Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 299


__ADS_3

Bunyi alarm memekikkan telinga, membuat Agnia mengerjapkan mata karena suara berisik pagi itu. Entah siapa yang memasang Alarm peringatan di pagi pagi buta di negara Singapura.


"Eeeuugg!!"


Agnia mengeliatkan tubuhnya, lalu meraba perut yang tiba tiba keroncongan.


"Pasti kamu lapar yaa." gumamnya pada sang buah hati yang masih bertumbuh di dalam rahimnya.


Namun tiba tiba kedua matanya menyipit saat melihat ranjang disebelahnya kosong, Zian tidak ada disana.


"Hubby kemana sih pagi pagi begini? Apa dia olah raga?" ujarnya dengan meraih ponsel yang di letakkan di atas nakas di samping ranjang. Mematikkan alarm yang terpasang di ponsel miliknya. "Dia nih pasti yang masang alarm di ponsel gue? Orang masih jam enam kok!" Agnia memijakkan kedua kakinya di lantai marmer yang terasa cukup dingin, dengan posisi terduduk. Menyapu seluruh ruangan guna mencari suaminya itu.


"Hubby!"


Tidak ada jawaban sama sekali, diruangan deluxe room itu Agnia sendirian. "Nah kan gue ditinggal lagi!"


Gadis itu mendengus kesal, padahal Zian sudah berjanji tidak akan meninggalkannya seperti kemarin. "Gak nepatin janji!"


Tok


Tok


Seseorang mengetuk pintu kamar dengan keras, membuat Agnia menoleh pada pintu.


"Room Service!"


Tok


Tok


"Room Service pagi pagi begini?" sungutnya dengan berjalan membuka pintu.


"Taraaaaaa!!"


Agnia terbelalak sempurna saat melihat sosok yang kini berada di hadapannya, hampir tidak percaya dia mengerjapkan kedua matanya.

__ADS_1


"Cecilia? Nita? Kalian ... kok ada disini?"


Cecilia merengsek masuk, begity juga dengan Nita. Sementara Agnia sendiri mematung.


"Bisalah! Selama ada Om Zian? Iya gak Nit."


"Hah? Suami gue?"


"Hum ... siapa lagi yang bisa ngelakuin hal begini selain dia coba? Dan tebak, apa yang dia siapkan untuk kita?" tukas Nita dengan wajah sumringah.


"Apa?"


"Let's party. Wuuuuuhhhh!!" teriak Nita dengan tangan merentang keatas. Kedua sahabatnya berjingkrak jingkrak kesenangan bak anak TK sementara Agnia menganga heran.


"Apa maksudnya? Kalian bercanda kan? Ini pasti gue lagi mimpi."


Cecilia melingkarkan tangan di bahunya, "Lo gak mimpi Nia sayang, ini nyata! Suami lo yang kirim kita ke sini. Surprise kan!!" ujarnya tertawa kencang.


"Gimana? Kau suka Baby?" ujar Zian tiba tiba masuk ke dalam.


"Hubby? Ini serius?"


Agnia menutup mulut saking tidak percaya dengan apa yang di ucapkan suaminya, dia berhambur memeluk pria berkharisma itu dengan erat. "Hubby ... makasih! Apa ini bagian dari Surprise mu?"


Zian hanya mengulum senyuman, tak lupa mendaratkan kecupan hangat di kening gadis yang bahkan belum mencuci muka itu. Membuat kedua sahabatnya menatap dengan iri dan saling memeluk.


"Gue mau kayak gitu juga!"


"Gue juga!"


"Bersiaplah Baby, kita turun ... semua orang sudah menunggu untuk sarapan."


Agnia mengangguk, dia lantas bergegas ke kamar mandi. Sementara Zian kembali ke luar.


.

__ADS_1


.


Ponsel miliknya berdenting terus menerus tanpa jeda, terjadi kehebohan di grup sekolah. Membuat Agnia heran apa yang terjadi, sementara Cecilia dan Nita tengah cekikikan dengan ponselnya masing masing.


"Ada apaan sih? Heboh bener deh?" Agnia menyambar ponsel miliknya.


"Apaan nih?" tukasnya melihat kedua temannya yang sama sama berada di grup sekolah.


"Hah?" Agnia terbeliak saat menggulir percakapan di grup sekolah.


"Mereka semua juga mau ke sini?"


"Kita udah duluan! Sebagai tamu kehormatan. Karena kita bestie. Iya gak Ce?"


"Pokoknya ini bakal jadi trending disekolah kita. Kapan lagi coba From Night di luar negeri dan dibiayai sepenuhnya oleh seorang siswi penerima beasiswa kuliah." terang Cecilia dengan antusias.


"Hah? Serius?"


"Serius Nia! Lo gak tahu kalau suami lo yang super tajir melintir itu yang mendanai semuanya?"


"Dadakan begini? Ooh god ... padahal gue baru aja semalem ngomong ini."


Kedua temannya melompat kaget, mereka menghampiri Agnia yang tengah mengeringkan rambutnya.


"Lo serius baru semalem ngomong?"


Agnia mengangguk, membuat kedua temannya saling memandang.


"Serius anjim ... tapi gue kayak ngomong sendiri orang dia tidur."


"Lo tahu jam berapa suami lo hubungin kita Nia? Tengah malem ... Kita cuma di kasih waktu 15 menit buat siap siap. Ngeri gak tuh."


Agnia menatap keduanya yang kini tengah mengangguk anggukan kepalanya.


"Gila parah suami lo Nia? Kereen ...! Bahkan semua guru juga dapet tiket pesawat dan akomodasi. Lo bayangin berapa duit dia?"

__ADS_1


Agnia mengerdikkan bahunya, dia masih tidak bisa berfikir saking terkejutnya.


"Mana gue tahu!"


__ADS_2