
Seketika pintu berwarna coklat itu terbuka lebar, semua orang yang duduk di kursi yang berderet serentak menoleh ke arah belakang, dimana Agnia dan Zian melangkahkan kakinya masuk.
Riuh tepuk tangan pun mulai terdengar, sebagian dari mereka pun ada yang berdiri, dengan tatapan berbinar. Namun semua sambutan itu membuat Agnia merasa heran, kejutan macam apa yang disiapkan oleh Zian untuknya, melihat semua orang menatapnya dengan kekaguman. Membuat otaknya tiba tiba tidak bisa berfikir.
Seseorang menyambut dan mempersilahkan mereka untuk duduk di kursi yang khusus disediakan untuk keduanya.
"Hubby! Acara apa sebenernya ini?" gumamnya dengan perasaan yang campur aduk, kedua matanya melirik ke segala arah mencari pernak pernik yang biasa ada di pesta pernikahan.
"Duduklah baby! Kau akan tahu nanti."
"Ladies and gentlemen ... mari kita sambut The Best Asian Business. Mr Ziandra Maheswara." Seru seseorang melalui pengeras suara di atas panggung. Pria yang mengenakan jas hitam dan dasi kupu kupu yang di sinyalir sebagai pembawa acara itu menunjuk Zian.
Cahaya dari lampu mulai menyorot ke arahnya, membuat Agnia terperangah hingga tak bisa berkata kata. Zian bangkit dari kursi lalu menghadap ke arah para tamu yang duduk di belakangnya dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Thanks you." gumamnya yang terlihat hanya gerakan bibirnya saja.
Sialan, gue fikir ini acara resepsi pernikahan, ternyata dugaan gue salah. Haiissh ... untung gue gak akting pingsan.
Wajahnya tiba tiba muram, apa yang dia bayangkan sejak di indonesia hingga masuk kedalam gedung hancur begitu saja, apalagi saat melihat Zian naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan.
Agnia memejamkan matanya, ada rasa kecewa yang teramat besar di dalam hatinya, semua bukan tentang kejutan kejutan yang akan dia terima.
"Sekretaris Kim, Nia mau ke toilet." bisiknya pada Kim yang duduk tepat di belakangnya.
"Ayo aku antar."
"Gak usah, Nia bisa sendiri! Katakan saja toiletnya ada di sebelah mana?" Ujar Agnia dengan suara ketus.
Sekretaris Kim menunjuk arah toilet, Agnia bangkit dari kursi lalu melangkahkan kakinya ke arah yang ditunjuk oleh sekretaris Kim.
"Iih ngeselin banget!! Jauh jauh kesini tanpa bilang apapun sama gue, nanti tahu sendiri ... nanti bakal tahu. Tahu nya ajang penghargaan. Ngapain sih! Mau pamer?" ucap Agnia saat membuka pintu toilet. Wajahnya benar benar terlihat kesal, karena ternyata semua bukan seperti bayangannya.
"Kesel banget! Dasar sombong, pantesan aja dia senyum senyum gitu dari tadi, ternyata ini! The Best Asian Business. Pembisnis terbaik di Asia." gerutunya lagi saat masuk kedalam bilik toilet.
"Ngapain juga gue berharap yang enggak enggak sih!" rutuknya pada diri sendiri dengan menoyor kepalanya sendiri. Untuk beberapa lama, Agnia hanya duduk terdiam di bilik toilet, dengan wajah yang dia tekuk. Entah berapa lama dia berada didalam sana, hingga dia memilih keluar dari sana.
Zian turun dari panggung dan mendapati istri kecilnya tidak ada, dia mengedarkan pandangannya ke segala arah. Namun tidak menemukannya.
"Nia mana?" gumamnya sembari mendudukkan bokongnya dikursi.
__ADS_1
Sekretaris Kim yang sejak kepergian Agnia sibuk dengan hal lain pun kembali duduk merasa heran karena Agnia belum juga kembali.
"Kim? Mana Nia?"
"Belum kembali? Tadi dia ke toilet. Biar aku yamg menyusulnya. Sebentar lagi kau harus siap siap."
Zian tidak punya pilihan, dan membiarkan sekretaris Kim yang menyusul istrinya, walaupun tidak dapat dipungkiri dia sangat khawatir terjadi sesuatu pada Agnia.
