Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 293


__ADS_3

Semua orang telah mengetahui jika gadis yang datang bersama Zian telah hilang, kasak kusuk pun mulai terdengar. Mulai dari penculikan, konspirasi bisnis, dan hal hal buruk yang kerap terjadi di dunia perbisnisan.


Zian pun sudah melihat rekaman CCTV, namun dia tidak melihat Agnia keluar dari gedung. Tapi semua tempat sudah dia periksa dan sosok Agnia tidak juga ditemukan.


"Baby! Apa yang terjadi padamu sebenarnya?" Ujar Zian dengan merekatkan kedua tangannya diatas meja, dengan kaki yang tanpa sadar dia gerak gerakan saking paniknya.


"Kim ... kita lapor polisi?"


"Kau percaya ini semua terjadi karena adanya konspirasi bisnis? Mereka saja tidak tahu jika Agnia itu istrimu Zian? Bukankah baru akan kau umumkan setelah acara ini selesai?"


"Lalu dimana Istriku Kim?"


"Tenanglah ... kita sedang mencarinya Zian, dia pasti ditemukan."


Zian memijit pelipisnya yang berdenyut hebat,


Kemana perginya Agnia, apa yang terjadi padanya sampai dia pergi seperti ini. batin Zian dengan merogoh sesuatu dari dalam sakunya.


Kotak merah yang akan dia berikan padanya saat dirinya selesai mengatakan sambutan di atas panggung, hadiah yang dia siapkan jauh jauh hari. Bahkan sejak dirinya tahu jika dia akan menjadi seorang Ayah, dan tepat dihari itu dia akan mengumumkan pernikahannya dengan Agnia, dia ingin mengakui bahkan pada dunia jika Agnia adalah istrinya.


Tidak lama Laras dan juga Dave datang, mereka tidak kalah panik saat tahu jika putrinya hilang begitu saja dihari putr8nya baru saja mendarat di negara itu.


"Kalian kemari?"


"Kau fikir kami akan diam saja di hotel saat tahu Agnia hilang?" sentak Dave.


"Astaga Zian? Apa yang telah terjadi? Kenapa putriku bisa menghilang begitu saja? Kau menyakitinya?" Bentak Laras.


"Tidak! Kami baik baik saja, bahkan dia sangat senang datang kemari! Kami juga tidak ada masalah apa apa." terang Zian.


Dave menghela nafas, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Ditambah acara ini perhelatan para pembisnis hebat se asia.


"Apa kau punya musuh dalam berbisnis Zian? Dan putriku diculik oleh mereka yang tidak suka denganmu?" tanyanya dengan kedua mata menajam.


"Musuhku hanya kau Dave! Kau fikir aku orang macam itu?"

__ADS_1


"Zian sama sekali tidak punya musuh Dave! Pekerjaannya selalu bersih! Aku bisa pastikan itu!" jelas Kim, tentu saja dia tahu bagaimana cara bekerja Zian, dan juga keluarga Maheswara, dia selalu bekerja dengan sempurna.


"Bagaimana jika ada salah satu karyawanmu yang tidak suka denganmu? Kau terkenal galak dan juga kejam, mereka pasti menunggu waktu membalas dendam padamu dan sekaranglah saat nya." sentak Dave lagi, dia tidak menggubris ucapan Kim.


Zian terdiam, itu bisa saja terjadi. Beberapa kali dia berlaku kejam pada karyawan, tapi semua ada sebabnya, dia melakukan hal itu karena karyawannya tidak becus bekerja. Atau hanya memanfaatkan posisinya di perusahaan untuk hal hal yang tidak berkontribusi loyal pada perusahannya.


"Tidak mungkin!"


Dave mendorong bahu Zian dengan kasar, "Itu mungkin saja terjadi bodoh! Jangan naif, kau fikir putriku bisa keluar dari lubang kunci? Atau menghilang begitu saja? Hah? Ini pasti ada hubungannya dengan orang yang tidak suka denganmu. Yang punya dendam padamu."


"Dave tenanglah!"


Kim menarik lengan Dave agar tidak emosional, dia berusaha membuat Dave tenang dan tidak berbuat gegabah. Laras yang hendak melakukan hal yang sama hanya bisa melihatnya dan mengurungkan niatnya.


