mengepal.

__ADS_1


"Nia ... kau dimana sebenarnya? Kembalilah ... aku merindukanmu!"


__ADS_2