Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 303


__ADS_3

Waktu pun bergulir dengan cepat, teman teman sekolah Agnia berdatangan ke ball room dimana acara from night sekolah di adakan, hotel mereka menginap memang bukan di hotel itu, tapi hotel lain yang jaraknya cukup dekat.


"Ini beneran si Nia yang ngundang kita! Gila mau pamer kekayaan apa ya dia?"


"Hust ... Sembarangan kalau ngomong, jelas kalau dia mah pamer. Orang tua nya aja dua duanya tajir melintir!"


Celetukan celetukan dari teman teman satu angkatan dengan Agnia. Hanya Serly yang tidak hadir, walaupun dia mendapatkan undangan seperti yang lain.


"Keren banget sih! kira kira acara nanti apa aja ya?"


"Dorpresss terjun payung dari lantai atas mau?" celetuk Cecilia yang kali ini tidak sengaja mendengar celotehan mereka.


"Eeh Cecilia! Bercanda Ce."


Cecilia dan beberapa teman temannya tergelak, "Ya gue tahu kalian bercanda, tapi gak ghibah juga kali. Si Nia emang pantes kalau mau pamer, kalau miskin pamer baru itu kebangetan!"


Sesudah mengatakan hal itu gadis itu melenggang masuk dengan menarik pergelangan tangan Nita, mereka masuk lebih dulu ke dalam ball room dan melihat semua persiapan memang telah di siapkan sedemiakian rupa.


"Hm ... Kayak kita ya, kalau pamer kebangetan banget Ce."


"Kata siapa! Lo inget baik baik nih, gue bakal jadi orang kaya, banyak duit dan hidup senang nanti!"


"Yakin lo? Kerja apa? Ngelayanin Om Om?" Nita tergelak dengan ucapan Cecilia.


"Ya terserah gimana caranya, yang penting jadi orang kaya."


"Gue aamiin in dulu deh! Terkabul enggaknya gimana nanti."


Keduanya duduk di susul dengan teman teman yang lain yang juga datang, beberapa guru yang terlihat mengobrol bersama Zian.

__ADS_1


"Gila ... Guru honorer aja di undang!" tukas seorang anak laki laki yang duduk persis di belakang Cecilia.


"Huuh ... Dia kan hanya guru pengganti, yang ngajar cuma beberapa bulan aja kan?" sahut yang lain.


Cecilia dan Nita tentu saja menoleh, mereka saling menatap, "Yang kalian maksud Pak Zian?"


"Hm ... Dia, idola anak anak cewe." tukas Adam yang terus mengedarkan pandangannya mencari Agnia. "Nia mana Ce? Gue belum liat dia."


"Sama gue juga!"


Kedua gadis cekikikan lalu kembali duduk dengan tenang.


"Mereka bakal shock kalau tahu yang sebenarnya," Bisik Nita.


"Hm ... pingsan ditempat jangan jangan!"


Mereka berdua sama sama tergelak.


"Lo cari si Serly kan?"


"Hm ... Kemana tuh anak?"


"Gak niat kali! Dia pasti malu kalau dateng ke sini, dia kan orang pertama dan satu satunya yang gak suka liat lo bahagia."


"Hem ... Bener banget lo Ce! Eeh kita tanya aja kenapa dia gak kesini gimana?" Nita mengeluarkan ponsel dari dalam tas mini nya.


"Ihh ... Males banget! Udah biarin aja, ada atau gak ada dia juga gak ngefek! Ya kan Nia?"


Agnia hanya mengulas senyuman, dia juga berharap Serly ada. Tapi kalau pun ada hanya untuk membuat masalah saja, secara dia lebih tahu apa hubungan antara Agnia dan juga Zian.

__ADS_1


Kata kata sambutan terus bergulir, semua guru termasuk Zian sudah naik ke atas panggung. Dan MC tiba tiba memanggil Agnia sebagai tuan rumah penyenggara sekaligus pemilik hotel.


Semua teman temannya tentu saja tersentak kaget, saat tahu Agnia pemilik hotel yang mereka pijak saat ini. Sekaligus penyelenggara acara, mau tidak mau Agnia melangkah maju dengan melirik sebentar ke arah Zian.


Nyebelin banget! Dia sengaja pengen gue tampil nih pasti.


Zian mengulum senyuman saat Agnia melewatinya dan naik ke atas panggung. Dia lantas mengambil mikrofon dari tangan Mc.


"Kepada ibu bapa guru yang berkenan hadir, juga teman teman semua yang turut hadir hari ini. Saya ucapkan banyak terima kasih. Jujur ini acara yang sangat mendadak sekali, dan tentu saja untuk ketua osis beserta para panitia acara kelulusan, saya atas nama pribadi meminta maaf karena menggelar acara ini tanpa berkoordinasi terlebih dahulu."


Tidak ada rasa gugup saat Agnia bicara di depan umum, dia tampak memukau dengan balutan dress mini berwarna hitam yang sengaja dia pilih sebagai drees code. Walaupun sebelumnya harus berdebat dengan Zian.


'Baby! Ini acara from night atau acara pemakaman?'


Zian mengulas senyuman saat mengingat hal itu, terlebih saat tahu jawaban Agnia.


'Hubby!! Please deh! Kalau gak hitam, nanti keliatan badan aku ini gendutan. Pokoknya hitam, kalau enggak gak usah.'


Dan sekarang, apapun warna pakaian yang dipakai Agnia, tidak memperngaruhi apa apa, dia tetap Agnia yang bisa menyesuaikan diri. Tampak dewasa dengan tutur bahasa memukau semua yang mendengarnya.


"Dan karena ini acara yang akan spektakuler, izinkan saya mengakui sesuatu. Tentu dari kalian bertanya tanya, kenapa acara ini bisa berjalan sempurna. Ini semua berkat seseorang yang benar benar spesial, yang menjadikan alasan saya berdiri di sini."


Semua orang terpana, mengira ngira apa yang di katakan Agnia, terkecuali Cecilia dan juga Nita. Zian melebarkan kedua pupilnya saat mendengar namanya disebut.


"Ziandra Maheswara. Guru kita yang tampan. Dia pria spesial dan dia...." ucapannya terhenti sesaat, menatap Zian dengan tersenyum. "Dia suamiku."


Semua orang sontak terkaget mendengar pengakuan yang mengejutkan ini. Agnia mengajak Zian naik ke atas panggung.


"Nia gak mau nanggung sendirian, jadi hubby juga harus ikut menanggungnya." gumam Agnia saat Zian menghampirinya.

__ADS_1


"Baby!! Apa yang harus aku katakan? Apa aku harus mengakui aku ini dalang dari semuanya?"


__ADS_2