"Apa? Kau membelanya? Kau masih memiliki perasaan padanya sampai kau terus membela dan menutup mata kalau ini semua berhubungan dengannya. Nia hilang Kim! Putriku hilang kau tahu! Kau belum jadi orang tua, jadi kau tidak tahu rasanya bagaimana, kau tidak---"


Plak


Dengan kuat Kim menampar pipi Dave yang emosi hingga meracau kemana mana, bahkan melukai harga dirinya dan juga hatinya. Dia setengah mati berusaha menghilangkan perasaannya pada Zian dan mulai membuka hatinya pada Dave.


Zian berdecak, dia memilih beranjak pergi dari keributan yang menurutnya tidak perlu, apalagi keributan Dave dan Kim. Agnia lebih penting saat ini. Zian keluar dari ruangan, lalu dia menghubungi seseorang yang bisa melacak Agnia dengan cepat.


"Carl!! Aku butuh bantuanmu."


Acara perlehatan besar itu sudah selesai, para tamu tamu dan juga pembisnis hebat se asia mulai keluar satu persatu dengan pemeriksaan ketat. Namun tidak ada dari mereka yang patut dicurigai.


Hampir dua jam Zian duduk di ruangan CCTV, memeriksa semua CCTV pada hari itu, bahkan sejak Zian dan Agnia juga rombongannya turun dari mobil dan masuk kedalam gedung.


Zian mereplay semuanya dengan teliti, bahkan perubahan wajah Agnia yang bisa di tangkap dari sejak masuk kedalam gedung, hingga saat Zian naik keatas panggung dan Agnia yang beranjak pergi. Gadis itu masuk kedalam toilet.


"Nia ... apa yang sebenarnya terjadi padamu, kenapa raut wajahmu terlihat berbeda sejak masuk ke ruangan dan melihatku naik ke atas panggung." gumam Zian dengan mengepalkan kedia tangannya dan menempelkannya pada bibirnya. Hingga semua orang yang berada di dalam ruangan CCTV bersamanya tidak bisa mendengar gumamannya.


Dia kembali memutar CCTV yang berada di luar toilet, dan menemukan Agnia keluar dari sana, namun setelahnya nihil, tidak ada lagi jejak Agnia.


Drett

__ADS_1


Drett


Ponselnya berbunyi, dia pun merogohnya dari dalam saku celana.


'Carl?'


'Ponselnya mati, jadi aku tidak bisa melacaknya sekarang, tapi kemungkinan Istrimu memang masih berada didalam gedung Zian.'


Zian berdecak, dia lantas memutuskan sambungan teleponnya walau Carl yang berada di tanah air belum selesai dengan pembicaraannya.


"Apa ada bagian gedung ini yang tidak terpasang CCTV?" Serunya pada petugas CCTV yang duduk di sampingnya,


"Ada tuan? Bagian dapur dan juga rooptop, hanya dua itu yang tidak terpasang CCTV."


Zian menoleh pada Kim, wanita tegas itu mengangguk, seolah mengerti apa arti tatapan Zian.


Kim keluar dari ruangan khusus staf itu dan memerintahkan petugas gedung membantu mencarinya.


"Aku akan mencari ke dapur!" Ujar Kim pada Zian yang baru saja keluar.


"Hum ...aku akan ke rooftop."


Keduanya berpencar, Zian masuk kedalam lift yang baru saja terbuka, dia bersama dua orang petugas gedung naik ke atas rooftop.


Padahal aku ingin memberikan kejutan spesial untukmu baby. Aku harap kau ada di atas dan sedang bersantai sekarang. batin Zian dengan menatap angka angka yang terus berubah sesuai letak lantai yang telah dia naiki.


Sementara Kim masuk kedalam pantry. Dapur lengkap yang memperlihatkan kesibukan para chef dan asistennya. Asap mengepul dimana mana dengan kompor yang terus menyala tiada henti. Saking sibuknya mereka mengabaikan Kim yang datang bersama dua orang petugas.


"Nia tidak mungkin ke mari! Dia sedang hamil dan pasti tidak akan tahan dengan bau bumbu dan masakan."


.


.


Woy Nia lo kemana sih? Malah bikin panik, ilang apa kabur apa diculik, Nih othor dapet bocoran, om Zian yang tampan mau kasih kejutan malah ngilang. dasar bocah. wkwkwk

__ADS_1


Hayo readers dukung othor terus yaa ... kalau keburu dan gak nyangkut di review othor up satu lagi nanti.


__ADS_2