
Kasus foto yang mencatut nama Agnia Sarasvati dan pria yang diduga guru kelas tambahan menghilang begitu saja, bahkan kasus itu menguap begitu saja, Serly bahkan merasa heran karena hal itu, dirinya kembali harus kecewa karena usahanya membuat Agnia dijauhi teman teman nya selalu gagal, malah secara sengaja Serly datang menemui pak Sopian untuk menanyakannya.
Namun pak Sopian sendiri yang telah mendapatkan informasi langsung dari Zian tentang kebenaran foto itu pun tidak berkutik. Dan Serly bahkan mempersoalkan tindakan yang di ambil oleh sekolah yang dianggap lembek.
"Serly ... bapak tidak ingin kau terus mempertanyakan apa itu lagi, seolah olah kanu terlibat di dalamnya." Terang Pak Sopian dengan memijit pelipisnya.
"Tapi kan pak ... harus nya pihak sekolah mengambil tindakan tegas, bagaimana jika siswa dan guru menjalin hubungan, mereka akan mencoreng nama sekolah kan pak! Ditambah mereka memalsukan identitasnya dan mengaku sebagai paman dan keponakan!" ungkap Serly menggebu gebu.
"Sudahlah Serly ... lebih baik kau kembali ke kelas, persiapkan saja dirimu untuk ujian kelulusan besok! Urusan itu bukanlah tanggung jawabmu! Kau tinggal abaikan saja seperti layaknya kasus yang menimpa ayahmu." ujar Sopian menohok.
Serly menghentakkan kakinya ke lantai lalu keluar dari ruangan itu dengan kesal.
"Satu satunya cara terakhir yang bisa gue lakukan yaitu melalui om Dave! Lihat saja Nia, lo gak mau lagi berteman sama gue, gue juga bakal bikin temen temen lo jauhin lo!"
Serly kembali ke kelas, dia menatap tajam ke arah Agnia yang tengah menyalin tugasnya ke dalam laptop. Dia tidak tahu jika Serly menatapnya diam diam dengan penuh dendam.
Ting
Pesan singkat masuk kedalam ponsel Agnia, diam diam dia merogoh ponselnya dengan kedua mata yang melihat ke arah depan, jam pelajaran Kimia dengan guru yang lumayan killer membuatnya berhati hati agar tidak mendapat kan masalah.
'Baby kau hanya perlu mendengarkan, lagu yang akan sebentar lagi terdengar.'
'Aku juga akan menjemputmu nanti.'
Pesan dari Zian yang membuat Agnia mengernyit, "Lagu apaan ih please deh jangan norak! Dia kan gak ada kelas hari ini, kenala dja bisa request lagu ini!" gumamnya dengan kembali memasukkan ponsel ke dalam tas tanpa membalas pesan dari Zian.
Hingga Agnia terpaku di tempatnya saat lagu yang tengah hits akhir akhir ini terdengar di seluruh sekolah, dan menjadi tanda jika sudsh waktunya pulang.
The only place I call home
You are
Every hope and dream I've ever had
In other lifetimes, without any doubt
I'll keep choosing you
I love you
I love you in every universe
__ADS_1
You'll always be the first
I love you, my only one
I love you
Love you still, I always will
I want you to know how I feel
And all the promises that I'll fulfill
My only one
Agnia mengulum senyuman saat mendengarnya, lagu romance yang tengah berputar yang Zian tujukan padanya. "Norak ... tapi kenapa gue malah senyum senyum gini! Gila kali gue!" gumam Agnia dengan terus mengulas senyum.
Satu persatu peralatan buku juga dia masukkan ke dalam tasnya, begitu juga dengan laptop miliknya dengan terus menyelami lagu yang masih berputar.
"Woii siapa yang request lagi beginian disekolah? Udah tahu gue jomlo gak punya ayang!" seru seseorang teman Agnia yang kemudian disusul oleh teman teman nya yang lain dengan bersorak.
"Lagu ini sih cocok banget dari gue buat Nia! Ya gak Nia?" Adam melintas dengan tas yang tersampir di punggungnya membuat Agnia mendengus kesal.
