
Kini sudah sebulan kejadian itu dan nama indah serta wajah cantik alami Indah terus terbayang oleh Frans.
Tapi dia terus menghalau segala fikiran positif atau negatif yang ada di kepalanya.
Frans mengelak setiap bayangan Indah menghantui lamunan dia.
"Indah nama yang bagus, tapi nggak sebagus sifat dia yang ceplas ceplos saat bicara dan memanggil gue om.
Ck ketuan gue rasanya," Kini Frans larut lagi dalam lamunan tentang indah.
Indah juga menari Indah dalam fikiran Frans yang tidak bisa menghalau Indah gitu aja.
Pernah suatu ketika Frans memukul kepala sendiri dengan maksud mengusir Indah namun hanya rasa sakit yang dia rasakan.
"Sungguh sangat mengganggu, Indah liat aja nanti lo akan jatuh cinta sama gue setelah itu lo gue buang biar lo tau gimana sakitnya," Maksud Frans gimana sakitnya adalah membalas rasa sakit yang tidak sengaja memukul kepala sendiri.
Itu bukan salah Indah Frans, kamu aja yang begok getok kepala sendiri.
Masa mau nyalahin Indah yang tidak tau apa.
Bisa saja kejadian terbalik kamu dulu yang jatuh cinta sama Indah dan dia biasa saja nah sakitnya jadi double.
Jika Frans jatuh cinta duluan dan Indah menolak jangan salah kan Indah ya Frans anggap aja itu karma sebab udah pernah niat jahat sama Indah.
Pintu ruangan Frans terbuka perlahan hingga tidak mengeluarkan suara sama sekali.
Yang masuk bukan orang lain tapi Farid sang asisten tidak tau diri sama bos masa masuk ruangan bos tanpa ketuk pintu.
"Om," Panggil Farid berusaha melembutkan suara seperti perempuan buat mengecoh Frans.
Dia tau Frans lagi berada di alam bawah sadar alias lagi melamun.
"Ya Indah," Saut Frans namun segera sadar mendengar tawa Farid yang memenuhi ruangan itu.
__ADS_1
Tau siapa yang mengerjai Frans melempar Farid menggunakan vas bunga kecil yang terletak di atas meja kerja nya.
Farid menghindar hingga vas itu mendarat sempurna di lantai dengan tidak berbentuk lagi, sudah hancur.
"Sialan lo," Bagaimana bisa dia ketahuan sama Farid kalau lagi melamini Indah, malu.
Tapi tanpa di bilang Farid juga sudah tau kalau Frans sudah mulai menaruh rasa sama Indah hanya saja dia selalu mengelak.
Suka kok gengsi.
"Santai bos, namanya juga normal kalau lo suka gue baru nggak normal," Farid senang akhirnya bos sekali gus sahabat dia sudah mulai membuka hati buat perempuan lain dan juga harus siap menghadapi kebawelan tiap saat.
"Lo kan juga suka tuh sama teman dia," Cibir balik Frans yang tidak mau sendiri kena ledek.
"Iya tapi ya gitu kan lo tau gimana bawel dan cerewet mereka berdua.
Heran gue baru mau deketin udah marah marah duluan," Pernah Farid tidak sengaja bertemu Ines di sebuah swalayan dan berniat mau mendekati.
"Eh bukannya itu Ines ya," Fari melihat Ines lagi berdiri di lorong makanan ringan sambil mendorong troli belanja.
"Coba pendekatan siapa tau dia luluh," Berjalan perlahan bermaksud menyapa sekalian pendekatan.
"Loh om ngapain kesini kurang kerjaan ya, pergi sana om jangan ganggu gue.
Lagi malas liat wajah lo om," Usir Ines pada Farid padahal belum terlalu dekat jarak mereka malah langsung di usir.
"Nggak sengaja aja bertemu, kamu beli apa, gue temenin ya," Tawar Farid dan berharap di terima.
"Sorry om gue bukan anak kecil, udah sana pergi om polusi tau nggak kalau om dekat gue," Kejam kali kata kata kamu Ines.
Lebih kejam dari mak tiri.
"Kamu kira saya limbah apa sampai di bilang polusi segala," Kalau bukan karena suka Farid juga ogah deketin cewek galak seperti Ines.
__ADS_1
Kok ada cewek di dekati cowok tampan malah ngusir, ada yang salah sama tuh mata.
"Lebih dari limbah," Entah mengapa Ines malas berurusan baik sama Farid atau Frans lagi sejak kejadian malam itu entah apa alasan nya.
Ines pergi dari sana sebab Farid tidak mau pergi.
"Untung gue suka," memandang Ines yang kian menjauh mendorong troli dan membawa ke kasir.
Ok Selesai.
Frans tertawa lepas mendengar cerita Farid yang cukup memprihatinkan.
Baru mau mendekat sudah di usir.
"Kasian banget sih lo, belum juga bertindak sudah di tolak," Kekeh Frans puas menertawakan Farid setelah selesai cerita.
"Udah ketawa terus ketawa, nanti kalau lo yang di tolak Indah gue ketawa lebih kencang dari lo," Berharap kejadian itu segera terlaksana dan Farid akan jadi orang paling bahagia melihat wajah penuh kecewa Frans.
"Itu sampai kapan pun nggak akan terjadi, catat itu.
Justru dia yang akan jatuh cinta sama gue, siapa yang berani menolak pesona seorang Frans, nggak ada ya," Segitu percaya diri sekali.
Kalau iya seperti itu maka sejak malam itu maka Indah akan memanfaatkan momen buat mendekati Frans bukan sebaliknya yang ada marah marah serta mendiami Frans sepanjang jalan Frans mengantar Indah pulang.
"Jangan terlalu percaya diri, temannya aja seperti itu maka dia tidak beda jauh juga dan siap siap di tolak," Farid keluar dari ruangan itu menuju ruangan sendiri sebelum kena usir.
Kan datang sendiri maka pergi juga harus sendiri.
"Itu nggak akan terjadi," Teriak Frans dari dalam ruangan namun tidak ada yang bisa dengar sebab pintu sudah tertutup rapat dan ruangan itu kedap suara.
\=\=\=\=\=
Bersambung.
__ADS_1