Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 56


__ADS_3

"Om ... sudah aku bilang! Berhenti ikut campur masalah ku!!"


Agnia berlari keluar gerbang, sementara Zian mengejarnya, "Dengarkan aku dulu Nia!"


Agnia terus berlari tanpa menghiraukan pria yang menurutnya selalu ikut campur itu. Dia pergi begitu saja dan menyetop taksi yang kebetulan lewat. Zian yang melihatnya kembali ke dalam dan masuk ke dalam mobil.


Alih-alih kembali ke rumah, Agnia yang tidak punya tempat tujuan itu menyuruh supir Taksi untuk terus melajukan mobilnya, "Jalan saja dulu pak!"


Zian beberapa kali membunyikan klakson agar supir taksi itu menghentikan mobilnya, namun Agnia terus menyuruh sang supir untuk tidak menghiraukannya.


"Nia kenapa kamu sangat keras kepala! Dan aku tidak bisa membuatmu menurut!" gumam Zian dengan memukul stir kemudi.


"Maaf neng kita sebenarnya kita mau kemana? Kita hanya berputar-putar dan di buntuti, saya tidak mau ikut campur apapun itu masalahnya, saya sedang mencari uang!" ujar supir dngan menatap spion.


"Dia itu jahat pak! Jadi tolong bantu aku ya please pak!"


"Kalau begitu kita ke kantor polisi saja Neng!"


Agnia tersentak, "Weh ... jangan pak! Jangan."


Hingga satu kesempatan Zian berhasil menyalip mobil taksi itu, dan berhenti di depannya, supir taksi yang kaget, kemudian menginjak pedal rem tiba-tiba hingga tubuh Agnia tersungkur menambrak jok mobil.


"Aw ...!!" Agnia memegangi kepalanya, lalu melihat ke depan dimana Zian berhasil menghentikannya. "Pak mundur aja pak, balik arah...!"


"Maaf Neng, bapak tidak mau ikut campur!"


Agnia mendengus kesal, melihat Zian keluar dari mobil dan menghampirinya, dia mengetuk pintu supir, "Maaf pak, saya ingin membawa keponakan saya yang nakal itu,"


"Keponakan?"


Zian mengeluarkan dompet dan mengambil beberapa lembar uang dan memberikan padanya, "Hm ... dia keponakan saya, dan sedang merajuk!"


Supir itu menatapnya dengan berbinar, "Ambil uang ini sebagai ganti rugi karena keponakanku membuatmu berputar-putar!"


Agnia semakin mendengus, "Cih so baik, jangan di terima pak, dia bukan Om ku! Aku tidak mengenalnya."


Supir taksi itu tersenyum datar, dia bahkan bingung sendiri siapa yang benar, Zian membuka pintu belakang lalu mengulurkan tangan, "Mari kita pulang! Kamu tidak mau Om mu ini marah kan?"


Agnia menatapnya dengan nyalang, "Aku gak mau! Sudah sana pergi!"


"Maaf Neng lebih baik ikut saja!" ujar supir itu mengantongi uangnya.

__ADS_1


Dengan satu kali gerakan Zian menarik Agnia lalu memanggulnya bak sekarung beras, "Heh ... lepas, aku gak mau ikut dengan orang yang suka ikut campur masalah orang."


Zian membuka pintu depan mobil dan mendudukan Agnia, lalu dia mencondongkan tubuhnya untuk memasang seat belt pada pinggang Agnia.


Deg


Wangi itu kembali menusuk ke dalam hidung Zian, walaupun sebenarnya wangi ala-ala yamg hanya dimiliki oleh Agnia, jarak mereka sangat dekat, dia menatap wajahnya sedangkan Agnia memilih memalingkan wajah ke arah lain, setelah selesai, kemudian dia sedikit berlari masuk ke dalam mobil lalu melajukannya.


"Kenapa kau ini selalu membuatku kesal!"


"Kalau begitu biarkan aku pergi, kenapa mengejarku terus!!" Ucap Agnia dengan ketus.


"Maaf tapi aku tidak akan melepaskanmu!!"


"Untuk apa? Om terus menahanku untuk pergi? Dan selalu mencampuri urusanku, kenapa tidak urus urusanmu sendiri!"


Zian tidak menjawabnya, dia terdiam dengan rahang yang semakin mengeras, dan melajukan mobilnya lebih cepat dari pada sebelumnya.


"Kenapa Om diam saja, benar kan apa kataku? Tujuan Om apa terus menahanku pergi?"