"Ngarep lo Dam! Lo kan udah di tolak sama doi!" sahut temannya yang tadi berteriak.
"Terserah lo dan keluarga lo lah Dam!" jawab temannya lagi menarik lengan Adam yang terus ingin bicara pada Agnia, sementara Agnia. hanya menggelengkan kepalanya saja.
Tak lama dia keluar dari kelas, meskipun harus bersinggungan dengan Serly, Agnia tetap tersenyum ke arahnya walaupun Serly hanya mendengus lalu melangkah lebih dulu.
"Masih aneh aja tuh anak! Masalah sama dia gak selesai selesai rasanya." gumamnya lagi lalu berjalan keluar.
Cecilia dan juga Nita berjalan ke arahnya dengan melambai lambaikan tangannya,
"Nia ... lo mau ikut kita gak hari ini?"
"Kemana?"
"Nonton! Karena waktu itu gak jadi kan, ya. udah deh sekarang aja!"
Agnia tampak terdiam, lagi lagi dia harus kehilangan moment kebersamaan dengan teman temannya.
"Roman romannya dia gak dapet ijin lagi kayaknya nih!" tukas Nita saat melihat Agnia hanya terdiam.
__ADS_1
"Hm ... ya udah deh gue paham kok! Lo emang punya tugas yang harus lo lakuin dan lebih penting," ujar Cecilia dengan memeluk Agnia.
"Sorry ya guys ... gue. gak bisa, gue dijemput hari ini!" Agnia melangkah lebih dulu hingga sebuah pesan kembali masuk ke dalam ponselnya.
Agnia melihatnya, ternyata pesan dari Zian. setelah memastikan dia kembali menyimpan ponselnya,
"Om Zian nyangkut dihati Agnia, sampai dia gak punya waktu lagi buat menikmati masa remaja nya itu." Ketus Nita, namun Cecilia kemudian menoyor kepalanya.
"Heh ... kemarin lo baru bilang lo iri karena Agnia, pengen digendong kayak Agnia! Kenapa lo gak iri lagi sekarang."
"Sialan lo! Gue ralat deh gue gak mau nikah muda, gue gak bisa main lagi bareng lo ... lo juga,"
Agnia menggelengkan kepalanya seraya berdecak, "Bener nih gak mau?"
"Enggak Nia ... kalau gue nikah sekarang, gimana masa muda gue, gue lebih memilih jadi sugar daddy aja lah dibandingkan nikah muda. Toh yang itu ..." Nita tidak meneruskan ucapannya, namun kedua alisnya naik turun, "Gue juga sering lakuin!" Ucapnya dengan kembali tertawa.
"Sialan lo emang!"
Agnia memukul lengan Nita, hingga dia meringis. "Gue duluan ya girs."
Gadis berusia 17 tahun itu melangkahkan kakinya ke luar gerbang, mencari mobil camry milik Zian, namun dia tidak menemukannya. Hingga dia akhirnya menunggunya di pinggir jalan.
"Mana sih? Katanya mau jemput tapi kok gak ada?" gumam Agnia dengan melipat tangan ke depan dadanya.
Hingga motor sport berwarna merah berhenti di hadapannya, Agnia hanya diam memperhatikan wajah dibalik Helm fullface yang dikenakannya.
Dan tepat saat itu juga mobil yang dikendarai oleh Zian berhenti tepat di belakang motor. merah itu.
Tin
Tin
Zian menekan klakson dengan keras, dan sang pengemudi motor pun menatapnya dari spion kaca, dan sama sekali enggan membuka helm fullface yang menutupi seluruh wajahnya.
Agnia menghela nafas, lalu berjalan ke arah mobil Zian, membuka pintu mobil lalu masuk ke dalamnya.
"Baby? Kau kenal dengannya?"
.
.
__ADS_1
...Cukup buat hari ini ... lanjut besok ya readers terlope lope akoh. Jangan lupa like dan komennya....
...Makasih....