Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 194


__ADS_3

Nita menatap Agnia dengan tatapan kecewa, selama ini dia dan juga Cecilia selalu membantunya saat kesusahan, namun Agnia maiah selalu membela Serly, dan tidak tega.


"Lo udah bilang kan mau tegas sama dia!! kenapa Lo berubah lagi sih!!"


"Gue belum selesai ngomong Nit!!"


"Gue emang mau tegas sama Serly tapi bukan dengan ngelaporin dia ke pak Sopian atau siapapun."


Serly tercengang mendengarnya, ternyata dugaannya salah, Agnia tidak membelanya seperti apa yang ada difikirannya.


Agnia mengeluarkan ponsel dari sakunya, mengotak ngatik ya sebentar lalu terdengar suara pesan masuk dari ponsel Serly.


"Lo lihat apa yang gue kirim barusan!! Itu semua bakal gue sebar dalam waktu satu jam dari sekarang karena Lo udah bikin nama gue jelek di sekolah ini ... bukan gue yang mau!! Tapi Lo yang bikin gue terpaksa ngelakuin hal ini Serl."


Agnia menarik tangan Nita, dan berbalik sedangkan Serly terbelalak melihat video yang dikirim Agnia padanya, video sang ayah yang tengah terlihat memeluk seorang gadis muda dan terlihat memeriksa kandungannya.


"Gak mungkin!!!" Serly terus menggelengkan kepalanya berulang kali.


Agnia kembali berbalik dan bicara, "Satu hal yang harus kau tahu!! Ayah lo sendiri bermain api menjadi seorang sugar Daddy! Apa Lo masih perlu gosipin gue jadi sugar baby!!! Ooh jangan jangan bokap lo yang ada difoto bareng gue yang lo sebar??" Agnia berdecih, sebelum melanjutkan ucapannya, " Apa lo gak pernah mikir? Lo sedang nantangin gue buat buka aib keluarga Lo sendiri Serl!!"


Merasa belum puas Agnia berjalan mendekatinya lagi, dia menghela nafas dengan menatap Serly yang menangis, "Kalau lo butuh bantuan buat nyari siapa yang jadi sugar baby bokap lo!! Cari gue ...!!!"


Serly mendorong Agnia hingga dia terhuyung beberapa langkah ke belakang, "Ini pasti rekayasa Lo kan Nia??? Bokap gue gak mungkin ngelakuin hal serendah ini kayak lo dan lo!" tunjuknya pada Agnia dan juga Nita.


"Terserah Lo bilang apa!! Kalau perlu lo cek ke rumah sakit tempat bokap lo tugas ...!!" ucapnya lagi dengan tatapan mata menajam.


"Cabut Nit!!!"


Nita menyunggingkan senyum penuh kemenangan dan melihat kearah Serly yang semakin menangis, "Ngatain orang padahal bokapnya sendiri bejad ... gak malu Lo!!"


Luruhlah sudah air mata Serly, tumpah ruah membasahi kedua pipinya, dia bahkan melempar ponselnya hingga hancur berserakan. Seiring dengan lunglainya kedua lutut yang menopang beban tubuhnya hingga akhirnya dia ambruk dilantai.


Kegaduhan mulai terdengar diseluruh ruangan kelas, video itu menyebar dari grup ke grup lain, dari reels reels singkat dan berakhir di ponsel guru guru.

__ADS_1


Seorang dokter kandungan melecehkan pasien yang masih sangat muda dan berakhir dengan kehamilan. Hastag dengan tulisan Sugar Daddy vs Sugar baby merebak dengan cepat disekolah, semua sudah tahu jika dokter itu adalah ayah Serly ... namun hingga berita panas ini heboh mereka sama sekali tidak tahu siapa yang berada dipelukan dokter kandungan yang tengah menangis karena dokter yang menghamilinya.


Disudut ruangan lain kedua gadis tertawa bahagia, "Gue bisa bayangin keadaan dia saat ini!"


"Hm ... rasain! Siapa suruh bangunin crazy baby!" ucap Cecilia yang langsung mendapat sorotan tajam dari Agnia.


"Maksud gue baby Bears... iya gak Nit!!" keduanya tergelak, namun tidak dengan Agnia, dia mendengus lalu kembali termenung karena terpaksa melakukan hal buruk itu.