"Karena aku peduli padamu Nia!"


"Nia ... berhentilah memanggil namaku! Lebih baik kita bicara dirumah!"


"Bicara saja dengan tembok, aku tidak mau bicara denganmu! Tidak perlu ... aku juga tidak ingin kembali ke rumahmu...."


Zian tidak menggubrisnya, dia semakin menambah kecepatan mobilnya, Agnia sendiri dibuatnya kaget, dia berpegangan pada handle mobil dan berteriak. "Kau gila Zian!!"


"Aku memang sudah gila Nia, aku gila karena mu ... aku tidak bisa berhenti memikirkan bagaimana caranya membuatmu menurut padaku! Aku ...."


Aku mulai mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu.


Agnia menoleh, "Kau ini ingin sekali aku menurut!!"


"Aku peduli padamu! Aku ingin menjagamu Agnia!" lirihnya.


Agnia terdiam untuk sesaat, namun dia tidak ingin termakan ucapannya. Hingga mereka sampai di rumah.


"Tapi kau selalu mencampuri hidupku!! Kau bahkan tidak tahu apa-apa tentang hidupku!!"


Zian menepikan mobilnya lalu keluar, membuka pintu mobil untuk Agnia lalu menariknya kembali. "Semakin kau memaksaku, semakin aku ingin pergi dari rumah ini Zian!"

__ADS_1


Zian membawa Agnia yang terus mengoceh itu masuk ke dalam kamar, "Kalau kau berani melakukannya lagi! Aku tidak akan segan untuk menyentuhmu Agnia, akan aku buat kau diam dan hanya dengan cara itu kau menurut padaku, maka aku tidak akan segan untuk melakukannya."


"Kau gila Zian!! Itu kah dirimu sebenarnya? Pantas saja pacarmu sendiri memilih jauh dari mu?"


Zian semakin berang saat mulut Agnia mengucapkan hal mengenai Dita yang sampai saat ini tidak memberinya kabar, "Kau tidak usah menyebut kekasihku, ini urusan ku dengan mu?"


"Kenapa? Apa karena kau begitu mencintainya? Sampai kau memilih menutup mata dan telingamu?"


"Cih ... cinta! Apa itu cinta namanya? Membiarkan harga dirimu lemah!"


Agnia tidak hentinya menimpali perkataan Zian, dia terus tidak mau kalah dengannya, apalagi Agnia merasa dirinya benar.


"Iya aku mencintainya, sangat!"


"Cinta ... kau bicara cinta!!" Agnia terkekeh.


"Cinta yang membuatmu buta dan tuli Zian! Itu yang dinamakan cinta, pacarmu membohongimu! Tapi masih menutup telinga."


Zian menarik tubuh Agnia lau mendorongnya hingga dia terjerembab di atas ranjang, "Jangan membuatku benar-benar marah Agnia!"


"Benar yang aku bilang? Pacarmu itu berkhianat, dia tidak benar-benar pergi ke new york, dia masih ada dikota ini Zian! Dia itu cewe gak bener!!" ujarnya dengan kembali bangkit dan berdiri dengan lantang.


"Agnia!"


Zian mengangkat tangannya ke atas hendak melayangkan tamparan padanya, namun saat itu juga terhenti begitu saja, "Dita bukan perempuan seperti itu! Dia tidak seperti kau!! Gadis liar dan tidak benar!! Gadis murahan..., aku menyelamatkanmu agar kau hidup lebih baik, tapi dengan tidak tahu dirinya, kau mengatakan hal buruk tentang Dita!"


Agnia terhenyak, namun kemudian mencedih, "Kau keterlaluan Zian!!"


"Kau ingin pergi dari ku? Kau ingin pergi dari rumah ini??" Silahkan, aku tidak akan menahanmu lagi!"


"Pergilah ... aku tidak akan pernah mencarimu lagi." ujarnya panjang lebar.


Zian tidak mampu lagi menahan dirinya sendiri, dia menyeret Agnia hingga keluar dari kamar.


"Pergilah!!!"


Zian masuk dan mengeluarkan barang-barang Agnia lalu dia memasukkan nya ke dalam tas, lalu melemparkannya ke arah Agnia yang masih duduk bersimpuh menahan air mata.


"Enyaahlah dari sini, aku tidak sudi melihatmu lagi!!"


Agnia menyusut air mata dipelupuk matanya, "Kau benar-benar akan menyesal Zian!!"

__ADS_1


__ADS_2