
Terlanjur kesal, Agnia terpaksa memakai jaket Adam untuk menutupi rok bagian belakangnya yang sobek, dan dia sendiri pergi ke kantin sekolah.
"Emang brengsekk tuh si Zian, maksudnya apa coba! Bikin kesel aja." gerutunya dengan menghempaskan bokongnya dikursi kantin.
Suasana dikantin itu kosong, karena semua tengah mengikuti seminar yang ternyata narasumbernya adalah Zian, namun Zian maupun Kim tidak mengatakan apa-apa kepadanya. Setelah memesan es jeruk, Agnia kembali duduk dan menikmati kesendirian.
Setelah selesai seminar, Zian mengedarkan pandangannya mencari Agnia, namun gadis itu tidak terlihat sama sekali.
"Mungkin dia duduk paling belakang!" Gumam Kim saat melihat bosnya itu terlihat mencari seseorang.
Zian menghela nafas, lalu mengetikkan sesuatu di ponselnya.
'Kamu dimana Nia?'
Mengirimkannya, namun tidak mendapat balasan apa-apa walaupun kontak Agnia terlihat sedang online.
Para siswa sudah hampir keluar semua dari ruangan aula itu, Zian melihat Cecilia dan Nita, namun tidak dengan Agnia, dia pun berjalan menghampiri mereka.
"Mana Agnia?"
Cecilia mengernyit, "Dia keluar setelah melihat Om yang jadi Nara sumber seminar!" jawabnya jujur.
"Keluar setelah melihatku?"
Kedua gadis itu mengangguk, "Mungkin pulang? Kulihat rok nya robek, katanya dia gak bisa masuk karena telat dan terpaksa jalan belakang dan melompati pagar." ujar Nita.
"Huum ... sepertinya dia___"
Zian pun bergegas keluar dari aula itu, sementara Kim masih berbicara dengan pihak sekolah, Cecilia dan juga Nita saling menatap dan mengikuti Zian.
Zian merogoh ponsel dan mendial nomor Agnia, namun tidak juga di angkatnya, dia terlihat panik mencari Agnia.
Adam yang baru keluar dari ruangan aula melihatnya juga, dia pun menyusul Cecilia dan juga Nita.
"Nit ada apa?"
"Kita lagi cari Agnia, lo lihat dia gak?"
"Lihat sih tadi, pas dia keluar dari aula, dia berantakan banget!"
"Ya udah gue mau cari dia dulu."
Adam pun mengangguk, "Kalau udah ketemu kabarin gue!"
Nita mendengus, "Ngapain ngabarin lo?"
__ADS_1
Akhirnya Cecilia dan juga Nita berlalu dan mencari Agnia, mereka sempat bertanya pada teman-temannya yang lain yang sempat melihat Agnia, namun karena semuanya tengah di aula, mereka pun tidak ada yang melihatnya.
Zian sudah kebeberapa ruangan, sampai ponselnya kembali berdering,
'Kau dimana? Kita harus segera pergi, masih ada satu rapat yang harus kita hadiri Bos!'
'Kau duluan saja! Aku akan menemui Agnia terlebih dahulu.'
'Tidsk bisa, sudah tidak ada waktu! Kita akan terlambat.'
Zian terdengar mendengus kasar, lalu dia berbalik kembali dan menemui sekretarisnya. Sementara Agnia yang tengah membaca pesan singkat dari Zian itu tidak melihat Zian yang melewati kantin begitu saja.
Cecilia dan Nita masuk kedalam kantin dan keduanya menatap Agnia yang tengah merengut kesal.
"Astaga, ternyata lo disini! Kita nyariin lo dari tadi!" ujar Cecilia mendudukkan bobot tubuhnya di hadapan Agnia.
Agnia hanya mendongkak, lalu menyeruput minumannya.
"Heh ... lo kenapa sih! Kabur gitu aja, Daddy lo nyariin lo dari tadi tahu gak!" sambung Nita dengan terkikik.
"Apaan sih, Daddy gue di Singapura, mana mungkin dia ujug-ujug kemari!"
Kedua temannya itu tergelak, "Bukan Daddy lo yang itu, ini sugar Daddy lo alias Zian." bisik Nita.
"Alah ... udah deh, lo gak usah berkilah depan gue, gue dah tahu nih roman-roman muka lo kayak gini! Lo lagi kesel sama dia? Iya kan?"
