
...Hayoo up banyak tapi komen dan like nya dilompat lompat kan sebel deh!! ... apalagi othor akan up beberapa lagi insya Allah semoga lancar. Dan gak kena review lama kek kemaren di tolak karena nganu nganu kwkwkwkw....Othor harus revisi ulang karena tiga kali di tolak......
Kim keluar dari ball room hotel begitu saja, dia berjalan dengan cepat ke arah mobil meninggalkan Dave yang berjalan menyusulnya.
"Kim tunggu aku! Apa kau akan meninggalkanku di sini begitu saja?" serunya saat melihat Kim yang sudah masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesin.
"Ini semua gara-gara kau! Kau membuatku dalam masalah besar Tuan Dave yang terhormat!"
Dave mengetuk kaca mobil, "Oh maafkan aku Kim, aku hanya ingin membantumu!"
"Sudahlah aku akan pergi dari sini! Kau kembali saja sendiri!" ujarnya kesal.
"Mana mungkin kau tega meninggalkan calon suamimu ini Kim!" ucapnya menggoda, membuat Kim semakin kesal. Dave dengan cepat membuka pintu yang ternyata tidak terkunci dan masuk ke dalamnya. Bertepatan dengan Kim yang menginjak pedas gas dengan cepat, dan meninggalkan pelataran parkir. Wanita sinis itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan membuat Dave harus berpegangan tangan saking cepatnya.
"Kim apa kau gila, ini terlalu cepat!"
Kim menoleh kearahnya sekilas, "Diamlah aku sedang kesal!"
"Apa kau selalu begini ketika kesal Kim! Aku tidak percaya ini tapi maafkan aku Kim!"
"Berhenti bicara Dave atau lebih baik aku turunkan kau disini!"
Dave mengangkat satu tangannya, "Oke oke baiklah aku akan menutup mulutku!"
Dave menggerakkan ibu jari dan jari telunjuknya di atas bibirnya lalu ditariknya sepanjang garis bibir, sementara Kim tetap melaju dengan kecepatan tinggi.
Sesaat keadaan di dalam mobil hening dan Kim menginjak pedal gas lebih dalam.
"Kim! Aku sudah berhenti bicara, kenapa kau justru mempercepat laju mobilnya!" seru Dave yang melihat Kim semakin menakutkan.
Kim sama sekali tidak menggubris nya, dia tetap melihat ruas jalan didepannya, untungnya keadaan jalanan saat itu cukup lenggang hingga Kim bisa dengan leluasa melesat cepat.
Tak lama dia berhenti di sebuah klub malam, tanpa menoleh kearah samping dimana Dave duduk, dia membuka seat belt yang membelit tubuhnya lalu keluar begitu saja.
"Astaga ... dia sungguh menyeramkan!" Dave membuka seat belt dan menyusulnya keluar.
"Dia bahkan meninggalkanku dan tidak peduli padaku!" ucapnya lagi, "Benar benar wanita yang sulit! Bukankah harusnya dia berterima kasih padaku karena telah membantunya membungkam mulut mulut mereka yang menertawainya, pantas saja mereka mengatakan dia singa betina! Dia memang menakutkan!" Ujarnya lagi dengan menyusul Kim masuk kedalam klub malam.
Dave mengedarkan pandangannya mencari wanita yang tengah kesal itu, gemerlap lampu yang membuatnya kesulitan mencari sosok Kim diantara semua orang disana.
__ADS_1
Sementara Kim sudah duduk didepan bartender yang tengah meracik minuman.
"Wah ... beruntung sekali malam ini, bisa melihatmu kembali kesini Sekretaris Kim! Mana bosmu? Apa kau datang kemari sendirian? Itu tidak mungkin, karena kau tidak pernah minum sendirian, kau juga sudah lama tidak kemari." ujarnya terkekeh.
"Tutup mulutmu Bram, dan berikan aku minuman paling keras malam ini!" ujar Kim menyorotinya dengan tajam, tangannya dia gebrakan di atas meja.
Bartender bernama Bram itu tidak mau mencari masalah dengan seorang Kim dia buru buru meracik minuman yang diminta lalu meletakkannya di hadapan Kim,
"Ini untukmu ... gratis!"
Kim berdecih, "Tidak perlu Bram, Kau fikir aku tidak punya uang?" Ingat aku punya uang Bram jangan menghinaku!"
"Ooh ayolah aku hanya ingin mentraktirmu minum karena sepertinya kau kacau malam ini! Jangan salah sangka Kim!"
"Kau benar aku memang kacau sekali malam ini, karena banyak orang yang membuatku dalam kesulitan dan masalah besar!"
Kim menenggak minuman itu dengan sekali tenggak, lalu meminta Bram untuk memberikannya lagi, Bram menuangkannya lagi dari botol, namun Kim justru merebutnya.