Sekretaris Kim pun menyusulnya ke toilet, namun tidak ada siapa siapa.
Tok
Tok
"Nia ... you Ok?"
Terdengar suara air di closet, samar samar mendengar seseorang memanggil namanya di balik pintu.
"Sekretaris Kim?"
"Huum ...!"
Pintu terbuka, namun bukan Agnia yang keluar dari bilik toilet satu satunya yang tertutup.
"Hum ... kenapa? Ada apa dengan Nia? Aku rasa aku tidak melihatnya masuk atau keluar sejak tadi?"
Kim mengernyit, dia membuka satu persatu pintu toilet namun tidak ada Agnia di dalamnya.
"Entahlah ... Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia terlihat sangat kesal saat bertanya padaku dimana toilet?"
Dokter Siska berjalan ke arah wastafel dan mencuci tangannya di sana.
"Maksudnya dengan kecewa? Bukannya saat dipesawat dia terlihat bahagia dan juga antusias sekali datang kesini?"
"Aku harus mencarinya!"
Sekretaris Kim kembali keluar dan mencari Agnia. Gadis itu tidak mungkin keluar dari gedung tanpa dia tahu, sebab beberapa orang yang dia tugaskan ada di pintu keluar. Sekilas Sekretaris Kim melihat ke arah Zian yang tengah berbicara dengan seorang pria.
"Semoga Nia ditemukan sebelum Zian tahu dia hilang!" gumamnya.
__ADS_1
Sekretaris Kim berbicara melalui earphone pada bawahannya untuk mencari Agnia. Walaupun beberapa dari mereka yang datang bersamanya terlebih dulu tidak terlalu tahu dengan jelas wajah Agnia.
"Kalian lihat seorang gadis berbaju putih keluar dari ruangan ini?" serunya melalui aerphone.
"Tidak! Kami tidak melihat siapa siapa keluar dari ruangan ini."
Kedua manik Kim membola seketika saat mendengar mereka tidak melihat siapa siapa keluar termasuk Agnia.
Kemana Nia? Dia tidak mungkin tiba tiba pergi tanpa ada apa apa.
Kim menerka nerka apa yang terjadi, namun tidak ada satu pun yang jadi alasan yang bisa membuat Agnia pergi begitu saja, ditambah apa yang di ungkapkan oleh dokter Siska kalau Agnia terlihat bahagia dan antusias sekali.
Kim mencarinya keseluruh ruangan di gedung itu, namun nihil. Dia tidak menemukannya di mana pun. Hingga dia akhirnya memutuskan memberi tahu Zian.
Pria yang tengah resah menunggu pun tak kalah panik, dengan gigi geraham yang bergemelatuk, dia menatap ke arah Kim.
"Cari Nia Kim! Kau gila, apa yang terjadi sampai dia pergi?"
"Aku rasa kau paling tahu Zian? Kau kan suaminya? Bukankah sejak awal dia bersamamu sampai kau naik ke atas panggung?"
Zian menatap nyalang pada wanita yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri itu. "Kau!! Cepat cari."
Zian memasangkan kancing kemejanya lalu beranjak pergi, walaupun acara perhelatan itu belum selesai.
Zian mencari Agnia kemana mana, dia juga menghubungi nomor ponselnya namun tidak juga di angkatnya, membuat rasa panik dan khawatir menyerangnya dengan cepat.
"Baby! Kau dimana?" ujarnya dengan kedua mata yang sibuk menyapu seluruh ruangan gedung.
"Kau sudah cari diluar Kim?"
"Sudah ... tapi mereka tidak melihat ada yang keluar termasuk Agnia."
"Dia tidak akan kabur jika ada sesuatu Kim! Cari dengan teliti, periksa juga CCTV." sentaknya pada Kim lalu menghentakkan kakinya guna kembali mencari Agnia.
Kabar Agnia hilang telah sampai pada dokter Irsan yang berada di ruangan lain, dia pun turut mencarinya.
"Nia ... apa yang terjadi padamu?"
.
__ADS_1
.
Eeh si Crazy baby doyan kabur kaburan. Cuma gara gara bukan resepsi yang dia bayangkan. Dasar bumil bocah. wkwkwk.