Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 217


__ADS_3

Agnia menggelengkan kepalanya, bagaimana dia bisa mengenal sosok yang berada di atas motor yang bahkan tidak membuka helm fullface yang dikenakannya.


"You sure? Sepertinya dia terus melihatmu tadi! Atau jangan jangan itu Regi?"


"Aku gak tahu! Udah deh ayo jalan, ngapain juga masih disini." ujarnya dengan kesal, dia bahkan tetap melipat kedua tangannya dan di tempelkan di dadanya.


Zian mengulas senyuman melihatnya, lalu melirik sosok yang masih duduk di jok motor.


"Dia sepertinya terus menatap ke arah kita! Dari spion motornya! Bagaimana kalau aku tabrak?" gumam Zian dengan pelan. Sungguh pemotor itu membuat Zian kesal karena terus menatap Agnianya. Namun dia juga tidak bisa sekonyong konyong menuduhnya apalagi ini maaih di kawasan sekolah, dia tidak ingin membuat keributan.


Agnia mendengus kesal saat melihat sekelompok anak sekolah berjalan dengan wajah berseri seri dan juga pergi bersama sama. Dia sudah lama tidak hangout bersama teman temannya, apalagi besok sudah harus ujian sekolah, biasanya dia dan Serly juga Vina selalu pergi hangout sehari sebelum ada ujian. Hanya untuk menyegarkan fikiran sebelum berkutat dengan segala buku pelajaran


"Baby are you ok?"


Gadis berambut panjang itu tampak terdiam, sedikit pun dia tidak berminat menjawab pertanyaan Zian, Dijawab pun memangnya mau lakuin apa?


Dari tatapan Agnia yang selalu tertuju pada sekelompok anak sekolah Zian tahu jika apa yang tengah difikirkan istrinya itu.


Mobil terus melaju pelan, membuat Agnia berdecak karena laju kendaraan yang Zian bawa justru membuat dia harus berlama lama melihat siswa yang keluar, bahkan sebagian ada yang menyeberang, dia juga melihat mobil Cecilia yang terparkir diruas jalan, helaan nafas gadis berumur 17 tahun itu semakin terdengar.


"Kau ingin pergi bersama mereka?"


Agnia mengangguk lirih, "Besok udah ujian sekolah,"


"Baiklah ... memangnya kau ingin kemana jika. pergi bersama mereka?"


"Nonton!" jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Zian, menatapnya sendu seolah memohon di ijinkan untuk pergi.


"Baiklah ... baby mau nonton film apa memangnya?"


Agnia kembali melihat ruas jalan, Gue pengen hangout bareng temen temen gue! Bukan nonton sama suami gue, itu mah bisa dilakukan kapan aja. Gak paham paham sih. Agnia mendumel dalam hati, wajahnya kembali ditekuk.


Akhirnya dengan wajah muram Agnia mendongkakkan tubuhnya ke seat belakang, mengambil paper bag dari belakang yang berisi pakaian ganti yang selalu disiapkannya sesuai saran Kim.


"Tidak perlu ganti pakaian baby!"

__ADS_1


"Heh ... mana bisa begitu! Nia pake seragam dan nonton bareng kamu! Apa nanti yang dibilang mereka, di mall pasti banyak anak sekolah dari sekolah mana mana, Nia gak mau ya di kira sugar baby. Enak di Om gak enak du Nia!" Selorohnya dengan ketus, kedua maniknya menyorot tajam. Kekesalannya saja belum reda, dan kini , Zian malah memancing kemarahannya.


"Memangnya siapa yang bilang aku akan ikut nonton?"


Tatapan Agnia sedikit meredup, "Jadi? Nia boleh pergi bareng temen temen Nia?"


"Untuk hari ini boleh, selebihnya No!"


Cup


Agnia mengecup pipi kiri Zian, wajahnya berubah seketika menjadi berseri seri, "Makasih Hubby!"


Zian tergelak, perubahan istrinya itu sangat cepat dan juga dia mendapat ciumaan manis walau sekilas.


"Kamu ini paling bisa merayu!"


"Mana ada Nia merayu, itu hadiah karena Hubby mengijinkan Nia hangout!"


"Hadiah?" Ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya pada ruas jalan yang tengah ditelusurinya dengan pelan.


