
...Like dan komen yang banyak, othor luncurin 3 up di jam yang sama kayak kemaren❤️......
.
.
Berbeda dengan Agnia, kedua temannya bekerja sesuai dengan fungsi divisi umum, salah satunya memeriksa perlengkapan yang dibutuhkan setiap staff divisi, mereka dilempar kesana dan kemari untuk mengantarkan barang maupun dokumen yang dibutuhkan. Dan tak jarang diam berjam-jam diruang fotocopy hanya untuk memfotocopy berkas yang bertumpuk tumpuk.
"Nit ... gue mending nongkrong bareng sugar Daddy deh kalau gini ceritanya, tinggal elus-elus dikit, duit masuk rekening." seloroh Cecilia dengan wajah penuh keringat.
"Gue setuju! Dan kita bakal dapet nilai E untuk tugas akhir ini. Mau lo?"
"Elah ... lo bilang setuju tapi akhirnya gitu!"
Nita menghela nafas, "Sabarlah dikit cuma sebulan ini! Abis itu bebas deh kita, yang lain ada yang lebih buruk, ada yang belum diterima dimana-mana Ce! Lo mau nilai kita yang pas-pasan itu makin anjlok! Kalau gak ngandelin Nia, gak bakalan deh kita disini! Ngerti lo Ce!"
"Iyalah bawel banget! Gue akuin, kalau gak ada Nia, Nia ... dan Nia yang bantuin kita! Tapi gue pegel nih!" ujar Cecilia dengan mengibas-ngibaskan tangannya yang mulai pegal, dia menyandarkan punggungnya dengan kedua tangan yang menggeliat ke atas, Nita mendengus kesal, tak lama kemudian seseorang masuk kedalam ruangan fotocopy itu, tinggi semampai dan juga cantik, menatap mereka dengan tajam.
"Ngapain kalian? Bukannya berkas ini udah ditunggu, kenapa belum selesai juga? Cepat bereskan." ujarnya dengan melipat tangan didepan dada. "Malah males malesan begitu!" tambahnya lagi.
Sialan nih tante-tante, seenak jidatnya nyuruh-nyuruh.
"Santai aja dong ... nih bentar lagi juga beres!" celetuk Cecilia.
"Eh ... yang sopan yang bicara! Masih kecil aja tidak punya sopan santun kamu!"
Wanita itu membulatkan kedua matanya pada Cecilia dan juga Nita, namun Cecilia tidak takut hingga terjadi keributan didalam sana. Beberapa orang pun melerai mereka, kedua gadis itu pun diam terpaku saat seorang pria memasuki ruangan itu.
"Walaupun kalian hanya bekerja untuk sekedar tugas akhir sekolah kalian, tapi aku harap kalian bersungguh-sungguh!"
Cecilia berjalan mendekat, dengan memperlihatkan wajah innocent nya, "Pak ... ibu itu yang mulai duluan! Wajar kan karena kita gak biasa bekerja gini!"
"Ya sudah, kalian kembali kerjakan apa yang sudah jadi tugas kalian! Jangan sampai terdengar HRD, ditambah Big Bos sedang berada disini." ungkapnya dengan suara yang lebih lembut dari sebelumnya.
Cecilia memegang lengannya, lalu mengangguk, dengan suara khas yang mendayu-dayu, "Justru karena kami hanya untuk tugas akhir sekolah, jadi jangan kasih kami pekerjaan yang berat dong pak!"
"Ya kalian tenang saja! Pekerjaan kalian kan tidak berat!"
.
.
Jam sudah menunjukan jam 12 siang, dan sebagian karyawan sudah beranjak dari tempat duduknya, hampir semua dari mereka keluar dari ruangannya masing-masing untuk makan siang.
"Agnia ... kamu tidak makan siang?"
__ADS_1
Agnia menoleh, ibu Wang berdiri di depan ruangan, "Ayo istirahat saja dulu, selesaikan pekerjaan mu nanti setelah makan siang!"
"Iya Bu, mungkin sebentar lagi!" ujar Agnia yang sebenarnya kebanyakan hanya duduk dan bosan.
Ketiganya bertemu di kantin, Agnia heran melihat kedua temannya merengut dengan kesal.
"Kenapa kalian?"
"Cape banget Nia! Badan gue pegel- pegel begini," Cecilia memijat-mijat lengannya sendiri.
"Lo sendiri gimana?"
Agnia merasa heran, pasal nya jangankan pegal, sedari pagi kebanyakan hanya diam sampai mengantuk.
Dan yang lebih heran lagi, Agnia merasa dirinya diperhatikan oleh beberapa orang yang tengah makan siang dikantin itu.
"Gak ... gue justru bosen Ce!"
"Ihh ... kok lo enak banget sih!" seru Nita.
Agnia mengerdik, dengan menyuap menu makan siang miliknya, "Gue juga gak ngerti."
"Tumben kan big bos hari datang! Biasanya hanya diakhir bulan untuk peninjauan laporan. Benar-benar aneh, tiba-tiba merubah posisi staff, sedangkan pekerjaanku masih belum selesai."
