Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 270


__ADS_3

Zian berencana menjadi pemodal bagi perusahaan milik Dave yang baru di rintisnya, dan tentu saja Dave menolak pada awalnya, rasa gengsinya dan harga dirinya terlalu dia pasang dengan tinggi, ditambah posisi Zian saat ini adalah menantunya.


Namun atas desakan Agnia, yang memaksanya menerima kerja sama dengan suaminya itu ditambah dengan suara Kim yang saat ini masuk kedalam orang penting dihidupnya melunturkan rasa ego nya.


Zian hanya mengulas senyum, tatkala Dave tidak bisa menolak permintaan putrinya, dari awal dia juga berniat membantu agar bisnis Dave berjalan, membuatnya menjadi pria yang lebih bertanggung jawab dan kehati hatian dalam bertindak. Modal yang dia berikan juga tidaklah sedikit, namun melihat kesungguhan Agnia dan juga Kim agar Dave menjadi lebih baik lagi membuat apa yang dia keluarkan tidak lah menjadi sia sia.


"Kau tahu Zian, sebenarnya aku tidak begitu ingin bekerja denganmu, apalagi kau menggelontorkan uang yang tidak sedikit untuk perusaahannya, semua aku lakukan hanya karena putriku yang memintanya. So ... aku menerimanya." ujarnya dengan menandatangani berkas kerja sama.


"Terserah lah Dave ... apapun yang jadi alasanmu menerimanya aku senang, kau tidak menyia nyiakan kesempatan yang datang padamu! Dan satu lagi, besok Kim harus pergi ke singapura untuk mengurus perusahaan merger dari ayahmu."


Dave jelas ternganga mendengarnya, begitu juga Kim yang baru tahu hal itu secara mendadak. Namun dia juga tidak bisa menolak, perusahaan yang sekarang milik Zian memang tanggung jawabnya.


"Hei ... mana bisa begitu! Lantas siapa yang akan membantuku! Kau sengaja ya mengatakannya setelah aku menandatangani kerja sama ini Zian?"


"Apa sih Dad! Orang jelas jelas Nia baca berkas merger itu, Ibu Kim sebagai penanggung jawab kok! Iya kan ibu Kim?" tanya Agnia dengan terkekeh.


Tercetusnya panggilan Ibu dari mulut Agnia untuk Kim juga membuat Dave menjadi optimis, semua masalah yang telah terjadi diantara mereka juga perlahan sirna, walau Zian dan Dave juga masih kerap memperdebatkan hubungan mereka yang terbilang cukup unik.


"Kau yakin akan menerima Dave untuk menjadi suamimu Ayana Hakim?" tanya Zian pada Kim yang duduk disamping Dave dengan memijit pelipisnya, lalu dia menoleh pada Agnia yang berada disampingnya. "Sayang ... sepertinya sesudah ini kita pulang saja! Aku pusing."


"Aku kan juga sudah bilang! Lebih baik kau periksa langsung periksa ke rumah sakit! CT Scan kepalamu! Walaupun Irsan mengatakan kau hanya kelelahan saja, tapi tidak menutup kemungkinan kau punya penyakit lain." sentak Dave.


"Daddy! Kok ngomongnya gitu?"


"Dave ... jaga bicaramu!" tambah Kim dengan membelalakan kedua matanya.


"Iya iya ... aku hanya khawatir saja! Bagaimana kalau memang dia punya penyakit di otaknya?"


"Daddy!"


"I' m Sorry sweetheart." pungkasnya dengan menutup mulutnya.


Zian hanya terdiam, dia bukan hanya tengah merasa pusing, namun juga lambungnya terasa mual saat ini. Itu sebabnya dia membiarkan Dave bicara sesuka hatinya.

__ADS_1


"Hubby! You ok?"


Zian mengangguk, "Kita pulang saja...!"


Tak lama mereka berdua beranjak keluar dari ruangan Zian, Dave dan Kim mengikuti mereka dari belakang.


"Kenapa Zian tidak kunjung sembuh! Aku khawatir dia memiliki penyakit serius." gumam Dave. "Mungkin kita harus membujuknya untuk pergi ke rumah sakit saja! Siapa tahu Irsan salah mendiagnosa." tambahnya lagi.


Kim tidak menjawabnya, dia hanya menatap sosok pria tegap yang kini tengah berpegangan tangan dengan suaminya itu dengan lekat.


"Jangan terus kau pandangi, kalau kau iri dengan mereka. Bicaralah padaku!" ujar Dave dengan merekatkan jemari tangannya disela jari Kim.


"Kau selalu bicara aneh!" Kim menepiskan tangan Dave tanpa berhenti berjalan.


.


Dalam keadaan pusing dan mual, Zian tetap membukakan pintu agar Agnia masuk kedalam mobil. Namun Agnia tidak kunjung masuk, dia hanya berdiri dengan menatap ke kiri dan juga ke kanan. Sementara Dave dan juga Kim pergi lebih dulu karena harus oergi ke proyek dan juga persiapannya untuk pergi ke siangapure.


"Cari apa hem?" tanya Zian mengelus pipi Agnia.


"Tidak ada supir, dia sibuk kalau siang begini." ujar Zian yang tengah melirik jam tangan yang dikenakannya.


Agnia menyambar kunci mobil dari tangan Zian, "Kalau gitu! Aku yang nyetir." Dia berjalan ke sisi yang lain, sesudah menyuruh Zian untuk masuk kedalam tanpa penolakan.


Ting


Suara notifikasi email di ponsel Agnia berdenting, gadis yang baru saja memutar kunci mobil pun mengambil ponsel miliknya.


"Siapa baby?"


"Email dari fakultas!" ujarnya dengan kedua mata berbinar.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Hem ... besok Nia harus kesana!" ujarnya lagi dengan kedua mata tertuju pada layar ponsel miliknya.


"Hm ... aku akan mengantarmu!"


"Enggak! Nia sendiri aja ... Om kan lagi sakit!"


"Tidak apa ... aku sudah tidak pusing lagi sekarang!"


"Hah ... aneh! Masa tiba tiba ilang pusingnya?"


"Serius baby! Sepertinya aku tidak merasa pusing juga mual jika hanya berdua saja denganmu!"


Agnia mendengus pelan, "Itu hanya akal akalan saja! Mana ada yang kayak gitu kecuali ibu ibu ngidam."


"Serius baby!"


Keduanya saling bertatapan dengan fikiran masing masing, tak lama kemudian Zian merogoh ponsel guna melihat kalender.


"Baby! Kau ingat tidak kapan terakhir datang bulan?"


Kedua manik Agnia membulat sempurna, ketika Zian bertanya hal yang menurutkan tidak lah etis dipertanyakan oleh seorang pria. Namun juga dia mengatupkan mulutnya. Mencoba mencerna pertanyaan Zian.


"Baby? Kita melakukan itu di tanggal ini!" tunjuk Zian di angka lima. "Sementara kita menikah di ....!" Zian menggulir layar dan mengganti bulan sebelumnya. "Ini baby! Tiga minggu lebih tiga hari kita menunda hal itu. Aku masih ingat!"


Kepala Agnia tidak dapat mencerna semua yang dikatakan Zian dengan lengkap dan juga rinci. Sementara otaknya kosong akan hal itu.


"Nia gak ingat!"


.


.


Om Zian lengkap banget deh ... inget bener kalau hal hal begitu ... wkwkwk Hayo .... lho Nia!!! Deg degan kan.

__ADS_1


Maaf Readers Othor baru Up. hihihi ... semoga gak bosen nungguin othor up yaa.


__ADS_2