"Elah masih sedih aja sih lo!! Kita ngelakuin ini agar dia berhenti bersikap sok paling menderita, paling menyedihkan!" ujar Nita yang melihat Agnia duduk dengan tetap terdiam menyesal. "Lo gak mikir, kalau gue gak datang tepat waktu, apa yang bakal dia lakuin sama Lo!! Lo pasti lebih nyesel Nia." ungkapnya lagi.


"Nita bener lagi Nia!! Kita memang harus kasih dia pelajaran ... kalau enggak dia gak bakalan kapok!!" timpal Cecilia yang membenarkan apa yang diucapkan oleh Nita. "Dan lo tenang aja!! Kita hanya nyebarin video itu disekolah ini. Mereka gak bisa nge-share lagi ke luar sekolah apalagi sampai meluas ke sosial media."


Agnia menoleh, "Emangnya bisa?"


"Bisalah Nia ... gue punya hacker paling hebat dimuka bumi ini ... dia selalu siap buat bantuin kita!! Apalagi soal hal beginian, udah paling jago dia." Ujar Cecelia bangga.


"Siapa?"


"Ada deh!!! Lo bakal tahu nanti, yang pasti sekarang kita urus dulu si Serly."


Gadis itu menelengkup diatas meja dimana dia duduk. Menangis tergugu dengan bahu yang turun naik dengan hebat. Tidak ada yang peduli padanya, tidak ada juga yang menemaninya bahkan tidak ada yang berusaha menenangkannya. Mereka hanya menatapnya dengan pandangan menuduh.


GUe gak nyangka ... bokapnya ternyata sebejad itu! Padahal anaknya baik!


Atau jangan jangan dia hanya berpura pura baik?


Bener juga!!! Secara dia aja bisa bikin jahat sama sahabatnya sendiri.


Ucapan ucapan teman temannya terdengar jelas olehnya, membuatnya bangkit dan menggebrak meja.


Brakkkk


"Itu gak bener!!! Ini hanya akal akalan aja! Gosip murahan yang sengaja di bikin."

__ADS_1


"Siapa ... siapa yang bikin? Disini cuma lo yang tega ngejebak temen Lo sendiri! Parah banget bokap lo!" seru seorang temannya dari arah belakang.


"Iya bener!!! Lagian siapa yang mau buang waktu ngelakuin hal gak senonoh itu dengan sengaja!! Jangan halu lo!" timpal yang lain.


Serly sudah tidak tahan mendengarnya, dia menyambar tas miliknya lalu keluar begitu saja dengan terus menangis. Teman temannya yang berada di kelas menyoraki bersamaan.


Serly berlari menuju sebuah ruangan kosong, menelengkup kan kepalanya dan kembali menangis.


Dia tidak sadar, ruangan itu memiliki dua fungsi dengan sebuah white board besar sebagai penghalangnya, ruangan yang biasa di pakai untuk keputrian di hari Jumat.


Ketiga gadis tersentak kaget, saat samar samar mendengar tangisan lirih dari sebelah, mereka saling memandang lalu Cecilia menyembulkan kepalanya untuk melihat ke ruangan sebelahnya.


Dia terkekeh dengan menoleh ke arah Nita dan juga Agnia, lalu menunjuk ke arah sebelahnya.


"Ini pasti sangat menyenangkan! Nia ... gue boleh nambahin sedikit shock terapi buat dia??"


"Apaa ... jangan macem macem Lo!!"


Nita terkekeh, lalu dengan cepat menutup mulutnya agar tidak ketahuan. Dia sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan sahabatnya itu pada Serly.


"Sikat Ce!!" ujarnya dengan pelan.


Cecilia keluar dari ruangan dan menghampiri Serly yang tengah menelengkup, bahunya masih terlihat turun naik.


Brskkkk


"Ngumpet di sini rupanya Lo!! Kenapa, sedih yaa? Ngerasa dunia gak adil ya? Atau ngerasa sakit disini?" ujar Cecilia menepuk dadanya sendiri. "Kasiaaannn!!!"


Serly yang kaget menatapnya tajam, lalu beralih menatap Nita yang disusul oleh Agnia.


"Gue udah udah tahu ... ini semua kerjaan kalian bertiga! Iya kan...!"


Agnia tersenyum kecut, dia masih berharap Selry menyesal akan perbuatannya, meminta maaf lalu berubah, namun sampai hari ini, jangankan meminta maaf padanya, mengucapkan kata maaf padanya saja belum.

__ADS_1


Serly menarik kursi dan kembali terduduk.


"Gue bisa hapus dan tarik video yang telah beredar lagi sekarang juga!"


__ADS_2