"Dan ada hubungannya dengan ketiga remaja itu."
"Sudahlah ... dia yang berkuasa, bisa lakukan apapun pada perusahaannya, iya gak!"
Beberapa karyawan pria membicarakan perubahan yang mendadak ditukar, sebagian dari mereka yang berasal dari divisi human dipindah tugaskan ke berbagai divisi, dan menggantinya dengan karyawan wanita.
Bisik-bisik itu samar terdengar ketiganya, mereka saling pandang lalu menatap wajah beberapa dari mereka.
"Kalian ngerasa aneh gak sih?" tanya Agnia.
"Iya aneh ... gue gak biasa kerja kayak gini! Dan lo tahu, disana pada nyebelin, sampe ada Tante rempong yang kerjaannya cuma ngomel-ngomel. Tambah males gue!" gerutu Cecilia.
"Hm ... bahkan tadi si Cecil sampe ribut! Gara-gara tuh orang!" tambah Nita.
Agnia semakin heran, dia justru sebaliknya, orang-orang disana memperlakukannya dengan baik.
Cecilia mendengus kesal, "Walaupun mereka bilang gue gak usah nyari masalah karena ada big boss, gue gak takut! Kalau perlu big boss nya gue tidurin dah!"
"Sialan lo emang fikirannya ngangkang Mulu!" Nita menyenggol lengan Cecilia.
Sedangkan Agnia, menggelengkan kepalanya, "Jangan macem-macem lo, ketahuan bisa berabe! Lagian big bossnya juga kita belum tahu yang mana ya kan!"
__ADS_1
"Nia bener Ce ... inget nilai akhir kita! Mending kalau big bos nya itu kece kayak Daddynya Nia! Kalau setua Daddy lo, jangankan dielus bangun! Diliatin aja ngumpet!" seloroh Nita membuat ketiganya tergelak.
"Makanya kita mesti liat dulu big bosnya! Setuju gak! Kita pantau dari sekarang, gue tandaain dia!" Cecilia menyeruput es jeruk miliknya, dengan kedua mata yang menyisir para karyawan.
Agnia menggelengkan kepalanya, "Fikiran Lo emang gak bisa jauh dari begituan Ce! Otak Lo mesti di bersihin tau gak!"
"Mungkin beda divisi beda juga perlakuannya Ce ... lo sabar aja! Tapi maksud gue bukan itu, kalian liat deh, mereka kayaknya memperhatikan kita." imbuhnya lagi.
Ketiganya kembali mengedarkan pandangan, lalu Cecilia terkekeh, "Mungkin karena kita cantik kali, enerjik dan juga beda dari karyawan yang ada disini."
"Kepedean sih lo!"
Ketiganya kembali tertawa, sementara seseorang melihat kearah mereka dari jauh.
"Ayo ... kita harus pergi! Masih banyak pekerjaan yang harus di urus."
Entah dari kapan Kim berada dibelakangnya, mengagetkan Zian.
"Ya ... sebentar lagi!"
Dia sungguh sangat aneh, bahkan lebih aneh dibandingkan saat dia menjalin cinta dengan Dita, dia bahkan membuntutinya kemari. Dasar posesif.
Zian merogoh ponselnya, dan diam-diam mengambil foto Agnia dari jauh.
Astaga, untuk apa dia mengambil foto Agnia diam-diam, sedangkan dirumah saja bertemu setiap hari, kelakuannya sudah seperti bocah saja. Benar-benar aneh.
Setelah mengambil beberapa foto, Zian mengulum bibir dan kembali memasukkannya kedalam saku celananya, lantas keduanya berlalu pergi, meninggalkan Golden globe untuk menuju kantor pusat.
Setelah selesai makan siang, mereka kembali ke ruangan divisi masing-masing, Agnia kembali duduk saat Ibu Wang hanya menyuruhnya untuk merapikan meja kerja miliknya yang sudah rapi.
"Apanya yang harus dirapikan?"
"Kalau begitu, Agnia bikinin ibu kopi saja ya!"
Agnia mengangguk, dia keluar dari ruangan ibu Wang dan berjalan mencari pantry.
"Big Bos emang aneh! Tiba-tiba merubah semua posisi! Sedangkan kita gak biasa ngerjain yang bukan job des kita kan."
"Huum ... benar-benar aneh!"
Agnia kembali mendengar kata kata itu, dia lantas masuk kedalam pantry. Membuat kedua wanita itu terdiam seketika.
"Maaf ... aku disuruh membuat kopi untuk ibu Wang!"
Kedua wanita itu mendelik, lalu menunjuk lemari dimana kopi dan semacamnya diletakkan, Agnia mengangguk lalu mengambil cangkir.
__ADS_1
Aneh ... mereka diam saja saat gue masuk! Padahal kalau gue tahu juga gak bakal ember, orang gue gak tahu big bos dan peraturannya. suka suka mereka lah, emang gue fikirin.