"Hei ... kau dalam masalah besar nona!" Bram merebut botol namun Kim menepis tangannya.
"Jangan ikut campur Bram! Biarkan aku! Kembali lah bekerja!" Kim terus menenggak minuman itu hingga hampir tandas, sejurus kemudian tubuhnya limbung hingga hampir terjatuh, beruntung Dave menangkap tubuhnya dan menahannya hingga tidak terjatuh.
"Aku mengenalnya, dia datang bersamaku tadi! Tapi aku kehilangan jejaknya saat masuk." tukas Dave yang bicara seolah tahu apa yang difikirkan oleh bartender yang menatapnya curiga.
Dave harus memegangi tubuh Kim yang mendorongnya berkali kali, dia berontak karena tidak ingin Dave menyentuhnya.
"Minggir, biarkan aku sendiri Dave! Pergilah ... aku tidak apa apa, ini bukan masalah besar bagiku! Hanya saja aku sedang kesal." racaunya dengan terus mendorong tubuh pria tegap itu.
"Kau mabuk Kim! Aku akan mengantarmu pulang!"
Kim melambai lambaikan tangan ke udara, sesakit terdengar dia terkekeh, "Tidak usah ... aku bisa sendiri."
Dave menghela nafas, dia benar-benar kewalahan menghadapi Kim yang keras kepala dan juga tidak ingin dibantu walaupun dirinya sudah terlihat payah karena sebotol minuman yang dia habiskan sekaligus.
"Kau memang keras kepala!" dengan sekali gerakan Dave membopong tubuh Kim sehingga dia meronta-ronta.
"Dave turunkan aku ...! Aku tidak memerlukan bantuanmu, kau yang menambah masalah ku semakin rumit brengsekk."
Bram menyusul mereka keluar klub, dan mendapati Kim tengah menendang tungkai kaki Dave.
__ADS_1
"Aaaah ... sialan, tenaganya kuat sekali!"
"Jangan coba coba menyentuhku Dave!"
"Aku hanya ingin membantu Kim!"
Bram membantu Kim yang berdiri limbung, dia juga didorongnya hingga menjauh.
"Kim memang begitu! Dia wanita yang sulit di taklukan! Kau harus menghubungi tuan Zian, karena hanya padanya dia menurut."
Bram kembali masuk ke dalam klub, meninggalkan Dave yang serba salah karena Kim terlalu payah namun tetap memberontak keras. Bahkan tenaganya saja tetap kuat walaupun dia tengah mabuk.
"Kau kita aku mabuk Dave? Aku masih bisa berdiri!" Teriaknya membuat Dave kaget.
"Ayo Kim ... masuklah ke mobil, aku akan mengantarkanmu pulang."
Kim berjalan sempoyongan, dan hampir terjatuh lagi, Dave melangkah maju untuk membantunya, namun Kim menolaknya.
"Stop ... aku bisa sendiri! Aku masih kuat ... aku bukan wanita lemah, aku di didik oleh keadaan dan situasi! Aku terbiasa hidup dengan keras." ucapnya membuat Dave terperanjat.
"Kim lebih baik kita pulang, kau kacau sekali!"
Namun justru Kim tertawa, dia melepaskan kedua high hillsnya, dan terus tertawa dengan jari telunjuk bergerak ke kiri lalu ke kanan berulang kali,
"Kau tahu apa tentang kekacauanku tuan? Kau tidak tahu apa apa ..."
Kim terdiam, dia menatap Dave dengan lekat, berjalan kearahnya dengan tersenyum.
"Kau tahu ... aku menantikan hari ini sejak lama, aku tidak tahu apa yang terjadi denganku saat ini! Tapi aku senang bisa melihatmu kali ini. Kau tampan sekali! Sama seperti aku pertama kali melihatmu."
Kim merangsek jas hitam yang dikenakan Dave, menariknya dengan kuat hingga Dave maju dan menabrak tubuhnya.
Lalu dengan cepat Kim menyambar bibir Dave Arkhan, Melu mattnya dengan lahap, membuat Dave semakin terperangah atas sikap tidak terduga dari seorang Kim yang benar benar sulit dia mengerti.
Kim mengalungkan kedua tangannya pada leher Dave, menciumnya ganas dengan kedua mata terpejam, Dave membola, namun dia tidak akan menyia nyiakan kesempatan yang datang, karena selama ini Dave memang penasaran pada sosok Kim.
Dave membalas ciuman itu dengan lebih ganas, hingga keduanya larut dalam kobaran panas yang meliputi seluruh aliran darah.
Kim menyapu bibirnya yang telah basah, dia tertawa dengan memeluk Dave.
__ADS_1
"Kau tahu ... aku menantikan hal ini dari lama! Tapi aku terlalu naif dan bodoh! Aku juga selalu menyangkal perasaan ini agar tidak terus tumbuh besar dan justru melukaiku sendiri___"