"Hm ... hadiah,"


"Apaan sih! Masih aja muka mesum!" jawab Agnia dengan mengulum senyuman.


"Sudah menghubungi Cecilia dan juga temannya itu? Siapa ... yang banyak bicara itu?" Kata Zian kembali fokus pada jalanan.


"Serius boleh?"


Zian mengangguk, "Boleh sayang! Tapi ingat hati hati, terus jangan pulang larut malam, jam sembilan sudah harus di rumah, paham?"


Agnia mengangguk dengan senyuman melengkung di bibir merah delimanya, dia lantas merogoh ponselnya didalam tas untuk memberitahu Cecilia juga Nita.


Setelah itu Zian melajukan mobil nya ke satu mall dimana Agnia akan pergi bersama teman temannya, mereka janji bertemu di lantai satu mall yang dibilang cukup besar di kota itu.


Zian menghentikan mobilnya saat mereka sudsh sampai di mall itu.

__ADS_1


"Baby ... ingat pesan ku tadi?" kata Zian dengan kedua tangan yang masih merekat di setir kemudi.


"Ya Hubby! Nia bahkan ingat di luar kepala, hati hati dan jangan pulang lebih dari jam sembilan malam. Allright?" cerocosnya dengan kedua tangan sibuk membenahi rambutnya.


"Good baby ... sekarang, kasih aku hadiah kecil!" gumam Zian dengan menepuk pipi kirinya sendiri.


Agnia menoleh lalu merekatkan kedua tangan di kedua pipi Zian lalu menariknya sedikit, dengan lembut Agnia melummat bibir Zian, lidahnya menerobos masuk dan membelit lidah Zian di dalam sana, bukan ciumaan di pipi suaminya itu. Zian tersentak kaget, namun tidak lama karena dia sudsh pasti membalasnya dengan panas.


"Mmppphhh ... Dasar nakal!" Zian melepaskan belitannya saat Agnia menggigit bibir bagian bawah miliknya dengan sengaja, hingga tautan keduanya terlepas.


Gadis itu terkekeh, Ibu jarinya terulur mengusap bibir Zian yang terlihat bengkak akibat ulahnya.


"Sakit?"


"Tidak ... tapi kau harus tanggung jawab nanti!" Zian menggigit ibu jari Agnia dengan lembut, membuat Agnia kaget namun mengangguk pelan.


Setelah drama saling gigit, Agnia turun dari mobil dan Zian kembali melajukan mobilnya keluar dari pelataran parkir, disana sudsh terlihat Cecilia dan juga Nita yang menunggunya.


"Woh ... akhirnya si ganteng kasih lo ijin juga Nia!" seru Nita saat mereka berjalan bersamaan.


"Iyalah ... pastinya dengan banyak syarat sebelum pergi!" Agnia terkekeh sendiri sementara kedua sahabatnya itu hanya saling menatap.


Mereka masuk kedalam mall yang saat sudah dalam terlihat ramai. Mereka naik elevator untuk menuju bioskop yang terletak di lantai ke empat. Dengan terus bersenda gurau dan tertawa bersamaan. Wajah Agnia berseri seri karena hal sekecil ini sangat dia nantikan.


Lift terbuka dilantai ke tiga. Beberapa orang masuk dan bergabung dengan meraka, dan salah satunya membuat Agnia menajamkan mata.


Karena posisi Agnia paling belakang dan bersandar di dinding lift, dia tidak terlalu jelasnya dari belakang, sampai Cecilia menyenggol lengannya.


"Regi noh!" gumamnya pelan.


"Regi? Mana?" tukas Nita dengan kepala yang bergerak ke kiri dan ke kanan mencari Regi.


"Itu yang pake jaket jeans, sebelah nya yang pake topi." jelas Cecilia, sedangkan Agnia hanya menatapnya tanpa ingin berkomentar. Entah apa yang harus dia lakukan jika mereka bertemu nanti.


"Regi? Regi?" Nita berteriak memanggilnya, hingga beberapa orang didepannya pun menoleh ke belakang, begitu juga sosok orang yang namanya di panggil.

__ADS_1


Tepat ada saat itu, kedua pandangan mereka beradu. Regi melihat Agnia begitupun sebaliknya.


"Nia?"


__ADS_2