Nita ikut mengangguk, "Dia juga langsung panik pas gue bilang Lo lompat dari pagar dan rok lo rusak." tambahnya.
Agnia berdecak, "Ngapain sih cerita-cerita sama dia, gak penting banget!"
Nita melihat Agnia yang melilitkan jaket di pinggangnya. "Lo itu pake jaket siapa?"
"Adam ... kepaksa gue terima pas dia nawarin!"
Cecilia menggelengkan kepalanya, "Ribet lo Nia...!"
Karena tidak ada kelas lagi setelah seminar, pihak sekolahpun membebaskan mereka untuk pulang, atau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru kelas masing-masing.
"Kita pulang ke apartemen gue yuk!"
Agnia menoleh, "Emangnya lo gak sibuk sama kerjaan lo?"
"Daddy gue lagi sakit, ya sudah pasti dia lagi dirumah diurusin istrinya! Gue bebas tugas tapi duit masih ngalir, enak gak tuh!"Seru Nita.
"Enak apanya, ketahuan bininya mampus lo!" tukas Cecilia.
__ADS_1
Agnia hanya tersenyum tipis, dia tidak tahu harus berkata apa terhadap teman nya itu. mereka berjalan menuju keselasar gedung dan berpapasan dengan Adam.
"Nia ... lo gak apa-apa?"
Agnia mengangguk, "Gue gak apa-apa! Oh ya gue pinjem dulu jaket lo ya, entar gue balikin!"
"Oke ... santai aja, Lo boleh pake jaket gue selama lo mau, anggep aja kalau itu gue. Biar bisa nemenin lo kemana aja." ujarnya kemudian tersenyum.
Cecilia dan juga Nita mengulum senyum, saling menyikut satu sama lain, sementara Agnia hanya mengernyit.
"Atau lo mau gue anterin pulang Nia?"
"Gak usah, gue balik sama mereka kok!"
Cecilia dan Nita berjalan terlebih dahulu, sementara Adam mencekal lengan Agnia, "Nia ... gue harap lo bersikap sewajarnya sama gue, walaupun lo udah nolak gue, seenggaknya kita masih bisa berteman kan!"
"Tentu aja Dam ... lo emang temen gue kan! Dan akan selalu jadi temen gue, dah ya gue cabut dulu."
Adam menghela nafas, lalu mengangguk melihat Agnia yang akhirnya berlalu di hadapannya, "Gue masih berharap lo jadi pacar gue Nia. Gue tetep akan berusaha." gumam Adam.
Agnia berjalan menyusul kedua sahabat barunya itu, mereka masuk kedalam mobil milik Cecilia dan melaju keluar dari sekolah.
"Nia ... lo ikut ke apartemen gue ya!"
Agnia mengangguk, "Oke ... gue juga males balik ke rumah!"
"Lo males balik dan ketemu dia ya!" sikut Nita pada Cecilia.
"Sialan lo Nit!" ujar Agnia menarik sedikit rambut Nita yang duduk didepan.
Keduanya tertawa, sementara Agnia mencebikkan bibirnya, dia akhirnya menyandarkan punggungnya di seat, lalu mengotak-ngatik ponselnya, tidak ada satu pun pesan atau pun panggilan dari Zian.
"Dia gak berusaha hubungin gue, nanyain gitu gue kenapa! Sialan banget kan!" gumamnya kesal.
"Gue juga bilang apa Nit, lo belum sadar aja kalau lo juga suka sama Daddy hot itu." Sindir Cecilia lalu melirik spion ke arah Agnia.
"Iya ... gue belum sadar Ce ... gue masih berusaha nyangkal perasaan gue sama dia." timpal Nita dengan tergelak.
"Sialan emang kalian!"
"Udah lah Nia, lo gak ngaku aja sih sama dia, biar hubungan lo juga jelas, kalau gak gue Embat juga tuh Zian,"
"Sialan lo, senakal-nakalnya kita, Lo gak boleh Embat milik temen lo sendiri! Pe a lo Cecil!!" Nita memukul lengan Cecil.
"Kali aja si Nia benarkan gak suka sama dia! Ya boleh dong!" ucapnya dengan kembali melirik Agnia yang tertegun ditempatnya.
__ADS_1